
Bercerai dengan Jessica, Carlos memilih tinggal di Spanyol. Dia menyendiri di villa milik orang tuanya yang terletak di dekat pantai. Perpisahannya dengan Jessica membawa kesedihan yang mendalam baginya. Carlos terus mengurung diri di kamar.
“Maafkan aku sayang, aku sudah menyakiti hatimu. Sebenarnya aku tidak tega melakukannya, maafkan aku.” Kata Carlos sambil menangis di dalam kamar.” Kamu tahu aku sangat mencintaimu, bahkan nyawakupun aku berikan untukmu, aku bahkan rela mati untukmu. Suatu waktu kamu akan mengerti.” Kata Carlos lagi sambil mengusap foto Jessica. “Aku sangat mencintaimu. Walau kita sudah bercerai, tidak ada satupun wanita yang bisa menggantikan posisimu di hatiku. Selamanya kamu adalah istriku.” Carlos mencium foto Jessica kemudian dia berbaring di tempat tidur sambil meletakkan foto Jessica didadanya dan memejamkan matanya. Air mata mengalir dari sudut matanya.
Semenjak Perceraiannya dengan Carlos, Jessica menyibukkan dirinya dengan pekerjaan. Tapi dia selalu memberikan waktu untuk anak anaknya. Walau terkadang dia menangis mengingat masa masa bahagianya bersama Carlos yang dia jalani selama belasan tahun. Tapi berakhir dengan perpisahan. Jessica banyak menghabiskan waktunya di luar kantor, dia tidak ingin berlama lama di ruangannya karena dia tidak ingin pikirannya tertuju terus pada Carlos. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya di proyek.
Setahun sudah Jessica dan Carlos berpisah.
Carlos kembali lagi ke Amerika dan tinggal bersama dengan kedua orang tuanya di kota Torrance. Sedangkan Jessica dia tetap tinggal dengan anak anaknya di kota Santa Barbara.
Jessica akhirnya terbiasa hidup tanpa Carlos. Walaupun Carlos sudah menyakitinya tapi dia tidak ada rasa benci terhadap Carlos. Dia membiarkan Carlos berkomunikasi dengan anak anaknya, dia juga mengajarkan pada anak anaknya untuk tidak membenci papa mereka.
Setiap akhir pekan Jessica selalu mengantar anak anaknya untuk berkunjung ke rumah Federico dan hari ini Jessica mengantar ketiga anaknya berkunjung kerumah Federico. Jessica tidak tahu kalau Carlos sudah kembali dari Spanyol. Tiba di kediaman Federico, mereka turun dan masuk kedalam rumah. Liliana dan Federico menyambut mereka. Jessica dan anak anak memeluk dan mencium lilana dan Federico. Mereka duduk duduk di ruang tamu dan bercakap cakap.
“Sayang Carlos sudah pulang, dia ada di kamarnya. Kalau kamu mau, mommy akan memanggilnya.” Kata Liliana pada Jessica.
“Tidak usah mom, biar Jessi saja yang menemuinya.” Kata Jessica pada Liliana.
Jessica berdiri dan pergi naik ke atas menuju kamar Carlos, dia mengetuk pintu dan terdengar suara Carlos menyuruhnya masuk. Jessica membuka pintu dan melihat Carlos lagi berdiri di teras. Dia menghampiri Carlos dan tersenyum padanya.
Carlos menatap Jessica dan tersenyum, dia menghampiri Jessica dan mereka berdua saling bertatap mata. Carlos memeluk Jessica dan mencium kedua pipi Jessica.
“Bagaimana kabarmu?” Tanya Carlos pada Jessica sambil tersenyum.
“Seperti yang kamu lihat, aku baik baik saja.” Kata Jessica sambil memandang tubuh Carlos.
“Badanmu terlihat turun Carlos. Apakah diSspanyol sudaramu tidak memberimu makan?” Canda Jessica dan Carlos tertawa.
“Emm.. Mereka selalu memasak untukku, tapi kamu tahu sendirikan aku sudah terbiasa dengan masakanmu.” Canda Carlos dan mereka berdua tertawa. Tanpa sadar Jessica mencubit perut Carlos. “Ah.. Sakit.” Rintih Carlos sambil memegang tangan Jessica.
“Oh.. Sorry..Sorry.” Kata Jessic dan Carlos tertawa. “Oh ya, kamu tidak ingin menemui anak anakmu di bawah?”
“Mereka juga datang bersamamu?” Tanya Carlos sambil melepaskan tangan Jessica.
“Iya mereka datang bersamaku, setiap akhir pekan mereka disini dan menginap di rumah ini. Aku sudah berjanji pada mommy dan daddy untuk selalu membawa mereka kesini. Kamu tahu sendirikan mereka sudah tua.”
“Iya. Terima kasih ya, kamu sangat perduli dengan orang tuaku.” Kata Carlos sambil membelai rambut Jessica.
Jessica tersenyum pada Carlos.
“Mereka sudah aku anggap orang tuaku sendiri. Ayo turun anak anak menunggumu di bawah.”
Jessica dan Carlos turun menemui ketiga anak mereka. Sampai di ruang tamu Cella langsung berdiri dan memeluk Carlos.
“Papa aku sangat merindukanmu.” Kata Cella sambil memeluk tubuh Carlos dengan erat.
“Iya sayang, papa juga sangat merindukan kalian.”
Kairos dan Acel melihat Carlos, mereka juga berdiri dan memeluk Carlos.
__ADS_1
“Ah.. Badanmu semakin tambah bagus Kairos.” Kata Carlos sambil memeluk erat tubuh Kairos.
Kairos tersenyum dan mencium kedua pipi Carlos. Begitu juga Acel dia memeluk Carlos dengan erat.
“aku sangat rindu papa.” Bisik Acel di kuping Carlos.
“Papa juga sangat merindukanmu. Apakah kamu masih suka iseng pada Cella dan Kairos?” Canda carlos pada Acel dan Acel tertawa.
“Sedikit papa.” Kata Acel sambil melepaskan pelukkannya.
Mereka pergi ke halaman belakang dan Carlos mengajak mereka bermain basket.
“Mama ayo bermain besama kami.” Ajak Acel pada Jessica.
“Sayang mama tidak bisa bermain basket. Kalian saja yang bermain.”
“Mama nanti denganku dan papa nanti dengan Acel. Ayo mama kita kalahkan papa dengan acel.” Kata Kairos.
“Iya mama, nanti aku yang jadi wasitnya.” Canda Cella dan Jessica tersenyum.
“Baiklah. Tapi Kairos kamu yang ajarin mama ya!”
“Iya mam tenang saja, kita akan kalahkan papa dan acel.” Canda Kairos.
“Ah.. Kita liat saja nanti. Ayo papa kita kalahkan mereka!” Carlos tertawa melihat Kairos dan Acel.
“Kamu tidak akan berhasil melewatiku.” Kata Carlos pada Jessica sambil mencoba menghalangi Jessica
“Oh ya, aku bisa melewatimu.” Jessica melihat Cella dan berteriak. “Cella awas nanti kamu jatuh.”
Mata Carlos langsung tertuju pada Cella dan Jessica langsung melempar bola pada Kairos dan Kairos langsung memasukkan bola kekeranjang basket. Jessica tertawa terpingkal pingkal. Carlos dan Acel menatap Jessica dan Acel berteriak pada Jessica
“Mama curang. Kairos kita harus mengulanginya.” Kata Acel.
Jessica dan Kairos langsung tertawa
“Biarkan saja Acel nanti kita balas perbuatan mama.” Kata Carlos pada Acel sambil tertawa.
Jessica membawa bola dan Carlos memeluk jessica dari belakang. “Acel ayo ambil bolanya!” Acel dan Kairos belari merebut bola pada Jessica dan Acel berhasil mengambil bola dari tangan Jessica.
Carlos masih memeluk Jessica dari belakang. “Akhirnya aku bisa memelukmu seperti ini lagi.” Canda Carlos dan Jessica memutar badannya, dia ingin mencubit perut Carlos tapi Carlos dengan cepat memegang tangan Jessica dan Jessica berusaha melepaskan tangannya dari Carlos. Carlos tertawa dan menggoda Jessica terus. Tangannya terlepas dari Carlos dan dia mengejar Carlos. Mereka berdua bersenda gurau di halaman belakang. Ketiga anaknya memperhatikan mereka dan tersenyum.
Akhirnya Jessica pamit pada Carlos dan orang tuanya.
“Oh ya Carlos aku pamit dulu, nanti tolong perhatikan anak anak ya.” Kata Jessica pada Carlos.
“Kenapa kamu cepat cepat untuk pergi? Mengapa tidak menginap di rumah ini saja?”
“Aku lupa, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Bohong Jessica pada Carlos.
__ADS_1
“Ohh.., baiklah kalau begitu. Hati hati ya!” Kata Carlos sambil mengecup kening Jessica.
“Iya, Terima kasih.” Ucap Jessica.
Jessica juga berpamitan pada Liliana dan Federico kemudian dia langsung meninggakan kediaman Federico.
Carlos keluar dan mengikuti mobil Jessica, dia mengambil jarak dengan mobil Jessica.
Jessica menuju ke villanya. Sampai di villa dia langsung masuk dan menuju keteras.
Carlos melihat Jessica masuk kedalam villa. Dia berhenti di depan villa, kemudian dia masuk dan langssung menuju kekamar Jessica. Dia masuk kedalam kamar dan melihat Jessica lagi berdiri di depan teras kamar. Dia menghampiri Jessica dan memeluk Jessica dari belakang.
Jessica merasakan tangan Carlos melingkar di perutnya, dia memegang tangan Carlos.
“Kamu mengikutiku ya?”
“Iya, aku mengikutimu. kamu bilang, kamu akan pulang kerumah karena ada pekerjaan?” Kenapa kamu kesini?”
“Aku merasa suntuk saja Carlos. Aku ingin menyendiri Saja.” Kata Jessica sambil membalikkan badannya menghadap Carlos. Jessica menatap mata Carlos dan memperhatikan kantong mata Carlos yang mulai menghitam. “Kenapa kantong matamu menghitam Carlos?” Tanya Jessica sambil memegang pipi Carlos.
“Hemm.. Aku sering tidak tidur malam jadi mungkin itu penyebabnya.” Kata Carlos lagi.
“Ohh begitu. Ini juga sudah malam, lebih baik kamu pulang dan beristirahat!”
“Aku tidak ingin pulang. Boleh aku bersamamu disini?” Tanya Carlos
Jesica tersenyum dan menganggukan kepala. Kemudian dia duduk di kursi.
“Terima kasih.” Ucap Carlos sambil duduk di samping Jessica. Mereka berbincang bincang sampai larut malam dan akhirnya Jessica mengantuk.
“Carlos aku sudah mengantuk aku ingin tidur.” Kata Jessica sambil berdiri dan masuk kedalam kamar. Dia mengambil kimononya dan masuk kedalam kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan kimono, kemudian dia keluar dari kamar mandi dan langsung berbaring di tempat tidur.
Dia melihat Carlos masih berdiri di depan pintu teras lagi memandang dirinya. “Kamu mau tidur berdiri carlos.” Canda Jessica. Carlos tertawa dan pergi berbaring di tempat tidur. Jessica tidur mengambil jarak dengan Carlos dan dia membelakangi Carlos.
“Good night Carlos.” Ucap Jessica
“Good night sayang.” Balas Carlos sambil merapatkan badannya pada Jessica dan melingkarkan tangannya di pinggang Jessica.
Jessica memejamkan matanya. “Hhmm sudah lama sekali aku tidak merasakan pelukan ini.” Kata jessica dalam hati. Dia memegang tangan Carlos dan mencoba untuk tidur.
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komennya ya.
Terima kasih juga buat readers yang selalu setia memberi like dan komen juga vote.
Salam
Author
__ADS_1