SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 41


__ADS_3

Akhirnya Tuan Jeremmy kembali kerumah, Jessica dan Dixon menemani Tuan Jeremmy di rumah. Jessica tidak tahu kalau di kediaman Federico sedang terjadi baku tembak.


Sementara Colby di depan kediaman Tuan Jeremmy mendapat telepon dari Jack. Colby langsung menjawab telepon itu


“Hallo Jack?? Colby mendengar suara suara tembakan. “Jack apa yang terjadi? Kalian dimana?”


Terdengar suara Jack dari seberang telepon


“Colby kamu dimana? Cepat kesini, kami sudah terdesak.” Kata Jack


“Aku lagi di kediaman Tuan Jeremmy bersama Jessica, di sini juga ada Dennis. Kalian dimana Jack? Apa yang terjadi.”


“Colby kami di kediaman Tuan Federico dan tiba tiba ada yang menyerang kami. Cepat kesini Colby.” Kata Jack


“Aku segera kesana Jack.” Kata Colby lalu dia menutup telepon dan berlari masuk kedalam rumah. Dia menemui Jessica. “Jessi aku harus pergi ke kediaman Tuan Federico.”


Jessica menatap Colby


“Ada apa Colby? Apa yang terjadi? Mengapa wajahmu begitu khawatir.” Tanya Jessica penuh dengan kekhawatiran


“Jessi rumah mertuamu di serang oleh sekelompok orang.” Kata Colby. “Aku harus kesana Jessi.”


“Colby aku ikut denganmu, aku akan membawa anak buahku juga.” Kata Dixon


‘Tidak usah Dixon, lebih baik anak buahmu pergi ke rumah Jessica supaya Hank Alex dan Emil bisa ikut bersama ke kediaman Tuan Federico.


“Kamu benar Colby. Kalau begitu aku akan mengantar anak buahku ke rumah Jessica.” Kata Dixon lalu dia menghampiri Jessica. “Kamu dengan papi disini, aku akan mengantat anak buahku untuk melindungi anak anak di rumahmu.” Kata Dixon


“Baiklah Dixon, ayo cepat. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Carlos dan orang tuanya.” Kata Jessica.


Colby memanggil Dennis lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil, dia langsung meluncur ke kediaman Federico.


Dennis mengambil senjata yang berada di kursi belakang.


“Dennis, tolong kamu atur senjataku. Pasang teropongnya dan kamu atur jarak tembaknya.” Pinta Colby kepada Dennis


“Baik Colby.”


Dennis mengatur senjata Colby dan memasangkan teropong di senjata. Kemudian dia memasukan juga peluru. Dennis juga memasukan peluru di kedua pistolnya.


“Colby aku akan menelpon Charlie. Oh ya apakah bane bersama dengan Jack dan Carlos?” Tanya Dennis


“Iya Jack dan bane bersama Carlos, Osvaldo juga ada disana.” Kata Colby sambil melajukan mobilnya.


Sementara di kediaman Federico masih terjadi saling baku tembak.


Carlos menghampiri Mike,


“Mika apakah kamu baik baik saja?” Tanya Carlos.


“Iya Carlos, ayo kita keluar.” Kata Mike sambil berjalan merunduk, dia memegang pistol di kedua tangannya sedangkan Carlos memegang senjata laras panjang, dia memasukan dua butir peluru dan mengokangnya.


Carlos dan Mike keluar dari pintu belakang. Carlos mengambil handphonenya lalu menghubungi Osvaldo


“Hallo Osvaldo aku keluar dari pintu belakang, kalau ada musuh kamu beritahu aku.” Kata Carlos


“Baik Carlos, aku sudah melihatmu.” Kata Osvaldo dari seberang telepon.


Carlos dan mike berjalan mengendap endap. Tiba tiba adak yang melepaskan tembakan kepada mereka berdua, tapi tembakannya meleset. Carlos dan Mike langsung menunduk lalu Mike melepaskan tembakan.


“Mike kita berpisah aku kekanan kamu kekiri.” Kata Carlos kepada Mike lalu Mike menganggukan kepala.


Terdengar suara Osvaldo di telepon.


“Carlos hati hati salah satu musuh sedang mendekatimu. Apakah aku tembak saja?” Tanya Osvaldo.


“Biar aku saja Osvaldo.” Kata Carlos kemudian dia mengintip, saat musuh itu tiba Carlos memukul kepala musuh itu dengan senjatanya. Musuh itu terkapar lalu Carlos mengambil pistol itu kemudian dia berjalan keluar, dia melihat salah satu musuh ingin menembak Mike lalu Carlos mengarahkan senjatanya menembak musuh itu. Mike terkejut dan melihat Carlos kemudian dia mengangkat kedua bahunya.


Carlos memberi Isyarat kepada Mike untuk memutar jalan kedepan. Carlos merayap perlahan lahan. Kemudian terdengar erangan kesakitan.


“Carloosss..” terdengar suara Mike memangil Carlos.


Carlos berdiri lalu dia berlari mencari Mike, tapi Carlos terhenti karena melihat salah satu musuh sedang menodongkan senjatanya ke arah Mike. Carlos memberi isyarat kepada Mike, kemudian Carlos melepakan dua kali tembakan kepada musuh itu. Lalu musuh itu tersungkur.


Carlos langsung menghampiri Mike.


“Mike kamu tidak apa apa?” Tanya Carlos


“Carlos kakiku tertembak.” Kata Mike sambil merintih kesakitan.


“Mike aku akan membawamu ke dalam. Ayo letakkan tanganmu di punggungku.” Kata Carlos kepada Mike sambil memegang Mike. “Osvaldo lindungi aku dan Mike, aku akan mengantar Mike ke dalam. Kakinya tertembak.” Kata Carlos kepada Osvaldo lewat telepon


“Baik Carlos, aku akan melindungimu.”


Sementara itu Colby dan Dennis tiba di kediaman Federico. mereka berdua turun dari mobil


“Dennis, aku akan naik ke atas, kamu lindungi aku.” Kata Colby


“Baik Colby.”


Colby dan Dennis berlari sambil merunduk, Dennis melindungi Colby yang berusaha naik ke atap rumah.


“Ok Dennis, silahkan pergi. Cari Carlos di dalam.” Kata Colby kemudian dia mengatur senjatanya. Dia mulai mengamati musuh satu persatu. “Ohh… kamu disitu ya.” Kata Colby sambil memperhatikan gerakan musuh lewat teropongnya. “Berani sekali kalian mengusik Tuanku, rasakan peluruku ini.” Kata Colby kemudian dia membidik salah satu musuh di balik pohon. “Ayo keluarkan kepalamu dan biarkan peluruku bersarang di kepalamu.”


Saat musuh itu berpindah tempat. Colby langsung melepaskan tembakannya dan musuh itu tersungkur.


“1.. ayo siapa lagi.’ Kata Colby sambil mencari cari letak musuh.


Hank Alex dan Emil tiba di kediaman Federico. mereka mengambil senjata mereka dan berlari masuk kedalam

__ADS_1


Rick Garry Marco dan Albert beserta anak buah mereka terdesak karena musuh menggunakan senjata otomatis


Sementara di dalam rumah Carlos membawa Mike masuk ke dalam ruang kerja Federico. dia mengambil kain kafan dan membalut kaki Mike yang tertembak.


“Carlos mengapa polisi belum datang juga?” Tanya Mike


“Aku juga tidak tahu Mike, daddy sudah menelpon mereka tapi sampai saat ini mereka belum juga datang.” Kata Carlos sambil melingkarkan kain di kaki Mike. “Aku akan menelpon Charlie.” Kata Carlos kemudian dia mengambil handphonenya dan menghubungi Charlie.


“Hallo Charlie kamu dimana?” Tanya Carlos sambil jarinya menutup telinganya karena bunyi senjata api.


“Carlos aku lagi di kantor. mengapa ada bunyi tembakan? Apa yang terjadi.” Suara Charlie terdengar khawatir


“Charlie kami di serang, daddy sudah menghubungi polisi tapi sampai saat ini polisi belum juga datang.”


“Carlos aku segera kesana.” Kata Charlie kemudian telepon di tutup.


“Mike kamu bisa sendiri disini?” Tanya Carlos


“Iya Carlos aku bisa.’


“Baiklah Mike pegang pistol ini.” Kata Carlos sambil memberikan pistol kepada Mike.


Mike mengambil pistol dari tangan Carlos, Lalu Carlos meninggalkan Mike. Carlos berpapasan dengan Hank dan Emil.


“Syukurlah kalian sudah datang, anak buah daddy sudah terdesak. Tolong kalian bantu mereka.” Kata Carlos kepada Hank dan Emil.


“Baik Carlos.”


Hank dan Emil berlari keluar sambil merunduk. Emil melihat salah satu musuh ingin menembak Dennis lalu Emil langsung melepaskan tembakan ke arah musuh. Dennis terkejut dan melihat Emil


“Terima kasih Emil.” Teriak Dennis lalu dia berlari bergabung dengan Rick dan Garry.


Hank dan Emil berlari ke arah lain mereka ingin mengepung musuh.


Sementar Osvaldo sedang mengawasi Carlos dia mengamati kediaman Federico dengan teropongnya.


Sedangkan Colby dia berpesta dengan pelurunya.


“Hei.. kamu mau kemana. Nikmatilah dulu hadiaku ini.” Kata Colby sambil membidik musuh dari atap rumah. Dia melepaskan tembakan dan musuh satu persatu terkapar oleh peluru Colby.


Lalu polisi datang. Mereka langsung berpencar di kediaman Federico. Terlihat Charlie berlari masuk di dalam rumah. Dia langsung menemui Carlos.


“Carlos bagaimana kedaan orang tuamu?” Tanya Charlie.


“Mereka di kamar, hanya Mike dia tertembak.” Kata Carlos sambil meperhatikan polisi polisi yang berlari di luar mencari tempat berlindung. “Charlie jangan sampai polisi salah tembak. Jangan sampai mereka menembak anak buahku.”


“Kamu tidak usah khawatir Carlos aku sudah beritahu mereka.”


Polisi juga terlibat saling baku tembak dengan musuh. Dan akhirnya musuh menyerah karena banyak yang sudah terkapar oleh peluru Colby. Polisi menangkap dan membawa mereka, yang tertembak langsung di bawah kerumah sakit.


“Charlie aku ingin bertemu dengan kepala polisi.” Kata Carlos dengan kesal


“Ada apa Carlos?”


“Tapi Carlos, petugas mengatakan tidak ada satupun yang menelepon.” Kata Charlie kepada Carlos


“Jadi kamu pikir orang tuaku berbohong?”


“Bukan begitu Carlos, aku hanya berdasarkan apa yang di katakan petugas.” Kata Charlie


“Sebentar Charlie.”


Carlos masuk ke dalam kamar menemui Federico dan Liliana.


“Dad di luar sudah aman. Oh ya, apakah daddy tadi menghubungi polisi?” Tanya Carlos


“Carlos sampai tiga kali daddy menelpon polisi dan mereka katakan akan segera meluncur.” Kata Federico meyakinkan Carlos.


“Baiklah dadd, ayo temui Charlie.” Kata Carlos sambil memegang Federico lalu mereka keluar dari kamar.


Carlos dan Federico menemui Charlie.


“Charlie, kamu tanyakan saja langsung kepada Daddy.” Kata Carlos


“Charlie, aku sudah tiga kali menghubungi polisi lalu mereka katakan sudah meluncur. Kalau kamu tidak percaya ayo ikut aku.” Kata Tuan Federico sambil berjalan masuk kembali ke kamar di ikuti oleh Charlie.


Tuan Federico mengambil telepon dan menekan play lalu terdengar rekaman pembicaraan saat Tuan Federico menelepon polisi.


“Kamu sudah dengar Charlie?” Tanya Federico sambil meletakan kembali telepon di meja lalu mereka berdua keluar dari kamar menemui Carlos.


“Bagaimana Charlie? Apakah daddy berbohong?” Tanya Carlos dengan kesal.


“Tidak Carlos, aku akan ke kantor dan menanyakan kepada petugas.”


“Aku akan ikut denganmu.” Kata Carlos


Lalu terdengar ambulance masuk di kediaman Federico. Carlos menghampiri Mike


“Mike, aku tidak akan menemanimu ke rumah sakit, tapi aku akan meminta Emil dan Hank untuk ikut bersamamu ke rumah sakit. Aku harus ke kantor polisi bersama Charlie.


“Iya Carlos tidak apa apa.” Kata Mike kemudian petugas mengangkat Mike dan memasukan ke dalam Ambulance


Tiba tiba handphone Carlos berbunyi, dia melihat Jessica yang meneleponnya. Carlos langsung menjawab telepon dari Jessica


“Hallo sayang, kamu lagi dimana?” Tanya Carlos


“Beb, aku masih di rumah papi. Bagaimana keadaan kalian disana?” Tanya Jessica, terdengar suaranya sangat khawatir.


“Kami baik baik sayang, hanya Mike yang tertembak di kakinya. Tapi dia sudah di bawah kerumah sakit. sayang nanti aku hubungi kamu lagi, aku akan pergi ke kantor polisi bersama Charlie.”

__ADS_1


“Baiklah beb, hati hati ya. Aku mencintaimu.” Kata Jessica dari seberang telepon.


“Terima kasih sayang, aku juga mencintaimu.” Kata Carlos lalu dia menutup teleponnya.


Carlos menghampiri Charlie


“Baiklah Charlie, kita pergi sekarang?”


“Iya Carlos. Ayo!” Kata Charlie lalu dia dan Carlos keluar kemudian mereka berdua berpapasan dengan Colby.


“Terima kasih Colby.” Ucap Carlos sambil tersenyum


“Sama sama Carlos. Kalian mau kemana?”


“Aku dan Charlie akan pergi ke kantor polisi.” Jawab Carlos sambil berjalan di samping Charlie


“Aku ikut denganmu Carlos.” Kata Colby sambil mengikuti Carlos dari belakang.


“Baiklah Colby.”


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil lalu Charlie langsung meluncur ke kantor polisi.


“Charlie aku curiga salah satu polisi bekerja sama dengan mereka.” Kata Carlos


“Iya Carlos, aku juga berpikir begitu.” Kata Charlie sambil menyetir mobil. “Aku akan mencari tahu siapa yang menerima panggilan dari Federico.” Kata Charlie lagi.


“Charlie aku ingin kamu selidiki polisi tersebut, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada keluargaku.” Kata Carlos sambil matanya memandang keluar jendela.


Akhirnya mereka tiba di kantor polisi. Mereka turun dari mobil lalu langsung masuk ke dalam kantor. Charlie langsung menuju ke ruangan kepala polisi, dia mengetuk pintu dan terdengar suara kepala polisi dari dalam menyuruh Charlie masuk. Charlie membuka pintu lalu dia memberi hormat kepada kepala polisi.


“Ada apa Charlie?” Tanya kepala polisi


“Begini Sir, tadi telah terjadi baku tembak di kediaman Tuan Federico. Saat terjadi saling baku tembak Tuan Federico menelepon kantor polisi dan meminta bantuan tapi bantuan tidak datang. Padahal dia sampai tiga kali menelepon tapi jawaban petugas, polisi sedang dalam perjalanan. Padahal tidak ada satupun polisi yang di kirim.” Kata Charlie.


“Oh ya? siapa yang menerima laporan dari Tuan Federico?”


“Tentu saja petugas yang bertugas saat itu.” Jawab Charlie lalu kepala polisi berdiri dan mengajak Charlie menemui petugas itu.


Carlos melihat Charlie bersama kepala polisi menuju ke ruangan lain, Carlos mengikuti Charlie dan kepala polisi. Kemudian dia berhenti di depan pintu dan mendengar percakapan antara kepala polis, Charlie dan petugas penerima pengaduan.


“Tadi apakah ada laporan dari Tuan yang bernama Federico?” Tanya Kepala polisi


“Tidak ada Sir.”


“Kamu jangan berbohong, aku sendiri mendengar rekaman laporan itu dan kamu menjawab kalau polisi sudah menuju kesana.” Kata Charlie


Tiba tiba Carlos masuk dan menarik kerak petugas itu lalu dia melayangkan pukulan ke wajah petugas itu. Charlie terkejut lalu dia langsung menahan Carlos


“Charlie lepaskan aku, dia sengaja ingin membunuh keluargaku.” Kata Carlos dengan emosi


Charlie dan kepala polisi menahan Carlos lalu membawa Carlos ke dalam ruangan.


“Tuan Carlos, Anda jangan main hakim disini. Apalagi ini kantor polisi, biarkan kami yang menanganinya.” Kata kepala polisi kepada Carlos.


“Maaf Sir, aku terlalu emosi. Kalau tidak ada anak buahku, akau dan kedua orang tuaku sudah mati karena anak buahmu yang tollool itu.” Kata Carlos dengan emosi.


‘Tuan Carlos anda tenang saja , aku akan menindak dia. Oh ya apakah senjata yang kalian gunakan legal?” Tanya kepala polisi


“Iya sir semuanya legal, ada suratnya.” Jawab Carlos.


“Baiklah, aku juga akan memeriksa semua anak buahmu.”


“Silahkan Sir, mereka semua bersertifikat.” Jawab Carlos dengan suara agak tenang.


“Terima kasih Tuan Carlos atas kerja samanya.”


“Sama sama Sir. Oh ya aku ingin kalian menyelidiki siapa yang sudah membayar petugas itu dan siapa dalang di balik penyerangan di rumah orang tuaku. Kalau dalam satu minggu tidak ada kabar, jangan salahkan aku kalau aku sendiri yang pergi membunuh mereka. Untuk saat ini aku akan bekerja sama dengan menyerahkan semuanya kepada polisi.”


“Terima kasih Tuan Carlos, secepatnya kami akan menyelidikinya.” Kata kepala polisi.


“Baiklah kalau begitu aku pamit dulu.” Kata Carlos kemudian dia keluar dari ruangan lalu dia melihat banyak polisi sedang berkumpul Carlos berhenti lalu dia menatap mereka.


“Kalau kalian bisa menangkap dalang di balik penyerangan di rumah orang tuaku, apa saja yang kalian minta aku akan berikan. Kalian mau rumah mobil atau uang, aku akan memberikannya, asalkan kalian bisa menangkap orang itu hidup atau mati.” Kata Carlos kepada mereka. Lalu dia meninggalkan kantor polisi.


Charlie mengikuti Carlos dari belakang.


“Carlos aku akan mengantarmu.” Kata Charlie kemudian mereka masuk kedalam mobil


Charlie mengantar Carlos di kediaman Federico.


“Carlos kamu gila, mengapa kamu memberikan janji kepada mereka?”


“Charlie aku ingin mereka lebih bersemangat untuk mencari siapa dalangnya.” Kata Carlos


“Apakah kamu benar benar dengan janjimu itu?” Tanya Charlie


“Tentu saja Charlie, sejak kapan Carlos tidak serius, apalagi menyangkut keselamatan keluarganya.” Canda Colby.


“Aku serius Charlie. Kamu katakan lagi itu kepada mereka.”


“Baiklah Carlos.


Akhirnya mereka tiba di kediaman Federico.


Selamat membaca


Saat menulis, di luar hujan deras dan membuat aku mengantuk. Aku ingin tidur dan berhayal tentang Carlos..hahahahahahaha


See you tomorrow.

__ADS_1


Love you Guys


Besok aja ya aku sebutkan satu persatu yang sudah nge vote.


__ADS_2