SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Kisah memilukan


__ADS_3

Jessica memeluk papanya dengan erat, dia menangis lalu  pria itu menyeka air mata putrinya.


“Jangan menangis, Sayang. Ini adalah hari kebahagiaanmu, papa senang bisa melihatmu lagi,” bisik papa Jessica di telinga putrinya.


“Maafkan Jessi, Pa. Saat menikah aku tidak memberikan kabar kepada papa.” Papa Jessica kembali tersenyum dan menyeka airmata wanita itu.


“Papa mengerti, Sayang. Jangan menangis nanti riasanmu berantakan.” Papa Jessica melepaskan pelukannya kemudian mengganti posisi Federico tapi Jessica menarik tangan Federico untuk mendampinginya juga.


Akhirnya kedua pria itu mendampinginya sampai di depan lalu Carlos menjemput Jessica kemudian  berdua berjalan ke arah Pastor.


Kini Jessica dan Carlos berdiri di depan Pastor sementara Mike berdiri di samping Carlos kemudian Pastor berdoa. Selesai, Pastor membacakan kitab suci.


Jessica dan Carlos berdiri saling berhadapan lalu Pastor membacakan janji pernikahan yang di ikuti oleh Carlos setelah itu Mike memberikan cincin pada Carlos kemudian memasangkan di jari manis Jessica.


Kembali Pastor membacakan janji pernikahan  yang diikuti oleh Jessica, setelah itu Mike memberikan cincin pada wanita itu dan memasangkan di jari Carlos.


“Kalian sah sebagai suami istri, silahkan cium pengantinya.” Carlos mencium bibir Jessica kemudian pastor berdoa lagi untuk pasangan pengantin itu.


Setelah itu Jessica dan Carlos berdiri menghadap undangan. Papa Jessica serta Federico dan Liliana berdiri datang menghampiri pasangan pengantin itu.


Papa Jessica memeluk serta mencium Jessica begitu juga Federico dan Liliana lalu mereka mengadakan sesi foto bersama.


Selesai Jessica dan Carlos berjalan menuju ketempat resepsi, Jessica besyukur disini pernikahannya tidak lama. Tidak seperti di tempatnya memakan waktu berjam-jam.


Pasangan pengantin itu duduk di meja resepsi bersama papa Jessica, Federico dan Liliana. Terdengar alunan music Spanish tapi sangat enak didengar oleh para undangan.


Carlos mengajak Jessica berdansa, wanita itu’pun berdiri kemudian Carlos memeluknya, dia tesenyum menatap Jessica yang sekarang sudah menjadi istrinya dan berbisik.


“Kamu cantik sekal, Sayang.”


“Kamu juga sangat tampan beb.” Carlos memeluknya dengan erat


“Kamu bahagi?” tanya Carlos dengan mengusap pipi Jessica.


“Tentu saja, aku sangat bahagia,” jawab Jessica kemudian melirik papanya. “Babe kenapa papaku bisa disini?”


“Nanti aku ceritakan padamu sebelum tidur.” Jessica melengkungkan bibirnya kemudian mengecup bibir suaminya.


Jessica merasa lelah kemudian meminta Carlos untuk duduk dan berbisik kepada pria itu.


“Babe, kakiku sakit.” Carlos menatap Jessica dan tertawa, wajah wanita itu langsung berubah cemberut dan mencubit perut Carlos.


“Auh … sakit, Sayang,” rintih Carlos sambil memegang tangan Jessica.


Jessica melihat papanya sedang berbincang dengan Federico, papa Jessica juga bisa berbahasa Inggris.


Papanya terlihat akrab dengan Federico, Jessica senang sekali orang tuanya hadir di pernikahannya. Tenyata Carlos dan Federico telah membuat kejutan padanya. Jessica benar-benar  bahagia.


Wanita itu berbisik pada Carlos untuk mengganti sepatunya, sambil melepaskan high heels dan memberikan kepada Carlos.


Carlos’pun berdiri dan membawa sepatu Jessica ke kamar dan mengambil sandal untuk wanita buncitnya lalu memberikannya kepada sang istri.


Jessica memakai sendal yang di bawah Carlos kemudian berdiri, mengayunkan kaki ke arah papanya dan Federico. Wanita itu mengajak papanya untuk berdansa. Sambil berdansa Jessica menanyakan mamanya.

__ADS_1


“Bagaimana kabar mama, Pa?”


”Mama baik-baik saja, Sayang.  Seperti kamu tahu mama tidak berubah masih cerewet dan suka berteriak,” jawab papa sambil tertawa.


“Maafkan Jessi ya, Pa. aku belum bisa memaafkan mama.”


“Iya, papa mengerti. Papa sangat senang melihatmu bahagia, menemukan suami yang mencintaimu bahkan keluarga yang sangat sayang padamu.” Jessica tersenyum dan menganggukan kepala.


“Federico dan Liliana memperlakukanku seperti anak kandung mereka, orang tua Carlos sangat menyayangiku apalagi Carlos dia sangat mencintaiku.


“Papa bisa melihatnya, Sayang.”


Federico mendekati Jessica dan papanya kemudian meminta gantian untuk berdansa dengan menantunya.


Akhirnya Federico berdansa dengan Jessica kemudian wanita itu berbisik pada Federico,


“Dadd, terima kasih sudah menghadirkan papa Jessi disini.” Federico tersenyum dan menatap Jessica.


“Nak, daddy ingin melihat kamu bahagia. Maaf tidak memberitahukanmu soal kedatangan papa kamu,” ujar Federico.


“Tidak apa apa, Dadd.” Federico memeluk Jessica dan mencium keningnya. Akhirnya mereka berdua duduk.


Jessica duduk di samping Carlos kemudian pria itu memegang tangan Jessica dan mengelusnya dengan lembut.


sementara Liliana sibuk melayani tamu-tamu undangan, sesekali dia bercakap-cakap dengan teman-temannya.


Akhirnya pesta usai, Jessica masuk ke dalam menuju kamarnya.  Melepaskan gaun pengantin serta mengganti dengan pakaian biasa.


Setelah itu keluar kamar dan bergabung dengan mereka di ruang tamu. Jessica duduk di samping papanya kemudian berbisik,


”Iya sayang istirahat saja.” Jessica pamit kepada Federico dan Liliana juga Mike. Kemudian masuk ke dalam kamar diikuti oleh Carlos.


“Sayang, kamu sudah mau tidur?” tanya Carlos dengan memeluk Jessica.


“Iya, Babe. Aku merasa lelah dan ingin segera meluruskan kakiku.”


“Baiklah, istirahat saja aku masih ingin berbincang-bincang di luar.” Jessica merebahkan tubuhnya di ranjang, kemudian Carlos memakaikan selimut serta mengecup bibirnya. Karena kelelahan Jessica langsung tertidur.


Carlos meninggalkan Jessica kemudian menemui Liliana, Federico dan papa Jessica juga Mike di ruang tamu. Mereka berbincang-bincang disana lalu Federico menayakan mama Jessica.


“Bagaiamana kabar mama Jessica.”


“Dia baik baik saja,” jawab papa Jessica dengan tersenyum.


“Kami minta maaf karena membatalkan mama Jessica untuk datang kesini, karena putri kalian tidak menginginkan kehadirannya.” Papa Jessica menganggukan kepala, dia mengerti dengan keinginan putrinya.


“Tidak masalah, Tuan. Aku mengerti dan memang lebih bagus istriku tidak datang, karena aku tidak ingin Jessica terganggu dengan kehadirannya. Aku tahu Jessica belum bisa memaafkan istriku.”


“Iya, Jessica sudah menceritakan semuanya pada kami apa yang dia alami sejak dia masih kecil  dan dia juga belum bisa memaafkan mamanya, kami juga turut prihain,” tutur Federico.


Carlos dan Liliana hanya duduk dan mendengarkan percakapan papa Jessica dengan Federico tentang mama Jessica. Kemudian Federico kembali bertanya kepada papa Jessica.


“Kenapa istri anda memperlakukan Jessica seperti itu, padahal Jessica anak kandungnya tapi kenapa dia  perlakukan Jessica seperti bukan anaknya.”

__ADS_1


“Begini, sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya tapi tidak apa-apa. Aku akan menceritakan yang sebenarnya tapi tolong jangan sampai Jessica tahu. Rahasia ini aku simpan dari Jessica, aku tidak ingin dia merasa sedih,” ujar papa Jessica dengan menatap Federico.


“Rahasia apa, apakah Jessica bukan anak kandung kalian?” Kembali Federico bertanya.


Papa Jessica seperti ragu untuk menjawabnya, dia khawatir kalau putrinya tahu. Pria itu sangat menyayanig Jessica. Papa Jessica menarik nafas panjang dan kembali menatap mereka satu persatu.


“Apa yang tuan Federico katakan itu benar.” Dengan berat papa Jessica menjawab pertanyaan Federico.


Carlos dan Liliana terkejut denga apa yang mereka dengar, begitu juga mike.


“Jadi Jessica bukan anak kandung kalian.” Tanya Carlos dengan heran.


“ Iya benar, Jessica bukan anak kandung kami. Aku akan menceritakan kenapa Jessica ada pada kami.” Papa Jessia kembali menarik napas begitu dalam dan menceritakan semuanya kepada mereka.


“Aku bertemu mama kandung Jessica saat dia sedang mengandung Jessica sembilan bulan, saat itu mamanya ingin bunuh diri karena dia tidak di terima oleh keluarganya karena hamil di luar nikah. Apalagi laki-laki tidak bertanggung jawab, di daerah kami itu merupakan aib bagi keluarga.” Carlos, Federico dan Liliana saling tatap.


“Karena aku seorang polisi maka aku menyelamatkan mama Jessica dan membawanya ke rumah sakit. Saat berada di ruang perawatan, dia bercerita padaku tentang dirinya.” Papa Jessica terhenti kemudian menark napas.


“Jadi dulu mama Jessica adalah istri kontrak dari pria yang berwarga negara Portugal. Dalam perjanjian kawin kontrak dia tidak boleh hamil.” Kembali dia menjelaskan kepada mereka.


“Tapi ternyata mama Jessica hamil tanpa sepengetahuan pria itu dan sampai sekarang’pun pria itu tidak tahu karena mereka hilang komunikasi. Jadi papa kandung Jessica berasal dari portugal.” Carlos membulatkan mata mendengarnya.


‘Pantas saja dia begitu tingga serta tidak mirip papanya,’ gumam Carlos dalam hati.


“Terus mama Jessica dimana sekarang?” tanya Carlos, dia sangat penasaran lalu papa Jessisca melanjutkan ceritanya.


“Saat melahirkan mama Jessica meninggal karena pendarahan, kemudian aku membawa Jessica pulang kerumah. Disitulah aku dan istriku bertengkar hebat. Dia tidak menerima Jessica, istriku berpikir Jessica anak dari hasil selingku.  Aku menjelaskan padanya tapi dia tidak percaya ….”


“Tapi aku berkeras ingin membesarkan Jessica. Anak perempuanku yang nomor dua sangat menyayangi Jessica, dia dan aku yang membesarkannya. sedangkan istriku sangat membencinya, tapi aku selalu menguatkan Jessica, aku memberi dia kasih sayang.” Nampak wajah papa Jessica berubah sedih.


“Saat dia lari dari rumah aku dan istriku bertengkar hebat, aku merasa kehilangan. Dia satu-satunya yang selalu memperhatikan aku, setiap pulang sekolah dia selalu memelukku, menciumku dan bermanja padaku. Hanya Jessica yang melakukan itu padaku, anak kandungku tidak pernah memelukku apa lagi menciumku.” Papa Jessica terhenti, kembali dia menarik napas.


“Walau’pun dia menderita tapi Jessica selalu ceria, dia tidak memperlihatkan penderitaan dan kesedihannya pada orang lain. Dia hanya menyimpannya.” Papa Jessica menyeka air matanya saat jatuh di pipi.


“Aku sangat menyayanginya, saat dia pergi aku mencarinya kemana-mana sampai teman-teman polisiku membantu mencarinya tapi kami tidak menemukannya.” Papa Jessica menatap Carlos.


“Tapi sekarang aku bahagia dan merasa tenang Jessica sudah berada di tangan yang tepat, Jessica ada di tengah-tengah orang-orang yang mencintainya. Jessica memang layak untuk mendapatkanya.” Papa Jessica tersenyum kepada Carlos.


“Terima kasih sudah menerima Jessica sebagai bagian dari keluarga kalian.”


“Tentu saja Jessica layak untuk mendapatkannya karena dia sudah menderita sekian tahun dan sekarang dia patut berbahagia,” ujar Carlos sedikut kesal mendengar kisah istrinya.


“Terima kasih, Carlos. Kamu sudah mencintainya dan mau menjadikan Jessica istri kamu. Aku titip putriku padamu.”


“Jangan khawatir, aku akan selalu menjaga Jessica dan selalu menicntainya,” jawab Carlos meyakinkan papa Jessica.


Hari semakin larut malam akhirnya mereka berhenti berbincang-bincang dan tidur. Carlos masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya, setelah itu dia berbaring di samping Jessica.


Dia menatap Jessica dan memegang wajah istrinya kemudian mencium kening wanita perut buncit itu.


Jessica bergerak, membuka matanya dan menatap  Carlos. “Babe, kamu belum tidur?” tanya Jessica dengan suara serak


“Iya, Sayang. Aku baru saja selesai berbincang-bincang dengan papa kamu juga mommy dan daddy,” jawab Carlos dengan membelai rambut Jessica lalu wanita itu melingkarkan tangannya di pinggang Carlos.

__ADS_1


“Tidur lagi ya, Sayang.” Jessica menganggukan kepala dan memejamkan matanya kembali.


Thank you yang masih setia


__ADS_2