
Melihat Jessica menangis Vania langsung memeluk Jessica. Carlos hanya tertunduk dia juga merasa sedih, kenapa Jessica ingin kembali di saat dia dan Vania sudah akan menikah. Carlos duduk di sofa dan memegang kepala dengan kedua tangannya.” Kenapa kamu baru datang sekarang Jessi.” Kata Carlos dalam hati. “Aku tidak bisa membatalkan pernikahan aku dan Vania. Maafkan aku, kamu sudah terlambat Jessi.” Kata Carlos lagi dalam hati.
“Jessi apa yang terjadi kamu dengan pedro?” Bukannya kamu tidak ingin meninggalkan Pedro?”
“Iya aku tidak ingin meninggalkan Pedro tapi Pedro sudah meninggalkan aku, aku menerima surat gugatan cerai dari Pedro seminggu yang lalu.” Kata Jessica pada Carlos dan Carlos terkejut.
“Kenapa pedro menggugat cerai padamu Jessi?”
“Carlos ternyata Pedro mendengar percakapan kita malam itu. Waktu kita berdua di pondok.” Jawab Jessica. Dan ternyata dia ke Portugal hanya untuk mengurus perceraian aku dengannya.
“Aku minta maaf Jessi, kalau aku tidak membawamu ke pondok itu mungkin Pedro tidak akan menceraikanmu.
“Sudah terjadi Carlos, aku sudah berusaha untuk mempertahankannya tapi dia tidak ingin kembali.” Kata Jessica lagi
Vania memeluk Jessica dan Jessica menangis di pelukan vania. “Maafkan aku jessi.” Bisik Vania di kuping Jessica.
“Tidak Vania. Kamu tidak perlu minta maaf, kamu tidak salah Vania. Aku yang salah, kamu sudah memberi aku kesempatan tapi aku tidak mengambil kesempatan yang kamu berikan itu.” Kata Jessica sambil menangis.
“Bukan itu Jessi, aku minta maaf sudah membuatmu menangis.”
“Tidak apa apa Vania.” Kata Jessica pada vania.
Vania tersenyum melihat Carlos dan Jessica. Vania melepaskan pelukan Jessica dan dia menarik tangan carlos. Carlos berdiri dan menatap vania dengan heran.” Ayo berdiri di sini Carlos!” Kata Vania pada Carlos sambil memegang badan carlos dan dia menarik tangan Jessica berdiri dekat Carlos.
“Uumm.. Carlos tidak ada kata terlambat, kamu dan Jessica masih bisa bersatu.”
Jessica dan Carlos menatap vania dengan heran. “Tapi sayang kamu sudah menyebarkan undangan pernikahan kita.”
Vania tertawa . “Carlos siapa yang menyebar undangan pernikahan kita?” Carlos menjadi heran pada Vania.
“Maksudmu apa Vania? Bukannya kamu sudah menyebarkan semua undangan?”
“Ehmm…. Carlos aku minta maaf, aku tidak pernah mencetak undangan pernikahan kita.”
“Apa? Kenapa kamu lakukan itu Vania?” Tanya Carlos pada Vania dengan heran
“Maaf Carlos, aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak mencintai aku.” Kata Vania pada Carlos dan dia menarik tangan Carlos keluar dari ruangan. “Sebentar ya Jessi.” Kata Vania pada Jessica dan Jessica menganggukan kepala.
Vania membawa Carlos ke ruang meeting.
“Carlos aku minta maaf selama ini aku berbohong padamu, aku tidak pernah mencetak undangan pernikahan kita.”
“Kenapa kamu lakukan itu Vania? Tanya Carlos lagi.
__ADS_1
“Karena aku yakin Jessica pasti akan kembali padamu dan kalau seandainya Jessica tidak datang aku akan menunda pernikahan kita. Tapi aku senang Jessica datang dan ingin kembali padamu Carlos.”
“Tapi Vania dia mau kembali padaku setelah Pedro meninggalkannya, bagaiamana kalau Pedro tidak meninggalkan Jessica dan kamu tidak mencetak undangan itu?”
“Seperti yang aku katakan padamu, kita tunda pernikahan kita. Ah Carlos kamu tidak ingin Jessica kembali padamu?”
“Tapi bagaimana denganmu sayang?” Tanya Carlos pada Vania sambil membelai wajah Vania.
“Carlos aku tidak apa apa. Aku akan ke Bali karena aku sudah mendapatkan pekerjaan disana. Dan tante Sonya juga dia membuka usaha di Bali. Carlos aku bahagia kalau kamu kembali pada Jessica dan berkumpul kembali dengan anak anakmu, apalagi Isabell dia butuh kasih sayang darimu.” Kata Vania pada Carlos dan Carlos memeluk Vania.
“Sayang aku tidak bisa berkata apa apa lagi.” Kata Carlos sambil memeluk erat tubuh Vania.
“Carlos kamu mau menerima Jessica kembali?”
“Iya sayang, aku akan menerima Jessica. Terima kasih sayang, kamu sudah berkorban untuk aku dan Jessica. Maafkan aku?” Kata Carlos lagi
“Carlos aku bahagia sekali melihat orang yang aku cintai hidup bahagia. Jangan pernah sakiti Jessi lagi.”
“Iya sayang aku janji, aku tidak akan pernah menyakiti Jessi lagi.” Kata Carlos, dia memeluk erat tubuh vania. “Aku akan merindukanmu.” Bisik Carlos di kuping Vania.
“Hhmm.. Aku juga akan merindukanmu Carlos.” Bisik vania. “Terlebih aku akan merindukan lidah dan jarimu yang nakal itu.” Kata vania dan Carlos tertawa. “Jangan tertawa Carlos, kamu sudah membuat aku merasakan kenikmatan itu.” Canda Vania pada Carlos dan Carlos tertawa lagi.
“Tapi kamu suka kan sayang?” Goda Carlos pada Vania dan Vania mencubit perut Carlos.
“Ahh.. Sakit sayang.” Kata Carlos sambil memegang tangan Vania. Kemudian mereka berdua berciuman.
“Ayo Carlos kita kembali keruanganmu, kasihan Jessi sendiri disana.” Ajak Vania pada Carlos.
“Baiklah sayang ayo.” Mereka berdua kembali ke ruangan dan Vania tersenyum pada Jessica
“Jessi aku bahagia kalau kalian berdua bersatu kembali.” Kata Vania sambil tersenyum.
Dia menggunakan Bahasa Indonesia pada Jessica
“Lalu kamu bagaimana Vania?” Tanya Jessica.
“Aahh. Tenang saja Jessi, aku yang menginginkan kalian berdua bersatu kembali. Aku akan ke Bali Jess, aku sudah mendapatkan pekerjaan disana.”
“Vania bagaimana kalau kamu yang mengurus perusahaan ini?” Tanya Jessica pada Vania.
“Jess aku tidak bisa, tanteku dia buka usaha di bali dan aku tidak mau dia sendiri disana.”
“Baiklah Vania.” Kata Jessica lalu dia memeluk Vania. “Terima kasih Vania, kamu baik sekali. Aku tidak pernah bertemu orang sepertimu, yang mau berkorban untuk orang lain.”
__ADS_1
“Jess aku tidak ingin anak anakmu tidak mendapatkan kasih sayang dari papa mereka. Apalagi Isabell dia masih kecil. Dia butuh Carlos jess.”
“Iya Vania, terima kasih. Aku tidak akan pernah melupakanmu.” Kata Jessica pada Vania.
Dan handphone Vania berbunyi. Ada pesan masuk dan dia membacanya. “Oh ya Carlos Jessi aku harus pergi, tanteku sudah menungguku.” Kata Vania pada Jessica dan Carlos.
Carlos memeluk vania. “Terima kasih sayang, aku tidak akan pernah melupakanmu.” Bisik Carlos di kuping Vania kemudian dia mencium bibir Vania dan memeluk Vania kembali.
“Sudah Carlos aku harus pergi sekarang.” Kata Vania sambil melepaskan pelukan Carlos.
Jessica juga memeluk Vania. “Vania terima kasih, aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu.” Kata Jessica pada Vania.
“Sama sama Jessi, aku harus pergi sekarang.” Kata Vania lalu dia keluar dari ruangan Carlos. dia mengambil handphonenya dan mengirim pesan. “Aku sedang menuju kesana.” Dia mengirim pesan kemudian dia memanggil taxi dan meminta taxi untuk mengantarnya pulang kerumah tante Sonya.
“Akan tiba saatnya dimana aku harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti menyukaiku, melainkan karena aku menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila aku melepaskannya. Semoga Carlos tidak menyia nyiakan pengorbananku.”
Sampai di rumah tante Sonya Vania menyuruh sopir taxi untuk menunggu, kemudian Vania masuk kedalam dan melihat kopernya sudah di atur di ruangan tamu. “Kamu akan pergi sekarang Vania?”
“Iya tante, dia sudah menungguku di Aiport.” Jawab Vania pada tante Sonya kemudian dia memeluk tante Sonya. “Aku pergi ya tan.”
“Iya sayang hati hati ya!”
“Iya tan.” Kata Vania pada tante Sonya kemudian dia menarik kopernya ke luar dan meminta sopir taxi untuk memasukan kopernya kedalam bagasi. Vania masuk kedalam taxi dan taxi langsung meluncur ke Airport. Tiba di Airport Vania turun dan membayar taxi. Kemudian dia menelepon seseorang dan telepon Vania di jawab. “Hi Vania kamu dimana?”
“Aku sudah di Aiport kamu lagi dimana?”
“Aku lagi di ST.Coffee datang saja kesini!”
“Baiklah aku kesana.” Kata Vania lalu dia menutup teleponya dan pergi ke ST. Coffee. Vania masuk dan langsung menepuk punggung orang itu.
“Hi Pedro.” Sapa Vania pada Pedro dan Pedro berdiri lalu dia memeluk Vania
“Hi Vania.” Aku pikir kamu tidak akan datang.” Kata Pedro sambil melepaskan pelukannya
“Aku pasti datang pedro, kamu sudah membelikan tiket padaku tidak mungkin kalau aku tidak datang.” Kata Vania dan Pedro tertawa. “Ah.. Pedro akhirnya rencana kita berhasil.”
“Iya Vania.” Kata Pedro sambil tersenyum.
“Kamu tahu Pedro aku sudah gelisah, aku takut kalau Jessica tidak datang.”
“Aku sudah katakan padamu Vania Jessica pasti datang, Colby yang selalu memberikan informasi padaku.” Kata Pedro pada Vania. “Ayo Vania kita check in.” Ajak Pedro pada Vania lalu mereka berdua masuk kedalam dan check in.
Selamat Membaca
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya
Terima kasih