SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Menyatakan suka


__ADS_3

Indonesia


Hari ini Carlos tidak pergi ke kantor, dia memilih untuk tinggal di rumah. “Hmm.., hari ini pernikahan Jessi dan Pedro.” Kata Carlos sambil menyalakan rokok. “Biarkan saja. Jessi pantas untuk mendapatkan kebahagiaan dan mudah mudahan Pedro bisa memberikan kebahagiaan padanya.” Kata Carlos lagi dalam hati sambil menghisap rokoknya dan menyemburkan asap keluar dari mulutnya.


“Aku tidak akan memikirkannya lagi, lebih baik aku jalani hidupku.” Kata Carlos lagi. “Aku harus mendapatkan Vania. Aku sangat menyukainya. Hmm.., aku benar benar menyukai Vania. Vania bisa membantu aku untuk melupakan Jessica


Carlos mengambil handphonenya di meja lalu dia menelepon Vania. Ada nada panggil dan terdengar suara Vania dari seberang telepon.


“Hi Carlos, apa kabar?” Tanya Vania.


“Ehm.., aku baik baik saja.” Jawab Carlos. “Oh ya Vania, kamu lagi di mana?”


“Aku lagi di rumah Carlos. Kenapa?”


“Kamu tidak pergi keluar?”


“Tidak Carlos aku lagi malas.” Jawab Vania dari seberang telepon.


“Ohh.., begitu. Kalau aku yang ajak kamu keluar, apakah kamu masih malas?” Canda Carlos dan terdengar tawa Vania di seberang telepon.


“Kalau kamu yang ajak aku mau.” Canda Vania.


“Ok. Kalau begitu kamu siap siap aku akan menjemputmu.” Kata Carlos


“Serius Carlos?”


“Iya Vania aku serius. Aku jemput kamu sekarang!” Jawab Carlos pada Vania.


“Baiklah Carlos aku siap siap dulu.”


“Ok Vania aku jalan sekarang.” Kata Carlos lalu dia menutup teleponnya.


Carlos berdiri dan pergi ke kamarnya, dia mengambil handuk dan langsung pergi mandi. Selesai mandi dia keluar dari kamar mandi dan membuka lemari pakaiannya. Dia mengambil kaos dan celana jeansnya kemudian dia meletakkannya di atas tempat tidur. Sambil bersiul siul dia mengambil parfum dan menyemprotkan ke tubuhnya. Dia melihat bentuk badannya di depan cermin dan dia tersenyum. Carlos merapikan jenggotnya. “Hmm.., sudah rapi” Kata Carlos dalam hati.


Dia mengambil kaos dan memakainya. dia juga memakai celana jeansnya. Carlos keluar dari kamar dan mengambil sepatu kets lalu dia memakainya. Dia melihat jam di dinding sudah menunjukan 15:30 . “Lebih baik aku mengajak Vania nonton di bisokop.” Kata Carlos dalam hati kemudian dia mengambil topi dan memakainya. Dia keluar lalu mengunci rumahnya kemudian dia masuk ke dalam mobil. Carlos langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah Vania. Sepanjang perjalanan kerumah Vania dia mendengarkan music dan dia ikut bernyanyi. Carlos tiba di rumah Vania. Dia mengambil handphone dan mengirim pesan pada Vania.


“Vania aku sudah di depan rumahmu.”


Dan tidak lama kemudian Vania keluar dari rumah dan membuka pintu pagar. Melihat Vania di depan pagar, Carlos turun dari mobil dan menyapa Vania.


“Hi, kamu terlihat sangat cantik Vania.” Puji Carlos dan vania tersenyum. “Oh ya Vania aku ingin bertemu dengan orang tuamu, aku harus minta ijin pada orang tuamu.” Kata Carlos pada Vania.


Vania menatap Carlos dan tersenyum.


“Carlos aku tinggal dengan tanteku disini.”


“Oh begitu. Lalu orang tuamu dimana?” Tanya Carlos.


“Uumm.., nanti aku ceritakan padamu. Ayo masuk!” Ajak Vania lalu mereka berdua masuk kedalam rumah dan Vania menyuruh Carlos duduk. Kemudian dia pergi memanggil tantenya di dalam.


“Tante Sonya, temanku sudah datang dan dia ingin meminta ijin pada tante Sonya.”


“Oh iya Vania, ayo kedepan.” Kata tante Sonya. Mereka berdua kedepan menemui Carlos.


“Tante Sonya ini temanku Namanya Carlos.” Vania menatap Carlos dan memperkenalkan tante Sonya kepada Carlos. “Carlos, she is my aunty.”


“Hi, nice to meet you.” Ucap Carlos pada tante Sonya tapi tante Sonya hanya tersenyum karena dia tidak mengerti apa yang di katakan Carlos.


“Tante artinya senang bertemu denganmu.” Kata Vania dan tante Sonya tertawa.


“Vania temanmu ternyata bule ya.”


Vania tersenyum.


“Tante kita jalan dulu ya.” Pamit Vania.


“Iya hati hati ya.”


Carlso dan Vania keluar dari rumah tante Sonya dan masuk ke dalam mobil. Carlos menghidupkan mesin mobil lalu dia menjalankan mobilnya.


“Oh ya Vania kita nonton di Grand Indonesia ya.”


“Iya Carlos” Jawab Vania sambil tersenyum.


“Oh ya Vania, orang tuamu tinggal dimana?” Tanya Carlos sambil memegang tangan Vania.


“Uumm, aku sudah tidak punya orang tua Carlos.” Jawab Vania sambil memandang keluar jendela.


“Orang tuamu sudah meninggal?” Tanya Carlos lagi.


“Iya Carlos. Orang tuaku meninggal saat aku berumur delapan tahun, mereka mengalami kecelakaan. Mobil yang di kendarai papa bertabrakan dengan mobil container di Ukraina.” Kata Vania pada Carlos.


“Mereka jalan jalan di Ukraina?”


“Tidak Carlos. Mamaku berasal dari Ukraina dan papa berasal dari Ambon. Kami tinggal di Ukraina. Dan saat orang tuaku meninggal tante Sonya yang mengasuh aku. Dia sangat menyayangiku Carlos.”


“Maaf Vania aku turut prihatin.” Kata Carlos sambil mengusap wajah Vania. “Oh ya, suami tante Sonya di mana?”

__ADS_1


Vania tersenyum pada Carlos.” Tante Sonya tidak punya suami alias tidak menikah.” Kata vania pada Carlos.


“Oh.., begitu.”


Akhirnya mereka sampai di Grand Indonesia, mereka berdua langsung menuju ke bioskop. Carlos pergi membeli tiket Studio Spehre X, dia membooking privat screening room diamond. Tidak lama kemudian mereka masuk kedalam ruangan dan mereka duduk. Carlos dan Vania memesan minuman dan makanan.


“Carlos ini film apa?” Tanya Vania


“Uumm. The Invisible man Vania.” Jawab Carlos sambil memegang tangan Vania.


“Ohh.., film action ya?”


“Iya Vania. Ini film Actioan.” Bohong Carlos pada Vania.


“Baguslah, soalnya aku tidak suka film horror Carlos.”


“Kenapa kamu tidak suka film horror?”


“Aku takut Carlos.” Jawab Vania. “Apalagi aku di rumah tidur sendiri.” Kata Vania dan Carlos tertawa.


“Kalau kamu takut tidur sendiri, nanti aku temani kamu tidur.”


“Carlos bagaimana bisa?” Kata Vania sambil tertawa.


“Bisa Vania. Kamu tidur di kamarmu dan aku tidur di kamarku lalu kita video call dan kita tidur Bersama sama.” Kata Carlos pada Vania kemudian mereka berdua tertawa.


“Filmnya sudah di mulai vania.” Kata Carlos lagi dan pelayan membawa pesanan mereka. Carlos memberikan soft drink milik Vania. Dan mata mereka tertuju ke layar. Carlos melingkarkan tangannya kepunggung Vania dan Vania menyandarkan kepalanya didada Carlos.


Vania memperhatikan film di layar. Kemudian dia menatap Carlos.


“Carlos ini bukan film Action tapi ini film horror.” Kata vania dan Carlos tertawa.


“Kamu tidak usah takut, ada aku disini. Kalau kamu takut tutup matamu atau kamu peluk aku.” Canda Carlos pada Vania lalu Vania mencubit perut Carlos dan Carlos tertawa. Dia memeluk Vania.


“Kamu tidak usah takut, filmnya tidak menyeramkan.” Kata Carlos.


“Benarkah?” Tanya Vania sambil menatap wajah Carlos.


“Iya Vania.” Jawab Carlos sambil membelai wajah Vania, dia mendekatkan wajahnya kemudian dia mencium bibir Vania. Vania memejamkan matanya dan membalas ciuman Carlos.


Carlos memeluk Vania dan menggigit dengan lembut bibir Vania. Carlos berhenti dan menatap Vania lalu membelai wajah Vania, kemudian dia menunduk. “Maafkan aku Vania.” Kata Carlos pada Vania.


“Kenapa kamu minta maaf Carlos?” Tanya Vania sambil menatap Carlos.


Carlos menatap mata Vania.


Vania tersenyum pada Carlos.


“Tidak apa apa Carlos. Aku juga suka kamu menciumku.” Kata Vania pada Carlos.


“Oh ya? Kamu suka aku menciummu? Kenapa?”


“Uumm…, Vania ragu ragu menjawabnya.”


“Katakan padaku. Apakah kamu menyukaiku?” Tanya Carlos sambil memegang wajah Vania. Dan Vania menganggukkan kepala.


“Carlos ayo kita pulang.” Ajak Vania pada Carlos


“Tapi filmnya belum selesai Vania.”


“Carlos aku ingin pulang.” Kata Vania lagi.


“Baiklah Vania, Ayo kita pulang.” Kata Carlos kemudian dia berdiri dan memegang tangan Vania dan mereka keluar dari ruangan. Carlos dan Vania langsung menuju ke parkiran.


Mereka berdua masuk kedalam mobil dan Carlos menatap Vania. Dia memegang mengusap pipi Vania dan Vania menatap mata Carlos, mereka saling bertatap mata kemudian Carlos mencium bibir Vania. Mereka saling berciuman di dalam mobil. Carlos berhenti mencium Vania dan dia tersenyum kemudian Carlos menjalan mobilnya. Sepanjang perjalanan Vania diam dan carlos memegang tangan Vania. Carlos mengarahkan mobil kerumahnya.


Sampai di rumah Carlos membuka pintu mobil.


“Ayo turun Vania.” Ajak Carlos


“Carlos kenapa kamu membawaku kesini? Ini rumah siapa?” Tanya Vania dengan heran.


“Ini tempat tinggalku Vania, ayo turun!”


Vania turun dari mobil dan mengikuti Carlos dari belakang, Carlos membuka pintu rumah dan mengajak vania masuk kedalam. Mereka berdua langsung menuju kekolam renang.


“Ayo duduk Vania.” Kata Carlos pada Vania dan Vania duduk. Carlos masuk kedalam dan mengambilkan soft drink untuk Vania kemudia dia kembali ke kolam renang lalu memberikan sofrt drink kepada Vania dan vania mengambilnya.


Carlos mengambil kursi dan duduk di depan Vania. Dia memegang tangan Vania.


“Vania aku ingin bertanya padamu dan aku ingin kamu menjawabnya dengan jujur.” Kata Carlos pada Vania.


“Katakan saja Carlos.”


“Apakah kamu benar benar menyukaiku?” Tanya Carlos.


“Umm.., iya Carlos. Aku menyukaimu.” Jawab Vania sambil menunduk.

__ADS_1


Carlos mengangkat wajah Vania dan menatap mata Vania.


“Kenapa kamu menyukaiku?” Kamu tahukan umurku berapa.


Vania menatap mata Carlos.


“Aku tidak tahu Carlos mengapa aku menyukaimu. Selama dua minggu aku jalan bersamamu aku sangat merasa nyaman dan aku selalu ingin berada disampingmu.”


Carlos tersenyum pada Vania.


“Benarkah Vania?” Tanya Carlos


“Iya Carlos.” Jawab Vania sambil menunduk.


“Vania, kamu ingin tahu kenapa istriku menceraikan aku?”


Vania menatap Carlos.


“Kenapa Istrimu menceraikanmu Carlos?” Tanya Vania.


Aku akan menceritakan padamu Vania.


Aku menikahi istriku saat dia berumur 16 tahun dan aku sangat mencintainya. Kehidupan rumah tangga kami sangat harmonis, kami sangat bahagia. Dia tahu cara membahagiakanku dan aku juga tahu cara membahagiankanya. Setiap permasalahan kami bisa lewati bersama. Bahkan aku rela mati untuk istriku karena aku sangat mencintainya. Dia dan anak anakku adalah hidupku dan aku mengakhiri rumah tanggaku dengan pengkhianatan.”


Vania menatap Heran pada Carlos.


“Carlos kalau kamu bilang istri dan anak anakmu adalah hidupmu kenapa kamu mengkhianatinya?”


“Vania, istriku sangat mencintaiku. Dia tidak bisa hidup tanpa aku, begitu juga anak anakku. Mereka sangat menyayangiku. Mereka begitu manja padaku. Waktu Dokter mengatakan aku terkena virus dan virus itu mematikan aku langsung terpikir pada istri dan anak anakku.”


“Carlos jadi kamu mengkhianati istrimu agar istrimu membencimu?” Tanya Vania pada Carlos.


“Iya Vania, aku melakukannya agar dia membenciku tapi aku tidak menyangka dia menceraikanku. Setelah kami bercerai aku tinggal di Spanyol selama setahun dan kemudian aku kembali ke Amerika. Dan aku bertemu lagi dengannya, aku masih mencintainya sangat mencintainya. Begitu juga dia, dia masih mencintaiku. Dan kami sering bertemu, selama dua bulan aku dan dia selalu bertemu dan melakukan hubungan sex. Aku pikir kami berdua akan rujuk kembali, tapi ternyata tidak. Dia meninggalkanku, dia datang ke Jakarta dan menikah dengan teman semasa SMA.


Aku sangat kecewa. Dan akhirnya aku berniat untuk menyakitinya, aku tahu dia sangat mencintaiku. Aku mengajak temannya melakukan hubungan sex denganku dan aku merekamnya. Dan aku meminta temannya untuk mengirim video itu pada mantan istriku dan setiap kali aku berhubungan sex dengan wanita aku selalu mengirimkan video itu padanya. Aku benar benar ingin menyakitinya.


Vania mendengarkan semua apa yang di katakan oleh Carlos.


Dan akhirnya aku Lelah dengan semua itu, aku memutuskan untuk datang ke Indonesia untuk melupakannya. Dan akhirnya aku mulai berhasil melupakkanya semenjak aku bertemu dengan seorang wanita yang cantik dan setiap kali aku mernandang wajahnya aku semakin menyukainya. Dan aku selalu berkata dalam hati, Kalau dia menjadi milikku aku tidak akan pernah menyakitinya. Aku akan membuat dia bahagia. Aku tidak akan pernah menkhianatinya, aku tidak ingin mengulang kesalahan itu lagi.” Kata Carlos sambil menatap mata Vania.


“Siapa wanita itu Carlos.” Tanya Vania penasaran.


Carlos memegang tangan Vania dan menatap mata Vania


“Kamu Vania. Wanita itu adalah kamu, Aku juga menyukaimu. Tapi dengan mendengar ceritaku, kamu pasti akan menjauh dariku.” Kata Carlos pada Vania dengan wajah tertunduk.


Vania memegang wajah Carlos.


“Aku tidak akan menjauh darimu. Semua yang kamu ceritakan padaku, tidak akan merubah rasa sukaku padamu.” Kata vania.


Carlos memegang wajah Vania.


“Benarkah Vania. Kamu mau menerima aku walaupun masa laluku buruk?”


“Iya Carlos. Aku tidak perduli dengan masa lalumu. Yang penting sekarang kamu mau berubah.” Kata Vania


“Iya Vania aku mau berubah. Kamu mau membantu aku untuk melupakan mantan istriku untuk selamanya?”


“Iya Carlos, aku akan selalu berada disampingmu.” Kata Vania dan Carlos memeluk Vania.


“Terima kasih sayang, aku sangat bahagia mendengarnya. Aku janji aku tidak akan pernah menyakitimu, aku tidak akan pernah menyimpan sesuatu apapun darimu.” Kata Carlos sambil membelai wajah Vania.


“Iya Carlos. Kamu janji ya, tidak akan pernah mengecewakanku.”


“Iya aku janji sayang.” Kata Carlos kemudian dia mencium bibir Vania. Mereka berdua saling berciuman.


Vania menghentikan ciumannya dan menatap Carlos.


“Oh ya, terus bagaimana dengan virus itu?” Tanya Vania penasaran.


“Hmmm.., ternyata virus itu tidak benar. Mereka salah memberikan hasil padaku. Ternyata hasil yang mereka berikan padaku ternyata itu bukan milikku. Hanya nama kami yang sama.


“Oh begitu. Kenapa kamu tidak menuntutnya Carlos.”


“Untuk apa? Kalau aku menuntut mereka dan membuat mantan istriku kembali padaku aku mau. Tapi mantan istriku sangat membenciku. Sampai dia menikah hari inipun dia tidak mengundangku.”


Vania memeluk Carlos.


“Jangan di ingat lagi.” Bisik Vania di kuping Carlos.


“Iya sayang, aku tidak akan mengingatnya lagi.” Kata Carlos sambil memeluk erat tubuh Vania.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2