
Hari ini hari libur, Jessica dan Carlos menghabiskan waktu mereka di rumah. Mereka berbincang bincang di ruang santai bersama Liliana dan Federico.
“Carlos, daddy ingin kembali kerumah.”
“Dadd,tinggalah disini bersama aku dan Jessica, kalian sudah tua aku tidak ingin terjadi hal hal buruk kepada mommy dan daddy.”
“Iya benar dadd, tinggalah bersama kami. Aku dan Carlos sedang mencari rumah dekat dengan tempat tinggal kami untuk mommy dan daddy supaya kami tidak terlalu jauh dengan kalian berdua.
“Ahh.. sayang, daddy sudah terbiasa tinggal di rumah daddy.” Kata Federico
“Iya sayang, mommy juga sudah terbiasa tinggal di rumah. Biarkan mommy dan daddy kembali ke rumah kami.” Pinta Liliana.
Jessica dan Carlos saling pandang
“Baiklah kalau itu keingina mommy dan daddy.” Kata Carlos kemudian dia menatap Jessica. “Sayang bagaimana kalau kita mencari rumah dekat dengan rumah mommy dan daddy.”
“Terserah kamu beb.” Kata Jessica sambil memegang tangan Carlos.
“Baiklah aku akan mencari rumah dekat dengan rumah daddy supaya kita tidak terlalu jauh.” Kata Carlos lagi. “Aku mau ke kamar.” Kata Carlos kemudian dia berdiri dan meninggalkan Jessica Liliana dan Federico di ruang santai.
Carlos naik ke atas kemudian dia masuk kedalam kamar. Dia berdiri di depan jendela dan melihat Acel dan Sheren sedang bersenda gurau di halaman belakang. Carlos tersenyum melihat mereka.
“Sheren anak yang baik, walaupun Acel sudah tidak bisa berjalan tapi dia tetap setia menemani Acel dan memberi semangat kepada Acel. Lalu Carlos merasakan tanga Jessica melingkar di perutnya, Carlos memegang tangan Jessica. “Sayang Acel terlihat bahagia bersama Sheren.” Kata Carlos kemudian dia memutar tubuhnya menghadap Jessica. “Aku sangat senag Acel mendapatkan pacar seperti Sheren. Dia tetap mau menerima Acel walaupun Acel sudah lumpuh.”
“Iya, aku juga bahagia. Sheren sangat baik. Dia tidak pernah lelah menemani Acel.” Kata Jessica sambil melingkarkan tangannya di pinggang Carlos dan menyandarkan kepalanya di dada Carlos.
“Oh ya Ezer mana?”
“Dia lagi tidur, dia kelelahan bermain dengan Isabell.” Kata Jessica kemudian dia melepaskan pelukannya dan berbaring di tempat tidur.
Carlos ikut berbaring di samping Jessica dan memeluk Jessica.
Indonesia.
Terlihat Kairos dan Tania sedang bermesraan di kamar lalu terdengar suara Angel berteriak memanggil Kairos. Kairos dan Tania saling pandang
“Honey cepat lihat, ada apa dengan Angel.”
Kairos turun dari tempat tidur lalu dia berlari menuju kamar Angel. Kairos masuk dan melihat Angel lagi duduk di sisi tempat tidur sambil meringis kesakitan. Kairos berjalan menghampiri Angel.
“Ada apa Angel?” Tanya Kairos sambil duduk di samping Angel.
“Kairos perutku sakit sekali, sepertinya aku akan melahirkan.” Kata Angel sambil memegang perutnya.
Kairos jadi panik kemudian dia berdiri dan pergi memanggil Tania.
“Sayang sepertinya Angel akan melahirkan.” Kata Kairos dengan wajah panik.
“Kalau begitu bawah dia kerumah sakit.” Kata Tania kemudian dia pergi ke kamar Angel di ikuti Kairos. “Ayo Angel kita kerumah sakit.” Kata Tania sambil memegang Angel.
Angel berdiri lalu berjalan bersama Tania. Kairos langsung mengeluarkan mobil dari garasi. Mama Jessica bangun lalu menyediakan perlengkapan bayi lalu membawanya ke mobil. Tania dan Angel masuk ke dalam mobil kemudian Kairos langsung menjalankan mobil menuju ke rumah sakit.
Mereka tiba di rumah sakit, Tania dan Kairos memegang Angel turun dari mobil. Tania memegang Angel lalu masuk ke dalam rumah sakit, sedangkan Kairos dia pergi memarkirkan mobil. Kairos berlari masuk ke dalam rumah sakit, dia langsung menghampiri Tania.
“Dimana Angel?” Tanya Kairos
“Sudah di ruang bersalin.” Kata Tania sambil duduk.
__ADS_1
“Baiklah sayang, kamu tunggu sini. Aku akan masuk ke dalam.” Kata Kairos kemudian dia meninggalkan Tania dan masuk ke dalam ruang bersalin. Dia melihat Angel sudah berbaring di tempat tidur.
Kairos berdiri di sisi tempat tidur sambil memperhatikan Angel yang sedang meringis kesakitan. Lalu dokter kandungan masuk.
“Air ketubannya sudah pecah ya?” Tanya Dokter
“Iya Dok.” Jawab bidan
Dokter duduk di bawah lalu bidan pendamping berdiri di sisi tempat tidur.
“Tunggu aba aba Bu.” Kata Dokter kepada Angel. “Baiklah tarik nafas secara perlahan lalu hembuskan lewat mulut.”
Angel mengikuti arahan Dokter, dia menarik nafas lalu dia hembuskan lewat mulut. Kemudia dia mengejan, dia menarik kaos Kairos lalu mengejan lagi.
“Ayo tarik nafas lagi.” Kata Dokter lalu Angel menarik nafas dan dia berteriak ke sakitan. Dia memegang tangann Kairos dengan kuat dan mengejan kembali. Bidan membantu mendorong perut Angel.
Kairos membelai rambut Angel dan membiarkan Angel menarik kaosnya. Lalu terdengar tangisan bayi.
Kairos membelai pipi Angel kemudian dia mengecup kening Angel. Dia menggendong bayi itu dan menunjukannya kepada Angel lalu Angel tersenyum.
Kairos memberikan kembali bayinya kepada perawat untuk di mandikan. Kairos kembali duduk di samping tempat tidur lalu membelai wajah Angel.
“Anak kita cantik sekali.” Kata Kairos kemudian dia mengecup kembali kening Angel.
Tiba tiba Angel berteriak kesakitan, karena Dokter sedang menjahit miliknya yang sobek karena habis melahirkan. Dia berteriak menangis, Kairos memegang tangan Angel lalu menciumnya. Dia merasa kasihan melihat Angel, dia terus membelai wajah Angel.”
Tidak lama kemudian Angel di pindahkan di ruang vip. Kairos dan Tania masuk ke dalam ruangan lalu Tania duduk di sofa sedangkan Kairos duduk di samping tempat tidur dan memegang tangan Angel. Lalu perawat masuk membawa bayi mereka berdua. Kairos langsung berdiri dan menggendong bayinya.
“Kairos apakah kamu yang akan memberi naman padanya?” Tanya Angel sambil melihat Kairos menggendong bayinya
“Iya Angel, aku ingin memberi dia nama Chantique.” Kata Kairos sambil mengecup pipi Chantique. “Nanti panggilannya Chantiq.” Kata Kairos lagi sambil tersenyum.
Akhirnya Angel kembali ke rumah, Kairos tidak lepas dari Chantiq. Dia selalu menggendongnya, Kairos sangat menyanyangi Chantiq sampai sampai dia tidak ingin kembali ke America. Dia ingin kembali bersama dengan Chantiq ke America.
“Sayang, bagaimana kalau kita kembali ke America kalau chantiq sudah berumur enam bulan.”
“Honey kamu sudah berjanji padaku, sehabis Angel melahirkan kita kembali ke America. Sudah tingga minggu Angel melahirkan, aku ingin kembali ke America. Aku sangat merindukan Ezer.” Kata Tania sedikir kesal kepada Kairos.
“Tapi sayang, aku masih ingin bersama Chantiq.” Kata Kairos, dia berusaha membujuk Tania.
“Baiklah, kamu tinggal disini saja. Aku akan kembali ke America.” Kata Tania.
“Baiklah sayang, aku akan menyusul bersama Chantiq.” Kata Kairos sambil mengecup pipi Chantiq.
Tania merasa sakit hati kemudian dia berdiri dan meninggakan Kairos di teras. Tania masuk kedalam kamar kemudian dia menelpon Jessica, panggilan terhubung.
“Hallo mam, bagaimana kabar kalian? Tanya Tania
“Hallo Tania, kami baik baik saja? Kapan kalian akan kembali ke America?”
“Aku ingin segera kembali tapi Kairos ingin menunggu Chantiq enam bulan. Dia ingin kembali bersama Chantiq. Mam aku tidak bisa, aku sangat merindukan Ezer.” Kata Tania dengan suara memelas.
“Tania, nanti mama yang akan bicara pada Kairos. besok lusa kalian berdua sudah harus kembali ke America.” Kata Jessica dari seberang telepon. “Mama akan membeli tiket untuk kalian berdua. Sekarang.” Kata Jessica lagi.
“Baiklah mam. Oh ya Ezer mana?”
“Ezer masih tidur Tania.”
__ADS_1
“Ya sudah, nanti mama saja yang bicara pada Kairos ya.” Kata Tania lagi
“Iya Tania mama yang akan bicara pada Kairos.”
“Terima kasih mam.” Ucap Tania
“Sama sama Tania.” Balas Jessica lalu telepon di tutup.
Tania duduk di sisi tempat tidur lalu handphone Kairos berbunyi, Tania mengambil handphone Kairos lalu melihat panggilan dari Jessica. Tania keluar dan menemui Kairos.
“Honey telepon dari mama.” Kata Tania sambil memberikan telepon kepada Kairos.
Kairos mengambil handphone dari tangan Tania lalu menjawab telepon dari Jessica.
“Hallo mam, apa kabar?” Tanya Kairos sambil memperhatikan Chantiq di pangkuan Angel.
“Mama baik baik saja Kairos. Oh ya kapan kalian akan kembali ke America.” Tanya Jessica
“Mam, aku ingin kembali bersama Chantiq.” Jawab Kairos.
“Kairos kamu tidak bisa kembali bersama Chantiq, sudah mama dan papa katakan kami yang akan menjemput Chantiq kalau Chantiq sudah enam bulan. Besok lusa kamu dan Tania sudah harus kembali ke America. Mama sudah membelikan Tiket untuk kamu dan Tania.”
“Tapi Mam aku masih ingin disini.” Kata Kairos lagi.
‘Tidak Kairos, kamu harus kembali ke America besok lusa. Jangan pernah membantah pada mama.” Kata Jessica dengan tegas. Lalu terdengar telepon di tutup.
Kairos menatap Tania dengan dingin
“Dia pasti yang meminta mama untuk meneleponku.” Kata Kairos dalam hati, kemudian dia berdiri dan masuk ke dalam kamar.
Tania mengikuti Kairos, dia juga masuk ke dalam kamar dan melihat Kairos sedang berbaring di tempat tidur. Tania naik ke atas tempat tidur lalu berbaring di samping Kairos. Kairos memutar tubuhnya membelakangi Tania. Dia kesal kepada Tania.
“Kamu mau marah padaku terserah, lagipula kamu yang berjanji padaku akan kembali ke America selesai Angel melahirkan dan kamu juga mengingkari janjimu itu.” Kata Tania dalam hati, dia juga tidur membelakangi Kairos.
Keesokan paginya Kairos bangun, dia langsung pergi kekamar Angel. Kairos masuk dan langsung naik ke tempat tidur, dia berbaring di samping Chantiq lalu memegang tangan Chantiq dan mencium kening Chantiq.
“Anak papi masih tidur.” Kata Kairos sambil membelai pipi Chantiq
Angel tersenyum melihat Kairos lalu dia membelai rambut Kairos, Kairos membiarkan Angel membelai rambutnya. Tania masuk membawa sarapan dan melihat Angel begitu mesrah kepada Kairos. Kairos hanya menatap dingin kepada Tania. Kairos membiarkan Angel mengecup keningnya di depan Tania.
Tania merasa sakit tapi dia tidak ingin menunjukannya kepada Kairos dan Angel.
“Oh ya Angel ini sarapanmu.” Kata Tania sambil tersenyum. “Tunggu saja Kairos kalau kita sudah kembali ke America.” Kata Tania dalam hati. “Oh ya honey kamu mau minum kopi?” Tanya Tania
“Tidak.” Jawab Kairos dengan dingin dan dia membelai wajah Angel.
Tania menatap sinis kepada Kairos.
“Kamu sengaja ingin menyakitiku? Lihat saja nanti, yang terpenting besok kita berdua sudah meninggalkan tempat ini. Dan tunggu saja kalau sudah di America, aku akan mencari pekerjaan. Aku belum ingin menikah denganmu sekalipun papa dan mama yang memintanya. Saat ini kamu ingin menyakitiku, lakukan saja. Aku tidak perduli.” Kata Tania dalam hati sambil berjalan ke dapur.
Selamat membaca
Terima kasih untuk Vote hari ini:
Bunda Nia Nirmala, Bunda Putra, Nasyah Nay, Lina Nopiana, Endang Rohaya.
Terima kasih juga bagi yang setia memberi like dan komentar.
__ADS_1
I Love You All.