
Pagi hari Cella terbangun dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya, dia melihat ke samping sang kekasih tidak ada. Cella ingin buang air kecil tapi malas untuk berdiri.
Permainan mereka semalam membuat tubuh gadis itu terasa sakit apalgi bagian intinya, pria itu benar-benar menggempur Cella habis-habisan. Tapi Cella juga sangat menikmatinya sehingga pria itu tidak memberi ampun kepadanya.
Logan masuk kemudian melihat Cella sudah bangun, dia duduk di sisi tempat tidur dan memberikan susu kepada gadis itu.
“Minum susu ini.” Cella menggeleng-gelengkan kepala, dia mendorong tangan pria itu dan merintih kesakitan.
“Logan, aku ingin ke kamar mandi tapi badanku sakit semua,” ujar Cella sambil menangis dan menekukkan tubuhnya.
Pria itu meletakkan gelas yang berisikan susu di meja kemudian dia kembali duduk di sisi tempat tidur dan menyeka airmata yang keluar dari sudut mata Cella.
“Aku akan menggendongmu,” ujar Logan kemudian dia mengangkat Cella seperti pengantin dan membawanya ke kamar mandi. Dia menurunkan gadis itu lalu Logan membungkukkan badannya. Dia membiarkan tangan Cella melingkar di punggungnya.
Cella duduk di closet lalu buang air kecil, dia merintih kesakitan dan menangis saat intinya terkena air. Maklum dia adalah gadis yang sangat dimanjakan oleh ayahnya. Logan jongkok di depan Cella, kedua tangannya memegang pipi gadis itu.
“Maafkan aku,” ucap Logan sambil menyeka airmata Cella, dia membiarkan tangan itu memeluk dan meremas punggungnya saat gadis itu merintih buang air kecil.
“Kenapa sesakit ini,” rintih Cella kemudian Logan tersenyum. Bagaimana tidak sakit, pria itu tidak berhenti menggempur milik Cella dengan benda pusakanya yang panjang dan besar. Apalagi ini pertama kali Cella melakukannya.
“Karena kamu baru pertama kali melakukannya, besok pasti tidak sakit lagi,” jelas Logan kemudian dia membantu gadis itu berdiri dan menggendongnya kembali ala pengantin.
Logan membaringkan tubuh mungil itu dan membantunya untuk duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur kemudian dia memberikan susu kepada gadis itu. Cella mengambil gelas susu dari tangan Logan dan meminumnya.
“Terima kasih,” ucap Cella lalu Logan menganggukan kepala dan mencium kening gadis itu. Logan tersenyum mengingat bagaimana panasnya dia dan Cella bergumul semalam. Bahkan punggungnya penuh cakaran kuku dari wanita yang dicintainya.
Rintihan-rintihan kenikmatan yang keluar dari bibir Cella membuat dia sangat bersemangat sehingga Logan tidak tahu berapa kali sang kekasih mengalami pelepasan.
“Sekarang kamu tidur kembali, aku akan membuatkan sarapan untukmu.” Tentu saja saat ini Logan memanjakan sang kekasih, mengingat pelayanan yang sudah diberikan Cella kepadanya kini saatnya membiarkan gadis itu istiraha. Mengingat mungkin nanti malam dia akan melakukannya lagi. Logan berdiri dan membantu meluruskan badan Cella, dia membiarkan gadis itu tidur kembali. Logan keluar dan pergi ke dapur, dia membuatkan sarapan untuk Cella dan dirinya.
__ADS_1
Selesai membuat sarapan dia kembali ke kamar dan melihat gadis itu sudah tertidur kembali, Logan bebaring di samping sang kekasih dan memeluk tubuh yang hanya terbungkus dengan pakaian dalam. Cella membuka matanya kemudian dia melingkarkan tangannya di perut Logan.
“Apakah kamu sudah sarapan?” tanya Cella dengan suara serak sambil meletakkan kepalanya di dada bidang itu.
“Belum, aku ingin sarapan bersamamu,” jawab Logan dengan membelai rambut gadis itu.
“Aku tidak bisa sarapan bersamamu, aku tidak bisa berdiri. Kamu saja yang sarapan,” ujar Cella dengan meluruskan badannya.
Logan bangun lalu keluar menuju ke dapur. Pria itu mengambil sarapan untuk dia dan Cella kemudian kembali ke kamar. Logan mengambil kursi dan meletakkannya di dekat tempat tidur.
Dia membantu Cella untuk duduk kemudian dia mengambil sarapan dan menyuapi gadis itu.
“Buka mulutmu.” Cella membuka mulutnya lalu Logan menyuapinya.
Selesai menyuapi gadis itu dia mengambil makanannya dan sarapan di kamar. Cella tersenyum melihat kekasihnya kemudian kembali berbaring, lalu terdengar ponselnya berbunyi.
“Hallo, Pap. Kapan kalian kembali ke sini?” tanya Cella sambil berusaha duduk lalu terdengar suara papanya di telepon.
“Sayang, papa dan mama akan sebulan di Spanyol. Nanti katakan kepada Logan untuk tinggal di rumah saja supaya dia bisa menemani kamu di sana.” Dia tidak tahu kalau putrinya saat ini sudah tinggal bersama bodyguardnya.
Mendengar Carlos sebulan di Spanyol, Cella sangat senang. Dia pikir akan lebih bebas dengan bodyguardnya, sementara Logan tersenyum sendiri mendengar permintaan Carlos.
“Iya, Pap. Nanti aku katakan kepada Logan,” jawab gadis itu sambil menahan tawa.
“Baiklah, Sayang. Hati-hati ya,” ujar Carlos lalu terdengar telepon di tutup. Cella menatap kekasihnya kemudian dia tersenyum.
“Papa dan mama akan tinggal di Spanyol selama sebulan, papa ingin kamu tinggal di rumah agar bisa menemaniku,” ujar Cella lalu pria itu tertawa.
“Tanpa papamu meminta, aku akan terus menjagamu,” kata Logan sambil memeluk tubuh mungil itu.
__ADS_1
“Terima kasih, Logan.” Cella menarik leher kekasihnya dan mencium bibir yang sedikit tertutup dengan jenggot dan kumis, mereka berdua saling berciuman lalu Logan menghentikan ciumannya dan mengecup kening gadis itu.
“Jangan lama-lama nanti kalau aku ingin kamu tidak bisa,” canda Logan dengan mencubit pipi Cella lalu gadis itu tertawa.
“Mudah-mudahan besok aku sudah sembuh dan kita bisa melakukannya lagi,” balas Cella bercanda kemudian Logan menindih tubuh mungil itu.
“Sebenarnya aku bisa memberikan kenikmatan itu padamu tanpa memasukan milikku di sini.” Tangan Logan merabah milik Cella lalu gadis itu kembali tertawa dan memegang pipi Logan.
“Caranya?”
“Dengan memainkan lidahku di milikmu atau menggesek-gesekan milikku di sini seperti ini.” Logan memberi contoh dengan menggerakkan pinggangnya lalu gadis itu mengkerutkan dahinya dan mendesaah. Logan kembali memberikan kenikmatan itu kepada Cella lewat jari dan lidahnya.
“Kamu membuat aku gila, Logan,” ujar Cella sambil matanya terpejam, napasnya masih tidak beraturan.
“Tapi kamu suka kan?” canda Logan dengan menggoda Cella sambil memutar tubuhnya menghadap gadis itu kemudian dia menyanggah kepalanya dengan tangan, Logan membelai tubuh yang hanya terbungkus dengan bra dengan jari-jemarinya. Cella tertawa dan memegang tangan pria itu.
“Iya aku suka.” Logan tertawa kemudian dia berdiri dan pergi ke kamar mandi dia mengambil kain dan membasahinya dengan air kemudian dia kembali duduk di sisi tempat tidur.
“Ini kain basah, kamu bersihkan daerah kewanitaanmu. Atau aku yang bersihkan,” canda Logan lalu Cella memukul lengan pria itu sambil tertawa.
“Aku bisa bersihkan sendiri,” kata Cella kemudian dia mengambil kain itu dan membersihkan daerah ke wanitaannya.
Cella memberikan kembali kain itu kepada Logan kemudian pria itu membawanya ke kamar mandi. dia mengambil handuk kemudian dia mandi, sementara Cella, dia berbaring dan tidur kembali.
Jangan lupa like dan komentar ya
Jangan lupa juga baca karya terbaruku
AMOR PROHIBIDO ( CINTA TERLARANG )
__ADS_1