
Sudah seminggu lebih Tania berkerja di perusahaan milik Reagen. Mereka berdua semakin dekat bahkan Reagen selalu menunjukan perhatiannya kepada Tania. Tapi Reagen belum mengetahui kalau Tania sudah memiliki anak.
Reagen berjalan ke ruangan Tania, dia membuka pintu dengan perlahan lahan lalu dia melihat Tania sedang berada di depan computer.
“Hi Tania?” Sapa Reagen lalu Tania terkejut
“Ahh…!?! Reagen kamu membuat aku terkejut.” Kata Tania sambil melotot kepada Reagen lalu Reagen tertawa.
“Maaf Tania, aku tidak bermaksud membuatmu tekejut.” Kata Reagen sambil berjalan masuk lalu dia duduk di atas meja kerja Tania. “Kamu sudah makan?” Tanya Reagen.
“Umm… belum. Aku tidak lapar .” Kata Tania sambil memperhatikan layar computer.
“Hei.. makan dulu, nanti kamu sakit.” Kata Reagen sambil mengambil mouse dan mematikan computer. “ Kalau kamu sakit, kamu pasti tidak masuk kantor lalu aku kesepian disini.” Kata Reagen lagi sambil mengedipkan sebelah matanya, lalu Tania tertawa.
“Kamu bisa saja, bilang saja kalau kamu ingin aku menemanimu makan.”
Reagen tersenyum dan mencubit hidung Tania.
“Kamu sudah tahu, jadi ayo ikut bersamaku temani makan siangku.” Kata Reagen sambil turun dari meja dan menarik tangan Tania.
Tania berdiri lalu ikut dengan Reagen, mereka berdua masuk ke dalam mobil. Reagen menatap Tania lalu dia tersenyum.
“Reagen jangan menatapku seperti.” Kata Tania. Dia menjadi salah tingkah dengan tatapan Reagen.
Reagen membelai rambut Tania,
“Apakah tidak boleh aku memandang kecantikanmu?”
Mendengar Reagen berkata begitu Tania langsung tertawa,
“Reagen jangan mulai lagi, kamu mau makan atau tidak?” Kata Tania mengalihkan pembicaraan.
Reagen menatap Tania lalu dia menghidupkan mesin mobil.
“Setiap aku berkata begitu, dia selalu mengalihkan pembicaraan.” Kata Reagen dalam hati kemudian dia menjalankan mobilnya
“Ahh.. Reagen seandainya kamu tahu kalau aku sudah memiliki anak kamu pasti akan menjauh dariku.” Kata Tania dalam hati.
Reagen berhenti di salah satu restoran ternama.
“Kita makan disini saja Tania.” Kata Reagen sambil melepaskan safety belt dan membuka pintu mobil
“Baiklah Reagen.”
Tania dan Reagen turun dari mobil lalu masuk ke dalam restoran.
Sementara di kediaman Carlos dan Jessica, mereka kedatangan Pedro dan Vania.
Jessica melihat anak Vania lalu dia menggendongnya.
"Vania putrimu cantik sekali." Kata Jessica sambil mencium pipi Chatarine
"Tentu saja sayang, Vania jugakan cantik." Canda Carlos lalu mereka tertawa.
Ezer bamgun lalu debora membawanya kepada Jessica. Melihat Jessica menggendong Chatarine, Ezer langsung menangis.
Carlos dan Jessica langsung tertawa.
"Sayang Ezer camburu kamu menggendong Chatarine." Kata Carlos kemudian dia menggendong Ezer tapi Ezer tidak mau. Dia hanya mau di gendong Jessica.
Carlos mengambil Chatarine dari Jessica lalu menggendongnya. Jessica langsung menggendong Ezer dan mencium Ezer.
Pedro dan Vania tertawa melihat Ezer.
__ADS_1
"Jessi, Ezer sangat tampan ya." Kata Vania sambil memegang pipi Ezer.
"Iya Vania." Kata Jessica sambil tersenyum.
"Jodohkan saja Chatarine dan Ezer." Canda Carlos lalu Pedro dan Vania tertawa.
"Beb, kamu bisa saja." Kata Jessica
"Tidak apa apa sayang, daripada Ezer mencari wanita lain lebih baik bersama Chatarine. Lagipula kita sudah saling megenal dan mengetahui keluarga kita masing masing." Kata Carlos lagi.
"Iya benar Carlos, aku setuju." Sela Pedro.
Vania langsung tertawa.
"Oh ya lebih baik kalian berdua menginap saja disini. Tidak perlu ke hotel." Kata Jessica.
Vania menatap Pedro
"Bagaimana Pedro?" Tanya Vania sambil memegang tangan Pedro.
"Terserah kamu Vania." Jawab Pedro sambil memperhatikan Carlos yang lagi menggendong Chatarine.
"Baiklah Jessi, kami akan menginap di sini." Kata Vania.
"Itu bagus." Kata Jessica kemudian dia berdiri dan membawa Ezer kepada Debora.
Jessica memberikan Ezer kepada Debora lalu dia merapikan kamar tamu yang di gunakan Tania.
Carlos masuk kemudian dia menghampiri Jessica.
"Sayang, lalu Tania nanti tidur dimana?"
"Untuk sementara Tania tidur di kamar Kairos, nanti aku yang bicara pada Kairos." Kata Jessica sambil memgganti melepaskan sprei dari kasur.
"Baiklah sayang." Kata Carlos kemudian dia meninggalkan Jessica.
Pelayan membawakan bill kepada Reagen lalu Reagen memberikan credit cardnya kepada pelayan. Tidak lama kemudian pelayan membawa credit card milik Reagen lalu dia dan Tania meninggalkan restoran.
Tania dan Reagen kembali ke kantor. Mereka berdua turun dari mobil lalu Reagen memegang tangan Tania dan masuk ke dalam kantor.
Mereka berdua masuk ke dalam ruangan Tania.
"Oh ya Tania, nanti aku akan memgantarmu pulang ya." Kata Reagen
"Ah Reagen, tidak usah. Aku ada jemputan."
Reagen menatap Tania,
"Telepon jemputanmu dan katakan padanya aku akan mengantarmu pulang."
"Tapi Reagen..
"Tania lakukan saja." Sela Reagen. " Telepon sekarang."
Tania menarik nafas panjang kemudian dia mengambil handphonenya lalu dia menghubungi Hank. Tania meminta Hank untuk tidak menjemputnya.
Tania menatap Reagen.
"Aku sudah meneleponnya." Kata Tania sambil meletakkan handhonenya di atas meja.
Reagen tersenyum kepada Tania.
"Terima kasih sayang." Canda Reagen sambil berjalan keluar lalu Tania mengambil kertas dan membuatnya kusut lalu dia melemparkannya kepada Reagen. Kertas itu mengenai kepala Reagen.
__ADS_1
Reagen meghentikan langkahnya lalu dia memutar tubuhnya dan menatap Tania. Tania mengangkat kedua keningnya.
"Siapa yang mengijinkamu memanggilku sayang." Kata Tania menahan Tawa karena melihat mimik wajah Reagen.
Reagen berjalan menghampiri Tania lalu dia menarik tangan Tania.
"Aku atasanmu, jadi tidak perlu meminta ijin padamu untuk memanggilmu sayang." Kata Reagen sambil berusaha menarik Tania.
Tania tertawa dan berusaha melepaskan tangan Reagen.
"Reagen lepaskan tanganmu, nanti ada yang melihat kita berdua." Kata Tania sambil melepaskan tangan Reagen.
Reagen melepaskan tangan Tania kemudian dia kembali keruangannya.
Tania kembali duduk lalu dia tersenyum sendiri.
Sore hari Reagen kembali pergi keruangan Tania. Dia masuk dan langsung memghampiri Tania.
"Ayo kita pulang." Ajak reagen kepada Tania.
"Sebentar Reagen, aku matikan komputernya dulu." Kata Tania sambil mematikan komputer kemudian dia memasukan handphonenya kedalam tas.
Reagen dan Tania keluar dari ruangan lalu pergi ke parkiran. Reagen membukakan pintu mobil kepada Tania lalu Tania masuk. Begitu juga dengan Reagen.
Reagen langsung keluar dari parkiran lalu menuju ke kediaman Carlos.
Sesekali mata Reagen melirik Tania.
"Dia cantik sekali. Aku sangat menyukainya." Kata Reagen dalam hati.
Akhirnya mereka sampai di kediaman Carlos.
"Kamu tinggal disini Tania?" Tanya Reagen sambil memperhatikan rumah Carlos.
"Iya Reagen, aku tinggal disini." Jawab Tania lalu dia melihat Debora lagi menggendong Ezer kemudian dia tersenyum. Oh ya Reagen itu anakku." Kata Tania sambil menunjuk Ezer.
Reagen terkejut.
"Anak kamu Tania? Kamu sudah memiliki anak?" Tanya Reagen dengan heran.
"Iya Reagen, aku sudah memiliki anak." Jawab Tania.
"Berarti kamu sudah menikah?" Tanya Reagen lagi. Terdengar nada suaranya seperti kecewa.
Tania menatap Reagen lalu dia tersenyum
"Aku belum menikah Reagen."Jawab Tania
"Lalu?"
"Reagen, aku tidak bisa menceritakannya sekarang. Besok di kantor aku akan menceritakannya padamu. Semuanya." Kata Tania Lagi.
"Baiklah Tania, besok aku akan menjemputmu."
"Ah.. Tidak usah Reagen."
"Tidak Tania, besok aku akan menjemputmu." Sela Reagen kemudian dia memegang pipi Tania.
"Baiklah Reagen, kalau begitu aku turun ya." Kata Tania sambil membuka pintu mobil.
"Iya Tania, sampai jumpa besok ya." Kata Reagen lalu Tania menganggukan kepala.
Reagen tersenyum lalu dia meninggalkan Tania.
__ADS_1
visual Reagem busa di lihat di episode sebelummya. 47
Selamat membaca.