SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Rencana


__ADS_3

Akhirnya mereka tiba di Soekarno Hatta Airport, Pak Bambang menjemput mereka dan mengantar mereka ke apartemen. Sampai di apartemen, mereka masuk dan anak anak langsung berlarian masuk ke kamar.


Jessica mengambil tas dan mengeluarkan laptop dan menghidupkannya. Carlos menghampiri Jessica dan duduk disamping Jessica.


“Sayang kamu tidak istirahat dulu?” Tanya Carlos.


“Ah, tidak beb. Aku ingin langsung bekerja supaya cepat selesai, Oh ya beb saham kamu di perusahaan ini berapa persen?”


“Tujuh puluh persen sayang, kenapa?”


“Tidak kenapa kenapa beb, berapa orang pemegang saham?”


“Hanya dua orang sayang.” Jawab Carlos.


“Oh begitu, beb aku akan ke kantormu.”


“Sekarang?” Tanya Carlos.


“Iya sekarang beb, kamu nanti jaga anak anak ya!”


“Baiklah sayang, hati hati ya.” Carlos memeluk Jessica dan menciumnya.”


“Iya beb, aku pergi ya.”


Jessica meninggalkan apartemen dan turun ke lobby, dia menelepon pak bambang sopir perusahaan untuk menjemputnya dan dia menunggu di lobby.


Tidak lama kemudian jemputan datang dan Jessica naik ke mobil.


“Mau langsung ke kantor bu?” Tanya Pak Bambang


“Tidak pak, kita tidak ke kantor. Ada yang ingin aku tanyakan sama Bapak.”


“Mau tanya apa Bu?”


“Accountingnya masih orang yang lama?” Tanya Jessica


“Ohh.. Bukan lagi Bu. Sudah diganti.”


“Sudah berapa lama di ganti Pak?”


“Sudah setahun lebih di ganti Bu, Direktur menggantinya dengan sepupunya Bu.”


“Oh begitu ya.” Jessica menjadi penasaran dan dia bertanya lagi. “Yang Accounting lama siapa namanya?”


“Namanya Halima Bu, padahal dia baik dan jujur. Tuan Carlos sangat percaya padanya Bu.”


“Bapak tahu tempat tinggal Bu Halima?”


“Iya saya tahu Bu, Ibu mau bertemu dengan Bu Halima?”


“Iya aku ingin bertemu dengan Bu Halima, Bapak bisa mengantarkan aku bertemu dengan Bu Halima?”


“Bisa Bu Jessi, saya akan mengantarkan Ibu bertemu dengan Bu Halima. Kita kesana sekarang!”


“Baik Pak.”


Pak Bambang langsung meluncur ke rumah Bu Halima. Sampai di depan rumah Bu Halima, Jessica dan Pak Bambang turun dari mobil.


“Bu Jessi ini rumah Bu Halima.” Kata Pak Bambang.


Pak bambang membunyikan pintu pagar rumah Bu Halima.

__ADS_1


Tidak lama kemudian pintu terbuka dan berdiri perempuan berkerudung di depan pintu.


Bu Halima terkejut melihat Jessica dan Pak Bambang. Dia langsung membuka pintu pagar rumahnya.


“Bu Jessica? Mari masuk bu! Ayo Pak Bambang masuk!” Jessica dan Pak Bambang masuk kedalam rumah dan duduk. “Ada apa Bu Jessica kesini?”


“Bu Halima aku hanya ingin bertanya, kenapa Ibu berhenti dari perusahaan suamiku?”


“Bu Jessi, aku bukan berhenti tapi diberhentikan oleh Direktur keuangan.” Jawab Bu Halima


“Boleh aku tahu kenapa Bu Halima di berhentikan?” Tanya Jessica lagi


Dengan wajah lesu Bu Halima menjelaskan kenapa dia di berhentikan.


“Bu Jessica aku di berhentikan karena aku menolak permintaan mereka.”


Jessica menjadi penasaran. “Permintaan apa Bu Halima?”


“Begini Bu Jessica, mereka meminta aku untuk membuat dua laporan pajak. Satu laporan untuk pengembalian kelebihan pajak dan satunya lagi untuk merekayasa pembayaran pajak.


“Ohh, jadi mereka membuat laporan pajak dengan angka yang tinggi dan setelah itu mereka membuat lagi laporan kelebihan membayar pajak. Begitu ada pengembalian pajak, uangnya masuk ke kantong mereka?”


“Iya benar sekali Bu Jessica.”


“Bu Halima mengenal orang orang di perpajakan?”


“Iya aku mengenalnya.” Jawab bu Halima.


“Begini Bu Halima aku ingin Bu Halima kembali bekerja di perusahaan suamiku sebagai Accounting dariku, karena aku akan mengakuisisi perusahaan suamiku.


“Bu Jessi sebenarnya Dirutnya itu tidak punya modal apa apa di perusahaan. Sebenarnya Tuan Carlos pemilik saham 100% di perusahaan itu tapi karena Tuan Carlos warga negara asing, jadi dia memberi 30 % pada Dirut karena perusahaan Tuan Carlos begerak di bidang pertambangan. Dan UU-nya mengatur seperti itu.


“Iya lebih bagus begitu Bu Jessica.”


“Mungkin Bu Halima masih menyimpan laporan laporan keuangan tiga tahun terakhir dari perusahaan suamiku?”


“Bu Jessica, semua laporan keuangan masih ada padaku. Laporan laporan pajak yang real masih ada padaku.”


“Kalau begitu nanti Bu Halima print. Dan aku minta tolong untuk meminta laporan pajak tahun ini sama dua tahun sebelumnya di kantor pajak! Aku ingin memeriksanya.”


“Oh ya Bu Jessi, kalau bisa kepala operasional di tambang Kalimantan sama Sulawesi di berhentikan dan panggil kembali kepala operasioanal yang lama?”


“Kenapa Bu Halima?” Tanya Jessica dengan penasaran.


“Bu Jessi, mereka juga orang orang Dirut dan Direktur keuangan, mereka merekayasa hasil produksi tambang.”


“Ada buktinya Bu?” Tanya Jessica lagi.


“Ada Bu, beberapa karyawan yang setia sama Tuan Carlos. Mereka memegang buktinya.”


“Baiklah Bu Halima, aku minta tolong nanti hubungi mereka. Soal biaya akomodasi mereka di Jakarta baik tiket, hotel, transportasi maupun makan mereka. Aku yang akan tanggung, suruh mereka secepatnya ke Jakarta. Begitu juga kepala operasional yang di berhentikan, suruh mereka ke Jakarta. Aku harus bekerja cepat karena aku tidak bisa lama di Jakarta.”


“Baik Bu Jessica, aku akan segera menghubungi mereka.”


"Oh ya, Pak Bambang nanti bantu mereka di Jakarta ya!”


“Baik Bu Jessica.” Jawab pak Bambang.


“Bu Halimah, aku minta nomor rekening Bank Bu Halima, saya akan transfer uang untuk biaya mereka datang ke Jakarta.”


“Baik Bu Jessi.” Bu Halima berdiri dan mengambil pulpen dan kertas kemudian dia menulis rekeningnya dan memberikan pada Jessica. “Ini Bu Jessica rekening Bank ku.”

__ADS_1


“Terima kasih Bu Halima. Bu jangan lupa ya laporan pajak serta laporan keuangannya, nanti aku akan menyewa hotel dan kita audit di hotel.


“Iya Bu Jessi segera saya akan print semua laporan keuangan dan pajak.”


“Pajak bulanan sama pajak tahunan ya Bu Halima!”


“Iya Bu Jessi.” Jawab bu Halima.


“Baiklah Bu Halima, kalau begitu aku permisi dulu. Oh ya, ini nomor teleponku.”


Jessica memberikan kartu namanya pada bu Halima dan pergi naik ke mobil. mereka meninggalkan rumah bu Halima.


“Pak antar aku ke apartemen saja!”


“Baik Bu Jessi.”


Pak Bambang mengantar Jessica ke apartemen, sampai di gedung apartemen Jessica turun dan langsung masuk kedalam. Jessica membuka pintu dan melihat Carlos yang lagi duduk di ruang tamu.


Jessica masuk dan menghampiri Carlos. Carlos menatap Jessica, dia berdiri dan memeluk Jessica.


“Bagaimana di kantor sayang?” Tanya Carlos sambil membelai wajah Jessica.


“Aku tidak ke kantor beb, aku hanya pergi bertemu bu Halima. Accounting di perusahaan kamu.”


“Oh begitu., dia orang kepercayaanku sayang tapi aku dengar dari Tiara dia di berhentikan sama Direktur keuangan.”


“Bu Halima juga bilang seperti itu.” Jessica melingkarkan tangannya di pinggang Carlos.


“Beb, aku akan mengakuisisi perusahaanmu.”


Carlos menatap Jessica dan tersenyum. “Lakukan saja sayang, kalau itu untuk untuk kebaikan perusahaan tidak apa apa sayang. Lagipula kamu istriku, aku tidak keberatan yang akan menjadi pemilik perusahaan istriku sendiri.


Jessica tersenyum pada Carlos. “Aku akan melakukannya dengan cepat beb.” Kata Jessica pada Carlos.


“Melakukan apa sayang.”


“Akuisisi perusahaanmu beeb.. Kamu pikir melakukan apa?” Kata Jessica


Carlos tertawa dan memeluk Jessica. “Aku pikir melakukan ini.” Carlos menggendong Jessica dan membaringkan Jessica di sofa. Dia naik di atas tubuh Jessica dan mencium bibir Jessica lalu mereka berciuman.


Jessica menghentikan ciumannya dan membelai wajah Carlos dan meraba bibir Carlos dengan jarinya.


Carlos menatap mata Jessica. “Sayang aku beruntung sekali memiliki istri sepertimu, kamu itu cantik juga pintar. Bukan hanya pintar dalam mengurus perusahaan, kamu juga pintar di ranjang.” Canda Carlos pada Jessica dan Jessica tertawa.


Jessica mencubit pinggang Carlos dan Carlos tertawa. “ Benar sayang, apalagi kalau kamu sudah berada di atas tubuhku membuat aku semakin bergairah. Gerakan gerakanmu membuat aku cepat keluar.” Kata Carlos sambil tertawa, Jessicapun ikut tertawa dan memukul lengan Carlos.


“Tapi sayang yang membuat aku kagum padamu, caramu mendidik anak anak. Kamu begitu lembut pada anak anak, kamu memanjakan mereka dengan kasih sayang, bukan dengan materi. Dan aku tidak pernah melihat mereka berantem, kamu mengajarkan mereka untuk saling menyayangi.”


Jessica tersenyum pada Carlos. “Beb kamu juga yang membantuku mendidik mereka, bukan hanya aku sendiri. Itu karena kerja sama kita berdua beb.”


Carlos mencium bibir Jessica. “Aku sangat mencintaimu sayang.”


Jessica melingkarkan tangannya di leher Carlos dan mengecup bibir Carlos. “Aku juga mencintaimu beb, sangat mencintaimu.”


Mereka saling berpelukan


Selamat Membaca


Terima kasih bagi yang masih setia memberi like dan komen


like dan komen kalian penyemangat author untuk selalu up cerita ini.❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2