
Seorang pria sedang duduk termenung di teras, dia yang tak lain adalah Logan. Dia memikirkan kekasihnya, sudah dua hari gadis itu tidak mau bicara padanya, dia sudah berusaha menghubunginya tapi Cella tidak mau menjawab teleponnya. Logan merasa berat meninggalkan Cella, dia tidak tahu harus bagaimana lagi.
“Aku kerja juga untuk kita berdua, mengapa kamu tidak mau mengerti aku?” Logan berdiri dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 14:00pm, dia mengambil kunci motor kemudian keluar dari condominium.
Logan naik ke atas motor dan memakai helm, dia langsung meluncur. Logan ingin bertemu dengan kedua temannya.
Sementara itu Cella terlihat sedang bersama Chico, dia megajak pria itu keliling kota Torrance lalu mereka berdua berhenti di sebuah café. Cella dan Chico masuk ke dalam dan memesan kopi.
Mereka berdua kembali keluar dan mencari tempat duduk yang kosong. Cella dan Chico meletakkan kopi di meja lalu duduk.
Cella dan Chico berbincang-bincang, tanpa Cella sadari Logan juga berada di café itu bersama kedua temannya. Logan memperhatikan sang kekasih dan Chico dari dalam café, keakraban kedua orang itu membuat dia cemburu.
Apalagi melihat Chico mengatur rambut Cella ke belakang telinga, hatinya terasa panas tapi dia tidak ingin menunjukkan kepada kedua temannya.
Pantas saja dia tidak mau menjawab teleponku, ternyata dia sedang berdua dengan Chico, kata Logan dalam hati sambil memperhatikan mereka.
“Apakah kopi kalian sudah habis?” tanya Logan kepada kedua temannya.
“Iya, sudah. Bagaimana kalau kita kembali ke tempatku?” jawab Bruno dan mengajak Luan dan Logan untuk pergi.
“Aku tidak bisa, aku harus kembali dan mengatur pakaianku. Besok aku harus ke San Jose,” ujar Logan sambil matanya tetap mengawasi Cella dan Chico. Dia ingin menghampiri gadis itu saat melihat Chico memegang tangan Cella dan berbisik di kuping kekasihnya. Logan menarik napas panjang dan keluar dari Café, dia mengurungkan niatnya.
Logan membiarkan kedua temannya berjalan di depannya, dia mengambil jalan memutar agar Cella bisa melihat dirinya saat naik motor. Saat Logan memanggil Bruno dan Luan untuk pamit, mata Cella langsung melihat Logan.
Dia langsung melepaskan genggaman tangan Chico. Cella dan Logan saling bertatap mata, Logan naik ke atas motor dan memakai helmnya. Tatapan matanya dingin kepada gadis itu, Logan langsung menjalankan motornya meninggalkan café, dan kembali ke condominium dia mengatur pakaian-pakaiannya kemudian memasukan ke dalam tas punggung. Pria itu terbayang Cella dan Chico saat di café.
“Mereka berdua terlihat sangat mesra. Pantas saja dia tidak mau menjawab teleponku.” Logan terlihat sangat kesal kemudian dia duduk disisi tempat tidur. Dia memikirkan hubungannya dengan Cella, Logan mengambil ponsel dan menulis pesan untuk gadis itu.
“Besok aku akan pergi ke San Jose, aku harap kamu bisa menungguku. Tapi kalau kamu ingin bersama Chico selamanya, tidak apa-apa mungkin dia yang terbaik untukmu dan keluargamu pasti sangat senang. Oh ya aku akan ke tempatku hari ini. Kalau kamu tidak sibuk temui aku.” pesan Logan kemudian dia mengirimnya kepada Cella. Pesan terkirim kemudian dia menulis kembali.
__ADS_1
“Aku mencintaimu.” Logan kembali mengirim pesan itu kepada Cella.
Logan berdiri dan mengambil kedua tas punggung kemudian meninggalkan condominium. Logan mengatur tas punggung di motor kemudian kekasih Cella kembali ke tempat dia tinggal dulu.
Dia tiba di tempat tinggalnya yang dulu, Logan masuk dan meletakkan kedua tas punggung di lantai. Dia membuka tirai jendela dan memperhatikan anak-anak yang sedang bermain di lapangan.
Mudah-mudahan dia datang menemuiku, gumam Logan dalam hati kemudian dia berbaring di sofa.
****
Cella membaca pesan dari Logan tapi dia tidak membalasnya hanya mengajak Chico untuk pulang. Cella mengantar Chico ke hotel kemudian kembali ke rumahnya, dia tiba kemudian masuk ke dalam kamar.
Cella langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang, dia tidak ingin menemui Logan. Dia tidak suka kekasihnya pergi ke San Jose. Cella tidak ingin membalas pesan Logan agar pria itu membatalkan kepergiannya.
Gadis itu membuka ponsel dan membaca kembali semua pesan kekasihnya, dia membuka foto-foto mereka berdua juga menonton video-video saat mereka di condominium. menarik bantal dan menangis dia berdiri kemudian Cella keluar dari kamar dan mengambil kunci mobil.
“Aku pikir kamu tidak akan datang,” ujar Logan sambil memegang tangan Cella dan mengajak gadis itu masuk. Cella mengikuti Logan dan menatap mata sang kekasih.
“Jangan pergi,” pintahnya lirih, “Aku tidak bisa jauh darimu.” Air mata menetes di pipinya dia menatap Logan dengan wajah penuh permohonan lalu pria itu menarik dia ke dalam pelukkannya, Logan memeluk Cella dengan erat.
“Aku juga tidak bisa jauh darimu, tapi aku sangat membutuhkan pekerjaan. Ini untuk kita berdua juga,” bisiknya di kuping gadis itu.
“Aku tidak ingin kamu pergi.” Cella menangis di pelukan Logan, dia memeluk tubuh kekar itu dengan erat. Logan melepaskan pelukkannya dan memegang pipi gadis itu.
“Cella, tolong mengerti aku. Aku janji tidak akan mengkhianatimu. Kamu tahu juga aku sangat mencintaimu, lagipula tahun ini kuliahmu selesai dan aku akan langsung membawa kamu ke Brazil, kita menikah di sana. Sekarang aku harus mengumpulkan uang.” Dia terus meyakinkan gadis itu untuk mengerti dengannya.
“Aku ikut denganmu,” pinta Cella sambil menangis.
“Cella … bagaimana dengan kuliahmu, papa kamu bisa membunuhku,” sahut Logan, dia berusaha membujuk gadis itu.
__ADS_1
“Aku tidak perduli dengan kuliahku, pokoknya aku ingin ikut denganmu. Aku tidak ingin jauh darimu!” tegasnya sambil menangis.
Pria itu tidak tahu harus berbuat apa, dia duduk di kursi kemudian menarik tangan gadis itu duduk di pangkuannya. Dia menghapus airmata sang kekasih dan mengatur rambut gadis itu ke belakang telinga.
“Jangan menangis lagi, aku tidak suka melihatmu menangis,” ujar Logan dengan mengusap pipi Cella kemudian dia mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan mengirim pesan kepada temannya. Dia menunda kepergiannya ke San Jose, Logan ingin menenangkan Cella.
“Aku menunda pergi ke San Jose,” ujar Logan kepada Cella sambil mengecup kening gadis itu.
Cella memeluk Logan dan menyandarkan kepalanya di dada bidang itu lalu Logan mengangkatnya dan membawa dia ke kamar, Logan membaringkan gadis itu kemudian duduk di sisi tempat tidur.
“Kamu terlihat lelah, istirahat ya,” ujar Logan dengan membelai pipi Cella yang lembut itu lalu Cella memegang tangan Logan dan meminta dia untuk berbaring di sampingnya.
Logan mengikuti permintaan Cella, dia berbaring di samping Cella dan menarik tubuh mungil itu tidur di dadanya.
“Sekarang tidur, nanti aku bangunkan kamu.” bisik Logan di kuping gadis itu.
“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Chico, yang kamu lihat di café itu Chico hanya menganggapku adiknya. Dia memiliki pacar di sini, Chico datang ke sini hanya ingin bertemu dengan kekasihnya. Karena pacarnya sibuk, aku selalu menemaninya,” jelas Cella pada Logan. Dia tidak ingin Logan salah paham dengan apa yang di lihatnya.
“Aku percaya padamu,” sahut Logan sambil membelai rambut Cella.
“Aku tidak menjawab teleponmu karena aku marah padamu, aku tidak ingin kamu pergi,” jelas Cella lagi seraya mengusap airmatanya.
“Iya, maafkan aku. Jangan menangis lagi,” pinta Logan kemudian mengecup ubun kepala gadis itu. “Tidur sekarang,” bisiknya lalu Cella memejamkan mata. dia tertidur di dalam pelukan sang kekasih.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
Terima kasih
__ADS_1