SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Kembali sekolah


__ADS_3

Liliana akan mengantarku kesekolah untuk mendaftar, aku menggendong Kairos dan bermain main dengannya. Sekarang dia semakin lucu, Kairos memegang pipiku dan menepuk nepuknya dan dia tersenyum. “Anak kesayangan mama semakin lucu ya.” Kataku pada kairos.


Carlos datang dan duduk di sampingku, dia mencium Kairos dan kami berdua bermain dengan Kairos. Carlos tidak ke kantor hari ini karena akan menjaga Kairos. Liliana masih sementara bersiap siap.


Akhirnya Liliana sudah selesai dan dia menemuiku dan mengajakku untuk pergi aku memberikan Kairos kepada Carlos.”


“Beb aku pergi dulu ya, jaga Kairos dengan baik.” Sambil memberikan Kairos pada Carlos.


“Iya sayang aku akan menjaganya.” Kata Carlos sambil mengambil Kairos dariku, dan mengecup bibirku. “ Jangan melirik laki laki di luar sana.” Canda Carlos padaku.


“Tenang beb aku tidak akan melirik, hanya meilhat saja.” Candaku pada Carlos dan Carlos tertawa lalu mencubit pipiku.


“Sama saja sayang.”


“Sayang mama pergi sebentar ya.” Kataku pada Kairos sambil mencium kedua pipinya. Dan Liliana juga mencium Kairos.


Aku dan Liliana keluar dan masuk kedalam mobil, Marco mengantar kami kesekolah. Dan sekolahnya cukup jauh, sekitar sejam kami sampai di sekolah. Aku dan Liliana turun dan masuk ke dalam sekolah. Kami menuju ke ruang dewan sekolah, Liliana masuk kedalam ruangan sedangkan aku menunggu di luar. Tidak lama kemudian Liliana dan dewan sekolah keluar dan tersenyum padaku, Liliana memperkenalkan aku pada dewan sekolah sebagai anaknya. Setelah selesai berbincang bincang aku dan Liliana pamit pulang. Kami menuju keparkiran dan masuk kedalam mobil, Marco menjalankan mobil dan kami pulang.


Sampai di rumah aku langsung mencari Kairos, aku naik ke atas dan masuk kedalam kamar aku melihat Carlos dan Kairos tertidur. Kairos tertidur di dada Carlos, aku mendekat dan mencium Kairos dia sempat bergerak dan tidur kembali. Aku tersenyum melihat mereka berdua. “Hmm mereka berdua adalah hidupku, aku membelai wajah Kairos dan menciumnya kembali. Carlos membuka matanya dan menatapku sambil tersenyum


“Kamu tidak menciumku sayang, jangan Kairos saja yang kamu cium.” Kata Carlos padaku.


Aku tersenyum dan mencium bibir Carlos. “Aku baru saja mau menciummu beb tapi kamu sudah membuka mata.”


“Kamu bohong.”


Aku tertawa dan berdiri tapi Carlos menahan tanganku . Mau kemana?”


“Aku mau ganti pakaianku beb.” Kataku pada Carlos sambil berdiri dan membuka lemari. Aku mengambil kaos dan celana pendek, aku melepaskan pakaianku dan Carlos memperhatikkanku.


“Kenapa lihat lihat beb?” Ledekku pada Carlos.


Carlos tersenyum. “Memang tidak boleh melihatmu, memandang keindahan tubuh istriku apa tidak boleh.” Kata Carlos sambil tersenyum.


Aku memakai kaos dan celana pendekku, aku menghampiri Carlos dan duduk disisi tempat tidur. Carlos meletakan tangannya di pahaku. “Tentu saja boleh beb, akukan istrimu.”


Carlos memegang pipiku dan membelai wajahku.


“Kamu semakin cantik sayang, setelah melahirkan Kairos kamu malah lebih tambah cantik.”


“Oh really..?”

__ADS_1


“Iya sayang.” Kata Carlos sambil menarikku dan mencium bibirku. Kami berciuman aku naik ke tempat tidur dan mencium kembali bibir Carlos. Dan Kairos bangun, kami berhenti berciuman karena Kairos menangis. Kairos ingin aku menggendongnya aku mengambil Kairos tapi dia masih tetap menangis.


“Mungkin dia haus sayang.”


Aku naik ketempat tidur dan meletakkan Kairos di tempat tidur, dan aku menyusuinya. Carlos rebahan di samping Kairos sambil memainkan jari Kairos, dia mencium pipi Kairos dan menatapku lalu mencium keningku. “Aku sangat bahagia memiliki kalian berdua.” Kata Carlos padaku.


Aku tersenyum. “Aku juga bahagia.”


“Sayang kairos tertidur lagi.” Kata Carlos sambil bangun dari tempat tidur.


“Iya beb.” Aku mengangkat Kairos dan memindahkannya di kamarnya, aku mencium Kairos dan meletakkannya di box. Aku keluar dan menutup kembali pintu kamar Kairos, aku masuk kekamarku dan melihat Carlos berbaring di tempat tidur. Aku menghampirinya


“Beb ayo kita makan, aku lapar.”


Carlos bangun dan mengajak aku turun ke ruang makan, kami berpapasan dengan Liliana.


“Mom sudah makan?” Tanyaku pada Liliana.


“Belum sayang, mommy malah mau panggil kalian makan tapi kalian sudah turun.” Kata Liliana padaku.


“Kalau begitu kita makan sekarang mom.”


Kami pergi menuju ruang makan, Carlos menarik kursi untuk aku duduk kemudian dia duduk di sampingku. Aku mengambilkan makanan untuk Carlos dan memberikannya pada Carlos, kemudian aku mengambil makanan untukku. Kami makan sambil berbincang.


“Iya mom, terima kasih ya.” Kataku pada liliana dan memandang Carlos. Carlos tersenyum padaku.


Selesai makan aku dan Carlos kembali ke atas dan masuk ke kamar Kairos, ternyata Kairos sudah bangun dan dia bermain sendiri. Tangan dan kakinya di gerak gerakkan, dia melihat mainan yang di gantungkan di atas box berputa putar dan dia tertawa sendiri. Aku dan Carlos memperhatikkannya sambil tesenyum.


“Sayang anak kita semakin tambah lucu.” Kata Carlos padaku.


“Iya beb. Kairos semakin lucu dan menggemaskan.” Carlos keluar dari kamar Kairos, aku berdiri di samping box dan memperhatikan Kairos, Kairos melihatku dan menangis minta di gendong. Aku mengangkat Kairos dan keluar dari kamar Kairos, aku membawa Kairos ke kamarku. Dan aku duduk di teras sambil bermain dengan Kairos. Kairos tersenyum setiap kali aku mengajak ngobrol dengannya. “Anak mama pintar ya, kataku pada Kairos. Tangannya di gerakkan dan dia tersenyum, seolah olah mengerti apa yang aku katakan padanya.


Carlos masuk dan menghampiri aku dan Kairos, dia mengambil Kairos dariku dan duduk disampingku. Carlos juga bermain dengan kairos, jenggotnya yang tipis di gesekkan di pipi Kairos dan Kairos menatap heran pada Carlos dengan mengkerutkan kenignya . Aku dan Carlos tertawa melihat ekspresi wajah Kairos. Liliana juga masuk ke kamar dan melihat kami sedang bermain dengan Kairos.


Carlos kembali menempelkan jenggotnya ke pipi Kairos dan Kairos mengkerutkan kembali keningnya dan menatap Carlos dengan heran, dan wajahnya menampakan dia ingin menangis. Aku, Liliana dan carlos langusng tertawa dan Kairos menangis.


“Beb kasihan, jenggot kamukan tajam.”


Carlos tertawa dan membujuk Kairos.


“Sayang papa hanya bercanda, jangan menangis ya sayang.” Tapi Kairos masih menangis dan aku mengambil Kairos dari tangan Carlos. Carlos tertawa melihat Kairos, saat Carlos ingin mengambil Kairos lagi, Kairos sudah tidak mau. Aku dan Liliana langsung tertawa.

__ADS_1


“Sayang dia tidak mau lagi denganmu, dia takut dengan jenggotmu.” Kata Liliana sambil tertawa.


Lalu Federico masuk


“Mana cucu kesayanganku.” Kata Federico sambil mendekat padaku dan mengambil Kairos dariku. “Opa sangat merindukanmu sayang.” Kata Federico pada Kairos sambil mencium pipi Kairos.


“Hati hati jenggotnya dadd, nanti Kairos menangis.” Kata Carlos pada Federico sambil tersenyum. “Dia baru saja diam, tadi dia menangis karena jenggotku aku tempelkan di pipinya.”


Federico tertawa. “Papa kamu nakal ya, membuat cucu opa menangis.” Kata Federico pada Kairos.


Aku dan Carlos saling tatap dan tersenyum. Federico dan Liliana membawa Kairos keluar dari kamar aku dan arlos. Aku duduk di teras dan Carlos menarik tanganku, aku berdiri dan mengikuti Carlos. Kami turun dan pergi ke halaman belakang, dan Carlos mengajakku pergi ke pondok. Aku dan Carlos berjalan ke arah pondok, aku melingkarkan tanganku di pinggang Carlos.


Sampai di pondok Carlos menarikku duduk di pangkuannya. Kami berbincang bincang dan bersenda gurau di pondok.


“Sayang nanti kalau kamu sekolah lagi, jangan melirik laki laki lain ya.” Kata Carlos padaku.


“Kenapa beb?”


“Sayang kamu kan sudah menikah, dan sudah menjadi milikku jadi aku tidak ingin kamu melirik laki laki di sekolah nanti.”


“Tapi di sekolahkan beb mereka tidak tau kalau aku sudah menikah. Bagaimana kalau ada yang mendekatiku dan menyatakan suka padaku, apakah aku harus katakan aku sudah menikah?” Ledekku pada Carlos.


“Sayang kamukan bisa menghindar, makanya di sekolah jangan dekat dekat dengan laki laki.”


“Beb walau aku sudah menghindar kalau mereka mengejarku bagaiman?”


“Ah sayang… Sudahlah terserah kamu.” Kata Carlos dengan wajah kesel.


“Beb aku hanya bercanda, lagi pula untuk apa aku melirik laki laki lain. Apa lagi di sekolah, beb aku tidak tertarik dengan laki laki lain selain kamu. Yang aku khawatirkan yaitu kamu, di perusahaan daddy banyak wanita cantik cantik dan seksi, bisa saja kamu tertarik dengan mereka.”


Carlos memelukku. “Aku tidak akan mengkhianatimu sayang, sudah sering aku katakan padamu aku sangat mencintaimu kamu dan Kairos adalah hidupku, kebahagiaanku sayang. Aku tidak bisa tanpa kalian berdua.” Kata Carlos padaku, dia memelukku dengan erat. “Aku sangat mencintaimu sayang.”


“Aku juga mencintaimu beb.” Aku memeluknya dengan erat.


“Jangan pernah meninggalkanku sayang.” Bisik carlos di kupingku


“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu beb.” Kataku pada Carlos. “ aku sangat mencintaimu, kamu laki laki pertama dan terakhir dalam hidupku.” Carlos tersenyum dan membelai rambutku. dan aku menyandarkan kepalaku di dada Carlos.


Selamat membaca


Terima kasih yang masih setia membaca dan memberi like juga komen.

__ADS_1


Salam sayang selalu dari Author.


__ADS_2