
Sudah beberapa hari ini Fanya dan Tini selalu main ke apartemen, kali ini mereka ingin jalan jalan ke mall. Jessica minta ijin kepada Carlos, awalnya kekasih Jessica tidak setuju.
Tapi Jessica memaksa dan akhirnya di ijinkan, mereka menggunakan mobil Tini ke mall. Jessica ingin traktir mereka karena hari ini terakhir dia bersama kedua sahabatnya.
Besok subuh Jessica dan Carlos akan berangkat ke Amerika, mereka tiba di mall lalu masuk mencari tempat makan. Jessica ingin mereka berdua yang memilih restorannya.
Akhirnya mereka masuk di salah satu restoran luar, pelayan menyambut mereka lalu mengantar ke meja dan memberikan buku menu. Jessica memesan mie goreng yang terbuat dari ubi ungu, serta juice sirsak.
Sambil menunggu pesanan ketiga wanita itu berbincang dan bersenda gurau, tidak lama kemudian makanan mereka datang Jessica mencicipi mie gorang. Sesekali Tini dan Fanya mengambil makanan Jessica.
“Jess, enak juga ya mie ungunya mendingan aku tadi pesan sepertimu,” ujar Tini sambil mengambil lagi mie goreng dengan menggunakan sumpit.
“Kalau mau, pesan saja,” tawar Jessica lalu kembali menyuap makanan ke mulutnya.
“Ah tidak usah, aku juga sudah kenyang,” sahut Tini sambil meletakan sumpit di piring.
Jessica memperhatikan Fanya yang begitu lahap menyantap makanannya sampai habis, kekasih Carlos tersenyum dan meledeka sahabatnya itu.
“Fan, kamu lapar apa doyan?” Fanya menatap Jessica lalu tertawa.
“Dua-duanya, Jess.” Tini dan Jessica langsung tertawa. Selesai makan mereka berkeliling mall, Jessica merasa Lelah lalu meminta Tini untuk mengantarkanknya ke kantor Carlos.
“Sekarang, Jess?” tanya Tini setelah mendengar permintaan sahabatnya itu.
“Iya, sekarang,” jawab Jessica di sertai anggukan kepala.
“Tentu saja bisa, untuk seorang ibu hamil kemana’pun akanku antar,” canda Tini dengan menggandeng tangan Jessica.
Jessica tertawa dan menepuk tangan Tini yang berada di lengannya. Tini’pun mengantar Jessica ke kantor Carlos. Begitu tiba Jessica langsung turun.
“Kalian tidak ikut turun?” tanya Jessica.
“Tidak usah, Jess. nanti mengganggu kesenangan kamu sama Carlos,” canda Fanya dengan mengedipkan sebelah matanya.
“Iya, Jess. Nanti kita hanya menjadi satpam bagi kalian berdua.” Tini ikut menggoda Jessica.
“Ich, apa sih. Sudah pergi sana.” Tini dan Fanya tertawa.
“Baiklah, kami tinggal. Jangan lupa sering-sering hubungi kami kalau sudah di Amerika,” ujar Tini dengan tersenyum kepada Jessica.
“Iya tenang aja.” Akhirnya Fanya dan Tini pergi kemudian Jessica masuk ke kantor, dia menyapa security lalu melangka menuju ke ruang kerja sang kekasih.
Saat berada di depan ruang kerja para karyawan menatap Jessica, nampak wajah mereka cemas. Jessica mengerutkan dahi merasa aneh melihat mereka. ‘Ada apa ya,’ tanya Jessica dalam hati.
Jessica membuka pintu, mata menangkap Jenny sedang memegang kemeja Carlos sementara kekasih Jessica memegang tangan Jenny.
Carlos terkejut melihat Jessica, dia melepaskan tangan Jenny secara kasar lalu Jessica masuk duduk di kursi kerja. Membiarkan mereka berdua bertengkar.
Saat Carlos akan menampar Jenny, Jessica berteriak kepada dan berdiri menghampiri Carlos. Memegang tangan sang kekasih dan menenangkannya.
“Jangan pernah memukul perempuan, nanti kamu akan terbiasa.” Jessica menarik Carlos ke meja kerja dan menyuruh dia duduk. “Biar aku yang mengatasi Jenny.”
__ADS_1
“Tolong jangan ganggu Carlos lagi!” Sambil berucap Jessica mengayunkan langkah menghampiri wanita itu.
“Aku mencintai Carlos dan tidak akan melepaskannya, kamu telah merebutnya dariku.”
“Aku tidak pernah merebut Carlos darimu, bukannya kamu yang meninggalkan dia demi laki laki lain? Sekarang kamu datang dan bilang mencintainya. Cinta macam apa itu?” Jessica menatap tajam, tidak ada rasa takut sedikut’pun dia kepada wanita itu.
“Kamu tidak tahu apa apa.”
“Aku tidak tahu apa-apa? Aku tau semuanya, aku tahu juga kamu meninggalkan lelaki itu karena dia sudah tidak kaya lagi bukan? Sekarang kamu mau kembali pada Carlos sudah terlambat.” Jessica melipat kedua tangannya di dada dan menatap wanita itu.
“Aku sedang mengandung anaknya dan kami akan segera menikah. Jadi kamu jangan pernah mengganggu Carlos lagi. sekarang silahkan keluar dari ruangan ini!” Wajah Jenny beruba menjadi marah dia tidak percaya kalau Jessica sedang hamil.
“Carlos, apakah benar dia sedang mengandung anakmu?” tanya Jenny sambil memperhatikan perut Jessica.
“Ya benar sekali, dia sedang mengandung anakku dan kami akan segera menikah. Sekarang pergi dari hadapanku!” Jenny begitu marah tidak terima di usir oleh Carlos.
“Kenapa kamu tidak mati saja waktu di pantai.” Jessica langsung menari tangan Jenny dengan kasar.
“Oh, jadi kamu yang mencoba menabrakku?” Jessica tersenyum sinis kepada Jenny. “Sayang ya tidak berhasil, kasihan. Lihat dirimu sungguh menyedihkan, makanya jadi orang jangan matre.” Jenny melepaskan tangannya dari Jessica lalu meninggalkan ruangan dengan membanting pintu.
Perginya Jenny, Carlos langsung berdiri dan memeluk Jessica. “Sayang untung kamu cepat datang, kalau tidak aku sudah menamparnya.”
“Jangan pernah memukul perempuan itu tidak baik.” Jessica menarik Carlos untuk duduk di sofa.
“Iya maaf, aku terlalu emosi tadi,” sahut Carlos sambil duduk lalu Jessica mengambilkan air minum untuk prianya.
“Sudah jangan marah-marah lagi, aku sudah disini jangan tunjukan wajah seperti. Jenny sudah pergi.” Jessica bercanda sambil memberikan gelas berisikan air kepada Carlos.
“Kamu selalu membuatku tersenyum.” Carlos mengambil gelas berisikan air lalu meminumnya.
****
Jam tiga subuh Carlos sudah membangunkan Jessica, hari ini mereka akan berangkat ke Amerika. Mata wanita itu masih berat dan ingin tidur lagi.
“Sayang, bangun. Nanti kita terlambat ke Airport.” Carlos terus membangunkan Jessica dengan mengecup berulang kali kening wanitanya.
“Sayang.” Kali ini Carlos mencolek pinggang Jessica karena wanita itu tidak bangun juga.
“Babe, sebentar lagi aku masih mengantuk.” Jessica memutar badannya membelakangi Carlos sambil memeluk bantal.
“Sayang nanti kita terlambat pesawat, ayo bangun.” Jessica membuka mata dan memeluk Carlos. “Ayo bangun dan mandi,” ujar Carlos sambil mengelus perut sang kekasih.
“Tapi gendong,” bisinya dengan suara manja
“Iya, manja.” Carlos menggendong Jessica ke kamar mandi, lalu Jessica melepaskan pakaiannya.
Carlos menyalakan shower dan keluar dari kamar mandi. Dia pergi ke dapur mengambil air putih hangat juga membuatkan susu untuk Jessica.
Selesai mandi Jessica memakai kimono dan duduk di ruang Tv. Carlos memberikan segelas air putih hangat juga roti dan susu lalu Jessica letakkan di atas meja.
Jessica berdiri dan masuk kamar mengganti pakaiannya. Selesai, Jessica kembali ke ruang tv mememakan roti buatan Carlos juga minum susu.
__ADS_1
Mereka tidak membawa barang banyak, Carlos meminta Jessica untuk bawa seadanya saja nanti belanja kembali di Amerika. Carlos membungkus foto hasil USG dengan kain dan masukkan ke dalam amplop, dia menatap Jessica lalu tersenyum.
“Kejutan buat mom dan dadd, mereka pasti sangat bahagia akan memiliki cucu,” tutur Carlos. “Sayang, ini hadia di ulang tahunnya.” Jessica tersenyum melihat Carlos memasukan amplopnya di travel bag. “Kamu sudah selesai?”
“Iya, aku sudah selesai dari tadi.” Terdengar bel pintu berbunyi.
‘Itu pasti Andrew.’ gumam Jessica. Andrew yang akan mengantar Carlos dan Jessica ke airport.
Carlos membukakan pintu dan menyuruh Andrew masuk, Jessica tersenyum melihat sahabatnya.
“Sudah siap semua?” tanya Andrew sambil memperhatikan barang milik Carlos dan Jessica.
“Iya sudah, kita harus pergi sekarang nanti terlambat,” sahut Carlos dengan mengatur travel bag di punggungnya.
Andrew membawa koper kecil Jessica, mereka keluar dari apartemen menuju basement, Andrew memasukkan barang Jessica dan Carlos ke bagasi lalu mengantar pasangan kekasih itu ke Airport.
Akhirnya mereka tiba di Airport Carlos dan Andrew mengambil barang di bagasi, nampak wajah sahabat Andrew sangat sedih akan berpisah dengan Jessica.
Mereka berdua saling berpelukan, Jessica menangis memeluk Andrew dengan erat. Begitu juga dengan Andrew.
“Jangan pernah lupakan aku ya,” bisik Andrew di telinga Jessica.
“Aku tidak akan pernah melupakkanmu, kamu sahabat terbaikku dan selamanya tetap yang terbaik.” Andrew lebih mengeratkan pelukannya seolah-olah tidak ingin melepaskan Jessica pergi.
“Aku akan merindukanmu, sering-sering telepon aku ya.”
“Iya, Ndrew. Aku akan selalu menelponmu, juga akan merindukanmu.” Jessica melepaskan pelukannya dan menatap Carlos. Kekasih Jessica juga memeluk Andrew.
“Andrew, terima kasih. Kamu sudah banyak membantuku juga Jessica. Aku berhutang budi padamu.” Carlos melepaskan pelukannya dan menepuk lengan Andrew.
“Sama sama Carlos, aku titip Jessica padamu. Tolong jaga dia.”
“Tentu saja, kamu tahu sendiri aku sangat mencintainya. Jangan khawatir, oh ya nanti sopir perusaha akan mengambil mobilku, aku sudah berikan nomor kamu padanya.” Andrew tersenyum dan menganggukan kepala.
“Ok sip, kalian harus masuk sekarang nanti terlambat.” Sekali lagi Jessica memeluk Andrew dan mencium kedua pipi pria itu.
Carlos dan Jessica masuk untuk check in. Selesai, mereka menuju ke Imigrasi dan mengantri. Jessica antri terpisah di tempat untuk lokal semenatara Carlos untuk orang asing.
Selesai paspor di stempel Jessica dan Carlos menuju keruang tunggu. Karena ticket mereka bussines class mendapat ruangan berbeda dengan economi class, banyak makanan dan buah buahan tersedia di tempat itu. Jessica dan Carlos mengambil sarapan, lalu duduk.
Selesai sarapan mereka menunggu sambil membaca buku sementara Carlos melihat email di ponselnya. Tidak lama kemudian terdengar pengumuman untuk masuk ke dalam pesawat.
Carlos berdiri dan menggenggam tangan Jessica menuju ke pesawat, pramugari menyambut mereka dan mengantar pasangan kekasih itu ketempat duduk.
Tempatnya begitu nyaman, Carlos meletakan barang-barang di kabin dan duduk di dekat Jessica.
Akhirnya pesawat mulai berjalan semakin lama semakin cepat dan take off, Jessica tidak bisa melihat kota Jakarta karena berada di deretan tengah bersama Carlos.
Mereka akan transit di Hongkong selama satu jam, Carlos sengaja membeli ticket pesawat yang transit di Hongkong karena hanya satu jam, tergantung maskapainya.
Kalau di tokyo bisa empat sampai lima jam jadi total perjalanan bisa 22 sampai 23 jam ada juga total sampai 30 jam. Kalau dari Jakarta Hongkong dan Lax total hanya 18h 40 menit
__ADS_1
Jessica berbaring lalu Carlos memakaikannya selimut dan memberikan buku, Setelah itu Carlos berbaring sambil menonton film.
Terima kasih bagi yang masih setia memberi like dan koment