
Akhirnya Pedro dan Jessica serta anak anak Jessica tiba di Portugal. Mereka di jemput oleh sopir Tuan Hector. Mereka naik ke mobil dan langsung menuju ke rumah Tuan Hector. Sampai di rumah, Tuan Hector menyambut mereka.
“Aku sangat merindukanmu Nak.” Kata Tuan Hector kepada Pedro lalu dia memeluk Pedro.
“Aku juga sangat merindukanmu dad.” Kata Pedro dan dia melepaskan pelukan Tuan Hector.
Tuan hector melihat Jessica dan memeluknya juga.
“Selamat datang di rumahku. Aku sangat bahagia.” Kata Tuan hector sambil mencium kedua pipi Jessica dan Jessica tersenyum.
“Terima kasih Tuan Hector.” Ucap Jessica pada Tuan Hector. “Oh ya Tuan, ini anak anakku.”
Tuan Hector menatap Acel.
“Ini pasti Acel?” Kata Tuan Hector dan Acel tersenyum
“Iya Tuan, aku Acel. Tapi Tuan tahu dari mana kalau aku Acel.”
Tuan Hector tertawa
“Jangan panggil aku Tuan, panggil saja aku opa karena mama kalian akan menjadi menantuku.”
“Baiklah opa Hector. Aku sekarang memiliki banyak opa mama. Ada opa Federico opa Jeremmy dan sekarang ada opa Hector. Sayang saja opa Johny sudah meninggal.” Canda Acel dan mereka tertawa.
“Ternyata Acel suka melucu ya.” Kata Tuan Hector kemudian dia melihat cella. “Dan ini pasti Cella ya?”
“Iya opa aku Cella, pasti Pedro yang mengatakanya pada opakan.” Kata Cella sambil tersenyum.
“Hemm…, tebakanmu benar sekali Cella.” Jawab Tuan Hector. “Ayo masuk, kalian pasti Lelah.
“Dan yang ini Isabell dad.” Kata Pedro pada Tuan Hector.
“Ahh.., Isabell cantik sekali.” Kata tuan hector. “Ayo sini opa gendong.” Kata Tuan Hector lagi kemudian dia mengambil Isabell dari tangan Pedro.
Kemudian mereka masuk kedalam dan menuju ke ruang tamu. Acel dan Cella lagsung duduk. Mereka terlihat Lelah. Begitu Jessica dia langsung duduk di sofa dan pelayan membawakan minum untuk mereka.
“Oh ya kalau kalian pasti lelah, istirahat saja dulu. Pelayan sudah menyiapkan kamar kalian.”
“Iya opa aku ingin istirahat. Aku lelah.” Kata Acel.
“Baiklah Acel, sini opa antar kamu kekamar.” Ajak Tuan Hector pada Acel kemudian Acel berdiri dan mengikuti tuan Hector. “Ini kamarmu Acel, istirahatlah.”
“Ahh.., terima kasih opaku yang baik.” Canda Acel dan Tuan Hector tertawa. Kemudian dia meninggalkan Acel.
Tuan Hector menemui Pedro dan Jessica yang sedang duduk di ruang tamu.
“Kalian juga istirahat saja dulu, Pedro antar Jessica ke kamarnya. Juga Cella dan Isabell.” kata Tuan Hector pada Pedro.
“Iya dad. Ayo Cella aku akan mengantarmu ke kamar.”
“Baik Pedro.” Kata Cella kemudian dia berdiri dan mengikuti Pedro.
“Ini kamarmu Cella. Selamat istirahat ya.” Ucap Pedro sambil tersenyum
“Terima kasih Pedro.” Kata Cella kemudian dia masuk kedalam kamar dan berbairng di tempat tidur.
Pedro juga mengajak Jessica ke kamar.
“Ayo dear kamu juga istirahat.” Kata Pedro pada Jessica lalu dia menggendong Isabell. Mereka masuk kekamar dan Jessica menurunkan Isabell, dia membiarkan Isabell bermain di kamar. Dia membuka kopernya dan mengambil pakaian kemudian dia mengganti pakaiannya dan dia langsung berbairng di tempat tidur.
Melihat Jessica berbaring pedropun berbaring di samping Jessica dan memeluk Jessica.
Sementara itu di rumah Carlos.
Terlihat Carlos lagi termenung di halaman belakang.
“Tidak ada yang perlu di sesali. Semuanya sudah terjadi dan itu karena kebodohanku sendiri.” Kata Carlos lalu dia berdiri dan mengambil kunci mobil kemudian keluar dan masuk ke dalam mobil. Dia menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumah.
“Aku harus pertanggung jawabkan apa yang telah ku perbuat.” Carlos menyetir mobilnya dan akhirnya dia tiba di kantor polisi. Dia turun dari mobil dan masuk kedalam kantor polisi dan dia langsung mencari opsir Swan.
“Aku ingin bertemu dengan opsir Swan.” Kata Carlos.
“Maaf Anda siapa.” Tanya petugas jaga.
“Aku Carlos. Katakan pada opsir Swan Carlos ingin bertemu, ada hal penting yang akan di katakan padanya.”
“Baik Tuan Carlos, sebentar.” Petugas jaga menekan tombol telepon dan telepon di jawab. “Hei swan, Tuan Carlos ingin bertemu denganmu.”
“Baiklah, suruh saja dia masuk keruanganku.” Kata Swan dari seberang telepon.
“Baiklah Swan.” Petugas menutup telepon dan menatap Carlos. “Silahkan masuk tuan. Langsung saja menuju keruangannya, Swan menunggu Anda di dalam.”
“Ohh.., Terima kasih.” Ucap Carlos kemudian dia masuk kedalam dan langsung menuju keruangan opsir Swan. Carlos mengetuk pintu dan terdengan suara opsir Swan menyuruh Carlos masuk. Carlos membuka pintu dan dia masuk.
Dia langsung menyapa opsir Swan.
“Apa kabar ospsir Swan?”
“Hei Carlos, aku baik baik saja. Bagaimana denganmu?” Tanya opsir Swan.
__ADS_1
“Seperti yang anda lihat opsir. Aku juga baik baik,”
“Ahh.., itu bagus. Ayo duduk Carlos. Ada apa kamu ingin bertemu denganku?” Tanya opsir Swan sambil duduk di kursi kerjanya.
“Uumm.., begini opsir Swan, aku ingin mempertanggung jawabkan perbuatanku.”
Opsir Swan menatap Carlos dengan heran. Dia berdiri dan mengambil kursi lalu duduk dekat Carlos.
“Apa yang suda kamu lakukan Carlos?” Tanya opsir Swan dengan suara yang pelan.
“Emm.., begini opsir…” Carlos terdiam dan dia memejamkan matanya. Dia menarik nafas Panjang. “Hmmm…, opsir aku sudah membunuh seseorang.” Kata Carlos sambil menatap opsir Swan.
“Apa?” Opsir Swan terkejut. “Carlos siapa yang telah kamu bunuh.” Tanya opsir Swan lagi dengan suara yang pelan.
“ehmm.., aku sudah membunuh seorang wanita.” Carlos mengeluarkan handphonenya dan mencari foto Cayla kemudian dia menunjukannya pada opsir Swan. “Aku sudah membunuh dia.” Kata carlos sambil menunjukan foto Cayla yang ada di handphonenya.
Opsir Swan melihat foto yang ada di handphone Carlos.
“Carlos bukannya ini Cayla, orang tuanya melaporkan kalau dia hilang.”
“Iya Swan dia itu Cayla. Dia tidak hilang tapi aku telah membunuhnya.” Kata Carlos.
“Tapi mengapa kamu membunuhnya Carlos?”
“Swan dia membuatku marah, dia mengirim video aku dan dia sedang melakukan hubungan sex kepada ketiga anakku. Dan anak anakku membenciku.
“Lalu dimana mayat Cayla?”
“Aku menguburnya Swan.” Jawab Carlos
Opsir swan menatap Carlos. Dia merasa tidak percaya dengan pengakuan Carlos. Dia tidak ingin Carlos di penjara.
“Baiklah, sebentar Carlos. Kamu tunggu sebentar disini. Jangan bicara pada siapaun. Ok!”
“Baik Swan.” Kata Carlos pada opsir Swan.
Opsir Swan keluar dari ruangannya dan dia mengambil handphone yang ada si saku celananya. Dia pergi kerparkiran dan masuk kedalam mobilnya, opsir Swan langsung menghubungi Mike. Dan terdengaar suara Mike dari seberamg telepon.
“Hei Swan apa kabar, ada apa kamu meneleponku.” Tanya Mike dari seberang telepon.
“Hi Mike, kamu bisa datang ke kantor polisi sekarang? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu.”
“Hal penting apa Swan?” Tanya Mike lagi.
“Mike aku tidak bisa mengatakannya di telepon. Ini sangat penting. Aku tunggu kamu di kantor.”
“Ok Mike aku tunggu.” Kata opsir Swan lalu dia menutup teleponnya lalu kembali kedalam. Dia masuk keruangannya dan melihat Carlos masih duduk di kursi sambil matanya memandang keluar.
Osir swan duduk di depan Carlos dan berbincang bincang dengan Carlos. Opsir Swan sengaja mengulur waktu sampai Mike datang. Dan handphone opsir Swan berbunyi. Dia melihat ada pesan masuk dari Mike, opsir Swan membacanya. “Aku sudah di parkiran mobil.” Opsir Swan memasukkan kembali handphonenya kedalam saku lalu dia berdiri.
“Ayo Carlos ikut aku!” Ajak opsir Swan pada Carlos. Kemudian Carlos berdiri dan ikut dengan opsir Swan. Mereka berdua keluar dari ruangan lalu opsir Swan membawa Carlos ke parkiran dan dia melihat mobil Mike lalu opsir Swan membawa Carlos pada Mike.
Mike keluar dari mobilnya dan dia terkejut melihat Carlos
“Mengapa kamu disini Carlos? Apa yang kamu lakukan disini?” Tanya Mike.
Carlos juga terkejut melihat Mike.
“Emm.., kenapa kamu disini juga Mike?” Tanya Carlos kemudian dia menatap opsir Swan.
Opsir Swan langsung menarik tangan Carlos dan membuka pintu mobil Mike kemudian dia menyuruh Carlos masuk.
Mike menatap opsir Swan dengan heran. “Swan, ada apa ini sebenarnya?”
“Mike masuk kedalam mobil, kita bicara dalam mobil.” Kata opsir Swan sambil masuk kedalam mobil dan dia duduk di samping Carlos.
Mike juga masuk kedalam mobil.
“Swan jelaskan padaku, ada apa ini?” Tanya Mike dengan wajah kebingungan, sedangkan Carlos dia memilih diam.
“Mike kita tidak bisa bicara disini. Kita cari tempat.” Kata opsir Swan lalu Mike menjalankan mobinya keluar dari parkiran.
“Kita kemana Wwan.” Tanya Mike.
Opsir Swan menatap Carlos.
“Dimana kamu menguburkannya Carlos?” Tanya opsir Swan.
Mike mendengar dan dia semakin bertambah bingung.
“Di peternakan Swan.” Jawab Carlos.
“Mike kita ke peternakan, aku tidak tahu dimana peternakan itu. Nanti Carlos yang akan menunjukan jalannya.”
“Mike kita ke peternakan.” Kata Carlos pada Mike.
Mike melihat Carlos dari spion.
“Carlos apa yang sudah kamu lakukan?”
__ADS_1
“Mike nanti kita bicarakan di peternakan.” Kata opsir Swan pada Mike.
Dan Mike langsung melajukan mobilnya ke peternakan.
Sampai di peternakan mereka langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Carlos langsung duduk.
Mike menatap opsir Swan Carlos.
“Bisa kalian jelaskan padaku, kenapa kita ke tempat ini?” Tanya Mike
“Mike, Carlos berkata padaku kalau dia sudah membunuh seorang wanita dan dia menguburnya di dekat sini?” Kata Swan pada Mike.
Mike menatap Carlos.
“Carlos benar apa yang dikatakan Swan padaku?”
Carlos tidak menjawabnya dia hanya menganggukan kepala.
“Siapa yang kamu bunuh Carlos?” Tanya Mike dengan heran.
Opsir Swan memberikan handphone Carlos pada Mike dan menunjukan foto Cayla pada Mike.
“Dia telah membunuh wanita ini.” Kata opsir Swan.
“Carlos mengapa kamu lakukan itu, apa kamu tidak ingat anak anakmu?” Kata Mike pada Carlos dengan geram dan Carlos hanya tertunduk.
Carlos dimana kamu menguburkan Cayla?” Tanya opsir Swan.
Carlos berdiri.
“Ikut aku, aku menguburnya dekat perkebunan.” Jawab Carlos sambil berjalan keluar dari rumah.
Swan dan Mike mengikuti Carlos. Mereka berjalan kearah perkebunan dan Carlos berhenti.
“Aku menguburnya disini.” Kata Carlos kepada Mike dan opsir Swan.
Mike menjadi pusing.
“Carlos mengapa kamu lakukan itu?”
“Dia sudah membuat anak anak membenciku.” Jawab Carlos.
“Ahh.. Carlos mengapa kamu mencari masalah.”
Dia mengeluarkan handphonenya dan menelpon anak buahnya. Dia meminta anak buahnya untuk ke peternakan.
“Swan tolong jangan sampai ini di ketahu orang lain. Cukup kita saja yang tahu.
“Tidak Mike. Aku akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan.” Kata Carlos pada Mike.
“Jadi kamu ingin di penjara?”
“Iya Mike, aku pantas untuk menerimanya. karena aku sudah berbuat kesalahan.”
“Apakah kamu tidak memikirkan anak anakmu? Kalau mereka tahu kamu sudah membunuh, mereka akan lebih membencimu.”
Carlos tertunduk mendengar perkataan Mike. Dia memikirkan ketiga anaknya, dia tidak ingin Kairos membencinya kembali. Carlos memilih diam.
“Aku ingin kamu ke Indonesia besok.” Kata Mike pada Carlos.
“Tapi Mike..”
“Carlos kamu harus dengar perkataanku. Besok kamu ke Indonesia.” Kata mike pada Carlos dengan nada marah.” Dan Carlos terdiam.
“Carlos apa yang dikatakan Mike itu benar, lebih baik kamu pergi ke Indonesia besok.”
“Swan jangan di bongkar dulu. Aku akan menyuruh anak buahku untuk mencari seseorang yang bisa membuat pengakuan palsu.”
“Baiklah Mike.”
Dan tidak lama kemudian anak buah Mike tiba di peternakan. Mereka langsung menemui Mike. Dan Mike menceritakan pada anak buahnya kemudian dia menyuruh mereka untuk mencari orang yang bisa di bayar untuk memberi pengakuan palsu. Dan anak buah Mike meninggalkan mereka di peternakan.
“Kalau begitu sekarang kita kembali ke kota.” Kata Mike pada Carlos dan Swan.
“Baiklah Mike.” Kata opsir Swan.
“Carlos kamu ikut denganku, mobilmu nanti anak buahku yang mengambilnya.” Kata Mike pada Carlos dan Carlos menganggukan kepala. Mereka meninggalkan peternakan dan kembali ke kota. Mike mengarahkan mobilnya ke kantor, sampai di kantor mereka berdua turun dari mobil dan langsung masuk menuju keruangan Mike. Mike dan Carlos masuk kedalam ruangan dan Carlos langsung duduk di sofa. Sedangkan Mike dia kelur kembali lalu menemui asistennya. Dia menyuruh asistennya untuk memesan tiket ke Indonesia untuk Carlos, kemudian dia kembali keruangannya.
“Aku sudah memesan tiket untukmu Carlos dan besok aku sendiri yang akan mengantarmu ke Airport. Untuk sementara kamu tinggal di Indonesia.” Kata Mike pada Carlos.
“Baiklah Mike. Kalau begitu aku pulang dulu.” Kata Carlos.
“Iya, tapi anak buahku akan mengawasimu Carlos.” Kata Mike dan carlos menganggukan kepala, kemudian berdiri dan keluar dari ruangan Mike. Anak buah Mike mengantar Carlos pulang.
Selamat membaca.
Terima kasih bagi yang masih setia memberi like dan komen. Bagi yang membaca tanpa memberi like terima kasih juga sudah membaca novel ini.
Salam
__ADS_1