SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Apakah dia masih hidup?


__ADS_3

Kakak Cella tiba di Amerika, dia langsung menuju ke kediaman orang tuanya dan  menemui Bane juga Colby, dia meminta kepada kedua pengawal itu untuk mencari Logan kembali.


Tapi Bane juga Colby meyakinkan Kairos kalau sudah berusaha mencari Logan tapi mereka tidak menemukannya. Kairos menjadi putus asah, dia sudah berjanji kepada Cella untuk membawa Logan.


“Aku harus bagaimana? Apa yang harus aku katakan kepada Cella? Dia sangat berharap aku membawa Logan kepadanya.” Kairos menjadi bingung akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke Mexico.


Kairos pergi ke kamar Ezer, dia masuk dan melihat sang putra sedang bermain game. Kairos tersenyum dan mengayunkan kaki menghampiri Ezer lalu duduk di sampingnya, dia membelai rambut anak pertamanya dengan Tania serta mencium ubun kepalanya.


“Kamu tidak ingin ikut papi ke Mexico?” tanya Kairos dengan membelai rambut Ezer.


“Kalau aku ikut papi ke Mexico, kasihan grandpa sendiri dirumah,” sahut Ezer sambil matanya tetap fokus di tv.


“Baiklah kalau begitu, besok pagi papi kembali ke Mexico. Jadi anak yang baik selama bersama grandpa ya.” Ezer tersenyum dan menganggukan kepala.


Kairos berdiri kemudian pergi ke ruang santai, dia duduk sambil berpikir bagaimana caranya menjelaskan kepada Cella, lalu terdengar suara Carlos menyapanya.


“Kapan kamu datang?” Carlos duduk di depan Kairos, nampak wajahnya begitu muram.


“Pagi tadi, aku ke sini rencananya ingin mencari Logan tapi kata Bane dan Colby mereka sudah berusaha mencarinya tapi tidak menemukannya. Aku kasihan melihat Cella, dia sangat terpukul dengan kematian Logan.” Kairos berdiri di depan jendela lalu memandang ke luar.


“Mengapa papa lakukan itu? papa juga pernah merasakan bagaimana kehilangan orang yang papa cintai, papa tahu kan bagaimana rasanya? Tapi mengapa papa lakukan itu kepada Cella?” Carlos hanya tertunduk dan diam, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.


“Papa tahu Cella sedang mengandung, tapi papa tetap melakukan hal itu, papa sangat egois.” Kairos terlihat sangat kesal lalu dia meninggalkan Carlos di ruang santai kemudian masuk ke mobil dan pergi.


Sedangkan Carlos dia berdiri dan meninggalkan rumah, lalu kembali ke kantor. Sepanjang jalan dia memikirkan apa yang dikatakan Kairos kepadanya. Ada penyesalan dalam diri pria itu.


“Apa yang harus aku lakukan, Cella sangat membenciku.” Carlos melajukan mobilnya lalu dia tiba di kantor.


Carlos turun dari mobil kemudian pergi ke ruang kerja dia masuk lalu menelepon Teressa, Carlos meminta agar pengasuh itu menginap di rumah untuk menjaga Ezer dan Isabell.


Carlos berencana untuk tidak pulang ke rumah, dia ingin tinggal di villa selama Jessica berada di Mexico. Carlos ingin menenangkan diri di sana.


****


Akhirnya Kairos kembali ke Mexico, dia tidak langsung menemui Cella. Dari airport Kairos meminta Mauritio untuk mengantarnya ke kantor. Kairos mondar-mandir di ruang kerja kemudian  duduk dan berpikir apa yang harus di katakan kepada Cella.


“Apa yang harus aku katakan kepada Cella, aku juga sudah berjanji padanya untuk membawa Logan.” Kairos menarik napas panjang. “Mudah-mudahan orang yang aku bayar itu bisa menemukan Logan.” Kairos mengambil ponsel kemudian  menghubungi Tania, ada nada panggil lalu terdengr suara sang istri.


“Honey, kamu sudah di Mexico?”

__ADS_1


“Iya, Sayang. Aku lagi di kantor, aku memikirkan apa yang harusku katakan kepada Cella. Sampai saat ini mereka belum menemukan mayat Logan,” sahut Kairos menjelaskan panjang lebar kepada sang istri.


“Apa mungkin Logan masih hidup?” tanya Tania penasaran


“Aku tidak tahu, mudah-mudahan saja dia masih hidup. Oh ya, bagaimana dengan keadaan Cella?”


“Dia sudah suka makan sekarang, mama selalu membuatkan makanan kesukaannya.” Sahut Tania dari seberang telepon.


“Aku senang mendengarnya, Sebentar lagi aku pulang,” ujar Kairos dengan memindahkan telepon ke telinga satunya lagi.


“Baiklah, Honey. Aku tunggu ya,”


“Iya, Sayang. Bye.” Kairos menutup telepon kemudian berdiri dan keluar dari ruang kerja, Kairos menuju ke parkiran dan memanggil Mauritio untuk mengantarnya pulang.


Mereka berdua langsung meluncur pulang ke rumah, di dalam mobil Kairos terus berpikir. Dia masih terlihat bingung akan bertemu dengan Cella. Kairos tiba di rumah, dia berdiam diri  sejenak di dalam mobil dan terus berpikir.


Sedangkan di dalam rumah Cella sedang berada di kamar, dia sedang di suapi makanan oleh Jessica. Mendengar Kairos sudah datang, Cella langsung menghentikan makannya kemudian berlari keluar mencari Kairos. Tania dan Jessica langsung berdiri  mengikuti Cella.


Cella melihat Kairos turun dari mobil, dia langsung tertawa dan memanggil Kairos sambil matanya mencari sesuatu. Wajah Cella berubah karena apa yang dia cari tidak ada.


“Kairos, mana Logan?” Cella berjalan menghampiri Kairos dan memegang tangan sang kakak lalu Kairos membelai rambut Cella.


“Apakah mereka akan menemukannya?” tanya Cella dengan mengerutkan dahinya. Kairos menjawab dengan menganggukan kepala dan mengajak Cella masuk.


Melihat Cella seperti itu, Jessica sangat sedih. Dia memeluk putrinya dan membawanya ke kamar. Kairos ikut masuk dan duduk dekat dengan Jessica, dia memperhatikan Cella yang sedang tersenyum memandang foto Logan dan dirinya.


“Kairos, katakan kepada mereka kalau sudah temukan Logan, langsung saja bawa ke sini ya,” mohon Cella kepada Kairos sambil menatap foto dia dan Logan.


Kairos duduk di dekat Cella dan membelai rambut gadis itu. ‘Aku harus menemukan Logan baik hidup dan mati,’ gumam Kairos dalam hati. Aku tidak bisa membiarkan Cella terus-terusan begini, batinnya.


“Tentu saja, Cella. Begitu mereka menemukan Logan mereka akan membawannya ke sini.” Cella tersenyum kemudian dia memeluk Kairos dengan erat.


“Terima kasih, Kairos. Aku sangat menyayangimu,” bisik Cella lalu Kairos tersenyum dan mengecup kening sang adik.


“Aku juga menyayangimu, aku akan melakukan apa saja untuk adikku tersayang,” canda Kairos disertai memeluk Cella dan kembali mengecup kening sang adik.


“Sekarang kamu lanjutkan makan supaya bayi yang ada di perutmu ini sehat.”


“Iya, Kairos. Aku akan rajin makan supaya kalau Logan datang dia akan senang melihat anaknya sehat,” sahut Cella kemudian duduk dan mengambil makanan yang ada di meja.

__ADS_1


Jessica mengambil piring yang ada di tangan Cella kemudian menyuapinya, dan memperhatikan Cella yang selalu tersenyum saat menonton video dia bersama Logan. Jessica mengatur rambut sang putri kebelakang telinga lalu kembali menyuapnya.


****


Kandungan Cella sudah masuk empat bulan dua minggu, hampir sebulan dia belum mendapat kabar tentang Logan. Cella terus menantikan pria itu, dia yakin sang kekasih masih hidup.


Setiap hari dia bertanya kepada Kairos apakah mereka sudah menemukan Logan atau belum. Sedangkan Kairos dia sudah berusaha mencari Logan, dia membayar beberapa orang untuk mencari kekasih Cella tapi semua usahanya tidak membuahkan hasil. Kairos tidak tahu lagi harus berbuat apa, dia khawatir kepada Cella dan kandungannya.


Begitu juga dengan Jessica, dia sudah berusaha menyuruh orang sewaannya untuk mencari Logan tapi mereka juga tidak menemukannya. Jessica bahkan menyewa orang untuk mencari Logan di Brazil tapi usahanya sia-sia. Kekasih Cella hilang bagaikan di telan bumi, mereka tidak menemukan jasad Logan.


Jessica dan Kairos tidak tahu lagi apa yang harus dikatakan kepada Cella, mereka semua menjadi bingung. Jessica dan Kairos tidak ingin Cella menjadi depresi.


“Mam, kita harus bagaimana? Aku tidak tahu harus berbuat apalagi,” ujar Kairos seraya mengusap wajahnya dengan kasar.


“Mama juga, Kairos. Mama sudah putus asah,” sahut Jessica lalu dia menarik napas panjang dan menutup wajah dengan kedua tangannya.


“Apakah kita harus berterus terang kepada Cella?”


“Iya Kairos, kita harus megatakannya,” jawab Jessica kemudian dia berdiri dan pergi ke kamar, begitu juga Kairos dia mengikuti Jessica dari belakang.


Mereka berdua masuk lalu Jessica duduk di sisi tempat tidur dan memperhatikan Cella yang tak henti-hentinya memandang foto Logan.


“Sayang, kamu tidak istirahat?” tanya Jessica sambil memegang perut Cella yang sudah membesar itu.


“Nanti, Mam. Aku masih ingin menunggu Logan, dia akan datang. Logan berbisik padaku, kalau dia akan menjemputku dan membawaku ke Brazil.” Jessica tertunduk, tanpa terasa air mata menetes di pipinya.


Dia tidak bisa melihat putrinya seperti itu. Jessica berdiri dan meninggalkan Cella kemudian  pergi ke kamarnya, Jessica duduk di sisi tempat tidur dan menangis.


Kairos masuk ke kamar kemudian dia menghampiri Jessica dan memeluk wanita itu, Kairos melepaskan pelukannya kemudian memegang kedua pipi Jessica.


“Aku akan terus mencari Logan,”


“Kemana lagi kamu akan mencarinya?” Jessica menangis, dia sudah putus harapan untuk mencari kekasih Cella.


“Aku tidak tahu, Mam. Tapi aku akan mencoba meminta mereka untuk mencari Logan lagi di Amerika dan Brazil,” sahut Kairos kepada Jessica lalu terdengar pintu kamar di ketuk. Kairos bediri dan pergi membukakan pintu.


Sementara di Amerika nampak Carlos sedang duduk termenung di ruang kerja, dia memikirkan sang istri yang hampir sebulan tidak dilihatnya. Carlos sangat rindu kepada Jessica serta putrinya, dia mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.


Carlos ingin menyewa seorang detektif untuk mencari kekasih Cella, dia curiga Logan masih hidup dan disembunyikan di suatu tempat. Carlos ingin menemukan pria itu hidup atau mati.

__ADS_1


__ADS_2