
Di perkebunan semua terlihat sibuk, hari ini akan dilangsungkan pernikahan Cella dan Eduardo. Nampak wanita itu termenung duduk di depan cermin, dia sedang menungggu penata rias.
Lalu terdengar kamarnya di ketuk, Cella berpikir itu adalah penata rias dia berdiri dan pergi membuka pintu. Wanita itu melihat Logan berdiri di hadapannya.
“Kamu belum bersiap-siap?” tanya Logan sambil memperhatikan kamar Cella.
“Penata rias belum datang, mungkin sebentar lagi,” jawab Cella seraya berjalan masuk ke kamar diikuti oleh Logan.
“Oh begitu,” gumam Logan, “Dimana Eduardo?” tanya pria itu sambil melihat ada siapa saja di kamar.
“Dia sedang di taman,” jawab Cella dengan menatap mata Logan, dia bisa melihat kesedihan di mata pria itu.
“Oh.” Logan berjalan lebih dekat lagi dengan Cella kemudian dia meraih tangan wanita itu.
“Kamu benar-benar ingin menikah dengan Eduardo?” tanya Logan dengan menatap mata Cella, dia berharap wanita itu membatalkan pernikahannya dengan Eduardo.
“Iya, aku akan menikah dengan Eduardo sekalipun aku tidak mencintainya,” jawab Cella dengan yakin.
“Baiklah.” Logan tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia memegang kedua pipi Cella dan menciumnya.
Cella memejamkan mata dan merasakan gigitan lembut di bibirnya. dia memegang pinggang Logan dan membalas ciuman pria itu.
‘Aku sangat rindu bau aroma tubuhnya,’ gumamnya dalam hati dia terus merasakan bibir pria itu menempel di bibirnya.
Mereka berdua saling memainkan lidah, tangan Logan mulai menggerayangi tubuh Cella. Dia menyandarkan tubuh wanita itu di dinding dan kembali mencium bibirnya. Logan memegang tangan sang mantan yang berusaha mendorong tubuhnya.
Cella tidak berdaya dia berusaha menepis tangan pria itu yang berusaha masuk di dalam roknya tapi tidak bisa jemari itu terus membelai pahanya.
__ADS_1
Wanita itu terus menghindar dan menahan tangan Logan tapi sang mantan terus memaksa, akhirnya jemarinya berhasil menerobos di sana. Cella kembali berusaha mendorong tubuh Logan tapi dia begitu kuat menahan Cella.
“Logan, jangan lakukan itu. Aku tidak ingin Eduardo memergoki kita,” pinta Cella tapi Logan tidak berhenti.
Logan terus memainkan jemarinya di sana sambil mencium leher jenjang Cella. Akhirnya wanita itu hanya bisa pasrah, dia sudah berusaha mendorong Logan tapi pria itu terlalu kuat.
Cella mulai merasakan kenikmatan dari jari Logan, dia mendesah dan meremas punggung pria itu. Cella memejamkan mata dan membiarkan jemari itu bermain cepat di antara pahanya.
Mendengar desahaan sang mantan, Logan dengan cepat mengeluarkan benda yang sudah sangat keras itu kemudian dia mengangkat rok wanita itu dan melakukannya.
Cella memejamkan mata dan meremas kembali punggung pria itu. Logan bermain dengan cepat, dia terus menggempur milik sang mantan. Dia ingin mencapai puncak kenikmatan bersama dengan orang yang dicintainya.
Cella merintih kenikmatan lalu dia mengalami pelepasan, pria itu membaringkan sang mantan kemudian dia melakukan lagi. Logan bermain lebih cepat sehingga membuat wanita itu merasakan kenikmatan kembali.
Logan semakin cepat lalu dia memeluk Cella dengan erat dan mengerang di kuping wanita itu. Mereka berdua mengalami pelepasan bersama.
Merasa aman, Logan langsung berlari pergi ke kamarnya. Sedangkan Cella dia langsung melepaskan pakaian dan menyalakan shower.
Dia memejamkan mata dan membayangkan apa yang dia dan Logan lakukan tadi.
“Mengapa aku tidak bisa melupakanmu?” Cella menangis di kamar mandi lalu terdengar pintu di ketuk.
Cella mematikan shower kemudian dia memakai handuk dan pergi membuka pintu. Cella te
rsenyum melihat Eduardo yang berdiri di depan pintu.
“Kamu belum bersiap-siap?” tanya Eduardo seraya masuk ke kamar.
__ADS_1
“Aku masih menunggu penata rias,” jawab Cella sambil duduk di kursi. Eduardo menghampiri wanita itu kemudian membelai rambut calon istrinya.
“Aku sangat bahagia,” ucap Eduardo sambil tersenyum kemudian dia mengecup bibir wanita itu.
“Aku juga,” balas Cella lalu terdengar lagi pintu di ketuk.
Eduardo langsung membukakan pintu dan menyuruh masuk. Cella berdiri kemudian dia duduk di depan cermin dan penata rias mulai merias wajah wanita itu.
Eduardo langsung meninggalkan Cella dan pergi ke kamar lain. Dia juga langsung bersiap-siap.
Sedangkan di kamar lain terlihat Logan sedang berdiri di depan cermin dan tersenyum saat mengingat apa yang baru saja dia dan Cella lakukan.
Aku sangat rindu mendengar desahaannya, gumam Logan seraya memakai kaos dalam dan mengambil kemejanya.
‘Tapi sekarang dia bukan milikku lagi, dia akan menikah dengan Eduardo. Mudah-mudahan dia bisa berbahagia dengan Eduardo,’ kata Logan dalam hati sambil memakai celana slimnya.
‘Aku tidak akan pernah mencari pengganti Cella, bahkan aku tidak akan pernah menikah lagi, dia tetap istriku.’ Logan mengambil jas dan memakainya.
Dia memperhatikan dirinya di cermin kemudian meninggalkan kamar. Logan pergi duduk di taman lalu dia melihat Lucio yang sudah rapi, pria itu tersenyum lalu berdiri dan memeluk putranya.
“Anak papi sangat tampan,” ucap Logan kemudian dia mencium pipi Lucio.
“Papi tidak memujiku?” Terdengar suara Sabrina lalu Logan menoleh kesamping, dia tersenyum melihat putrinya.
“Kamu juga sangat cantik, Sayang. Papi sangat senang melihatnya,” ujar Logan lalu Sabrina tertawa.
“Papi juga terlihat sangat tampan,” puji Sabrina lalu Logan duduk dan memangku Lucio sedangkan sang putri duduk di sampinya.
__ADS_1
“Terima kasih, Sayang,” ucap Logan kemudian dia mencium pipi Sabrina dan Lucio.