SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Ya, aku sangat bahagia


__ADS_3

Seorang gadis terburu-buru keluar dari kamar, dia melihat jam yang ada di tangannya kemudian  berlari turun dari lantai dua, dia langsung pergi keluar mencari bodyguarnya, dia melihat pria itu sedang membersihkan mobil.


“Logan, ayo cepat. Aku sudah terlambat!” seru Cella sambil membuka pintu mobil kemudian  masuk dan duduk.


“Iya, Sayang.” Logan langsung masuk ke dalam mobil, dia memasang sabuk pengaman kemudian  menjalankan mobil menuju ke kampus.


Tiba di kampus mereka berdua saling berciuman di dalam mobil. Cella tersenyum kemudian  mengecup pipi Logan.


“Aku mencintaimu,” ucap Cella lalu Logan membelai wajah gadis itu.


“Aku juga mencintaimu.” Logan kembali mengecup bibir Cella.


“Kamu jangan pulang, aku hanya satu mata kuliah hari ini,” pinta gadis itu dengan suara manja lalu Logan tersenyum.


“Baiklah, aku akan menunggumu," sahut Logan kemudian Cella turun dan masuk ke dalam kampus.


Logan tersenyum melihat gadis itu kemudian  menurunkan sandaran kursi dan memejamkan mata. Aku benar-benar sudah jatuh cinta kepadanya, kalau kedua orang tuanya tahu aku pasti langsung di pecat. Aku harus bagaimana? Dia juga terlihat sangat mencintaiku, gumamnya dalam hati. Logan tertidur di dalam mobil, semalam dia tidak tidur, hanya memperhatikan wajah gadis itu saat  tidur.


Tiba-tiba kaca jendela mobil di ketuk. Logan membuka matanya kemudian tersenyum, dia membukakan pintu untuk gadis yang Ia cintai. Cella masuk ke dalam mobil kemudian mereka berdua saling berciuman. Logan menghentikan ciuman Cella dan mengecup kening sang kekasih.


“Kita pulang sekarang?” tanya Logan sambil mengatur kembali sandaran kursi.


“Em, aku belum ingin pulang.” Sambil menghidupkan mesin mobil dia menatap gadis itu.


“Kenapa?” tanya Logan dengan mengenyitkan dahinya.


“Aku ingin bersamamu, kalau di rumah tidak bebas, ada Bane dan alex juga Mauricio,” jawab gadis itu dengan suara manja, Logan tertawa dan memiringkan tubuhnya menghadapa Cella.


“Lalu kita akan kemana, Sayang?” tanya Logan lagi seraya memegang tangan gadis itu.


“Um … bagaimana kalau kita pergi ke danau, di sana ada villa milik Opa Federico,” jawab Cella sambil memakai sabuk pengaman.


“Baiklah, apakah kita langsung pulang?” Kembali pria itu bertanya sambil menjalankan mobil keluar dari parkiran kampus.


“Aku ingin bermalam di sana, besok hari sabtu aku tidak kulia. Senin juga libur,” ujar Cella sambil membelai jenggot pria itu.


“Baiklah, tapi aku harus ambil pakaian terlebih dahulu.” Cella menganggukkan kepala dan tersenyum, dia begitu senang pria itu mengikuti permintaannya.


“Iya, kalau aku masih punya pakaian di sana.” Mereka berdua langsung meluncur ke tempat tinggal pria itu.


Mereka tiba lalu Logan langsung turun dan berlari masuk ke dalam gedung. Sedangkan Cella dia menunggu Logan di dalam mobil. Tidak lama kemudian Logan datang, dia membuka bagasi dan meletakkan tas punggugnya di sana.


Logan  masuk ke mobil lalu mereka berdua langsung menuju ke Villa di pinggir danau. Sepanjang jalan  Cella menyandarkan kepalanya di lengan Logan, dia terlihat sangat bahagia berada di samping pria itu.


Akhirnya mereka tiba, Cella langsung turun lalu membuka  gerbang dan menyuruh Logan untuk masuk. Cella menutup pintu lalu masuk kembali ke dalam mobil. Mereka tiba di depan Villa.


Cella mengajak Logan turun dan pergi ke dalam. Dia langsung  masuk ke dalam kamar lalu membuka pintu teras kamar. Logan mengikuti Cella dari belakang, dia tersenyum melihat gadis itu  berlari menuju ke danau.

__ADS_1


“Logan, ayo ke sini,” teriak Cella dari pinggir danau.


Logan berjalan menghampiri Cella kemudian dia memeluk tubuh mungil itu dari belakang dan mengatur rambut gadis itu ke samping.


“Apakah kamu bahagia?” tanya Logan sambil mengecup leher Cella.


“Iya, aku sangat bahagia,” jawab Cella kemudian dia melepaskan pelukan Logan dan menarik pria itu terjun ke danau. Mereka berdua jatuh bersamaan di air. Terdengar tawa gadis itu, dia menarik tangan Logan dan berenang lebih ke tengah.


Logan mengikuti Cella, sampai di tengah dia menarik sang kekasih dan memeluknya, Logan langsung mencium bibir gadis itu lalu mereka berdua saling berciuman. Cella melingkarkan kedua kakinya di pinggang Logan dan membalas ciuman pria itu.


Salah satu tangan Logan mulai menggerayangi tubuh Cella. Dia mencium leher jenjang itu lalu terdengar desahaan dari bibir Cella.


“Ah … Logan, kita ke kamar saja,” pintah Cella dengan suara pelan. Semenjak merasakan kenikmatan itu Cella ingin melakukannya lagi.


“Baiklah,” ucap Logan kemudian mereka berenang ke tepi. Logan keluar dari air dan menarik  tangan Cella.


Keduanya masuk ke dalam kamar lalu Cella melepaskan pakaiannya, begitu juga Logan. Dia langsung menarik Cella dan mencium bibir gadis itu. Mereka berdua kembali saling berciuman dan memainkan lidah. Logan membaringkan Cella di tempat tidur kemudian  menindih dan membelai wajah kekasihnya.


“Aku mencintaimu,” ucap Logan dengan suara pelan, dia membelai tubuh gadis itu yang sudah tidak memakai apa-apa lagi


“Aku juga mencintaimu,” balas Cella sambil membelai wajah Logan, dia merasakan suatu benda keras menempel di pahanya. “Aku ingin melakukannya,” bisik Cella di kuping pria itu.


“Melakukan apa, Sayang,” tanya Logan sambil menatap mata gadis itu.


“Melakukan lebih dari yang kemarin.” Logan mengerti apa yang di maksud Cella lalu dia tersenyum.


“Makanya aku ingin melakukannya, aku ingin melakukan denganmu,” sela Cella dengan membelai jenggot tebal itu.


“Tapi mengapa denganku?” Kembali Logan bertanya dengan heran.


“Karena aku mencintaimu,” sahut Cella kemudian dia memegang milik Logan.


“Ah … Cella, aku takut nanti papa kamu bisa membunuhku.” Cella memegang pipi Logan dan menatap mata pria itu.


“Apakah kamu akan menceritakan kepada papa semua yang kita lakukan? Apakah aku juga akan mengatakan kepada papa semuanya? Ayolah Logan aku ingin melakukannya denganmu,” pinta Cella dengan memohon kepada pria itu.


“Tapi sayang, ini akan terasa sangat sakit karena kamu baru pertama kali melakukannya,” ujar Logan dengan menatap Cella, dia berusaha untuk tidak melakukannya. Dia takut kepada Carlos papa dari gadis itu.


“Aku akan menahan rasa sakit itu,” sahut Cella. Logan tidak bisa menolak lagi permintaan gadis itu. Mereka berdua kembali saling berciuman, tangan Cella semakin liar.


“Ah … Sayang, kamu nakal,” desah Logan sambil membelai tubuh gadis itu. Mereka berdua melakukan foreplay, Cella  tidak tahan lagi. Dia ingin segera melakukannya.


“Ouh … Logan, aku tidak tahan lagi,” desaah Cella sambil menggerakkan pinggangnya. Mereka berdua saling bertatap mata, Logan belum ingin melakukan permintaan gadis itu. Dia terlihat masih ragu dan takut.


“Apakah kamu serius ingin melakukannya?” tanya Logan lagi, dia tidak ingin gadis itu menyesal nanti.


“Iya, aku ingin melakukannya,” sahut Cella dengan yakin.

__ADS_1


“Tapi ini akan terasa sakit sekali.” Logan kembali mengingatkan Cella agar gadis itu memikirkannya lagi.


“Aku akan menahan rasa sakit itu,” ujar Cella. Dia benar-benar ingin melakukannya dengan pria itu.


Logan kembali menatap mata Cella, dia masih ragu untuk melakukannya. Logan melihat ke bawah kemudian dia berbaring di samping di samping gadis itu.


“Maafkan aku, aku tidak bisa melakukannya,” ujarnya dengan suara pelan. Dia duduk di sisi ranjang kemudian  mengambil tas punggung yang ada di dekat tempat tidur dan mengambil pakaian lalu memakainya.


Cella duduk di tempat tidur lalu dia menyandarkan kepala di punggung Logan dan melingkarkan tangannya di perut pria itu.


“Tidak apa-apa, tidak perlu minta maaf. Aku yang terlalu murah memintamu untuk melakukannya.” Logan terkejut mendengar Cella berkata begitu, dia menjadi serba salah dan sedih. Logan menundukkan kepala lalu dia memegang tangan gadis itu.


“Mengapa kamu berkata begitu, aku sangat sedih mendengarnya,” ucapnya lirih sambil membelai tangan Cella yang melingkar di perutnya.


Gadis itu tertawa kemudian dia melepaskan pelukannya dan turun dari tempat tidur, dia mencubit pipi pria itu.


  “Aku hanya bercanda,” ujar Cella kemudian dia mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. Cella berdiri di depan cermin kemudian mengumpat.


“Dasar bodoh, mengapa kamu meminta untuk melakukan hubungan itu? Kamu terlihat murah Cella!” Lalu pintu kamar mandi terbuka, dia melihat Logan yang masuk kemudian  tersenyum.


Logan menghampiri Cella kemudian dia memeluknya dari belakang, dia mengecup punggung gadis itu dan berbisik.


“Maafkan aku.” Logan menyandarkan dagunya di bahu gadis itu. “Apakah kamu marah padaku?” Logan menatap Cella dari cermin kemudian  mengatur rambut sang kekasih ke samping. Sedangkan Cella, dia tersenyum kembali kepada Logan lewat cermin.


“Aku tidak marah,” jawab Cella sambil memegang tangan Logan yang ada di perutnya


“Terima kasih,” ucap Logan kemudian dia memutar tubuh gadis itu dan memeluknya dengan erat, “Aku sangat mencintaimu, tapi bukan berarti aku harus menodaimu,” bisik Logan di kuping Cella.


“Aku mengerti, terima kasih kamu masih mau menjaga kesucianku walau aku yang meminta,” ucap Cella lalu mereka berdua saling berpelukan dengan erat.


“Pakai pakaianmu, nanti aku tidak bisa menahan nafsuku,” canda Logan lalu Cella tertawa dan mencubit perut pria itu.


“Sakit, Sayang,” rintih Logan sambil memegang tangan Cella dan mengecup bibir merah itu.


Cella keluar dari kamar mandi kemudian  membuka lemari dan mengambil pakaian, dia memakainya lalu mereka berdua keluar dari kamar dan pergi duduk di pinggir danau, Cella duduk di antara paha Logan dia menyandarkan kepalanya di dada bidang itu.


Logan melingkarkan tangannya di perut Cella kemudian dia memainkan kakinya di air. Sesekali dia memercikkan air di wajah gadis itu, lalu mereka berdua tertawa bersamaan. Nampak kebahagiaan di wajah mereka berdua.


Jangan lupa like dan komentar ya.


oh ya, jangan lupa juga baca novel terbaruku dengan judul :


AMOR PROHIBIDO ( CINTA TERLARANG )


SELAMAT MEMBACA


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2