SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS3 Episode 5


__ADS_3

Sementara di ruang forensic terlihat Martin dan rekannya sedang mengeluarkan jasad wanita tanpa identitas itu lalu mereka memasukannya ke dalam Ambulance. Di dalam Ambulance, mereka memasang topeng Tania di wajah Jasad itu.


“Jangan sampai terlihat batas topengnya.” Kata Martin sambil meratakan lem di wajah jasad itu.


“Tenang saja, aku tahu itu Martin.” Kata rekannya sambil memasang topeng Tania. “Ini harus di pasang sampai di bawah leher agar tidak terlihat.”


Mereka mengatur topeng itu serapi mungkin agar terlihat kalau itu jasad Tania. Martin melihat jasad wanita itu lalu dia terseyum.


“Tidak ada beda, mirip sekali.” Kata Martin lalu mereka berdua tertawa. “Oh ya mana pakaian yang Tania beli. Kita harus memakaikan pakaian yang sama dengan Tania pakai saat ini.”


“Ini Martin.”


Mereka memakaian pakaian yang sama dengan pakaian yang Tania pakai lalu mereka melumuri darah di pakaian itu. Akhirnya mereka tiba di rumah sakit, mereka memasukan mayat itu ke dalam ruangan.


Sementara di kediaman Mike terlihat Tania dan Reagen masuk kedalam mobil. Reagen meninggalkan kediaman Mike lalu mereka pergi kerestoran. Reagen memegang tangan Tania lalu menciumnya


“Sayang berhentilah bekerja di perusahaan paman Carlos, aku tidak ingin kamu bertemu dengan Kairos. Aku janji aku tidak akan pernah menyiksamu lagi.” Kata Reagen sambil menyetir mobil


“Iya aku akan berhenti.” Jawab Tania sambil pandangannya tetap lurus kedepan.


Reagen sangat senang mendengarnya.


“Benarkah sayang?”


“Iya honey, aku akan berhenti.” Jawab Tania lagi


“Ahh.. sayang aku sangat bahagia mendengarnya.” Kata Reagen sambil mencium kembali tangan Tania


Mereka tiba di Geatano’s Restaurant, Reagen memarkirkan mobilnya kemudian dia turun dari mobil lalu membukakan pintu kepada Tania. Tania turun dari mobil, kemudian Reagen memegang tangan Tania dan mereka masuk ke dalam Restorant, pelayan mengantar mereka ke meja.


Tania dan Reagen duduk lalu memesan makanan, mata Tania mencari Jack


“Dimana Jack?” Tanya Tania,


Tania merasa khawatir karena dia belum melihat Jack juga dia terlihat gelisah. Sedikit sediit matanya melihat keluar dan akhirnya dia melihat Jack masuk bersama dengan beberapa temannya. Tania melihat Jack mengedipkan sebelah matanya kepada Tania lalu Tania menganggukan kepalanya.


“Honey sebentar, aku ingin pergi ke toilet.” Kata Tania sambil berdiri


“Iya sayang.” Jawab Reagen


Tania berjalan pergi ke toilet dia menunggu Jack di depan toilet, tidak lama kemudian Jack datang.


“Hi Tania maaf tadi aku menunggu temanku.” Kata Jack kepada Tania


“Tidak apa apa Jack, lalu sekarang bagaimana?” Tanya Tania


“Ini bukan darah tapi terlihat seperti dara, kamu akan letakkan ini dimana?” Tanya Jack


Tania mengambil kantong itu


“Aku akan meletakkannya di dada sebelah kiri.”


“Baiklah Tania, tapi ini akan sedikit sakit Tania.” Kata Jack lagi


“Tidak apa apa Jack, dari pada aku menderita tinggal di rumah itu.” Kata Tania sambil memperhatika Reagen yang lagi duduk.


“Baiklah, kamu letakkan sekarang itu di dadamu, aku harus kembeali menemui temanku untuk mengatur rencana.” Kata Jack kemudian dia meninggalkan Tania.


Tania masuk kedalam toilet lalu dia mengatur kantong itu di dada kirinya.


“Untung aku memaki kemeja agak besar jadi tidak terlihat.” Kata Tania di dalam hati sambil mengatur kantong itu dada kirinya. Dia juga mengatur penetir di dalam kemejanya.


Tania kembali ke meja lalu dia duduk, dia tersenyum kepada Reagen


“Sayang pesanan kita sudah datang ayo kita makan.” Kata Reagen kepada Tania

__ADS_1


Reagen dan Tania makan bersama, sambil makan mereka berbicang bincang.


“Sayang aku ingin keluar kota, aku ingin kamu ikut denganku.” Kata Reagen sambil menyuapi makanan kedalam mulutnya


“Iya honey, aku akan ikut denganmu.” Kata Tania, dia memperlihatkan sikap senang di depan Reagen agar Reagen tidak curiga.


Akhirnya mereka berdua selesai makan, Reagen mengajak Tania untuk pulang. Mereka berdua keluar dari Restoran dan berjalan menuju ke mobil. Sampai di dekat mobil Reagen melingkarkan tangannya di pinggang Tania kemudian dia mencium bibir Tania.


Tania melingkarkan tangannya di punggung Reagen lalu dia memberi isyarat dengan jarinya kepada Jack.


“Reagen seandainya bisa, aku ingin sekali membunuhmu.” Kata Tania sambil membalas ciuman Reagen


Tania melihat teman Jack lalu dia melepaskan tangannya dari punggung Reagen lalu pura pura berteriak


“Reagen awas.” Teriak Tania sambil mendorong tubuh Reagen lalu terdengar dua kali bunyi tembakan.


Tania pura pura tersungkur lalu dia menusuk kantong yang berada di balik branya dengan peniti. Tapi darah belum keluar juga Tania berulang kali menusuk peneti itu lalu darah mulai membasaha kemeja Tania.


Melihat Tania tersungkur Reagen langsung berteriak


“Tidaaakkkkk.!! Reagen berdiri lalu dia memeluk Tania dan memegang wajah Tania


Jack melihat Tania tersungkur dia langsung berlari lalu memegang Tania.


“Cepat hubungi Ambulance.” Kata Jack kepada Reagen.


Reagen berdiri dan mengambil hanphonenya dari saku celananya kemudian dia menghubungi Ambulance. Jack berpura pura memeluk Tania dia berusaha membuat lubang kecil di kemeja Tania dan memungut selonsong peluru yang ada di dekat Tania.


Reagen kembali memeluk Tania dan menepuk pipi Tania


“Sayang, kamu tidak boleh pergi.” Kata Reagen sambil membelai wajah Tania


Ambulance datang lalu petugas Ambulance mengangkat Tania dan memasukan Tania ke dalam Ambulance. Jack berbisik kepada petugas Ambulance.


“Baik Jack.” Kata petugas Ambulance, lalu mereka membawa Tania ke rumah sakit di ikuti Reagen dan Jack di mobil mereka masing masing.


Tiba di rumah sakit mereka langsung membawa Tania kedalam ruangan. Tania langsung turun dari tempat tidur dan di gantikan dengan mayat wanita tanpa identitas. Tania langsung masuk kedalam Ambulance dan petugas Ambulance membawa Tania ke suatu tempat


“Martin menyuntik cairan ke dalam tubuh mayat itu untuk membuat tubuh mayat itu menjadi sedikit hangat.”


Reagen tiba di rumah sakit lalu dia ingin melihat Tania tapi Martin dan rekannya menyamar sebagai Dokter menahan Reagen,


“Anda tunggu saja di luar.” Kata Martin lalu dia masuk kedalam.


Jack juga tiba di rumah sakit lalu dia menghampiri Reagen


“Bagaimana Tania?” Tanya Jack berpura pura kepada Reagen.


“Dokter masih menanganinya.” Jawab Reagen sambil menangis.


“Oh.. begitu.” Guma Jack lalu dia menelepon Charlie.


Tidak lama kemudian Charlie dan rekan rekan polisi datang dia langsung menghampiri Jack dan Reagen


“Apa yang terjadi?” Tanya Charlie sambil mengedipka sebelah matanya kepada Jack.


“Tania di tertembak Charlie.” Kata Reagen sambil menangis. “Seseorang ingin menembakku lalu Tania mendorong tubuhku dan akhirnya Tania yang tertembak.”


Charlie berpura pura meminta rekannya untuk mengiterogasi Reagen. Tidak lama kemudian Martin keluar, dia menemui Reagen


“Maaf Tuan kami tidak bisa menyelamatkan istri Anda.” Kata Martin kepada Reagen


Reagen tidak percaya, dia langsung berlari masuk kedalam ruangan kemudian dia memeluk Tania dan menangis.


“Jangan tinggalkan aku sayang, aku sangat mencintaimu. Maafkan aku.” Kata Reagen sambil membelai wajah Jasad yang menyerupai Tania.

__ADS_1


Charlie masuk lalu dia menghampiri Reagen dan melihat jasad yang mirip sekali dengan Tania.


‘”Gila, dia membuat topeng itu mirip sekali dengan Tania. Jasad ini benar benar terlihat Tania.” Kata Charlie dalam hati.


Charlie memegang punggug Reagen


“Lebih baik kamu menghubungi Mike dan Carlos, suruh mereka datang kerumah sakit.” Kata Charlie kepada Reagen lalu Reagen menganggukan kepala.


Dia keluar dari ruangan lalu dia menghubungi Mike dan Nyonya Sonia. Selesia menghubungi Mike Reagen menghampiri Jack.


“Jack aku tidak berani memberitahu paman Carlos tentang Tania.” Kata Reagen kepada Jack.


“Bia raku saja yang menghubungi Carlos.” Kata Jack kemudian dia menghubungi Carlos.


Di kediaman Carlos, Kairos terlihat gelisah. Dia mondar mandir di kamarnya, dia menunggu kabar dari Jack. Sedangkan Carlos sedang bermain main dengan Ezer di kamarnya, tiba tiba handponenya berbunyi. Carlos mengambil handphonenya lalu melihat panggilan itu.


“Jack yang menelepon. Ada apa ya?” Tanya Carlos kemudian dia menjawab telepon Jack.


“Hallo Jack, ada apa menelopnku?” Tanya Carlos.


“Ehmm.. Carlos bisakah kamu datang kerumah sakit?” Tanya Jack


“Ada apa Jack? Siapa yang di rumah sakit?” Tanya Carlos dengan Cemas


“Carlos Tania di rumah sakit, seseorang menembak Tania. Kamu datang saja ke rumah Sakit.” Kata Jack lagi dari sebernag telepon.


“Apaaa??? Kenapa Tania bisa tertembak?” Tanya Carlos, dia menjadi panik.


“Carlos kamu datang saja kerumah sakit, katakan juga kepada Kairos bawah Ezer kesini.”


“Baiklah Jack, aku segera kerumah sakit.” Kata Carlos kemudian dia menutup telepon.


Carlos memanggil Kairos. Mendengar suara Carlos memanggilnya, Kairos langsung berlari keluar dari kamarnya. Dia langsung menemui Carlo.


“Ada apa pap?” Tanya Kairos.


“Kairos kita kerumah sakit sekarang, Tania tertembak.” Kata Carlos kepada Kairos.


Kairos pura pura terkeju


“Apaaa?? Tania tertembak?” Kata Kairos kepada Carlos. “Kalau begitu ayo kita kerumah sakit pap.” Kata Kairos berpura pura panik.


“Iya Kairo, aku telepon mama dulu.” Kata Carlos sambil berlari masuk kedalam kamar lalu menelelon Jessica “Sayang kita harus kerumah sakit, Tania tertembak.” Kata Carlos kepada Jessica sambil mengambil jacket dan memakainya.


Jessica juga terkejut


“Apaa?? Tania termbak? Kenapa dia bisa tertembak? Siapa yang mengatakannya padamu?” Tanya Jessica


“Jack yang mengatakannya, dia sekarang di rumah sakit.” Jawab Carlos.


Carlos keluar dari kamar lalu dia masuk ke dalam mobil. Kairos juga ikut masuk ke dalam mobil lalu Acel dan Cella keluar


“Papa mau kemana?” Tanya Cella


“Kami akan kerumah sakit sayang, Tania tertembak” Kata Carlos kepada Cella.


“Aku ikut pap.” Kata Acel


“Aku juga.”Kata Cella lalu mereka masuk kedalam mobil yang lain.


Mereka langsung menuju kerumah sakit.


Selamat membaca


Maaf telat up lagi

__ADS_1


__ADS_2