
Sepasang insan terbaring lemas di ranjang, napas mereka terdengar masih tidak teratur. Mereka baru saja mencapai puncak kenikmatan, mata gadis itu masih terpejam.
Sedangkan sang pria, dia mengangkat kepala dan menatap kekasihnya. Dia mencium bibir mungil itu, lalu mereka berdua saling berciuman. Gadis itu tak lain Cella melingkarkan tangannya di punggung Logan. Dia menggigit lembut bibir pria itu kemudian tersenyum.
“Aku sangat mencintaimu,” ucap Cella kemudian membelai wajah pria itu dan memeluknya dengan erat.
“Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu,” balas Logan dengan berbisik di kuping gadis itu lalu tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dia turun dari atas tubuh sang kekasih kemudian menjawab telepon.
Cella memperhatikan tubuh Logan yang masih telanjang itu dan mendengar pria itu berbincang dengan seseorang di telepon.
Sepertinya mereka ingin Logan ke San Jose, mudah-mudahan dia menolaknya, gumam Cella. Dia terus menatap kekasihnya yang mondar-mandir di kamar dengan tubuh polosnya.
Logan menutup telepon kemudian duduk di sisi tempat tidur dan memegang tangan gadis itu.
“Minggu depan aku harus ke San Jose,” ujar Logan. Dia berharap Cella mengijinkannya untuk pergi tapi gadis itu hanya menarik napas panjang kemudian bangun dan pergi ke kamar mandi, Logan menatap Cella kemudian dia menundukkan kepala.
“Dia diam begitu tandanya tidak mengijinkan aku pergi,” gumam Logan kemudian dia berdiri dan masuk ke kamar mandi. Mereka berdua membersihkan tubuh dari keringat hasil bercinta yang panas.
Cella keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannya kemudian dia duduk di sisi tempat tidur. Logan juga memakai pakaiannya dan ikut duduk di samping gadis itu.
“Cella, tolong mengerti aku. Aku janji setiap minggu aku akan datang menemuimu,” pinta Logan seraya memegang tangan gadis itu.
“Terserah kamu saja,” sahut Cella kemudian dia berdiri dan mengambil kunci mobil. Cella keluar dari kamar di ikuti Logan lalu pria itu memeluknya dari belakang dan mencium tengkuk gadis itu.
“Percaya padaku, aku tidak akan pernah mengkhinatimu. Aku sangat mencintaimu,” bisiknya lagi di kuping Cella tapi gadis itu hanya diam kemudian memutar badannya menghadap Logan dan menatap mata pria itu.
“Terserah kamu saja, aku tidak bisa menahanmu. Ini sudah malam, aku harus pulang,” ujar Cella kemudian dia meninggalkan pria itu, dia turun dan masuk ke mobil. Cella langsung menjalankan kendaraannya pulang ke rumah.
Logan hanya terpaku melihat gadis itu pergi, dia duduk di sofa dan menyalakan rokok. Dia mengisap batang yang menghasilka asap itu dan menyemburkan lewat mulut dan hidungnya.
Sedangkan Cella, dia tiba di rumah. Gadis itu turun dari mobil dan masuk ke dalam kemudian dia berpapasan dengan mamanya. Cella memeluk dan mencium kedua pipi Jessica, dia melihat papanya tapi hanya memilih diam.
“Aku ke kamar ya, Mam,” pamit Cella lalu Jessica menganggukan kepala.
__ADS_1
Cella naik dan pergi ke kamarnya, Carlos hanya bisa melihat putrinya yang tidak mau bicara padanya. Jessica duduk di samping Carlos kemudian mereka berdua berbincang-bincang.
“Sudah sebulan lebih dia tidak bicara padaku,” ujar Carlos dengan sedih. “Aku hanya ingin yang terbaik untuknya.”
“Apakah Logan bukan pria baik?” tanya Jessica kepada suaminya.
“Bukan begitu, Sayang. Tapi dia belum tepat saja dengan Cella,” jawab Carlos sambil berdiri kemudian dia pergi ke kamar, dia tidak ingin berdebat dengan istrinya.
Jessica hanya bisa memandang Carlos kemudian berdiri dan pergi ke kamar putrinya, dia mengetuk pintu lalu terdengar suara Cella menyuruhnya masuk.
Jessica membuka pintu dan masuk, dia menghampiri Cella yang sedang berbaring di ranjang. Dia duduk di sisi tempat tidur kemudian membelai rambut gadis itu.
“Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Jessica dengan suara yang lembut, dia memegang tangan Cella dan membelai pipi putrinya.
“Iya, Mam. Aku baik-baik saja,” jawab Cella kemudian dia bangun dan bersandar di sandaran tempat tidur. “Logan akan pergi,” ujar Cella dengan wajah sedih.
“Dia akan pergi kemana?” tanya Jessica dengan mengkerutkan dahinya
“Logan akan pergi ke San Jose, dia mendapatkan pekerjaan di sana,” jawab Cella dengan mengusap airmata.
“Dia akan bekerja sebagai bodyguard di San Jose, aku khawatir dia tergoda dengan wanita yang akan dia kawal,” sahut Cella dengan menundukkan kepalanya. Jessica tersenyum kemudian dia mencubit pipi Cella.
“Kamu harus percaya kepada Logan, dan mama pikir itu bagus kalau dia bekerja,” sahut Jessica menenangkan putrinya.
“Iya, Mam. Aku hanya khawatir saja, aku sangat mencintainya.” Jessica tersenyum kemudian dia membelai kembali rambut putrinya.
“Mama mengerti, Sayang. Sekarang tidur ya.” Jessica mencium kening Cella kemudian berdiri dan meninggalkan kamar putrinya.
Cella kembali berbaring dan memikirkan Logan, dia masih belum rela kekasihnya pergi ke San Jose. Dia memejamkan mata kemudian tertidur.
****
Chico membantu Cella berpura-pura menjadi pacar Cella di depan Acel dan papanya. Melihat Chico dan Cella, Carlos merasa senang. Dia sangat mendukung hubungan Chico dan putrinya.
__ADS_1
Carlos juga merasa senang karena Cella bisa melupakan Logan, dia sama sekali tidak curiga dengan sandiwara sang putri dan Chico.
Hari ini tanpa sepengetahuan Carlos, Chico mengantar Cella bertemu dengan Logan. Pria itu membawa Cella ke tempat Logan kemudian dia meninggalkan gadis itu dan menjemput pacarnya.
Sedangkan Cella dia sangat senang karena bisa bertemu terus dengan kekasihnya, setiap kali bertemu mereka selalu melakukan hubungan itu. Terlihat mereka berdua sedang berbincang-bincang di dalam kamar.
“Bagaimana kalau kamu batalkan pergi ke San Jose,” pinta Cella dengan membelai dada bidang itu.
“Cella, aku tidak bisa. Aku sangat membutuhkan pekerjaan ini, tolong mengerti aku,” rayu Logan dengan mengusap pipi gadis itu.
“Dua hari lagi kamu akan pergi, aku tidak bisa jauh darimu,” ucapnya lirih. Cella memeluk Logan dengan erat. “Aku takut kamu tertarik dengan wanita lain di sana.”
“Kenapa kamu bicara begitu, aku sangat mencintaimu. Tidak mungkin aku mengkhianatimu, tolong percaya padaku,” mohon Logan kepada Cella dengan memegang kedua pipi gadis itu.
Cella menarik napas panjang kemudian terdengar ponselnya berbunyi, Logan mengambil gawai Cella dan melihat panggilan dari Chico. Dia langsung memberikan benda pipi itu kepada sang kekasih. Cella langsung menjawab telepon dari Chico, dia bangun dan memakai pakaiannya.
“Baiklah Chico tunggu saja aku di mobil, aku segera turun,” ujar Cella kemudian dia menutup telepon dan memeluk Logan. “Aku harus pergi sekarang, Chico sudah menjemputku.”
“Baiklah hati-hati, kalau kamu tidak sibuk datanglah ke sini,” pinta Logan kemudian dia mengecup bibir gadis itu.
“Iya, kalau Chico ada waktu aku akan kesini,” sahut Cella kemudian membalas mengecup bibir Logan.
Cella meninggalkan Logan dan menemui Chico, dia membuka pintu mobil dan masuk. Dia duduk dan memakai sabuk pengaman.
“Terima kasih, Chico. Kamu sudah banyak membantuku,” ucap Cella dengan tersenyum.
“Sama-sama Cella, kita pulang sekarang ya. Aku ada janji dengan rekan bisnisku,” jelas Chico sambil menjalankan mobilnya.
“Iya, maaf sudah merepotkanmu,” canda Cella lalu Chico tertawa.
“Tidak apa-apa, Cella.” Akhirnya mereka tiba, Cella dan Chico turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Cella melihat Jessica dan Carlos sedang duduk di ruang santai, dia langsung menyapa mamanya.
“Mam. Chico akan kembali, dia ingin berpamitan,” kata Cella kepada Jessica, dia tidak mau menyapa papanya. Cella masih marah kepada Carlos.
__ADS_1
Jessica berdiri dan mengajak Carlos menemui Chico, Carlos berdiri dan mengikuti sang istri juga Cella dari belakang.
Melihat Carlos dan Jessica Chico langsung berdiri dan berpamitan, Carlos tersenyum kepada Chico kemudian dia mengantar pria itu sampai di mobil. Sedangkan Cella dia langsung pergi ke kamarnya.