SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Hatinya terasa sakit


__ADS_3

Permainan semalam membuat gadis itu tidak berdaya, dia kelelahan dan tertidur pulas. Logan bangun dan melihat jam di ponsel menunjukan pukul 05:00am. Dia berdiri dan memperhatikan tubuh Cella yang masih telanjang, dia tersenyum dan pergi ke kamar mandi.


Saat dia keluar dari kamar mandi  kembali dia melihat gadis itu masih tertidur pulas dengan tubuh yang terlentang, seketika bangkit kejantanannya. Dengan perlahan Logan naik ke tempat tidur dan membuka paha putih mulus itu dan membenamkan kepalanya di sana.


Tubuh Cella menggeliat, dia berusaha membuka matanya tapi dia masih mengantuk.  Hanya desahaan kecil keluar dari bibir mungil itu.


Pria itu terus melakukan aksinya lalu gadis itu menggerakkan tubuhnya dan memegang kepala Logan, dia mulai merasakan kenikmatan itu tapi  dia masih malas membuka matanya.


“Ah … Logan,” desaah Cella dengan suara serak. Dia memegang rambut coklat itu dan meremasnya. Matanya masih terpejam dan menahan kenikmatan itu.


Logan menindih tubuh mungil itu dan melakukan aksinya kembali. Cella memejamkan matanya dan merasakan permainan pria itu, dia melingkarkan kedua tangannya di punggung kekar itu dan merintih kenikmatan. Dia meremas punggung pria itu dan mendesaah.


“Ahh … aku … aku … shit … Logan aku tidak tahan lagi,” rintih Cella di kuping Logan.


“Oh … yeah … aku juga.” Dia semakin memacu nafas mereka berdua saling memburu. Dia memeluk tubuh mungil itu dan menghentakkan pinggang seiring dengan erangannya di kuping gadis itu.


Cella meremas rambut Logan dan merasakan cairan hangat mengalir di dalam miliknya. Perlahan-lahan pelukan mereka merenggang, mereka berdua menarik napas panjang. Gadis itu membiarkan sang kekasih berada di atas tubuhnya. Lalu Logan mengangkat kepalanya dan mengecup kening Cella.


“Maaf tadi aku tidak tahan melihat tubuh yang terlentang,” ucap Logan sambil membelai pipi Cella.


“Tidak apa-apa,” ujar Cella sambil tersenyum.


“Kamu selalu membuat aku begairah,” canda Logan lalu gadis itu tertawa.


“Aku mau tidur lagi, aku masih mengantuk. Semalam kamu membuat aku tidak berdaya,” ujar Cella dengan bercanda lalu Logan tertawa kemudian dia mengecup kening gadis itu.


 “Baiklah tidur saja, aku juga mau tidur.” Logan memutar tubuh gadis itu lalu dia memeluknya dari belakang. Mereka  tertidur kembali.


****


Dua minggu sudah Logan dan Cella berada di Mexico, mereka sudah berkeliling di seluruh kota-kota yang ada di negara itu. Hari ini kedua orang tua Cella akan datang bersama Acel dan Sheren juga adiknya yang paling kecil serta keponakannya. Cella meminta pengertian Logan, karena dia tidak bisa menemani kekasihnya di hotel. Dia meminta Logan kembali ke America, Cella tidak ingin pria itu hanya berdiam di Mexico.


Awalnya Logan tidak mau, dia ingin tetap di Mexico tapi Cella membujuknya dan akhirnya dia mau kembali ke Amerika.


Kairos dan pengawalnya menjemput keluarga dan rombongan di airport, sedangkan Cella dia hanya bermain-main dengan kedua ponakannya di kamar.


Tidak lama kemudian terdengar suara Ezer memanggil mamanya, Cella langsung keluar dari kamar dan berlari turun menemui keponakannya. Dia melihat Ezer sudah di peluk Tania, dia tersenyum kemudian dia mengambil Ezer dari Tania.


“Sayang aku rindu padamu,” ujar Cella dengan bibir cemberut dan mencium kedua pipi keponakannya.


“Cella, aku mau lihat Chantiq dan Clau,” pinta Ezer lalu Cella menurunkan Ezer. Isabell melihat Cella kemudian dia berlari dan memeluk kakaknya.


“Aku rindu padamu, selama dua minggu tidak melihatmu aku jadi kangen,” ucap Isabell dengan suara manja.


“Aku juga rindu padamu, Gadis kecil.” Cella tersenyum dan mencubit kedua pipi adiknya. Cella melihat kedua orang tuanya  kemudian dia memeluk dan mencium kedua pipi Carlos dan Jessica. Cella hanya menyapa Sheren, dia tidak mau menyapa kembarnya. Mereka duduk dan mulai berbincag-bincang.


“Opa Federico dan opa Jeremmy kapan mereka datang?” tanya Kairos membuka percakapan.

__ADS_1


“Besok mereka datang,” jawab Jessica sambil tersenyum melihat Ezer yang sedikit-sedikit mencium pipi kedua adiknya.


“Aku dan Tania tidak ingin pesta besar, cukup keluarga saja dan beberapa rekan bisnisku,” ujar Kairos.


“Ah … Kairos aku ingin sepertimu, kalau aku menikah nanti aku ingin berpesta dengan hasil kerjaku bukan dari orang tua,” sindir Cella kepada kembarnya. Mendengar Cella berkata begitu, Acel menatapnya denga sinis tapi Cella tidak perduli, dia tetap menyindir pria  itu.


“Kamu hebat Kairos, membangun bisnis tanpa bantuan keuangan dari papa dan mama. Kamu mulai dari nol dan lihat kamu sangat sukses,” ujar Cella lagi.


“Iya, benar apa yang di katakan Cella,” sela Carlos, “Papa juga bangga padamu.” Carlos tidak tahu semua ucapan-ucapan Cella menyindir Acel. Sedangkan Jessica mulai curiga melihat sikap Acel dan Cella, dia mulai memperhatikan tingkah ke dua anaknya itu.


Ada apa dengan mereka berdua? Tanya Jessica dalam hati. Mereka sepertinya tidak saling bicara, biasanya mereka berdua tidak bisa bertemu, kalau bertemu selalu saja bercanda. Jessica menjadi penasaran dan ingin meyelidiki kedua anaknya itu.


****


Akhirnya pernikahan Kairos dan Tania di langsungkan, mereka hanya merayakannya dengan sederhana. Terlihat Cella duduk memangku keponakannya dan menunggu pengantin wanita keluar bersama papanya. Sedangkan Kakaknya sudah berdiri di depan bersama Pastor, di seberang terlihat kembarnya  duduk bersama istri juga opa dan omanya.


Jessica mama Cella duduk besama keluarga pengantin wanita, terlihat Tania dan Carlos keluar dari rumah, Ezer langsung turun bersama Isabell lalu mereka berjalan di depan Tania dan Carlos. Papa Cella tersenyum melihat cucu dan putrinya, sedangkan di depan terlihat Kairos tertawa melihat kelucuan putranya.


Carlos dan Tania sampai di depan kemudian Kairos memegang tangan Tania, lalu dia berbisik di kuping wanita itu.


“Kamu cantik sekali, Sayang.” Kairos mengedipkan sebelah matanya kemudian Tania tersenyum, mereka berdua berjalan ke arah Pastor.


Pastor memimpin misa pemberkatan, dia mendoakan Kairos dan Tania. Sesudah itu Kairos dan Tania saling berbalas membaca janji pernikahan dan memasang cincin di jari manis kemudian dia memeluk dan mengecup bibir Tania.


Selesai misa, mereka pergi ke tempat resepsi. Rekan-rekan bisnis Kairos memberikan ucapan kepada mereka berdua. Kairos memanggil adiknya dan mengenalkan kepada temannya.


“Hi, Cella. Aku Chico,” sapa Chico sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan gadis itu.


Cella tersenyum dan menyambut tangan Chico, mereka bersalaman lalu berbincang-bincang. Dari jauh Acel memperhatikan Cella dan Chico, saat Chico berbisik kepada Cella dengan cepat dia memotretnya. Acel tersenyum sinis, kemudian dia membuka media sosial milik istrinya dan memasang foto Cella yang sedang di bisik Chico lalu dia menandai Cella dan Kairos.


Cella tidak menyadari kalau Acel terus mengawasinya. Dia terlihat asik berbincang-bincang dengan pria itu, terkadang mereka berdua tertawa bersama-sama. Acel ingin memisahkan Logan dan Cella dan menjadikan Cella dengan Chico, dia menyukai Chico karena seumuran dengan Kairos dan termasuk sukses juga.


Saat Chico mengatur rambut Cella yang tertiup angin dan menutupi setengah wajahnya, Acel memotret kembali dan memasang foto itu di media socsal dengan masih menggunakan milik istrinya. Dia kembali menandai Kairos dan Cella, Acel sengaja melakukannya agar Logan bisa melihat kembarnya dan Chico.


Wajah Chico memang tampan semua wanita pasti akan tertarik dengan ketampanan pria itu, apalagi dia seorang pemuda yang sukses. Jessica dan Carlos memperhatikan Cella dan Chico lalu Acel menghampiri papanya dan berbisik.


“Dia lebih cocok dengan Cella.” Carlos menatap Acel dan tersenyum.


“Iya, dia sangat tampan dan  sukses juga.” Carlos memperhatikan terus Cella dan Chico dia berencana untuk bicara dengan Kairos.


Sedangkan di Amerika terlihat Logan sedang duduk di teras sambil merokok, dia memikirkan kekasihnya. Dia sangat rindu dan ingin memeluk tubuh mungil itu. Ada perasaan takut kehilangan gadis itu, Logan sudah benar-benar jatuh cinta kepada Cella. Dia berdiri kemudian  mengambil ponsel, Logan bermaksud ingin menghubungi Cella tapi akhirnya dia mengurungkan niatnya.


Logan mengutak-atik ponselnya kemudian  membuka media sosial miliknya, dia melihat foto-foto Cella dan dirinya yang lagi berpelukan mesrah yang dia jadikan foto profilnya.


Logan tersenyum dan mengusap foto kekasihnya, dia membuka profil media sosial milik Cella lalu dia terkejut melihat beberapa foto milik Cella dengan Chico. Raut wajahnya langsung berubah.


“Pantas saja dia ingin aku kembali ke sini agar dia bebas bersama pria lain,” ujar Logan dengan geram, “Dia hanya ingin mempermainkan aku.” Dia mengambil foto itu lalu dia mengirimnya kepada Cella lewat pesan whatsapp.

__ADS_1


Hatinya terasa sakit, dia berdiri lalu keluar dari condominium. Logan naik ke atas motor kemudian memakai helm dan langsung tancap gas. Dia kembali ke gedung yang dia tempati dulu.


Logan masuk lalu mengambil sebagian pakaiannya kemudian dia kembali keluar serta pergi. Dia menuju ke suatu tempat, Logan merasa sakit dan ingin menyendiri, dia mematikan ponsel  Logan mengambil minuman dan meminumnya.


Acel berhasil membuat hati Logan menjadi panas. Sedangkan Cella, dia tidak tahu kalau Logan sedang meradang di Amerika. Dia terlihat asik-asik saja berbincang dengan Chico.


Setelah pesta usai, Cella langsung pergi ke kamarnya kemudian dia melepaskan gaun, anting dan kalung. Cella masuk ke kamar mandi lalu membersihkan wajahnya.


Cella kembali ke kamar kemudian dia duduk di sisi tempat tidur, dia mengambil ponsel dan mencoba menghubungi kekasihnya tapi ponsel yang di tuju tidak aktif.


“Biasanya ponsel dia selalu aktif kenapa sekarang tidak aktif.” Cella belum memperhatikan pesan yang masuk lewat whatsapp.


Dia memikirkan Logan yang tidak memberi kabar padanya, Cella kembali membuka ponsel dan mecoba mengirim pesan kepada kekasihnya, dia membuka whatsapp dan melihat ada beberapa pesan Logan yang masuk.


Cella melihat ada beberapa foto dia dan Chico, jantungnya langsung berdebar. Dia membaca semua isi pesan Logan lalu dia menjadi marah.


“Siapa yang mengirim foto-foto ini kepada Logan?” Dia memakai pakaian kemudian  keluar kamar dan mencari Kairos, dia melihat sang kakak sedang berbincang-bincang dengan Chico lalu Cella menghampiri dan berbisik kepada Kairos.


Kairos mengkerutkan dahinya kemudian dia meminta waktu sebentar kepada Chico. Dia mengajak adiknya pergi ke ruang kerja. Mereka berdua masuk lalu Cella menunjukkan foto-foto yang di kirim Logan.


“Apakah kamu yang mengirimnya kepada Logan?” tanya Cella sambil menghapus air matanya lalu Kairos mengambil ponsel dari tangan adiknya dan  melihat foto-foto itu. Kairos juga terkejut kemudian dia menatap Cella.


“Aku bersumpah, aku tidak mengirim foto ini kepada Logan dan mana mungkin aku melakukan itu sedangkan kita bertiga berbincag bersama-sama.” Kairos meyakinkan Cella kalau bukan dia yang melakukannya kemudian dia mengeluarkan ponsel dari saku celana dan membuka media sosialnya.


Dia melihat ada beberapa pemberitahuan, lalu dia membukanya dan melihat Sheren menandai dia juga Cella dalam foto. Wajah Kairos berubah merah, dia terlihat sangat  marah.


“Ini bukan Sheren yang melakukannya tapi Acel,” ujar Kairos sambil menunjukkan media sosial miliknya kepada Cella.


Cella melihat ada namanya juga di tandai Sheren kemudian dia membuka media sosialnya juga dan langsung menghapus tanda dan memblokir media sosial milik Sheren juga Acel. Cella sangat marah, dia duduk lalu menangis. Kairos duduk di samping Cella kemudian memeluknya.


“Apakah kamu sudah menghubungi Logan?” tanya Kairos sambil menghapus air mata adiknya.


“Iya, Kairos. Tapi ponselnya tidak aktif, aku ingin kembali ke Amerika besok.” Cella memeluk Kairos dan menangis di pelukan Kakaknya, dia takut kehilangan kekasihnya.


“Aku akan membeli tiket untukmu,” ujar Kairos kemudian dia melepas pelukannya dan berdiri. Kairos membuka komputer dan memesan tiket untuk adiknya. Dia kembali duduk di samping Cella dan menghapus airmata gadis itu.


“Sudah jangan menangis, aku sudah membeli tiket untukmu. Begitu tiba di Amerika, kamu langsung mencarinya.” Kairos menenangkan Cella kemudian dia mengajak adiknya untuk pergi ke kamar.


Cella menyeka airmatanya, dia tidak ingin Acel melihat dia menangis. Kairos dan Cella keluar dari ruang kerja kemudian Kairos kembali berbincang dengan Chico. Sedangkan Cella dia pergi ke kamar dan mencoba mengubungi kekasihnya lagi.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya.


Mampir juga di karya terbaruku dengan judul


AMOR PROHIBIDO (CINTA TERLARANG)

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2