SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 55


__ADS_3

Hari ini Tania harus menemani Reagen untuk bertemu dengan rekan bisnis Reagen. Terlihat dia sedang bersiap siap di kamar, Tania memakai sepatunya. Sedangkan Kairos dia hanya memperhatikan Tania yang mondar mandir di kamarnya.


Selesai memakai sepatu Tania mengambil tasnya kemudian dia keluar dari kamar Kairos. Tania menuju ke ruang makan dan melihat Ezer lagi duduk di kursi bayi sedangkan Jessica sedang menyiapkan sarapan di meja makan. Tania menghampiri Ezer kemudian dia mencium kedua pipi Ezer.


“Sayang mommy pergi kerja dulu ya, Ezer nanti bersama Debora ya.” Kata Tania sambil membelai rambut Ezer.


“Kamu tidak sarapan Tania?” Tanya Jessica sambil meletakkan makanan di atas meja.


“Tidak mam, aku sudah janji kepada Reagen untuk sarapan bersamanya.” Jawab Tania sambil tersenyum kepada Jessica.


“Ohh begitu.” Guma Jessica. “Kamu sudah mau berangkata?” Tanya Jessica lagi


“Iya mam. Aku titip Ezer ya.”


“Iya sebentar lagi Debora datang.”


“Baiklah kalau begitu, aku berangkat dulu ya mam.” Kata Tania sambil mencium kedua pipi Jessica.


“Iya Tania, hati hati ya.” Kata Jessica lalu Tania menganggukan kepala.


“Terima kasih mam.” Ucap Tania kemudian dia mencium kembali Ezer dan pergi ke luar. Dia melihat mobil Reagen sudah di depan. Reagen turun dari mobil kemudian dia memeluk dan mengecup kening Tania.


“Kita berangkat sekarang ya, rekan bisnisku sudah menungguku di kantornya.” Kata Reagen sambil membukakan pintu mobil untuk Tania.


Tania masuk ke dalam mobil di ikuti Reagen kemudian Reagen menjalankan mobilnya keluar dari kediaman Carlos.


Reagen langsung meluncur ke kantor rekan bisnisnya. Sepanjang jalan Reagen memegang terus tangan Tania. Sesekali dia mencium tangan Tania.


“Sayang menikalah deganku.” Pinta Reagen kepada Tania.


“Honey tunggu saja, tidak lama lagi putri Kairos akan di jemput papa dan mama. Aku ingin melihat sikap Kairos kepada aku dan Ezer.”


Reagen menarik nafas panjang.


“Hemm.. baiklah. Aku akan menunggu.” Kata Reagen sambil menyetir.


Akhirnya mereka sampai di kantor rekan Reagen. Tania dan Reagen turun dari mobil kemudian masuk kedalam kantor. Mereka berdua langsung menuju keruangan rekan Reagen, Reagen mengetuk pintu lalu terdengar suara dari dalam menyuruhnya masuk.


Reagen membuka pintu lalu dia melihat rekannya lagi di depan computer, Reagen memegang tangan Tania lalu mereka berdua masuk. Reagen lagsung menyapa rekannya


“Hi Charles, apa kabar?” Sapa Reagen kemudian Charles berdiri mereka berdua saling berpelukan


“Aku baik baik saja. Lama kita tidak bertemu.” Kata Charles sambil matanya melirik Tania.


Tania tersenyum kepada Charles.


“Oh ya Charles kenalkan ini Tania, dia calon istriku.” Kata Reagen kepada Charles


Charles menatap Tania.


“Senang bertemu denganmu Tania.” Kata Charles sambil bersalaman dengan Tania


“Terima kasih Charles, senang juga bertemu denganmu.” Balas Tania sambil tersenyum.


“Wahh.. calon istrimu cantik sekali.” Kata Charles sambil melirik Tania kembali.


Reagen tertawa dan menepuk pundak Charles.


“Tentu saja, wajahku tampan jadi harus mencari yang cantik.” Canda Reagen sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Tania.


Charles tertawa mendengar canda dari Reagen


“Oh ya, ayo duduk!” Kata Charles kepada Reagen dan Tania lalu mereka duduk.


“Bagaimana kabar istrimu?” Tanya Reagen sambil duduk di sofa.


“Umm.. dia baik baik saja. Bahkan dia sekarang sedang hamil anak yang ketiga.” Kata Charles sambil tersenyum.


Reagen tertawa


“Cepat sekali ya.” Canda Reagen lalu Charles tertawa


“Makanya cepatlah kamu menikah supaya bisa memiliki anak.” Kata Charles lalu Reagen tersenyum.


Mereka berbincang bincang tentang bisnis


Menjelang siang Reagen dan Tania kembali ke kantor. Tania masuk kedalam ruangannya kemudian dia meletakkan tasnya di atas meja. Reagen menghampiri Tania lalu dia melingkarkan tangannya di pinggang Tania.


Mereka saling bertatap mata, Reagen memegang pipi Tania lalu dia mendekatkan wajahnya ke wajah Tania, Tania memejamkan matanya lalu merasakan bibir Reagen menempel di bibirnya. Tania memegang pipi Reagen lalu membalas ciuman Reagen, mereka berdua saling memainkan lidah. Reagen mengangkat Tania lalu mendudukan Tania di meja kerja. Dia memegang wajah Tania dan menempelkan dahinya di dahi Tania.


“Aku sangat mencintaimu Tania.” Kata Reagen sambil membelai wajah Tania.


Tania membelai wajah Reagen


“Honey, aku tidak tahu apakah ini cinta atau bukan. Aku tidak tahu mengapa aku ingin selalu berada di sampingmu, aku merasakan kebahagiaan yang lain saat bersamamu. Dan entah mengapa aku selalu memikirkanmu juga merindukanmu.” Kata Tania kemudian dia mengecup bibir Reagen


“Aku berharap itu adalah cinta.” Kata Reagen lalu dia memeluk erat tubuh Tania.


Tania tersenyum lalu dia membelai rambut Reagen.

__ADS_1


“Honey aku lapar.” Bisik Tania di kuping Reagen


Reagen melepaskan pelukkannya kemudian dia mengecup bibir Tania


“Baiklah sayang, ayo kita cari restoran.” Kata Reagen sambil membantu Tania turun dari meja kerjanya


Tania turun dari meja kerjanya lalu dia dan Reagen pergi mencari makan.


Sore hari Reagen mengantar Tania pulang.


Sementara di kediaman Carlos terlihat Debora sedang bermain dengan Ezer, sedangkan Isabell masih tertidur pulas. Hari ini Teresa tidak masuk, Jessica menitipkan Isabell dan Ezer kepada Debora.


Tiba tiba perut Debora mulas, dia mengangkat Ezer dan mengetuk pintu kamar Kairos. Terdengar suara Kairos dari dalam menyuruh Debora masuk. Debora membuka pintu dan langsung masuk, dia menghampiri Kairos.


“Kairos aku titip Ezer sebentar ya, aku ingin ke toilet perutku sakit.” Kata Debora kepada Kairos


“Letakkan saja dia di tempat tidur.” Kata Kairos tanpa melihat Debora.


“Terima kasih Kairos.” Kata Debora kemudian dia meletakkan Ezer di tempat tidur dekat dengan Kairos


Debora keluar dari kamar Kairos lalu dia pergi ke toilet.


Kairos hanya membiarkan Ezer bermain sendiri di tempat tidur. Dia sibuk bermain game di handphonenya. Ezer berdiri lalu dia melompat lompat di tempat tidur.


“Ezer jangan melompat nanti kamu jatuh.” Kata Kairos sambil matanya tetap di layar handphone


Ezer tidak berhenti dia tetap melompat lompat tiba tiba


Bruukkkk……


Ezer terjatuh dari tempat tidur dan wajahnya membentur lantai. Kairos melompat dari tempat tidur dan mengangkat Ezer dengan posisi badan Ezer membelakanginya. Kairos tidak melihat kalau bibir Ezer berdarah. Ezer menangis dengan kencang, Kairos keluar sambil memegang Ezer lalu dia berteriak memanggil Debora.


Debora mendengar Kairos memanggilnya kemudian dia berlari menemui Kairos. Dia terkejut melihat bibir Ezer berdarah.


“Kairos kenapa Ezerr?” Tanya Debora dengan cemas


“Dia melompat lompat di tempat tidur lalu terjatuh.” Jawab Kairos lalu dia masuk kembali ke dalam kamar. Ezer menangis histeris


Acel mendengar tangisan Ezer begitu kencang kemudian dia keluar dari kamarnya dari bawah dia melihat Kairos sedang berjalan masuk ke dalam kamarnya, Acel terkejut melihat bibir Ezer berdarah, spontanitas Acel berlari naik tangga.


“Ezer kenapa Debora? Kenapa dia berdarah?” Tanya Acel sambil memegang pipi Ezer.


Ezer lebih berteriak menangis. Carlos dan Jessica sampai di rumah dan mereka mendengar tangisan Ezer, mereka berdua saling bertatapan kemudian Carlos langsung berlari masuk ke dalam rumah. Dia melihat melihat Debora dan Acel sedang berusaha membersihkan bibir Ezer tapi Ezer berteriak menangis


Carlos terkejut melihat Ezer berdarah dia langsung beelari naik tangga dan berteriak,


Jessica juga terkejut melihat Ezer berdarah, dia belari naik ke atas dan mengambil Ezer dari Carlos. Mereka sudah tidak memperhatikan Acel yang berdiri dekat dengan Debora.


Eser masih menangis dan memanggil Reagen


“Papi Gen…Papi Gen…”


“Tuan Carlos, Ezer terjatuh dari tempat tidur Kairos. Tadi aku menitipkan Ezer kepada Kairos.”


Carlos menjadi Emosi, dia masuk ke kamar Kairos lalu dia menampar Kairos.


“Dimana rasa kasihanmu pada anakmu sendiri.” Kata Carlos sambil menampar Kairos. “Kamu ingin pergi ke Indonesia? silahkan pergi, aku tidak akan pernah menahanmu.” Kata Carlos dengan emosi


Terlihat mobil Reagen berhenti di depan kediaman Carlos. Tania turun dari mobil di ikuti Reagen, Reagen mendengar tangisan Ezer dan memanggil manggilnya. Dia menatap Tania kemudian dia berlari masuk kedalam rumah. Dia melihat Jessica berusah membersihakn darah yang ada di bibir Ezer tapi Ezer berteriak menangis dan mendorong tangan Jessica.


Eser melihat Reagen lalu dia berteriak menangis dan meminta Reagen untuk menggendongnya.


“Sayang kamu kenapa? Kenapa kamu bisa begini?” Tanya Reagen sambil mengambil Ezer dari Jessica dan menggendongnya.


Tania masuk dan melihat bibir Ezer masih berdarah dia juga mendengar Carlos sedang memarahi Kairos, dia keluar dan menangis. Dia tidak tahan melihat Ezer menangis.


Reagen memeluk Ezer tanpa terasa airmatanya menetes. Jessica melihat Reagen menghapus airmatanya


“Nyonya aku akan membawa Ezer ke rumah sakit.” Kata Reagen kepada Jessica lalu Jessica menganggukan kepala.


“Iya Reagen aku minta tolong padamu.” Kata Jessica sambil menahan airmatanya.


Reagen keluar dan menemui Tania.


“Sayang ayo kita ke rumah sakit.” Kata Reagen sambil menarik tangan Tania


Tania memeluk Reagen dan menangis, tangan reagen yang satu melingkar di punggung Tania. Sedangkan Ezer dia memeluk Reagen dan menyandarkan kepalanya di pundak Reagen sambil menangis.


“Ayo sayang.” Ajak Reagen lalu Reagen membuka pintu mobil. “Sayang dengan mommy ya, papi mai menyetir mobil.” Kata Reagen kepada Ezer tapi Ezer tidak mau.


“Bia raku saja yang menyetir honey.” Kata Tania kemudian mereka masuk ke dalam mobil.


Tania menjalankan mobil menuju ke rumah sakit. sedikit sedikit dia menyeka airmatanya. Sedangkan Ezer masih sesugakn.


Reagen bersandar di sandaran kursi dan membelai rambut Ezer, dia mengambil tissue dan mencoba membersihkan darah di bibir Ezer.


Di kediaman Carlos terlihat Jessica masuk kedalam kamar Kairos. Jessica melihat Kairos lagi duduk di sisi tempat tidur.


“Mama akan membelikan tiket ke Indonesia untukmu. Kamu urus saja putrimu dengan Angel, mama dan papa tidak akan pernah menjemputnya.” Kata Jessica kepada Kairos kemudian dia meninggalkan Kairos.

__ADS_1


Sedangkan Carlos sedang memegang Acel


“Kamu baik baik saja Acel?” Tanya Carlos sambil menuntun Acel turun dari tangga.


“Pap, lututku terasa sakit.” Kata Acel kemudian dia duduk.


“Baiklah kita kerumah sakit, papa tidak ingin terjadi sesuatu padamu.”


Jessica datang dan menghampiri Carlos dan Acel.


“Sayang, bagaimana dengan kakimu?” Tanya Jessica sambil membelai rambut Acel.


“Sayang kita harus membawanya kerumah sakit, kita harus memeriksakan tulang kakinya. Dia merasakan sakit di lututnya.”


“Baiklah beb, ayo kita kerumah sakit.” Kata Jessica


“Iya sayang, oh ya bagaimana dengan Ezer?” Tanya Carlos


“Reagen dan Tania sudah membawanya ke rumah sakit.” Jawab Jessica kemudian dia mengambil tasnya. “Ayo beb.”


Carlos memanggil Hank dan Emil untuk mengangkat Acel. Mereka mengangkat Acel dan membawanya ke mobil. Carlos dan Jessica masuk ke dalam mobil kemudian mengantar Acel ke rumah sakit.


Sementara itu Tania dan Reagen tiba di rumah sakit. petugas rumah sakit langsung melayani Tania dan Reagen. Perawat membawa Reagen dan Ezer ke dalam ruangan lalu mereka membersihkan darah di bibir Ezer. Ezer berteriak menangis dan berusaha mendorong tangan perawat lalu Reagen menahan tangan Ezer.


“Sayang, lukanya di obatin supaya cepat sembuh.” Kata Reagen sambil mengecup kening Ezer.


Ezer masih berteriak menangis, Tania hanya menangis melihat mereka membersihkan darah di bibir Ezer.


“Aku akan pergi dari kehidupan Kairos, aku akan menerima tawaran Reagen untuk menikah dengannya.” Kata Tania dalam hati sambil memperhatikan Ezer yang masih berteriak menangis.


Akhirnya mereka selesai mengobati bibir Ezer. Tania dan Reagen meninggalkan rumah sakit, Tania masih menyetir karena Ezer hanya ingin di gendong oleh Reagen.


“Sayang, kita ke apartemen ya.” Kata Reagen sambil memegang tangan Tania. Sedangkan Ezer, dia bersandar di dada Reagen dan masih terdengar isak Ezer.


Tania menepikan mobil lalu dia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi. Reagen menatap Tania dan memegang pipi Tania.


“Apakah kamu baik baik saja?” Tanya Reagen


“Bawah aku jauh dari sini.” Kata Tania sambil menyeka airmatanya.


Reagen menarik Tania ke dalam pelukannya.


“Kamu ingin aku membawamu pergi dari sini?” Tanya Reagen sambil membelai rambut Tania.


“Iya honey, bawah aku pergi jauh dari sini. Aku lelah.” Kata Tania sambil menangis. “Nikahi aku.”


“Baiklah, kita pergi ke Venezuela.”


“Iya Honey, lebih cepat lebih bagus.” Kata Tania sambi menyeka airmatanya.


“Baiklah sayang, kita kembali ke apartemen.”


Tania menganggukan kepala kemudian dia menyetir kembali. Akhirnya mereka tiba di apartemen, mereka masuk lalu Reagen meletakkan Ezer di tempat tidur dan mencium kening Ezer.


Reagen menghampiri Tania


“Apakah Ezer sudah memiliki paspor?” Tanya Reagen sambil membelai rambut Tania.


“Iya, dia sudah memiliki paspor.” Jawab Tania sambil memeluk Reagen


“Baiklah kalau begitu biarkan Ezer tidur, kamu pergi mengambil paspor Ezer tidak perlu membawa pakaian banyak.” Kata Reagen lalu Tania menganggukan kepala.


“Aku pergi sekarang, aku titip Ezer padamu.” Kata Tania kemudian dia melepaskan pelukan Reagen kemudian dia mencium kening Ezer.


Tania meninggalkan Ezer dan Reagen, dia masuk ke dalam mobil lalu dia langsug meluncur ke kedimana Carlos.


“Iya lebih baik aku menerima tawaran Reagen untuk menikah dengannya, dari pada aku harus bertahan dengan Kairos. Kata Tania dalam hati.


Tania tiba di kediaman Carlos, dia langsung masuk lalu dia bertemu dengan Debora.


“Debora, papa dan mama mana?”


“Mereka pergi mengantar Acel ke rumah sakit.” Jawab Debora


“Apa yang terjadi dengan Acel?” Tanya Tania dengan cemas


“Tidak terjadi apa apa. Dia hanya merasakan sakit di lututnya.”


“Ohh begitu.” Gumam Tania kemudian dia naik ke atas menuju kamar Kairos.


Tania masuk lalu dia melihat Kairos lagi duduk di sofa, Tania tidak memperdulikan Kairos. Dia mengambil koper dan mengisinya dengan pakaian dia dan Ezer, Tania mengambil paspor Ezer dan memasukannya ke dalam tas.


Kairos memperhatikan Tania yang sedang memasukkan pakaian Ezer dan pakaian Tania ke dalam koper. Dia berdiri lalu menghampiri Tania.


“Kamu mau kemana?” Tanya Kairos sambil memegang tangan Tania tapi Tania hanya diam dan menepiskan tangan Kairos. “Jawab aku.” Kata Kairos lagi tapi Tania tetap diam.


Tania keluar dari kamar Kairos kemudian dia memasukkan koper ke dalam bagasi. Tania masuk ke dalam mobil dan langsung menjalankan mobilnya menuju ke apartemen Reagen.


Dari kamar Kairos memperhatikan Tania pergi. Dia hanya menunduk kemudian dia duduk kembali di sofa.

__ADS_1


__ADS_2