
Tania masuk ke dalam rumah, Tania terkejut melihat Vania.
"Hi Vania kamu disini?" Tanya Tania sambil menghampiri Vania kemudian dia memeluk dan mencium Vania.
"Iya Tania, Pedro ingin bertemu rekan bisnisnya disini."
Tania tersenyum, dia melihat Jessica sedang menggendong bayi.
"Vania, apakah ini putrimu?" Tanya Tania sambil mengelus pipi Chatarine.
"Iya Tania, itu putriku."
"Wah.. Cantik sekali Vania. Mam berikan dia padaku." Kata Tania kemudian dia mengambil Chatarine dari tangan Jessica lalu dia menggendongnya. "So cute." Kata Tania kemudian dia mencium kedua pipi Chatarine.
Vania tersenyum melihat Tania.
"Tania tambah satu lagi." Canda Vania lalu Jessica dan Tania tertawa.
"Ah.. Pending dulu Vania. Aku mau kerja dulu." Kata Tania. "Oh ya mam, Ezer mana?"
"Lagi sama papa di kamar." Jawab Jessica.
"Baiklah, aku ingin melihat Ezer." Kata Tania sambil memberikan Chatarine kepada Vania kemudian dia pergi ke atas.
Tania mengetuk pintu kamar lalu terdengar suara Carlos menyuruhnya masuk.
Tania membuka pintu lalu melihat Carlos dan Isabell sedang bermain dengan Ezer. Tania tersenyum lalu menghampiri mereka.
Ezer melihat Tania kemudian dia berdiri dan melompat lompat di atas tempat tidur sambil menggerak gerakan kedua tangannya.
"Gepa..gepa." Kata Ezer memanggil Carlos sambil menunjuk Tania.
Carlos tertawa karena mendengar Ezer memanggilnya Gepa. Tania juga ikut tertawa.
"Maksudnya Grandpa ya pap?" Kata Tania sambil menggendong Ezer
"Iya, tapi dia tidak bisa menyebutnya." Kata Carlos sambil tertawa. "Oh ya Tania, nanti kamu tidur sementara bersama Kairos ya. Vania dan Pedro akan menginap disini.
"Iya pap." Kata Tania. " Isabell mau ikut ke kamar Kairos?" Tanya Tania kepada Isabell.
"Tidak Tania, aku mau sama papa disini." Jawab Isabell sambil memeluk Carlos.
"Baiklah kalau begitu. Pap aku ke kamar dulu ya." Pamit Tania ke pada Carlos.
"Iya Tania."
Tania kelura dari kamar lalu dia pergi ke kamar Kairos. Tania membuka pintu dan melihat Kairos sedang berbaring di tempat tidur.
"Sayang, sebentar ya mommy ganti pakaian dulu." Kata Tania sambil meletakkan Ezer di tempat tidur dekat dengan Kairos. Tania tidak menyapa Kairos.
Tania membuka lemari lalu dia mengambil pakaiannya kemudian dia masuk ke kamar mandi. Tania mengganti pakaian di kamar mandi. Tidak lama kemudian dia keluar dan melihat Ezer sedang bermain sendiri.
Tania menghampiri Ezer.
"Sayang lagi bermain sendiri ya?" Kata Tania sambil membelai pipi Ezer. "Sabar ya sayang." Kata Tania lagi kemudian handphonenya berbunyi dia melihat Reagen yang menelepon. Tania menggendong Ezer lalu duduk di sofa.
Tania tersenyum lalu dia menjawab telepon Reagen.
"Hi.. Ada apa menelponku." Kata Tania. Mata Kairos melirik Tania, dia memasang telinganya.
__ADS_1
"Aku rindu padamu." Canda Reagen lalu Tania tertawa.
"Oh ya?" Ledek Tania.
"Iya aku rindu padamu." Canda Reagen lagi. "Oh ya, apakah kamu sudah makan?"
"Um.. Belum Reagen. Kalau kamu?" Tanya Tania balik.
"Aku juga belum. Aku tidak bersemangat makan karena kamu tidak disini." Kata Reagen lalu Tania tertawa.
Kairos melihat Tania.
"Berani sekali dia menerima telepon dari laki laki di depanku. Kairos mengeluarkan handphonenya lalu dia menelepon Angel. Panggilan terhubung lalu terdengar suara Angel dari seberang telepon.
"Hallo Kairos, mengapa menelponku subuh?"
"Maaf sayang sudah membangunkanmu." Kata Kairos. "Aku rindu padamu." Kata Kairos lagi, dia ingin dengarkan kepada Tania. Tapi Tania tidak perduli
"Oh ya Reagen sebentar aku mau ke halaman, di kamar terlalu berisik. Aku tidak bisa mendengar suaramu." Kata Tania sambil berdiri dan menggendong Ezer.
"Baiklah Tania." Kata Reagen kemudian telepon di tutup. Tania keluar dari kamar Kairos lalu dia pergi ke teras belakang.
Kairos melihat Tania pergi lalu dia mengakhiri teleponnya dengan Angel.
"Siapa Reagen itu?" Tanya Kairos dalam hati. "Tidak mungkin itu pacarnya, dia hanya mencintaiku. Aku tahu itu."
Tania duduk bersama Ezer di teras belakang. Tania menurunkan Ezer dan membiarkan Ezer bermain dengan mobil remotenya.
"Dia sama sekali tidak mau memperhatikan Ezer. Jangan salahkan aku kalau Ezer mendapatkan kasih sayang dari orang lain. Dan membuat Ezer lupa siapa papinya." Kata Tania dalam hati.
Keesokan pagi mereka semua sarapan bersama.
"Kenapa Tania?"
"Boss ku akan menjemputku." Jawab Tania sambil membersihkan mulutnya dengan tissue.
"Tania apakah bossmu itu masih mudah?" Canda Acel
"Iya Acel, dia masih mudah umurku dengannya hanya berbeda empat tahun." Kata Tania sambil tersenyum. Dia tidak perduli dengan Kairos.
"Oh ya?? Apakah dia tampan?" Canda Ace lagi.
Jessica dan Carlos tersenyum melihat Acel dan Tania.
"Acel dia saaanggat tampan." Canda Tania lalu Acel tertawa.
"Benarkah Tania?" Sela Cella. "Hati hati Tania, nanti kamu jatuh cinta padanya." Canda Cella lalu mereka tertawa.
Hati Kairos begitu panas lalu dia meninggalkan meja makan. Dia kembali kekamarnya.
"Aku ingin lihat seperti apa bossnya itu." Kata Kairos dalam hati. Dia Mondar mandir di dalam kamarnya.
Lalu Tania masuk ke dalam kamar. Dia memakai sepatu dan mengambil tasnya kemudian dia keluar dari kamar Kairos. Kairos berdiri di depan Jendela kamar dan memandang keluar.
Dia melihat sebuah mobil mewah masuk dan berhenti, lalu turun seorang pria. Dia menyambut Tania lalu mencium kedua pipi Tania.
"Ohh.. Jadi itu bossnya?" Kata Kairos dalam hati sambil memperhatikan mobil itu keluar meninggalkan kediaman Carlos.
Kairos duduk di sisi tempat tidur.
__ADS_1
"Tidak mungkin kamu akan mencintainya. Aku tahu kamu hanya mencintaiku." Kata Kairos lagi dalam hati.
Sementara di mobil, Reagen memegang tangan Tania dan menciumnya.
"Kamu akan menceritakan semuanya padaku?" Tanya Reagen sambil menggenggam tangan Tania.
Tania menatap Reagen dan tersenyum.
"Iya Reagen, aku akan menceritakan semuanya kepadamu."
"Baiklah." Kata Reagen kemudian dia melajukan mobilnya.
Mereka berdua tiba di kantor, Tania dan Reagen langsung menuju ke ruang kerja Reagen.
Mereka masuk lalu duduk di sofa.
"Baiklah, sekarang ceritakan padaku." Kata Reagen sambil memegang tangan Tania.
"Begini Reagen......
Tania menceritakan semuanya kepada Reagen. Dari A- Z, Reagen mendengarkan dengan seksama. Sesekali dia membelai wajah Tania dan menghapus airmata Tania.
"Reagen, aku tahu itu adalah kesalahanku. Kalau aku tidak meninggalkan dia, mungkin semua itu tidak terjadi. Tapi pada akhirnya aku menerima semuanya itu. Bahkan aku berjanji akan membesarkan anak dia dan Angel. Aku akan memberikan kasih sayang seperti kasih sayang yang aku berikan kepada Ezer untuk menebus kesalahanku itu.
Tania menunduk lalu Reagen menarik Tania ke dalam pelukannya. Tania memeluk Reagen dan menangis.
"Aku merasakan sakit atas perlakuan Kairos padaku. Aku lebih sakit lagi saat dia tidak memperdulikan Ezer. Dia tidak memberikan kasih sayang kepada Ezer." Kata Tania sambil menangis
Reagen memeluk Tania dengan erat.
"Jangan menangis lagi, kalau Kairos tidak mau memberikan kasih sayang kepada Ezer, ijinkan aku untuk dekat dengan Ezer dan memberikan kasih sayang kepadanya." Bisik Reagen di telinga Tania
Tania memeluk Reagen dengan erat.
"Terima kasih Reagen. Kamu baik sekali."
Reagen melepaskan pelukannya kemudian dia memegang wajah Tania.
"Tania aku menyukaimu, tapi aku sadar kamu masih mencintai Kairos. Tapi aku akan sabar. Kalau Kairos tidak menikah denganmu, maka aku akan menikahimu. Walaupun aku baru mengenalmu tapi aku yakin kamu wanita baik baik." Kata Reagen kemudian dia memeluk Tania kembali.
"Terima kasih Reagen."
"Oh ya Tania, bagaimana kalau hari ini kita pulang cepat dan menjemput Ezer. Aku ingin mengajak Ezer ke tempat bermain." Kata Reagen sambil membelai wajah Tania.
Tania menatap Reagen lalu dia menganggukan kepala.
"Baiklah Reagen." Kata Tania lalu Reagen tersenyum. "Reagen aku ingin pergi keruanganku." Kata Tania sambil berdiri.
Reagen berdiri lalu dia tersenyum
"Iya Tania, jangan menangis lagi." Kata Reagen sambil menghapus airmata Tania.
Tania tersenyum lalu dia meninggalkan Ruangan Reagen.
Reagen duduk di kursi kerjanya lalu dia memejamkan matanya. "Aku akan terus memberikan perhatian kepada Tania dan memberikan kasih sayang kepada Ezer. Aku yakin suatu hari nanti Tania akan jatuh cinta padaku."
Selamat membaca
Buat readers tolong di rate bintang lima donk novelku. Biar rating bintangnya naik.
__ADS_1
Terima kasih.