
Kairos mengajak Ezer untuk pergi ke rumah Tania, Kairos membiarkan Ezer berjalan pergi ke mobil.
“Papi Kai open.” Pinta Ezer kepada Kairos
Kairos tersenyum melihat Ezer yang berusaha maraih gagang pintu mobil
“Iya sayang, kamu kangen sama mommy ya.” Kata Kairos sambil membuka pintu mobil, dia mengangkat Ezer kemudian mendudukan Ezer di booster seat dan memakaikan safety belt. Kairos masuk kedalam mobil. “Kita ke rumah mommy.” Kata Kairos sambil melihat Ezer dari kaca Spion
“Yesss…” Teriak Ezer sambil tertawa.
Kairos langsung meluncur ke rumah Tania. Tiba di rumah Tania, Kairos langsung menurunkan Ezer. Dia membiarkan Ezer berjalan sendiri dan mengetuk pintu rumah Tania. Pintu terbuka lalu Kairos tersenyum melihat Ezer masuk dan memeluk Reagen.
“Selamat siang Reagen, aku hanya ingin mengantar Ezer. Dia rindu bertemu dengan Tania.” Kata Kairos kepada Reagen
“Papi Kai ayo.” Ajak Ezer
“Selamat siang Kairos.” Balas Reagen sambil tersenyum. “Ayo masuk.”
Kairos masuk ke dalam kemudian dia duduk di sofa. Reagen menurunkan Ezer kemudian Ezer pergi ke kamar Tania. Reagen membukakan pintu dan membiarkan Ezer masuk.
Tania melihat Ezer kemudian dia berdiri dan menggendong Ezer.
“Sayang, mommy sangat rindu padamu.” Kata Tania sambil memeluk dan mencium kedua pipi Ezer.
Ezer tersenyum kemudian dia melingkarkan tangannya di punggung Tania.
“Ezer senang dengan papi Kai?” Tanya Tania
“Yes mommy.” Kata Ezer sambil menganggukan kepala.
Sementara di luar Kairos dan Reagen sedang berbincang bincang di ruang tamu.
“Oh ya kapan kamu dan Tania akan menikah?” Tanya Kairos sambil tersenyum
“Um.. mungkin bulan depan. Papi Tania baru saja meninggal jadi aku menundanya.”
“Oh begitu. Bisa aku bicara sebentar dengan Tania?” Tanya Kairos kepada Reagen.
Wajah Reagen berubah, dia takut Tania kembali kepada Kairos. Melihat raut wajah Reagen Kairos langsung tersenyum.
“Kamu jangan khawatir, aku tidak akan mengajak Tania kembali kepadaku. Kamu lebih pantas untuk mendampingi Tania.” Kata Kairos lalu Reagen tersenyum.
“Tidak apa apa Kairos, Tania di kamarnya kamu bisa menemui dia.” Kata Reagen
Kairos berdiri lalu dia pergi ke kamar Tania, Kairos mengetuk pintu lalu terdengar suara Tania dari dalam menyuruh Kairos masuk. Kairos membuka pintu kemudian dia masuk.
“Papi Kai.” Kata Ezer sambil melompat lompat di tempat tidur
Kairos tersenyum kemudian dia menghampiri Tania dan Ezer, Kairos duduk di sisi tempat tidur lalu Tania bangun dan duduk di tempat tidur. Dia bersandar di sandaran tempat tidur
“Apakah kamu baik baik saja?” Tanya Kairos sambil menahan Ezer yang melompat lompat di tempat tidur.
“Iya aku baik baik saja.” Kata Tania sambil menatap mata Kairos
“Aku senang mendengarnya. Oh ya aku akan kembali ke Kota Torrance apakah Ezer boleh ikut denganku?” Tanya Kairos lalu Tania menganggukan kepala.
“Iya tentu saja.” Kata Tania
Kairos memegang tangan Tania
“Maafkan aku.” Kata Kairos sambil menunduk. “Aku selalu menyakitimu, aku tidak pantas untukmu.” Kata Kairos lagi lalu Tania memeluk Kairos dan menangis
“Kamu tahu aku sangat mencintaimu.” Bisik Tania
Kairos memeluk Tania dengan erat
“Aku juga sangat mencintaimu, tapi aku selalu menyakitimu.” Kata Kairos lalu dia memejamkan matanya. “Aku percaya Reagen bisa membahagiakanmu.” Kata Kairos lagi
Tania meremas kemeja Kairos dan menangis
“Jangan menangis, kamu pasti akan bahagia bersama Reagen.” Kata Kairos sambil melepaskan pelukannya kemudian dia memegang leher Tania dengan kedua tangannya. “Aku akan selalu mencintaimu, tidak ada yang bisa menggantikanmu di hatiku.”
Tania memegang tangan Kairos dan menangis. Kairos menghapus airmata Tania
“Jangan menangis lagi.” Kata Kairos kemudian dia memeluk Tania. “Aku akan pergi sekarang.” Kata Kairos kemudian dia melepaskan pelukannya dan berdiri. Dia melihat Ezer yang sedang bermain mobil mobilan
“Sayang mau ikut papi kerumah grandpa?”
Ezer melihat Kairos kemudian dia berdiri
“Yes papi Kai.” Kata Ezer sambil melompat kemudian dia meminta Kairos untuk menggendongnya.
Kairos menggendong Ezer dan mencium kedua pipi Ezer. Tania turun dari tempat tidur kemudian dia mencium kedua pipi Ezer.
Kairos menatap Tania kemudian dia mencium bibir Tania. Mereka berdua saling berciuman, Kairos menghentikan ciumannya kemudian dia mengecup kening Tania
“Aku pergi.” Kata Kairos lalu Tania menganggukan kepala
“Hati hati!”
“Iya Terima kasih.” Ucap Kairos lalu dia meninggalkan Tania sendiri di kamar.
Tania berbaring di tempat tidur lalu menangis, dia ingin kembali kepada Kairos tapi dia juga tidak ingin menyakiti Reagen.
Sementara di ruang tamu Kairos berpamitan kepada Reagen
“Baiklah Reagen aku pergi dulu.” Pamit Kairos
“Iya Kairos, terima kasih.” Ucap Reagen lalu dia mencium kedua pipi Ezer.
__ADS_1
Kairos dan Ezer meninggalkan kediaman Tania, mereka pergi ke kota Torrance.
Sementara itu Reagen masuk ke dalam kamar Tania lalu dia duduk di sisi tempat tidur. Reagen membelai rambut Tania.
“Apakah kamu baik baik saja?” Tanya Reagen kemudian dia berbaring di samping Tania.
“Iya aku baik baik saja.” Kata Tania dengan suara pelan sambil menghapus airmatanya. Dia tidak ingin Reagen melihatnya menangis.
Reagen memeluk Tania dari belakang.
“Aku sudah memberitahu mommy untuk menundah pernikahan kita.”
“Iya, terima kasih honey.” Kata Tania sambil memegang tangan Reagen.
Kairos dan Ezer tiba di Kota Torrance, Kairos menggendong Ezer lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah. Kairos menurunkan Ezer dan membiarkan Ezer melangkah naik tangga, Kairos mengikuti Ezer dari belakang.
“Acel… Acel..”Panggil Ezer. Kairos tertawa melihat Ezer yang berlari menuju ke kamar Acel sambil memanggil Acel.
Acel membuka pintu kamarnya lalu dia langsung menggendong Ezer kemudian dia mencium kedua pipi Ezer.
“Keponakanku yang tampan, ayo kita main di kamar.” Ajak Acel kemudian Acel menurunkan Ezer lalu ezer naik ke tempat tidur Acel
Mereka berdua bermain main di tempat tidur.
Sebulan sudah papi Tania meninggal, Reagen kembali mengurus pernikahannya dengan Tania. Dia meminta Nyonya Sonia untuk mengatur pernikahnnya dengan Tania di Venezuela.
Tania dan Reagen kembali tinggal di apartemen di Kota Torrance. Pagi hari Tania bangun, tiba tiba dia merasa pusing. Tania kembali berbaring dan memejamkan matanya.
“Kenapa aku merasa pusing?” Tanya Tania dalam hati. “Jangan jangan aku hamil, selama ini Reagen tidak pernah pakai pengaman berhubungan denganku.
Tania menarik nafas panjang kemudian dia mencoba bangun, Tania duduk di sisi tempat tidur lalu dia berdiri dan pergi ke kamar mandi. Dia membasuh wajahnya dan menatap wajahnya di cermin.
“Aku tidak menyatu dengan orang yang aku cintai, aku tidak tahu apakah aku akan bahagia dengan Reagen.” Kata Tania kemudian dia mengusap airmatanya.
Tania keluar dari kamar mandi kemudian dia mengganti pakaiannya, Tania keluar dari apartemen kemudian dia pergi membeli test pack. Tidak lama kemudian dia kembali ke apartemen, Tania masuk kemudian dia mengambil air putih dan meminumnya.
Tania masuk ke dalam kamar kemudian dia berbaring di tempat tidur, dia menunggu sampai dia merasakan buang air kecil. Akhirnya dia merasakan ingin buang air kecil. Tania berdiri lalu dia masuk kedalam kamar mandi. Tania menampung urinenya ke dalam botol kemudian dia mengambil test pack dan memasukannya ke dalam botol.
Tania mengeluarkan test pack dan meletakkannya di atas wastafel. Dia menunggu sampai keluar garis berwarnah merah dan akhirnya dia melihat dua garis berwarnah merah. Tania membuang test pack ke tempat sampah kemudian dia kembali ke tempat tidur.
Dia memejamkan mata dan menangis,
“Aku terpaksa harus menikah dengan Reagen, aku sedang mengandung anaknya.” Kata Tania dalam hati.
Tania mengambil handphonenya kemudian dia menghubungi Reagen.
“Hallo honey, aku ingin pergi ke rumah papa dan mama.” Kata Tania kepada Reagen
“Baiklah sayang, aku akan menjemputmu.” Kata Reagen
“Tidak usah honey, aku pakai taxi saja.” Kata Tania lagi
“Iya Terima kasih.” Ucap Tania lalu dia menutup teleponnya.
Tania keluar dari apartemen dan memanggil taxi, taxi berhenti tepat di depan Tania lalu Tania masuk kedalam taxi. Taxi mengantar Tania ke kediaman Carlos, tiba di kediaman Carlos Tania turun dan membayar Taxi kemudian dia masuk ke dalam rumah.
Tania berpapasan dengan Teresa
“Apakah papa dan mama pergi ke kantor?” Tanya Tania kepada Teresa sambil memperhatikan keadaan rumah. Dia berharap Kairos berada di rumah.
“Iya Tania, Tuan dan Nyonya sedang di kantor.” Jawab Teresa. “Oh ya Ezer sedang berada di kamar Acel.”
“Ohh.. Kairos dimana?” Tanya Tania
“Kairos juga pergi ke kantor, dia sekarang bekerja dengan Tuan Carlos.” Jawab Teresa sambil tersenyum
“Ohh.. begitu.” Gumam Tania kemudian dia meninggalkan Teresa dan pergi ke kamar Acel
Tania membuka pintu kamar Acel dan melihat Acel dan Sheren sedang bermain dengan Ezer. Tania tersenyum kemudian dia masuk dan menghampiri mereka. Ezer melihat Tania lalu tertawa
“Acel mommy come.” Kata Ezer sambil menunjuk Tania
Acel tersenyum kemudian dia bangun lalu memeluk Tania dan mencium kedua pipi Tania. Begitu juga dengan Sheren dia memeluk Tania dan mencium kedua pipi Tania.
Tania duduk lalu dia tersenyum
“Aku senang melihatmu sudah bisa berjalan.” Kata Tania kepada Acel
“Terima kasih Tania.” Ucap Acel
“Kapan kamu akan menikah denga Reagen?” Tanya Acel
“Dua minggu lagi Acel.” Jawab Tania kemudian dia menundukan kepalanya.
“Apakah kamu mencintainya?” Tanya Acel lagi.
Tania menatap Acel
“Aku tidak mencintainya Acel. Kamu tahu sendiri aku hanya mencintai Kairos.
“Lalu kenapa kamu mau menikah dengan orang yang tidak kamu cintai?” Sela Sheren
“Aku tidak ingin menyakiti Reagen, apalagi sekarang aku sedang hamil.” Kata Tania sambil menyeka air matanya.
Sheren duduk di samping Tania.
“Kamu sedang mengandung anak Reagen?” Tanya Sheren sambil memegang tangan Tania
“Iya Sheren, aku sedang mengandung anak Reagen.” Jawab Tania sambil menganggukan kepala.
__ADS_1
“Kamu harus belajar mencintai Reagen dan melupakan Kairos.” Kata Acel.
“Aku tidak mungkin melupakan Kairos Acel, aku sangat mencintainya.” Kata Tania kepada Acel.
"Aku mengerti." Kata Acel
Tania melihat Ezer yang sedang bermain dengan mainannya.
"Sayang mau tidur dengan papi Kai atau mau pulang dengan mommy." Tanya Tania sambil berdiri kemudian dia duduk di sisi tempat tidur.
"Tidur papi Kai." Jawab Ezer sambil bermain dengan robotnya.
Tania membelai rambut Ezer.
"Baiklah, kalau begitu mommy pulang ya."
"Yes monmy." Jawab Ezer.
"Ezer tidak sayang mommy lagi?" Tanya Tania sambil membelai rambut Ezer.
"Sayang." Jawab Ezer kemudian dia berdiri dan memeluk Tania.
Acel dan Sheren tersenyum melihat Ezer.
Sore hari Reagen pulang dari kantor, dia masuk ke dalam apartemen lalu dia langsung menuju kamarnya. Reagen melepaskan tasnya lalu dia duduk disisi tempat tidur dan mengecup kening Tania.
Tania membuka matanya lalu dia tersenyum kepada Reagen
"Kamu sudah pulang honey?"
"Iya sayang, Ezer mana? Bukannya kamu menjemput Ezer?"
"Ezer ingin tidur dengan Kairos, aku sudah mengajaknya tapi dia tidak mau." Kata Tania sambil bersandar di tempat tidur.
"Ohh.. Dia sudah kembali dekat dengan Kairos. Aku senang." Kata Reagen sambil melepaskan kemejanya kemudian dia berbaring di tempat tidur.
"Sayang minggu depan kita sudah harus ke Venezuela." Kata Reagen sambil memegang tangan Tania.
"Iya." Jawab Tania kemudian dia kembali berbaring. "Apakah besok kamu akan ke kantor?"
Reagen menatap Tania
"Iya sayang, kenapa?" Tanya Reagen
"Aku ingin kamu mengantarku ke dokter. Tapi kalau kamu sibuk, aku pergi sendiri saja."
"Apakah kamu sakit?" Tanya Reagen sambil duduk di tempat tidur kemudian dia memegang wajah Tania
"Aku tidak sakit, aku hanya ingin ke Dokter kandungan."
Reagen menatap Tania
"Apakah kamu hamil sayang?" Tanya Reagen dengan wajah berbinar.
"Aku tidak tahu Honey, tapi tadi aku sudah mencoba pakai test pack dan hasilnya positif tapi aku ingin lebih memastikan dengan pergi ke dokter kandungan
Reagen terlihat sangat senang, dia memeluk Tania dengan Erat.
"Aku akan mengantarmu sayang." Kata Reagen kemudian dia mengecup bibir Tania.
" Terina kasih honey." Ucap Tania lalu dia kembali berbaring.
Sementara di kediaman Carlos. Kairos tiba di rumah lalu Ezer menyambut Kairos. Dia langsung meminta Kairos untuk menggendongnya.
Kairos menggendong Ezer lalu membawanya ke kamar.
"Kamu mau tidur dengan papi atau dengan grandpa?" Tanya Kairos sambil meletakkan Ezer di tempat tidur
"Papi Kai.. " Kata Ezer sambil berbaring di tempat tidur.
"Ok.. Apakah kamu sudah minum susu?" Tanya Kairos
"No papi." Jawab Ezer
"Baiklah ayo ikut papi. Papi akan membuat susu untukmu." Kata Kairos sambil menurunkan Ezer dari tempat tidur kemudian Kairos memegang tangan Ezer.
Mereka berdua pergi ke dapur lalu Kairos mendudukan Ezer di kursi kemudian dia membuatkan susu untuk Ezer.
"Anak papi minum susu." Kata Kairos sambil mengambil susu dan memasukan susu ke dalam botol.
Kairos memanaskan air kemudian dia memasukan ke dalan botol susu dan mencampurnya dengan air dingin.
Kairos menurunkan Ezer dari kursi
"Mau ke kamar atau duduk depan tv?" Tanya Kairos sambil memgang tangan Ezer
"Tv papi Kai." Kata Ezer, kemudian mereka berdua berjalan menuju ruang santai.
Ezer langsung naik di sofa lalu Kairos memberikan botol susu kepada Ezer.
Ezer memgambil botol susu kemudian dia memasukan ke dalam mulutnya. Kairos menyalakan tv dan membiarkan Ezer menonton film cartoon sambil minum susu.
selamat membaca.
Terima kasih buat buat Christina Purba NyonyaSijabat atas Tip Koinnya
Dan terima kasih kepada yang rajin memberikan Vote
Terima kasih juga yang selalu setia memberi komen dan like.
__ADS_1