
Logan langsung menemui Cella, dia membuka pintu dan melihat wanitanya sedang duduk di depan cermin, dia menghampirinya dan memeluk calon istrinya dari belakang.
“Kamu mau kemana?” Cella memperhatikan dari cermin wajah kekasihnya lalu dia berdiri dan memegang wajah pria itu.
“Apakah mereka memukulmu?” tanya Cella dengan mengerutkan dahi.
“Iya, tidak apa-apa. Yang penting aku sudah disini lagi,” sahut Logan kemudian dia mengecup perut Cella, “Oh ya kamu belum menjawab pertanyaanku.”
“Aku akan pergi ke dokter bersama papa dan mama, mereka ingin aku memeriksa kandunganku,” jawab Cella sambil tersenyum kemudian dia duduk kembali di depan cermin.
“Oh ….,” gumam Logan, “Aku akan ikut bersamamu, aku juga ingin tahu keadaan anakku.” Logan menarik kursi dan duduk di samping Cella.
“Kalau begitu ganti pakaianmu sekarang, sebentar lagi mama tiba. Dia dan papa sedang dalam perjalanan kesini.” Logan berdiri dan mengecup ubun kepala kekasihnya.
“Ok calon istriku, Tersayang,” canda Logan lalu Cella tertawa dan mencubit perut pria itu. Logan memegang tangan Cella dan menariknya ke dalam pelukan kemudian mencium bibir wanita berperut buncit itu, mereka berdua saling berciuman dan memainkan lidah lalu terdengar pintu di ketuk.
Cella meghentikan ciumannya kemudian dia berdiri dan pergi membuka pintu. Dia melihat Jessica berdiri kemudian tersenyum.
“Sebentar ya, Mam. Logan sedang ganti pakaiannya,” kata Cella
“Iya, Sayang. Papa dan mama tunggu kamu di bawah ya,” ujar Jessica lalu Cella menganggukkan kepala. Jessica turun menemui Carlos, kemudian duduk di samping suaminya.
“Sebentar, Babe. Logan sedang mengganti pakaiannya,” ujar Jessica sambil bersandar di sandaran sofa.
“Aku seperti tidak percaya putriku sebentar lagi akan memiliki anak.” Jessica tersenyum kemudian menyandarkan kepala di dada suaminya.
“Aku juga masih tidak percaya, padahal selama ini aku tahu dia tidak mengenal cinta dia begitu sibuk dengan kuliahnya dan sekarang dia sedang mengandung.” Carlos tertawa dan memeluk istrinya, walau’pun sedih tapi dia juga bahagia akan memiliki cucu.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Logan dan Cella turun menemui Jessica dan Carlos. Cella langsung duduk di samping papanya sedangkan Logan duduk di depan Jessica dan melihat calon istrinya bermanja kepada papanya.
“Baiklah kita pergi sekarang.” Carlos berdiri di ikuti Jessica dan Cella juga Logan. Carlos meminta Logan yang menyetir lalu Logan mengambil kunci mobil kemudian mereka berangkat ke klinik.
Mereka tiba di klinik, keempatnya masuk ke dalam lalu Logan mendaftarkan Cella. Logan kembali dan duduk di samping kekasihnya, Cella tersenyum kepada Logan lalu dia memegang tangan pria itu. Dia tahu kekasihnya itu gugup karena ada kedua orang tuanya.
Tidak lama kemudian giliran Cella, Logan berdiri dan mengantar Cella masuk ke dalam. Carlos tidak mau ketinggalan, dia juga ingin masuk tapi perawat tidak mengijinkan banyak orang di dalam ruangan.
“Logan, kamu tunggu saja di luar.” Carlos juga ingin melihat janin itu.
“Tidak bisa, Carlos. Aku yang harus mendampingi Cella, aku calon suaminya.” Jessica tertawa melihat Carlos dan Logan di depan pintu, sedangkan Cella sudah masuk ke dalam.
“Logan tidak bisakah kamu mengalah? Aku papanya.” Carlos terlihat begitu kesal karena Logan tidak mau mengalah.
“Maaf, aku juga ingin melihat anakku,” kata Logan dan berusaha masuk tapi Carlos menariknya.
Mereka berdua terpejit di pintu dan berusaha siapa yang lebih dulu masuk, dokter melihat Carlos dan Logan kemudian menggeleng-gelengkan kepala, dia meminta perawat untuk membiarkan kedua pria itu masuk.
Akhirnya Carlos dan Logan masuk, Carlos langsung duduk di samping putrinya sedangkan Logan dia berdiri di belakang kekasihnya. Sementara Cella, dia tertawa melihat tingkah Carlos dan Logan.
Dokter menyuruh Cella naik ke brankar dan meminta perawat untuk mengoles gel di atas perut Cella, dokter menggerakkan alat usg 4D sambil mata tertuju ke layar monitor.
Mata Carlos dan Logan langsung tertuju ke monitor, tampak kebahagiaan di wajah mereka berdua. Tak terasa airmata Logan menetes di pipi saat melihat janin yang ada di rahim Cella. Dia berdiri dan memegang tangan wanitanya.
Cella tersenyum kepada Logan dan memegang wajah Logan, mata Logan tertuju terus di monitor dia menatap Cella dan mengecup kening gadis itu. Sedangkan Carlos, dia terlihat sangat senang kemudian menghampiri Cella dan membelai rambut putrinya.
Dokter kembali duduk di ikuti Carlos. Sementara Logan memegang Cella berdiri dan mendudukan sang kekasih di samping Carlos. Sedangkan Logan dia berdiri di samping Cella dan mendengar penjelasan dokter.
__ADS_1
Dokter memberikan vitamin kepada Cella kemudian mereka berpamitan kepada dokter. Bertiga menemui Jessica lalu meninggalkan klinik.
Carlos mengajak mereka makan disebuah restorant yang terkenal di kota Torrance. Logan menghentikan mobil di tempat yang diinginkan Carlos kemudian mereka masuk.
Pelayan mengantar mereka ke meja kemudian memberikan buku menu. Logan dan Cellla melihat-lihat menu kemudian berdua memesan makanan, begitu juga Jessica dan Carlos.
Sambil menunggu pesana mereka berbincang-bincang soal perkawinan Cella dan Logan. Carlos mengiginkan pernikahan mereka di adakan di Amerika tapi Logan bersih keras ingin mengadakan pernikan dia dan Cella di Brazil.
Akhirnya Carlos mengalah dan pesanan mereka datang, sambil makan mereka kembali berbincang-bincang mengenai pernikahan Cella dan Logan.
“Jadi kamu sudah menyiapkan semuanya di Brazil?” tanya Carlos setelah selesai menyuap makanan ke dalam mulut.
“Iya, paman dan bibiku sudah menyiapkan semuanya. Aku hanya ingin mengadakan pesta dengan sederhana saja.” Terlihat Carlos mengangguk-anggukkan kepala sambil mengambil minum dan meminumnya.
“Baiklah, selesai menikah apakah kalian akan kembali ke Amerika?” Logan dan Cella saling pandang, dia belum ada rencana apa-apa setelah mereka menikah.
“Aku belum tahu, tapi mungkin kami akan tinggal di Brazil.” Nampak wajah Carlos menjadi sedih, dia merasa berat jauh dari putrinya lalu Jessica memegang tangan suaminya.
“Nanti kita pikirkan, mungkin saja mereka bisa tinggal di sini sambil berbisnis.” Kembali Carlos hanya menganggukkan kepala, wajahnya masih nampak sedih.
Selesai makan Logan memberi isyarat kepada pelayan untuk membawa nota makanan mereka, pelayan Carlos dan Logan berebutan untuk membayarnya.
“Aku saja yang bayar,” ujar Carlos sambil mengeluarkan dompet dari saku celananya tapi dengan cepat Logan memberikan kartu kreditnya kepada pelayan. Melihat itu Carlos menggeleng-gelengkan kepala.
Selesai membayar mereka meninggalkan restoran dan kembali ke rumah.
Selamat membaca
__ADS_1