SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Bertemu dengan anak tertua


__ADS_3

Carlos bangun dan melihat Vania masih tertidur pulas di sampingnya, dia melihat jam sudah menunjukan pukul lima sore. Dia berdiri dan pergi kekamar mandi lalu dia membasuh mukanya. Carlos mengganti pakaiannya kemudian dia keluar dari kamar mandi. Dia melihat Vania masih juga tidur. Carlos duduk disisi tempat tidur dan membelai wajah Vania, kemudian dia mengecup kening Vania dan Vania membuka matanya dan tersenyum pada Carlos.


“Bangun sayang terus mandi, kita akan pergi ke tempat temanku.”


“Iya Carlos.” Kata Vania kemudian dia berdiri dan memeluk Carlos. Carlos tersenyum dan memeluk Vania.


“Ayo mandi sayang, atau kamu mau aku mandiin?” Canda Carlos pada Vania dan Vania mencubit perut Carlos dan Carlos tertawa.


Vania melepaskan pelukannya dan pergi ke kamar mandi kemudian dia mandi. Selesai mandi dia memakai pakainnya dan keluar dari kamar mandi.


“Aku sudah selesai Carlos, apakah kita akan pergi sekarang?”


“Iya sayang, ayo!” Kata Carlos sambil berdiri dan memasukkan dompet di saku celananya dan mengambil kartu akses kemudian mereka.


Mereka berdua masuk kedalam lift dan menuju lobby. Tiba di lobby mereka berdua keluar dan Carlos memanggil taxi.


Carlos dan vania masuk kedalam taxi dan meminta sopir taxi untuk mengantar mereka ke alamat yang di berikan oleh Carlos.


“Carlos tempat tinggal temanmu jauh?” Tanya Vania.


“Tidak sayang, kita akan pergi ke tokonya.”


“Ohh.., aku pikir kita akan pergi ke rumahnya.” Kata Vania sambil tersenyum.


Dan akhirnya mereka tiba. Carlos membayar taxi dan mengajak vania untuk masuk kedalam. Carlos melihat Ron dan langsung menyapa Ron.


“Hi ron apa kabar?”


Ron terkejut melihat Carlos.


“Hei Carlos lama kita tidak bertemu.” Kata Ron sambil memeluk Carlos. Mereka berdua saling berpelukan. “Kamu kemana saja Carlos?”


“Aku pergi ke Indonesia ron. Oh ya ron kenalkan ini Vania, calon istriku.” Kata Carlos pada Ron.


“hi Vania, senang bertemu denganmu.”


“Terima kasih ron, senang bertemu denganmu juga.” Balas Vania dan Ron tersenyum.


“Oh ya kita keruanganku saja!”


Mereka masuk kedalam ruangan dan duduk.


“Oh ya Carlos ada yang bisa aku bantu?”


“Iya Ron, aku butuh mobil. Aku ingin kamu mencarikan mobil untuk aku sewa selama dua minggu.”


“Carlos kamu memiliki mobil kenapa kamu ingin menyewa mobil?” Tanya Ron pada Carlos dengan heran


“Aah.. Ron, mobilku ada di rumah. Aku tidak ingin pergi kerumahku.”


“Lalu kamu tinggal dimana Carlos?” Tanya Ron lagi


“Aku tinggal di hotel Ron.”


“Carlos untuk apa kamu tinggal di hotel? Kalau kamu tidak ingin tinggal di rumahmu, kamu pakai saja apartemenku.” Katra Ron pada Carlos. “Carlos apartemenku tidak ada tempati. Tinggal saja di apartemenku.”


“Ahh.., tidak usah Ron. Aku di hotel saja, aku ingin kamu mencarikan mobil saja untukku.” Kata Carlos pada Ron.


“Baiklah Carlos, kalau begitu kamu pakai saja mobilku yang satu. Kali ini kamu tidak boleh menolaknya.” Kata Ron dan Carlos tertawa.


“Baiklah Ron aku tidak akan menolak bantuanmu.”


“Bagus carlos, itu baru sahabatku. Kalau begitu ayo ikut aku.” Ajak Ron pada Carlos kemudian Carlos berdiri, dia memegang tangan Vania dan mengikuti Ron dari belakang. Mereka keluar dari toko dan ron menutup tokonya kemudian mereka masuk kedalam mobil.


Ron menjalankan mobil menuju kerumahnya. Tiba di rumah, Ron mengajak Carlos dan Vania masuk. Mereka masuk kedalam rumah .


“Silahkan duduk Vania.” Kata Ron pada vania lalu vania duduk di sofa. “Ayo Carlos kamu ikut aku!” Ajak Ron pada Carlos lalu Carlos mengikuti Ron. “Carlos calon istrimu itu cantik sekali dan terlihat masih muda. Umurnya berapa Carlos?”


“Umm.., dua pulu enam Ron.” Jawab Carlos.


Ron berhenti dan menatap Carlos.


“Apa? Dua puluh enam? Carlos dia lebih pantas jadi anakmu.” Canda Ron dan Carlos langsung tertawa.


“Dia mencintaiku Ron dan aku juga menyukainya, hanya dia yang bisa membuat aku melupakan Jessica.”


“Ah.. Carlos kamu selalu beruntung mendapatkan wanita yang cantik. Istri pertamamu juga cantik dan umur kalian juga berbeda jauh dan sekarang kamu mendapat wanita lebih cantik dan lebih muda lagi. Kamu sungguh hebat Carlos.” Kata Ron pada Carlos.


Mereka tiba di garasi. Ron membuka garasi mobil dan memberikan kunci mobil pada Carlos.


“Kamu pakai mobil ini saja Carlos.”


“Terima kasih Ron, kamu baik sekali.” Kata Carlos pada Ron.


“Hei Carlos. Kita sudah lama berteman dan kamu sudah sering membantuku.”


“Sekali lagi terima kasih ron.” Ucap Carlos kemudian dia masuk kedalam mobil dan mengeluarkan mobil dari garasi kemudian dia mematikan mesin mobil lalu dia keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah bersama ron.


Dia dan Ron menemui Vania yang lagi menunggu mereka di ruang tamu.


“Sayang kita akan kembali ke hotel sekarang.”

__ADS_1


“Iya Carlos.” Kata Vania lalu dia berdiri.


“Ron kalau begitu aku kembali ke hotel sekarang.”


“Baiklah Carlos, hati hati ya.”


“Iya Ron terima kasih.” Ucap Carlos pada Ron lalu dia dan Vania masuk kedalam mobil dan Carlos langsung menjalankan mobilnya kembali ke hotel. Tiba di hotel mereka langsung menuju ke kamar mereka. Mereka berdua masuk kedalam kamar dan vania langsung duduk di sofa.


“Sayang nanti sebentar kita makan malam bersama anakku.”


“Kamu akan bertemu dengan anakmu Carlos?”


“Iya sayang, aku akan menelepon anakku dan mengajaknya untuk makan malam bersama kita.” Kata Carlos sambil mengeluarkan handphone dari saku celananya. Dia mencari nomor Kairos dan langsung menghubungi Kairos ada nada panggil dan terdengar suara Kairos.


“Hallo pap, bagaiman kabar papa di Indonesia?” Tanya Kairos dari seberang telepon. Dia tidak tahu kalau Carlos sudah berada di Amerika.


“Papa baik baik saja Kairos, oh ya papa sekarang ada di kota Torrrance.”


“Oh ya? Kapan papa datang?”


“Papa tiba tadi siang di Torrance, oh ya apakah kamu sibuk Kairos?”


“Ah.., tidak pap. Kenapa?”


“Umm.., papa ingin mengajakmu makan malam bersama papa.”


“Baiklah pap, aku akan kerumah papa.” Kata Kairos dari seberang telepon.


“Kairos papa tidak rumah, papa menginap di hotel”


“Kenapa papa tidak tinggal di rumah?”


“Papa tidak ingin mengingat semuanya kairos. kamu datang saja di hotel ya.”


“Baiklah pap, papa menginap di hotel apa?” Tanya Kairos lagi.


“Datang saja di miyako hybrid, jangan lupa ajak juga dengan Tania.”


“Baiklah pap, aku akan kesana bersama Tania. Aku siap siap dulu.” Kata Kairos dari seberang telepon.


“Terima kasih Kairos.” Ucap Carlos lalu dia menutup teleponnya dan duduk di samping Vania.


“Sayang kamu akan bertemu dengan anak tertuaku. Kamu tahu dia sangat tampan.” Kata Carlos pada Vania dan Vania tersenyum.


“Apakah dia lebih tampan darimu?” Canda Vania Carlos tertawa.


“Iya sayang, dia lebih tampan dariku.”


“Kamu tidak boleh jatuh cinta pada anakku, kamu hanya milikku.” Kata Carlos sambil memeluk erat tubuh Vania dan Vania tertawa.


“Kamu tenang saja Carlos, aku hanya mencintaimu.” Kata Vania lalu dia mengecup bibir Carlos.


“Terima kasih sayang. Mudah mudahan saat anakku melihatmu dia akan menyukaimu dan menerimamu.” Kata Carlos sambil membelai wajah Vania.


Sementara itu di kediaman Jessica.


Kairos sedang bersiap siap untuk bertemu dengan Carlos, dia memakai kemejanya lalu dia mengambil sepatu kets kemudian dia memakainya. Dia keluar dari kamarnya dan mengambil kunci mobil, kemudian dia mengetuk pintu kamar Jessica.


Dan pintu terbuka.


“Mam aku mau pergi ke Torrance bersama Tania.”


“Untuk apa kamu Torrance sayang? Sebentar lagi kita akan makan malam?”


“Mam papa mengajakku untuk makan malam bersamanya.” Kata Kairos pada Jessica.


“Oh.., papa kamu ada di Torrance sekarang?”


“Iya mam, dia baru tiba tadi siang di Torrance.” Jawab Kairos


“Ohh.., kalau begitu hati hati ya sayang.”


“Iya mam, aku pergi dulu ya.” Pamit Kairos pada Jessica kemudian dia masuk kedalam mobil dan langsung pergi menjemput Tania. Tiba di rumah Tania Kairos langsung turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah Tania. Pintu terbuka dan Tania keluar.


“Kita pergi sekarang honey?” Tanya Tania.


“Iya sayang, papa sudah menunggu kita.”


“Baiklah kalau begitu ayo!” Kata Tania pada kairos kemudian mereka berdua masuk kedalam mobil dan kairos langsung menjalankan mobilnya menuju ke kota Torrance. Tiba di kota Torrance Kairos mencari hotel tempat Carlos menginap. Dan akhirnya mereka tiba di hotel, Kairos memarkirkan mobilnya kemudian mereka turun dari mobil dan masuk kedalam hotel. Kairos mengeluarkan handphonenya dan menelepon Carlos.


Terdengar suara Carlos.


“Kamu sudah sampai Kairos?”


“Iya pap, aku sudah di lobby.” Kata Kairos kemudian dia menutup teleponnya. Dia dan Tania duduk di sofa dan menunggu Carlos.


Tidak lama kemudian dia melihat Carlos keluar dari lift bersama wanita


“Siapa wanita itu? Apakah itu kekasih papa?” Tanya Kairos dalam hati. “Dia cantik sekali dan terlihat sangat mudah.” Kata Kairos lagi.


“Hi Kairos, apa kabar?” Sapa Carlos.

__ADS_1


Kairos bediri dan memeluk Carlos.


“Aku baik baik saja pap. Aku sangat merindukanmu.”


“Papa juga sangat merindukanmu.” Kata Carlos pada Kairos.


Dia melihat Tania dan menyapanya.


“Hi Tania apa kabar.” Sapa Carlos sambil mencium kedua pipi Tania.


“Aku baik baik saja tuan.” Balas Tania.


“Hmm.., baguslah aku senang mendengarnya. Oh ya kenalkan ini Vania. Calon istri papa.


Vania ini Kairos anak tertuaku dan ini Tania pacar Kairos.


“Hi senang bertemu denganmu vania.” Ucap Kairos sambil mencium kedua pipi Vania.


“Terima kasih Kairos, senang bertemu denganmu juga.” Balas Vania. “Hi Tania senang bertemu denganmu.” Ucap Vania pada Tania dan Tania tersenyum.


“Sama sama Vania.” Balas Tania.


“Oh ya kalau begitu kita cari restoran yang bagus untuk makan malam kita.”


“Iya pap, aku tahu restoran yang bagus disini.”


“Kalau begitu ayo kita pergi sekarang!”


Mereka keluar hotel dan menuju parkiran, Kairos berjalan dengan Carlos dan Vania berjalan dengan Tania. Kairos melingkarkan tangan satunya di punggung Carlos dan berbisik.


“Papa tidak salah memilih calon istri?” Tanya Kairos


“Tidak Kairos, memangnya kenapa?” Tanya Carlos penasaran.


“Papa dia cantik sekali, dia telihat cantik dari tania papa.” Canda Kairos dan carlos tertawa. “Papa umur Vania berapa?”


“Umm…, dua pulu enam Kairos.” Bisik Carlos di kuping Kairos.


“Hah? Papa dia lebih cocok jadi anak papa.” Canda Kairos dan Carlos tertawa lagi.


Sudah jangan sampai Vania dengar. pakai mobil kamu saja Kairos?


“Terserah papa.”


“Pakai mobil kamu saja. Terus kamu yang menyetir, papa masih lelah untuk menyetir.”


“Baiklah pap.” Kata Kairos kemudian dia membuka pintu mobil dan menyuruh Tania masuk.


Tania duduk di samping Kairos dan Carlos duduk di belakang bersama Vania. Kairos menjalankan mobilnya menuju ke restoran. Sesekali matanya melihat Vania dan Carlos di spion. “Calon istri papa cantik sekali, bahkan lebih cantik dari mama dan jauh lebih muda dari mama.” Kata kairos dalam hati. “Kalau mama melihatnya pasti mama akan cemburu.”


Mereka tiba di restoran. Kairos memarkirkan mobil kemudian mereka turun dan masuk kedalam restoran. Mereka duduk dan memesan makanan, sambil menunggu pesanan mereka berbincang bincang dan bersenda gurau.


“Oh ya pap, kapan papa akan menikah dengan Vania?” Tanya Kairos membuka percakapan


“Em.., dua bulan lagi kami akan menikah Kairos.”


“Bagus pap, secepatnya saja supaya papa tidak sendiri lagi. Setidaknya ada yang memperhatikan papa, apalagi tidak baik membiarkan wanita secantik Vania menunggu lama.” Canda Kairos dan mereka tertawa.


Vania tersenyum pada Kairos.


“Kenapa Carlos tidak membicarakannya padaku kalau dua bulan lagi akan menikah?” Tanya Vania dalam hati.


“Oh ya Vania, kenapa kamu bisa jatuh cinta pada papaku?” Tanya Kairos pada Vania dengan bercanda


“Ehm…, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa jatuh cinta pada papamu.”


“Kairos Vania jatuh cinta kepada papa karena papakan tampan.” Sela Carlos dan mereka tertawa lagi dan Vania menginjak kaki Carlos dan Carlos memeluk Vania lalu mengecup kening Vania.


“Makanannya sudah datang, kita makan dulu.” Kata Carlos.


Dan mereka makan. Selesai makan mereka masih berbincang bincang. Akhirnya Carlos mengajak mereka pulang.


“Baiklah Kairos antar papa dan Vania ke hotel, ini sudah larut malam dan kalian juga harus kembali ke Santa Barbara.” Kata Carlos pada Kairos.


“Iya pap. Kalau begitu ayo!”


Mereka keluar dari Restoran dan masuk kedalam mobil. Kairos langsung mengantar Carlos dan Vania ke hotel. Tiba di hotel Carlos dan Vania turun dan Kairos langsung berpamitan pada Carlos.


“Pa, aku langsung pulang ya.” Pamit Kairos


“Iya Kairos hati hati ya!”


Kairos dan Carlos berpelukan.


“Iya pap. Vania kami pergi dulu ya.” Pamit Kairos pada Vania kemudian dia mencium kedua pipi Vania. Tania juga berpamitan pada Carlos dan Vania. Kemudian Kairos dan Tania masuk kedalam mobil dan Kairos menjalankan mobilnya ke Santa Barbara.


Carlos dan Vania langsung masuk kedalam hotel.


Selmat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2