SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 28


__ADS_3

Tania bekerja sebagai kasir di toko roti yang berada di kota seattle. Hari ini dia sangat sibuk melayani pembeli. Tania melihat jam sudah menunjukan pukul 4 sore.


“Hmm sudah waktunya ganti shift kata Tania dalam hati.” Tania melihat ke pintu masuk penggantinya sudah datang. Lalu Tania tersenyum padanya. “Rahel cepat kesini.” Kata Tania sambil mengambil semua uang yang ada di dalam laci dan memasukannya ke dalam kantong.


Rahel menghampiri Tania


“Maaf Tania aku terlambat.” Kata Rahel sambil tersenyum


“Tidak apa apa Rahel.” Kata Tania. “Oh ya ini uang untuk kembalian, kamu hitung dulu.” Kata Tania lagi


Rahel menghitung uang yang di berikan Tania.


“Ok Tania ini genap.” Kata Rahel kemudian dia membuka kasir


Tania masuk ke dalam ruangan dan mencocokan jumlah uang yang ada padanya sama yang tertera di struk yang dia print.


“Hmm.. Jumlahnya sama.” Kata Tania dalam hati kemudian dia memberikan uang itu kepada kepala kasir.


Sementara itu di mobil, Jessica melihat ada toko roti


“Beb, kita berhenti di toko roti. Aku ingin membeli roti untuk sarapan besok pagi.” Kata Jessica kepada Carlos.


Carlos menghentikan mobilnya tepat di depan toko roti, kemudian Jessica menggendong Isabell lalu mereka turun dari mobil . Mereka bertiga masuk ke dalam toko. Jessica menurunkan Isabell lalu dia memilih milih roti bersama Carlos.


Sementara di dalam ruangan Tania mengganti seragamnya kemudian dia keluar dan berpamitan kepada teman temannya.


“OK, aku pulang ya. Aku sangat merindukan anakku.” Kata Tania kepada teman temannya kemudian dia keluar dari toko


Isabell melihat Tania lalu dia memegang tangan Carlos


“Papa Tania.” Kata Isabell sambil matanya memandang Tania yang berjalan keluar toko


Carlos menatap Isabell


“Iya sayang, kita akan mencari Tania.” Kata Carlos kemudian dia memilih roti


Isabell kembali menarik celan Carlos


“Papa mama Tania.” Kata Isabell lagi sambil melihat keluar. Dia melihat Tania sudah menyeberang jalan dan naik bus


Jessica menatap Isabell


“Kenapa sayang?” Tanya Jessica sambil membelai rambut Isabell


“Tania mama.” Kata Isabell lagi


“Iya sayang, papa dan mama akan mencari Tania.” Kata Jessica. Mereka tidak tahu kalai Isabell melihat Tania.


“Beb, kamu mau roti keju?” Tanya Jessica


“Tidak sayang, beli saja roti iris.” Jawab Carlos kemudian dia menggendong Isabell lalu mencium pipi Isabell


Jessica mengambil roti iris lalu dia pergi ke kasir. Jessica membayar roti di kasir kemudian dia dan Carlos keluar dari toko roti lalu masuk ke dalam mobil. Jessica dan Carlos langsung kembali ke apartemen.


Di seattle Jessica dan Carlos mencari informasi tentang keluarga Tania tapi dia dan Carlos belum berhasil


“Beb, bagaimana kalau kita sewa detektif saja untuk mencari Tania. Sudah hampir sebulan kita disini tapi belum juga ada hasil.” Kata Jessica


“Umm… iya sayang, mungkin lebih bagus kita sewa detektif untuk mencari Tania. Aku akan mencari informasi siapa detektif swasta yang terbaik di kota ini.” Jawab Carlos sambil menyandarkan badannya di sofa.


“Iya beb.”


Jessica keluar dari kamar, dia ingin melihat apakah Isabell sudah bangun. Jessica membuka pintu dan melihat Isabell masih tertidur pulas. Jessica menutup pintu kembali dan kembali ke kamar.


Indonesia

__ADS_1


Kairos sedang berbaring di tempat tidur lalu terdengar pintu kamarnya di ketuk, Kairos berdiri lalu pergi membuka pintu. Dia melihat Angel di depan pintu.


“Ada apa Angel?” Tanya Kairos


“Umm.. Kairos aku ingin ke tomohon.” Kata Angel


“Untuk apa?” Tanya Kairos


“Aku hanya ingin bertemu dengan orang tuaku.” Kata Angel lagi


“Baiklah Angel, aku akan mengantarmu. Sebentar aku akan mengganti pakaianku.”


“Iya Kairos. Aku tunggu di depan.” Kata Angel dan Kairos menganggukan kepala.


Kairos mengganti pakaiannya lalu dia keluar dari kamarnya. Kairos menemui mama Jessica dan berpamitan.


“Ayo Angel.” Kata Kairos kemudian mereka keluar dari.


Kairos membukakan pintu mobil kepada Angel kemudian angel masuk ke dalam mobil. Begitu juga dengan Kairos, dia masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobilnya menuju ke Tomohon.


“Bagaiman seandainya orang tuau tahu kalau kamu hamil.”


“Mereka tidak akan tahu Kairos. Makanya aku menemui orang tuaku sekarang karena perutku belum terlihat besar.” Kata Angel kepada Kairos.


Kairos memperhatikan perut Angel lalu dia memegangnya.


“Tapi perutmu mulai membesar Angel.” Kata Kairos sambil mengelus perut Angel.


“Iya Kairos tapi belum terlihat, karena aku pakai baju agak besar.”


Kairos kembali focus menyetir, dan akhirnya mereka sampai di rumah orang tua Angel. Angek mengajak Kairos masuk dan memperkenalkan Kairos kepada orang tuanya.


“Ma, ini Kairos tamuku dari America.” Kata Angel kepada mamanya. “Kairos ini mamaku.’


Kairos menyapa mama Angel


“Oh.. baik.” Jawab mama Angel sambil tersenyum.


Angel menyuruh Kairos duduk lalu dia mengajak mamanya masuk ke dalam kamar. Mereka berdua berbincang bincang di kamar


“Ma kita mo pi bali dengan Kairos minggu depan. Kong mo tinggal sadiki lama disana.” Kata Angel kepada mamanya. (Ma, aku dan Kairos akan ke Bali, kami akan tinggal sedikit lama di sana.”


“Brapa lama ngana di bali Angel?”


“Kita nintau ma, tergantung Kairos. Kalau dia suka ba lama di bali, kita musti iko pa dia.” Jawab Angel


(Aku belum tau ma, tergantung Kairos. Kalau diam mau tinggal lama di Bali, aku harus ikut)


“Ohh.. bagitu dang.” (Ohh.. begitu ya)


“Iya ma, makanya kita datang ba bilang skarang pa mama soalnya kita sibuk skali antar padi kasana kamari.” Kata Angel lagi ( iya ma, makanya aku beritahu sekarang karena aku sibuk sekali antar dia kesana kemari)


Angel berbohong ke pada mamanya. Kemudian Angel dan mamanya keluar menemui Kairos.


“Ma, kalau begitu aku kembali ke Manado sekarang.” Pamit Angel


“Iya, hati hati ya!”


“Iya Ma.”


Kairos juga berpamitan kepada mama Angel kemudian mereka berdua masuk kedalam mobil. Kairos langsung menjalankan mobilnya kembali ke Manado.


Mereka tiba di rumah, Kairos membukakan pintu mobil kepada Angel lalu Angel turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah. Angel langsung menuju ke kamarnya, Kairos mengikuti Angel dari belakang. Kairos masuk ke dalam kamar Angel lalu dia duduk di kursi.


“Angel besok kita akan ke dokter, kamu harus memeriksa kandunganmu, sekaligus aku ingin tahu jenis kelamin anakku.” Kata Kairos

__ADS_1


Angel duduk di sisi tempat tidur dan menatap Kairos


‘Iya Kairos, aku juga ingin tahu jenis kelamin anakku.” Jawab Angel lalu dia berdiri dan menghampiri Kairos. dia membelai rambut Kairos tapi Kairos menghindar, dia berdiri ingin meninggalkan Angel tapi Angel menahan tangannya. “Kairos aku ingin melakukannya denganmu.” Pinta Angel kepada Kairos.


Kairos menatap Angel


“Maaf Angel aku tidak bisa melakukannya denganmu, aku tidak mencintaimu.” Kata Kairos sambil melangkah ingin keluar dari kamar Angel.


‘Baiklah Kairos, kalau kamu tidak mau melakukannya aku tidak akan pernah makan dan minum susu.” Angel tahu kelemahan Kairos


Kairos berhenti dan menatap Angel


“Kamu mengacamku Angel? Kalau terjadi sesuatu pada anakku, kamu akan kehilangan rumah ini.” Kata Kairos sambil menatap marah kepada Angel.


“Aku tidak perduli Kairos.” Angel menghampiri Kairos. “Aku tidak perduli kehilangan semua ini.” Kata Angel sambil menatap Kairos.


Kairos menatap mata Angel


“Kamu benar benar keterlaluan Angel.”


“Kairos, kamu akan melakukannya atau kamu kehilangan bayi ini.” Ancam Angel sambil membelai wajah Kairos. “Katakan Kairos.” Kata Angel lagi sambil tanganya mengelus milik Kairos yang masih terlapisi dengan celananya


Kairos hanya diam dan menatap Angel. Kairos membiarkan Angel membuka ikat pinggang dan resleting celananya. Angel menarik Kairos, kemudian Angel duduk di sisi tempat tidur dan mengeluarkan milik Kairos lalu dia memainkan dengan jarinya. Angel memasukkan milik Kairos kedalam mulutnya.


Kairos memejamkan matanya, dia hanya diam saat Angel memainkan miliknya di dalam mulut Angel. Angel berhenti memainkan milik Kairos, lalu dia melepaskan pakaiannya dan pergi mengunci pintu kamarnya. Angel melepaskan pakain Kairos kemudian dia kembali memainkan milik Kairos, dia memainkan milik Kairos di dalam mulutnya.


Angel naik ketempat tidur lalu dia tidur terlentang


“Ayo lakukanlah Kairos.” Kata Angel kepada Kairos.


Kairos naik ke atas tempat tidur lalu Angel memegang milik Kairos.


“Kairos milikmu sudah keras.” Kata Angel sambil memainkan jarinya di milik Kairos tapi Kairos hanya diam. “Kairos tunggu apalagi?” Kata Angel lagi.


Kairos memegang miliknya lalu mengarahkan ke milik Angel. Kairos memasukkanya lalu kedua tangannya menyanggah di tempat tidur. Dia menggerakkan pinggangnya dengan perlahan lahan.


Angel memejamkan matanya dan merasakan milik Kairos yang panjang dan besar menusuk nusuk miliknya.


“Ahh.. Kairos aku suka.” Desah Angel sambil membelai dada Kairos.


Angel mengangkat kepalanya lalu melihat ke bawah, dia memperhatikan milik Kairos masuk keluar di miliknya.


“Ahh… Kairos lebih cepat lagi.” Bisik Angel.


Kairos mengikuti permintaan Angel. Kairos menggerakan pinggangnya dengan cepat. Angel mulai merasakan kenikmatan itu.


Terdengar bunyi cairan milik Angel saat Kairos memacu gerakannya dengan cepat


“Ahh… Kairos.. shit..” Rintih Angel. Dia meremas tanga Kairos. Terdengar juga Kairos mendesah.


Kairos memacu pinggangnya dengan Kasar.


“Aughh.. Kairos aku mau keluar..lebih cepat lagi.” Desah Angel. Kairos melingkarkan tanganya di punggung Angel lalu dia memacu lebih cepat lagi. Angel melingkarkan kakinya di pinggang Kairos lalu tubuh mereka berdua tersentak. Angel merasakan cairan milik Kairos mengalir di daerah kewanitaannya.


Kairos melepaskan pelukannya kemudian dia berdiri dan memakai pakaiannya lalu dia keluar dari kamar Angel.


Angel tersenyum.


“Ahh.. Kairos, kamu dasar bodoh. Mana mungkin aku mau kehilangan semua ini.” Kata Angel. “Kamu terlalu polos dan manja.” Kata Angel lagi kemudian dia bangun dan pergi membersihkan tubuhnya.


Kairos masuk ke dalam kamar.


“Angel benar benar memanfaatkanku.” Kata Kairos dalam hati sambil masuk ke dalam kamar mandi.


Selamat membaca

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar ya


Terima kasih


__ADS_2