
Adrian mengantar Carlos kesebuah gedung kosong kemudian mereka masuk kedalam gedung itu. Dan Carlos melihat seseorang yang dia kenal bersama dengan anak buah Adrian. Dia berjalan mendekati orang itu dan Adrian menyuruh anak buahnya untuk meninggalkan Carlos bersama orang itu.
Carlos tertawa dan menunduk kemudian dia menggeleng gelengkan kepalanya. Dia menatap Glen dengan wajah marah. “Ternyata kamu Glen yang menyuruh Adrian menembak Jessica, dasar bodoh. Kamu pikir dengan selesai menembak Jessica kamu akan lolos.” Kata Carlos pada Glen sambil mendekati Glen dan Glen menjauh dari Carlos. Wajahnya terlihat takut.
“Lihat Glen kamu menyuruh orang untuk menembak Jessica tapi akhirnya orang yang kamu suruh itu membawa kamu ke hadapanku. Kamu salah menyuruh orang Glen, yang kamu suruh itu teman baikku.” Kata Carlos sambil tertawa. Carlos mengeluarkan pistolnya dari balik pinggangnya.
“Carlos aku minta maaf, aku memang sudah bersalah.” kKata Glen dengan wajah ketakutan karena melihat Carlos memegang pistol.” Carlos jangan membunuhku, aku akan menyerahkan diriku pada polisi aku siap di penjara Carlos.”
“Kamu dasar pengecut, banci.” Kata carlos pada glen.” Kali ini aku tidak akan membiarkan kamu lolos. Aku sudah memberimu kesempatan waktu di Indonesia, aku membiarkan kamu melarikan diri saat kamu meculik Jessica. Tapi lihat sekarang, kamu menyuruh orang untuk menembak Jessica. Kamu pikir aku akan memaafkanmu.” Carlos mengarahkan pistolnya pada Glen.
“Carlos beri aku kesempatan, aku janji tidak akan pernah mengulanginya lagi.” Kata Glen sambil berlutut di hadapan Carlos dan memohon pada Carlos.
“Aku sudah memberikan kesempatan padamu waktu di Indonesia, Sekarang tidak ada lagi kesempatan untukmu.” Carlos mengarahkan pistolnya di kepala Glen dan Glen memohon mohon pada Carlos agar tidak membunuhnya, dan terdengar dua kali letusan senjata dan Glen tersungkur di depan Carlos.
Carlos terkejut dan dia melompat berlindung di balik tembok.” Dan Carlos melihat Mike dan anak buahnya mendekati Glen yang sudah tidak bernyawa lagi. Carlos keluar dan menghampiri Mike. Carlos menatap Mike.
“Mike kenapa kamu disini.Bagaimana kamu tahu kalau aku disini?” Tanya Carlos pada Mike
“Carlos aku bukan orang bodoh, aku tahu kamu pasti akan mencari siapa yang menembak Jessica. Aku menyuruh anak buahku untuk selalu mengawasimu.” Kata mike pada Carlos lalu Mike menarik lengan Carlos. “Sudah aku katakan padamu jangan melakukan hal buruk, tapi kamu tidak mendengarkanku, sekarag cepat kembali kerumah sakit!” Perintah Mike pada Carlos dan memberikan kunci mobilnya pada Carlos, dan Carlos meninggalkan Mike di gedung.
Mike menyuruh anak buahnya untuk mengurus mayat Glen. Kemudian dia keluar bersama anak buahnya yang lain dan meninggalkan gedung itu.
Caros kembali ke rumah sakit dan langsung masuk kedalam ruangan. Dia duduk disamping tempat tidur dan memandang Jessica, dia mengambil tangan Jessica dan menciumnya. “Sayang bangunlah, aku sangat merindukan manjamu. Bangunlah sayang.” Carlos berdiri dan mengecup kening Jessica, dia mengusap wajah Jessica. “Aku meridukanmu sayang.” Bisik Carlos di kuping Jessica. Mike datang dan menghampiri Carlos.
__ADS_1
“Bagaimana dengan Jessica Carlos?” Tanya Mike
“Hmm.. Belun sadar juga Mike.” Carlos menarik tangan Mike dan mereka keluar dari ruangan.
“Bagaiman dengan mayat Glen, siapa yang mengurusnya?” Tanya Carlos pada Mike.
“Kamu tenang saja Carlos semua sudah di selesaikan oleh anak buahku.” Kata Mike pada Carlos. “Kamu urus saja Jessica.” Dan handphone Carlos berbunyi, Carlos melihat telepon dari Federico dan Carlos menjawabnya
“Hi dadd kenapa belum tidur? Tanya Carlos pada Federico
“Daddy tidak bisa tidur nak, daddy memikirkan Jessica.” Kata Federico. “Bagaimana keadaan Jessica?” Tanya Federico dari seberang telepon
“Belum siuman juga dadd.” Kata Carlos pada Federico. “Dadd tidurlah nanti daddy sakit.”
Carlos menutup telepon dan kembali berbincang bincang dengan Mike.Tidak lama kemudian Mike pamit pulang pada Carlos.
“Carlos aku pulang dulu, nanti besok aku datan lagi kesini.” Kata Mike pada Carlos
“Baiklah Mike, terima kasih.” Kata Carlos pada Mike dan dia memeluk Mike.
Kemudian Mike meninggalkan Carlos.
Carlos kembali beridir di samping tempat tidur Jessica dan mencium kening Jessica, kemudian Carlos pergi ke sofa dan membaringkan dirinya dan akhirnya dia tertidur.
__ADS_1
Tiba tiba dia melihat tubuh Jessica tergunjang, dia berdiri dan berlari keluar memanggil dokter dan dokter berlarian masuk kedalam ruangan Jessica. Dokter memeriksa Jessica, mereka terlihat begitu panik, Jessica mengalami trauma. Dokter mengambil suntik dan menyuntikkan ke lengan Jessica, detak jantung Jessica semakin lemah. Carlos terlihat sangat khawatir dia memperhatikan terus dokter yang sedang menangani Jessica.
Wajahnya penuh ketakutan, perawat berlarian keluar dan kembali membawa defribrilator ( alat pacu jantung) ke dalam ruangan ruangan. Carlos semakin khawatir, dia menghubungi rumah dan meminta Kairos untuk di bawah kerumah sakit. Dan tidak lama kemudian Federico dan Liliana datang membawa Kairos Carlos melihat wajah fedrico dan Liliana juga sangat khawatir.
Carlos mengambil Kairos dan memeluknya, Carlos melihat dokter menempelkan Defribrilator ke dada Jessica dan badan Jessica tersentak. Carlos mulai menangis dia melihat Federico memeluk Liliana dan Liliana menangis. Kemudian dia melihat lagi dokter menempelkan Defribrilator ke dada Jessica dan tubuh Jessica tersentak lagi. Dan dia melihat dokter berhenti dan menggeleng gelengkan kepala.
Carlos semakin takut perasaannya mulai berkecamuk dan dia melihat mereka melepaskan alat bantu pernapasan, dokter keluar dan menemui Carlos dan mengatakan kalau mereka tidak bisa menyelamatkan Jessica. Carlos memberikan Kairos pada Liliana dan dia masuk kedalam, dia memeluk Jessica dan menangis. “Kamu tidak boleh pergi, kamu tidak boleh meninggalkanku bangun sayang jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa tanpamu,” Carlos menggunjang gunjang tubuh Jessica, dia berteriak. “Bangun jangan tinggalkan aku, jangan tinggalkan aku dan Kairos.” Carlos memeluk tubuh Jessica dan menangis, dia memeluk erat tubuh Jessica. Dia mengusap wajah Jessica. “ Mengapa kamu tinggalkan aku, aku tidak bisa tanpamu sayang, bangun sayang..”
Dia mengambil Kairos dan mendekati Jessica. “Sayang lihat Kairos, kamu tega meninggalkan aku dan kairos kamu tega sekali meninggalkan kami berdua. Bangun sayang , jangan tinggalkan aku.” Carlos menangis dan Kairos ikut menangis. Carlos meletakkan Kairos di samping Jessica dan Kairos memegang tangan Jessica. “Sayang lihat Kairos dia masih kecil.” Carlos membelai wajah Jessica dan mencium kening Jessica. Dia menempelkan dahinya di dahi Jessica, air matanya jatuh menetes di wajah Jessica.
Carlos melihat Federico mendekatinya dan mengambil Kairos darinya, Carlos terduduk lemas. Dia masih tidak percaya dengan kepergian Jessica, dia melihat Mike datang dan memeluknya, dia menangis di pelukan Mike. Dan kemudian dia melihat Mike memeluk Jessica dan menangis. Liliana masuk dan memeluk Carlos, mereka berdua menangis. Mereka tidak menyangka secepat itu Jessica pergi.
Kemudian Carlos melihat petugas rumah sakit masuk dan membawa Jessica, carlos mengikuti petugas petugas itu. Mereka membawa Jessica untuk di mandikan, setelah itu jenasah Jessica di bawah pulang Carlos masuk dalam ambulance dan duduk disamping jenasah Jessica. Dia memegang terus tangan Jessica.
Saat pemakaman tiba Carlos berdiri depan liang lahat dia memperhatikan petih jenasah itu, dia memegangnya dan menangis. Dia tidak percaya kalau mereka akan terpisah untuk selamanya. Peti jenasa di masukan kedalam liang lahat
Tiba tiba Carlos mendengar bunyi letupan senjata, dia merasakan ada peluruh bersarang di dadanya dan dia tersungkur.
Selamat Membaca
Jangan bosan ya.
Jangan lupa like dan komen ya
__ADS_1