SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Diserang


__ADS_3

Karena tidak ingin tinggal bersama kedua orang tua sang kekasih, kembali Logan tinggal di apartemen. Saat sedang duduk di teras, ponselnya berbunyi, dia melihat satu pesan masuk dari nomor tidak di kenal.


Dengan mengerutkan dahi Logan membaca pesan itu. ‘Ambil motormu sekarang, aku tidak ingin melihatnya di garasiku.’ Logan tahu itu berasal dari siapa, dia berpikir sejenak apakah dia akan pergi mengambil motornya atau tidak.


Akhirnya pria itu memutuskan pergi ke rumah orang tua Maurent untuk mengambil motornya. Sebelum dia keluar Logan mengintip dari lubang dan melihat beberapa orang pria berbadan besar sedang berdiri di depan pintu apartemennya.


Salah satu pria itu sangat di kenali olehnya, Logan melangkah mundur kemudian  buru-buru masuk ke dalam kamar. Dia mencoba mencari jalan keluar lalu  membuka lemari dan mencari kain. Logan menemukan beberapa kain gorden kemudian  menyambungnya.


Logan membuka pintu teras kemudian dia menutup kembali  dan mengikat kain yang sudah di sambungnya di pintu. Dia berdiri di balkon kemudian melompat dan menjatuhkan diri di balkon lain.


Dia melihat pria dan wanita sedang berbincang di depan tv kemudian mengetuk pintu. Pria itu terkejut melihat Logan berada di teras mereka.


“Apa yang kamu lakukan disini?” tanya pria itu dengan heran lalu berdiri dan berjalan ke arah teras dia belum ingin membukakan pintu kepada Logan, wajahnya terlihat khawatir.


“Tolong buka pintunya, ada yang ingin membunuhku,” sahut Logan kemudian pria itu membuka pintu. “Aku hanya ingin keluar lewat apartemenmu,” pinta Logan dengan memohon.


“Baiklah,” ujar pria itu kemudian dia membiarkan Logan masuk dan  membuka pintu utama.


“Terima kasih, sudah menolongku,” ucap Logan kemudian dia langsung berlari menuju tangga. Kekasih Cella  tidak ingin menggunakan lift, dia takut bertemu dengan mereka.


Sementara orang-orang yang ingin membunuhnya mendobrak pintu apartemen milik Logan lalu masuk. Mereka  langsung mencari kekasih Cella tapi  tidak menemukannya, salah satu melihat kain terikat di pintu teras.


“Dia sudah lari, aku rasa dia masih berada di dalam gedung ini. Ayo kita cari dia, yang lain ikut lift dan yang lain ikut tangga saja,” perintah salah satu dari mereka.


Lalu terdengar salah satu dari penjahat menelepon rekan mereka yang masih berada di luar gedung, dia memerintahkan agar mereka naik ikut tangga.


Sedangkan Logan, dia berlari menuju pintu, dan menuruni tangga dengan cepat kemudian  terhenti saat mendengar percakapan dua orang pria.  Perlahan-lahan dia naik kembali, kekasih Cella tidak tahu lagi harus kemana.


Akhirnya dia memutuskan naik sampai ke atap gedung apartemen. Logan tiba di sana kemudian bersembunyi, dia mengeluarkan pistol dan mengokangnya.


Sementara itu Cella sedang bersiap-siap untuk pergi ke apartemen, dia mengambil kunci mobil lalu  berpamitan kepada Jessica dan masuk ke dalam kendaraan roda empat miliknya.


Cella menghidupkan mesin mobil lalu ponselnya berbunyi, dia melihat panggilan dari Logan. Dia langsung menjawabnya.


“Hallo, Logan. Aku baru saja akan ke apartemen,” ujar Cella seraya memakai sabuk pengaman.


“Cella, jangan ke apartemen. Ada orang yang ingin membunuhku, mereka sedang mencariku. Aku sedang berada di atap gedung sekarang.” Cella terkejut kemudian dia keluar dari mobil, dan langsung menemui Jessica di kamar.


Tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk. Jessica terkejut melihat Cella, dia melihat wajah putrinya penuh dengan kecemasan.


“Ada apa, Sayang. Mengapa wajahmu seperti itu?” Carlos juga langsung bangun dan duduk di tempat tidur, dia memperhatikan wajah putrinya yang terlihat pucat.


“Mam, ada yang ingin membunuh Logan, sekarang dia terdesak di atap gedung apartemen,” sahut Cella dengan cemas.


“Oh ya? Kalau begitu mama akan menelpon Charlie dan meminta tolong kepadanya.” Charlie adalah anggota polisi sekaligus bodyguard yang sangat dipercaya oleh Jessica.


Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Charlie,  sedangkan Carlos dia berdiri dan menghampiri putrinya.

__ADS_1


“Dimana apartemennya dan lantai berapa?”  Cella memberitahukan apartemen yang di tempati Logan kemudian Carlos keluar dari kamar dan menemui beberapa bodyguard kepercayaan istrinya.


“Bane, dimana yang lainnya?” tanya Carlos sambil matanya mencari pengawal lainnya.


“Mereka lagi di depan Carlos, ada apa?” tanya Bane


“Cepat panggil mereka dan pergi ke apartemen yang di tempati Logan, ada yang ingin membunuhnya,” perintah Carlos kepada Bane.


Bane berjalan pergi memanggil rekan-rekannya, dia menjadi bingung kepada Carlos. Karena dia tahu Carlos sangat membenci Logan dan sekarang  ingin menyelamatkan pria itu.


Dia menggeleng-gelengkan kepala kemudian melihat semua bodyguard sedang berbincang-bincang, Bane memanggil mereka dan mengajak rekan-rekannya pergi ke apartemen.


Di kamar terlihat Cella sangat khawatir, dia mondar-mandir sambil memperhatikan mamanya yang sedang menelepon. Jessica menutup telepon kemudian menghampiri putrinya.


“Sayang. Sudah jangan khawatir, Charlie dan rekan-rekan polisinya sedang menuju ke apartemen,” ujar Jessica lalu Carlos masuk dia langsung membelai rambut putrinya.


“Papa sudah menyuruh Bane dan lainnya pergi ke apartemen, kamu jangan khawatir lagi.” Dia memeluk Cella dan mengecup kening gadis itu, Cella terlihat sangat senang karena papanya sudah mau menerima kekasihnya.


“Terima kasih, Pap,” ucap Cella dengan memeluk Carlos. Jessica terlihat senang melihat Carlos sudah merestui hubungan putrinya dengan Logan.


“Sayang, besok kita ke dokter untuk periksa kandunganmu.” Cella tersenyum kemudian dia menganggukkan kepala dan melingkarkan tangan di pinggang papanya.


“Iya, papa akan mengantarmu ke dokter.” Carlos memeluk putrinya dengan erat dan mengecup ubun kepala gadis itu.


“Terima kasih, Pap, Mam,” ucap Cella dengan mengeratkan pelukannya kepada Carlos  Dia terlihat sangat bahagia.


Sementara di apertemen, para suruhan itu naik juga sampai ke atap mereka mencari Logan tapi  tidak menemukan pria itu.


“Mungkin saja,” balas yang satunya lagi lalu mereka meninggalkan atap dan menemui yang lainnya.


Mereka  masuk kembali ke apartemen dan mencari tahu Logan masuk ke unit siapa. Para penjahat membuka pintu teras dan memeriksa ujung kain itu berada di mana.


“Sepertinya dia berada satu lantai di bawah ini,” ucap sang pria pemimpin mereka lalu  melihat beberapa mobil polisi berhenti di depan apartemen, mereka langsung berlari keluar dan turun lewat tangga.


Charlie memerintahkan semua rekan-rekannya masuk ke dalam apartemen, mereka masuk lewat lift.


Sedangkan Bane dan rekan-rekannya juga tiba di apartemen, mereka juga masuk lewat lift. Mereka semua tiba di lantai 11 dan bertemu dengan Charlie.


“Hi, Charlie. Apakah kamu sudah bertemu Logan?” tanya Bane sambil menyelipkan pistonya di pinggang.


“Saat kami tiba, pintu ini sudah rusak dan Logan tidak ada di sini,” ujar Charlie seraya meletakkan kedua tangannya di pinggang dan memperhatikan aprtemen yang sudah berantakan itu.


“Aku akan mencarinya,” ujar Bane lalu ponselnya berbunyi. Dia melihat panggilan dari Cella, Bane langsung menjawabnya.


“Hallo, Cella. Logan tidak ada di apartemen, dan apartemennya sudah acak-acakan, kami tidak tahu Logan dimana sekarang,” info Bane kepada gadis itu.


“Bane, Logan berada di atap apartemen. Dia bersembunyi disana,” sahut Cella dari seberang telepon.

__ADS_1


“Baiklah, Cella. Aku akan pergi ke atap sekarang,” ujar Bane kemudian dia menutup teleponnya. Bane menghampiri Charlie dan berbisik.


“Logan ada di atap, dia bersembunyi disana.”


“Baiklah, kalian ajak dia turun dan segera bawah dia ke rumah Carlos,” perintah Charlie lalu Bane mengajak salah satu rekannya untuk pergi ke atap. Bane dan Mauricio sampai  dan memanggil Logan.


“Logan. keluarlah kamu sudah aman.” Mendengar suara Bane, Logan langsung keluar dari persembunyiannya, dia menemui Bane dan Mauricio.


“Terima kasih kalian sudah menyelamatkanku,” ucap Logan sambil mengebas-ngebas celananya yang kotor.


“Carlos yang menyuruh kami untuk datang kesini, Charlie juga ada di apartemenmu tapi orang-orang yang ingin membunuhmu sudah pergi.” Logan berhenti mengebas celananya dan menatap Bane, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja Bane katakan.


“Carlos yang menyuruh kalian?” Bane tertawa melihat mimik wajah Logan lalu dia menepuk punggung pria itu.


“Iya, Carlos yang menyuruhnya. Ayo kita pergi dari sini.” Bane mengajak Logan untuk pergi ke kediaman Carlos, Mereka turun keparkiran dan masuk ke dalam mobil lalu Bane langsung menjalankan kendaraannya menuju ke kediaman Carlos,


Mereka tiba lalu Logan turun dari mobil. Melihat Logan datang, Cella langsung berlari keluar rumah dan menyambut kekasihnya. Dia memeluk pria itu dengan erat.


“Kamu tidak apa-apakan?” tanya Cella dengan khawatir dan memperhatikan tubuh kekasihnya.


“Aku tidak apa-apa, jangan berlari-lari. Ingat kamu sedang hamil,” ujar Logan dengan mengecup kening Cella lalu gadis itu tersenyum dan mengajak Logan masuk ke dalam, mereka berdua langsung menemui Jessica di ruang santai. Melihat Carlos dia langsung menyapanya.


Nampak wajah Carlos tetap dingin kepada Logan, dia tidak ingin menatapnya walaupun dia sudah merestui mereka berdua.


“Terima kasih sudah menyelamatkanku,” ucap Logan kepada Carlos dan Jessica.


“Tidak perlu berterima kasih, aku melakukannya karena putriku,” sahut Carlos kemudian berdiri dan pergi ke kamar. Jessica tersenyum kepada Logan,


“Jangan di perhatikan, dia begitu karena belum siap kehilangan putri kesayangannya,” kata Jessica lalu Logan menganggukan kepala dan tersenyum.


“Tidak apa-apa, aku mengerti,” ujar Logan sambil menatap Cella lalu memegang tangan gadis itu.


“Sebaikanya kamu tinggal saja dulu disini, kalau di apartemen tidak aman.” Cella terlihat sangat senang mendengar Jessica mengajak Logan tinggal di rumah mereka.


“Iya, Logan. Sebaiknya kamu tinggal saja sementara di sini, aku khawatir mereka mencarimu lagi,” pinta gadis itu dengan wajah memohon.


“Tapi, Cella ….”


“Sudah, tidak ada tapi-tapi lagi. Pokoknya kamu harus tinggal di sini,” sela Cella memotong perkataan Logan. Pria itu hanya terdiam, dia menuruti permintaan kekasihnya.


“Baiklah kalau begitu,” ujar Logan lalu dia berdiri. “Aku akan mengambil pakaianku di apartemen.”


“Aku ikut denganmu,” pinta Cella


“Kamu di sini saja, nanti Bane dan Alex yang menemani Logan,” kata Jessica kepada Cella. Dia tidak ingin Cella ikut dengan Logan, dia mengkhawatirkan kandungan putrinya.


“Baiklah kalau begitu,” sahut Cella kemudian dia duduk kembali sedangkan Logan, dia mengajak Bane dan Alex untuk menemaninya ke apartemen.

__ADS_1


Akhirnya Logan tinggal di rumah Carlos, walaupun Carlos tetap bersikap dingin kepadanya tapi Logan tetap sabar, begitu juga terhadap Acel. Walaupun Acel menunjukkan rasa tidak suka tapi Logan selalu berusaha menyapa kembar Cella.


Selamat membaca


__ADS_2