
“Aku banyak mendengarmu dari Tuan Jeremmy, soal kiprahmu dibisnisnya. Tuan Jeremmy selalu memujimu, makanya aku jadi pernasaran dan ingin bertemu denganmu.” Kata Tuan Hector.
“Aku hanya menjalankan pekerjaan yang sudah dipercayakan oleh Tuan Jeremmy padaku, Tuan Hector.”
“Jeremmy sepertinya kedua anak kita harus belajar pada Jessica, mereka terlalu sibuk dengan dunia mereka sampai berbisnispun mereka tidak tahu.” Kata Tuan Hector pada Jeremmy.
Jessica hanya tersenyum mendengar perkataan Tuan Hector
“Benar sekali Hector, mereka berdua harus belajar pada Jessica,”
Dixon dan Pedro hanya senyum senyum mendengar perkataan kedua orang tua mereka. Dixon selalu memperhatikan Jessica dan sesekali mata Jessica menatapnya dan tersenyum
“Iya benar pi, aku harus banyak belajar dari Jessica dan sepertinya Pedro kamu harus tinggal lebih lama di amerika.” Kata Dixon.
“Ah, tentu saja Dixon aku akan berlama lama di amerika, aku sangat bersamangat karena aku akan belajar pada perempuan cantik.” Canda Pedro dan mereka tertawa mendengar canda dari Pedro, Jessica tersenyum dan menunduk sambil menggeleng gelengkan kepala.
“Aku juga bersemangat karena dua pria tampan akan belajar padaku.” Canda Jessica dan mereka tertawa lagi.
“Baiklah kalau begitu, Hector ayo kita tinggalkan mereka berdua dengan Jessica, aku masih ada pekerjaan. Kita kembali ke perusahaanku!”
“Baik Jeremmy, lagipula kita harus membicarakan sesuatu.” Kata tuan Hector
Tuan Jeremmy dan Hector meninggalkan kantor dan kembali keperusahaannya.
Tinggal mereka bertiga di ruang meeting dan Jessica mengajak mereka berdua untuk keruangannya. Mereka berdiri dan masuk keruangan Jessica lalu duduk di sofa.
“Kalian mau minum apa?” Tanya Jessica pada Dixon dan Pedro
“Jessica aku ingin minum kopi tapi aku tidak ingin minum di kantor, bagaimana kalau kita minum kopi di luar?”
“Ide yang bagus Dixon, kita minum kopi di luar saja sambil ngobrol ngobrol, bagaimana Jessica?” Kata Pedro.
“Ok, tapi jangan sampai siang ya. Aku harus pulang untuk makan siang bersama suami dan anak anakku.”
“Iya tidak sampai siang, tenang saja.” Kata Dixon.
Jessica mulai akrab dengan Dixon dan Pedro.
Pedro melihat foto yang terpajang di meja kerja Jessica.
“Jessica ini suami dan anak anakkmu?” Tanya Pedro.
“Iya Pedro itu suami dan anak anakku.” Jessica tersenyum pada Pedro. Dixon melihat foto tersebut.
“Jessica anak anakkmu tampan dan cantik.” Kata dixon dan Jessica tersenyum. “Jessica sekali kali kita makan siang bersama suami dan anak anakmu.” Kata Dixon lagi
“Ok, bagaimana kalau sebentar kalian makan siang di rumahku?”
“Boleh Jessi, sekalian perkenalkan kami berdua pada suamimu.” Kata Dixon. “Benarkan Pedro?”
“Iya Jessi, apa yang dikatakan Dixon tepat sekali. Supaya suatu waktu kita jalan bersama, suamimu tidak cemburu.”
“Iya Jessi masalahnya kamu akan sering jalan bersama dua cowok tampan ini.” Canda Dixon sambil memegang dagunya dan Jessica langsung tertawa.
“Mau minum kopi atau tidak?” Tanya Jessica.
“Tentu saja, ayo kita pergi!” Ajak Pedro.
Mereka meninggalkan ruangan dan pergi ke parkiran
Jessica mengambil handphonenya dan menelepon Carlos dan terdengar suara Carlos ditelepon.
“Hello sayang, bagaimana di kantormu?” Tanya Carlos dari seberang telepon
“Baik beb, oh ya kamu masuk kantor beb?”
“Iya aku di kantor, ada apa sayang?”
“Beb nanti sebelum pulang makan siang, kamu beli makanan ya. Anak Tuan Jeremmy akan makan siang di rumah.”
“Tidak perlu beli sayang, nanti aku akan telpon mommy. Aku akan minta pelayan mommy untuk memasak di rumah.”
“Baiklah beb kalau begitu, aku akan pergi minum kopi bersama anak Tuan Jeremmy.
“Iya sayang hati hati ya, aku mencintaimu.” Kata Carlos dari seberang telepon.
“Iya beb, aku juga mencintaimu.” Jessica menutup telepon dan pergi menghampiri Dixon dan Pedro. “ayo jalan!”
__ADS_1
“Iya, tapi mobilku hanya khusus dua orang.” Kata Dixon.
“Tidak apa apa, aku pakai mobilku saja.”
“Mobilmu yang mana Jessi?” Tanya Dixon
“Itu yang mercedes hitam.” Jawab Jessica sambil menunjuk kemobilnya.
“Kalau begitu pakai mobilmu saja Jessi!”
“Ya sudah kalau begitu, kamu yang menyetir ya Dixon!” Kata Jessica sambil melempar kunci mobilnya pada Dixon.
Dixon menangkap kunci mobil dan dia membuka pintu mobil dan mereka naik. Dixon langsung menjalankan mobil keluar dari parkiran. Mereka pergi ke café, sampai di cafe mereka turun dan mereka memilih untuk duduk di luar. Mereka langsung memesan kopi dan membayarnya lalu pergi duduk di luar.
Mereka berbincang bincang mengenai bisnis.
“Jessi aku dengar dari papi kamu mendirikan empat anak perusahaan?”
“Hanya dua yang aku dirikan Dixon. Yang duanya lagi hasil dari Akuisisi.”
“Kamu hebat ya Jessi. Umurmu berapa sekarang?” Tanya Pedro.
“Aku sekarang dua puluh sembilan Pedro.”
“Jessi, kamu sangat mudah sekali tapi sudah sukses, aku dengar dari papi mertuamu juga memiliki perusahaan yang besar. Kenapa kamu tidak bergabung dengan mertuamu Jessi?” Tanya Dixon.
Jessica tersenyum menatap Dixon. “Aku ingin mandiri Dixon, aku tidak suka bergantung atau memanfaatkan suamiku atau mertuaku.
Kenapa kalian tidak membantu bisnis orang tua kalian?” Tanya Jessica.
“Awalnya aku tidak tertarik dengan bisnis papiku, aku lebih memilih menjadi model. Tapi sekarang pikiranku jadi terbuka, umurku sekarang sudah tiga puluh dua tahun tidak mungkin akan menjadi model terus.”
“Iya benar Dixon.” Kata Pedro. “Aku juga seperti itu, aku juga model dan aku berpikir selamanya aku tidak akan mungkin menjadi model. Banyak pendatang baru yang masih muda. Makanya aku sekarang ingin belajar berbisnis.”
“Kenapa dari dulu pikiran kalian tidak terbuka.” Canda Jessica pada Dixon dan Pedro.
“Maklum saja Jessi dulukan masih mudah dan tidak berpikir kalau setiap tahun umur kita bertambah.” Kata Dixon pada Jessica.
“Tapi sebenaranya Dixon dari keahlian kalian dan pengalaman kalian, sebetulnya kalian bisa buka sekolah modeling juga sekolah untuk pramugari.” Kata Jessica.
Dixon dan Pedro saling pandang. “Jess benar juga apa yang kamu katakan itu.” Kata Pedro
“Hello beb, kamu masih di kantor?”
“Tidak sayang, aku sudah di rumah. Anak anak juga sudah dirumah, kami menunggumu sayang.” Kata Carlos dari seberang telepon.
“Baiklah beb aku segera pulang.”
“Iya sayang. hati hati ya! I love you.”
“I love you too beb.”
Jessica menutup telepon dan mengajak Dixon dan Pedro kerumahnya.
“Ayo! Suami dan anak anak sudah menugguku dirumah.”
“Baiklah kalau begitu kita jalan sekarang.” Mereka keluar dari cafe dan masuk kedalam mobil, Jessica memberitahukan alamat rumahnya dan Dixon langsung menjalankan mobil menuju kerumah Jessica.
Akhirnya mereka sampai di rumah. Jessica turun dari mobil di ikuti Dixon dan Pedro.
Dixon memperhatikan dua mobi ferrai yang terparkir di depan rumah Jessica
“Jessi kedua mobil ferrari itu milik siapa?” Tanya Dixon.
“Ohh.. Yang warna merah milik suamiku, kalau yang kuning itu miliku.” Jawab Jessica sambil tersenyum. “Ayo masuk!”
mereka masuk kedalam rumah dan Carlos menyambut mereka.
“Hello sayang.” Carlos menyapa Jessica dan memeluknya.
“Hi beb, oh ya ini Dixon anak Jeremmy.”
“Hi Dixon, selamat datang di rumahku. Aku Carlos.” Kata Carlos sambil menyalami Dixon
“Hi Carlos senang bertemu denganmu.” Kata Dixon.
“Beb kalau yang ini Pedro, dia anak Tuan Hector rekan bisnis Tuan Jeremmy.
__ADS_1
Carlos menyalami Pedro. “Hi Pedro senang bertemu denganmu. Bagaimana kalau kita langsung makan saja!” Kata Carlos.
“Oh, iya.. Ayo!” Kata Dixon.
Mereka pergi keruang makan dan disana sudah duduk ketiga anak Jessica. Mereka melihat Jessica dan memeluk Jessica.
“Jessi ini anak anakmu ya?” Tanya Pedro
“Iya Pedro ini anak anakku, ayo kasih salam sama om Dixon dan Pedro.
Ketiga anak mereka memberi salam pada Dixon dan Pedro lalu mereka duduk di meja makan.
Jessica mengambilkan makanan untuk Carlos dan anak anak.
“Terima kasih sayang.” Ucap Carlos pada Jessica dan Jessica tersenyum.
Dixon memperhatikan Jessica melayani Carlos, dalam hatinya berkata. “Aku ingin punya istri seperti Jessica.”
“Dixon Pedro ayo makan!” Kata Jessica
Dixon dan Pedro mengambil makanan. Mereka makan sambil berbincang bincang.
Selesai makan ketiga anak Jessica dan Carlos naik keatas. Jessica dan Carlos duduk di ruang tamu sambil berbincang bincang dengan Pedro dan Dixon.
“Jessica kamu sangat beruntung mendapatkan suami yang tampan.” Canda Dixon pada Jessica.
Jessica dan Carlos tertawa.
“Dixon bukan Jessica yang beruntung, tapi akulah yang beruntung mendapatkan istri seperti Jessica.” Kata Carlos pada Dixon dan Dixon tersenyum.
Mereka mulai berbincang bincang tentang otomotif dan Jessica hanya mendengarkan perbincangan mereka.
Dan tidak lama kemudian Jessica berbisik pada Carlos.
“Beb aku harus kembali kekantor, aku banyak pekerjaan.”
“Baiklah sayang, aku juga harus kembali kekantor.” Kata Carlos.
“Pedro Dixon ayo kembali kekantor! Aku masih banyak pekerjaan.” Kata Jessica.
“Ok kalau begitu, Carlos terima kasih atas makan siangnya. Kami pamit dulu.”
“Iya sama sama.” Kata Carlos.
“Sampi bertemu lagi Carlos.” Kata Pedro sambil menyalami Carlos.
“Sampai bertemu lagi Pedro.” Balas Carlos.
Mereka keluar. Dixon dan Oedro langsung masuk kedalam mobil. Carlos mengantar Jessica sampai depan mobil kemudian Carlos memeluk Jessica dan mencium bibir Jessica.
Jessica membalas ciuman Carlos dan mereka saling berciuman. Dixon dan Pedro melihat Jessica dan Carlos berciuman. Dia membuka kaca mobil lalu dia bercanda pada Carlos dan Jessica.
“Carlos nanti lanjutkan sebentar kalau Jessica sudah pulang kantor.”
Jessica dan Carlos berhenti berciuman dan tertawa. Jessica mengantar Carlos naik kemobilnya.
Dan di dalam mobil Dixon bercanda pada Pedro.
“Pedro kamu tidak menciumku seperti carlos mencium Jessica?”
Pedro menatap Dixon dan tertawa. “Dixon aku laki laki normal.” Kata Pedro sambil memukul lengan Dixon dan Dixon langsung tertawa.
Jessica masuk kedalam mobil. “Ayo Dixon kembali kekantor!”
Ok boss.” Canda Dixon pada Jessica dan Jessica tertawa.
“Jessi aku suka melihat kamu dengan Carlos, aku jadi ingin mencari wanita Indonesia.” Kata Dixon.
“Aku juga Dixon, aku ingin mencari wanita Indonesi saja untuk menjadi istriku.” Kata Pedro.
Jessica tertawa mendengar apa yang di katakan oleh Dixon dan Pedro
“Gampang untuk mencari wanita Indonesia, kalian minta saja sama Author. Siapa tahu ada readers yang ingin menjadi istri kalian berdua.”
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komennya.
__ADS_1
Salam
Author