
Jessica terbangun mendengar suara Carlos lagi teleponan, dia berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. Selesai Jessica keluar lalu melihat carlos masih sementara berbincang telpon, entah dengan siapa.
Melihat Jessica, Carlos berdiri dan menghampiri gadis itu kemudian memegang tangannya, lalu kembali ke sofa dan menarik sang kekasih untuk duduk di pangkuannya.
Carlos masih berbincang di telepon tapi sesekali dia mencium kening Jessica, lalu gadis itu bersandar di dada bidang sang pujaan hati. Sebenarnya Jessica masih ngantuk dan ingin kembali tidur tapi Carlos sudah menariknya.
Jessica tidak tahu apa yang diperbincangkan sang kekasih dengan orang di seberang telepon. Hanya terdengar Carlos membalas perckapan dengan iya, baik aku mengerti. Entah apa yang dibicarakan dan akhirnya dia menutup telepon.
“Sayang, aku butuh surat-surat kamu untuk pembuatan paspor, Tiara akan mengurusnya kebetulan suaminya kerja di imigrasi.” Ternyata pria itu sedang berbincang dengan Tiara asistennya.
Kebetulan suami Tiara bekerja di Imigrasi jadi Carlos meminta bantuan sang asisten untuk membuatkan Jessica pasport.
“Sudah mau di bawah sekarang?” tanya Jessica dengan menatap mata Carlos.
“Iya, lebih cepat lebih bagus, Sayang,” sahut Carlos dengan membelai pipi Jessica. “Kamu ikut ke kantor ya.”
“Babe, aku disini saja.” Awal kehamilan Jessica malas untuk pergi kemana-mana, untung hari ini Jessica libur karena kelas tiga sedang melakukan ujian.
“Sayang, aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri disini, aku tidak tenang,” ujar Carlos dengan wajah memohon.
“Aku tidak apa-apa Babe, lagipulakan pintu pakai kode pengaman.” Jessica meyakinkan Carlos, tapi dia bersih keras agar sang kekasih ikut dengannya ke kantor.
“Aku tidak bisa, Sayang, ikut ke kantor ya please.” Kembali Carlos memohon kepada Jessica, kejadian yang dialami sang kekasih membuat pria itu tidak ingin meninggalkan wanita yang dicintainya sendiri.
“Baiklah, aku mandi dulu.” Samvbl berucap Jessica berdiri dari pangkuan Carlos diikuti oleh pria itu.
“Iya aku juga, kita mandi sama-sama ya.” Jessica dan Carlos berjalan ke kamar dan mengambil handuk kemudian pergi mandi.
Mereka berdua melepaskan pakaian dan mandi bersama, seperti biasa Carlos selalu menyabuni belakang Jessica bergitu juga dengan gadis itu. Pasangan kekasih itu saling membantu menggosokkan sabun di tubuh mereka.
Selesai mandi mereka berdua kembali ke kamar dan memakai pakaian. Jessica merapikan kemeja Carlos, sekarang badannya sudah mulai bagus. Jessica tersenyum menatap tubuh Carlos apalagi bulu-bulu yang tumbuh di dada bidang berotot itu.
“Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?” tanya Carlos dengan meremas hidung Jessica.
“Tidak apa-apa Babe.” Jessica kemudian membuka satu kancing kemeja milik Carlos sehingga terlihat bulu-bulu di dada pria itu.
“Kenapa satu kancing di buka.” Carlos bertanya sambil mengerutkan dahi menatap sang kekasih dengan heran.
“Biar Carlosku terlihat lebih keren dengan bulu di dadanya.” Mendengar jawaban Jessica, Carlos langsung tertawa dan berbisik di telinga sang kekasih.
“Kamu tidak takut kalau wanita-wanita di luar sana tertarik dengan Carlosmu?” Jessica menggelengkan kepala, dia percaya Carlos tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
“Aku tidak takut, aku percaya Carlosku sangat mencintai Jessi, dan Carlosku tidak akan mengkhianatinya lagi.” Carlos memeluk Jessica dengan erat dan kembali berbisik.
“Aku sangat mencintaimu, tidak ingin kehilanganmu lagi dan tidak akan pernah mengkhinatimu. Cintaku hanya untukmu.” Dia mengeratkan pelukannya dan mencium ubun kepala Jessica.
“Aku juga sangat mencintaimu, dan cintaku hanya untukmu. Sampai kapan’pun aku hanya milikmu.” Jessica menekan kalimat yang dia keluarkan dari mulut menandakan hanya pria itulah satu-satunya yang ada di hidupnya.
“Terima kasih, Sayang sudah hadir dalam hidupku, aku sangat beruntung memilikimu. Baiklah kita berangkat sekarang.” Jessica menganggukan kepala dan melepaskan pelukannya.
Jessica mengambil surat yang diperlukan untuk pembuatan paspor kemudian dia dan Carlos keluar menuju basement. Carlos membukakan pintu mobil lalu Jessica masuk.
Kemudian Carlos juga ikut masuk dan menyalakan mesin kemudian menjalankan mobilnya menuju ke kantor. Sepanjang jalan dia tidak melepaskan tangan Jessica. Sesekali dia mengelus perut gadis itu, Carlos terlihat sangat bahagia.
‘Hm, suatu kebahagiaan melihat orang yang kita cintai bahagia,’ guma Jessica dalam hati sambil menatap Carlos dan tersenyum padanya.
Akhirnya mereka tiba di perusahan milik Carlos, pasangan kekasih itu turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor. Karyawan menyapa Jessica juga Carlos, mereka membalas dengan senyuman.
Jessica dan Carlos masuk ke dalam ruangan, mereka tadi lupa sarapan jadi pasangan kekasih itu memesan makanan lewat aplikasi.
Selesai sarapan Carlos duduk di meja kerjanya sedangkan Jessica di sofa sambil membaca buku. Sesekali mata Carlos melirik kepada Jessica, gadis itu membalas dengan mengangkat kedua keningnya lalu Carlos tersenyum sambil menggelengkan kepala.
Jessica berdiri dan mengunci pintu, saat di melangkahkan kaki menghampiri Carlos, pria itu menatapnya dengan mengerutkan dahi. Wajah Carlos berubah menjadi heran tatkalah Jessica memutar kursi kerjanya.
“Sayang, apa yang akan kamu lakukan?” tanyanya dengan heran tapi gadis itu hanya tersenyum.
__ADS_1
“Sudah diam saja.” ujar Jessica sambil membuka kaki Carlos dan berlutut di antara kedua paha pria itu.
“Sayang kamu mau apa?” Kembali Carlos bertanya dengan membelai rambut Jessica.
“Sudah diam!” Jessica membuka ikat pinggang, kancing celana serta resleting celana Carlos. Dia mengeluarkan milik Carlos yang bersembunyi di balik underwear boxernya lalu gadis itu menatapnya dan tersenyum
“Sayang kamu nakal,” ucap Carlos sambil memperhatikan Jessica sedang memegang miliknya. Gadis itu tahu sang kekasih selalu menahan untuk tidak bercinta dengannya karena dirinya sedang hamil, jadi dia ingin memuaskan Carlos dengan menggunakan mulut dan tangannya.
Carlos memembelai rambut Jessica sambil memperhatikan sang kekasih sedang berkerja di antara pahanya. Dia memejamkan mata dan menikmati apa yang dilakukan oleh Jessica, tidak menunggu lama Carlos mengalami pelepasan.
Jessica berdiri lalu mencium bibir Carlos, dia a mengambil tissue dan membersihkan mulutnya. terlihat Carlos menarik nafas panjang, dia berdiri dan berbisik kepada Jessica.
“Kamu semakin nakal.” Jessica terkekeh dan membalas ucapan Carlos.
“Iya nakalnya hanya sama kamu.” Carlos tersenyum lalu mencubit hidung Jessica kemudian masuk kamar mandi.
Tidak lama kemudian dia keluar dan merapikan kemeja dan celananya. Jessica tersenyum melihatnya, gadis itu kembali membuka kunci pintu dan duduk di sofa sedangkan Carlos, dia kembali bekerja.
Jessica dan Carlos tidak sampai sore di kantor, Carlos memberikan surat-surat milik Jessica kepada Tiara lalu mereka meninggalkan kantor. Pasangan kekasih itu pergi ke mall, Carlos tidak ingin Jessica memakai celana yang ada kancingnya. Dia ingin membeli celana yang pinggangnya karet.
Mereka masuk ke dalam mall dan mencari toko pakaian, Carlos mengajak mengajak Jessica pergi ke toko pakaian yang bermerek terkenal.
Pasangan kekasih itu masuk dan melihat lihat kaos dan celana legging jeans. Carlos memilih mana yang cocok dikenakan oleh Jessica, tiba tiba ada yang menepuk punggungnya.
Carlos membalikan badan dan melihat ternyata dia adalah mantan Carlos yang bernama Jenny, wanita itu tersenyum dan menyapa Carlos.
“Hi, Carlos apa kabar.” Carlos sempat terkejut meliha sang mantan.
“Hi aku baik,” jawab Carlos sambil melirik ke arah Jessica yang sedang melihat-lihat pakaian hamil. Sementara Jessica tidak melihat Carlos dan Jenny, dia sibuk memilih pakaian.
“Sendiri saja?” Kembali Jenny bertanya sambil tak lepas menatap wajah tampah yang ada di hadapannya.
“Oh tidak, aku bersama calon istriku.” Wajah Jenny berubah, “Um … itu dia sedang memilih pakaian,” kata Carlos lagi sambil menunjuk Jessica.
“Calon istri, cepat sekali ya,” celetuk Jenny sambil mata melihat ke arah Jessica.
“Kamu mencintainya?” tanya Jenny lagi, dia terlihat cemburu kepada Jessica.
“Tentu saja aku sangat sangat mencintainya.” Carlos memanggil Jessica, dia ingin memperkenalkan Jessica pada sang mantan.
“Sayang sini sebentar.” Jessica datang mendekat pada Carlos lalu pria itu melingkarkan tangannya di pinggang sang kekasih. “Kenalkan ini temanku, namanya Jenny.” Jessica tersenyum kepada Jenny dan menyapanya.
“Hi Jenn, apa kabar?”
“Hi, baik,” sahut Jenny sambil menatap sinis kepada Jessica.
Dalam hati Carlos. ‘Dia pikir dirinya yang paling cantik, sekarang kamu lihat aku mendapatkan wanita lebih cantik darimu masih muda dan pintar.”
“Ok, kalau begitu aku duluan ya.” Jenny akhirnya berpamitan dan meninggalkan Carlos juga Jessica. Dia tidak ingin berlama-lama berbincang dengan pasangan kekasih itu.
Carlos dan Jessica kembali memilih pakaian, pria itu tidak ingin Jessica memakai celana jeans karena akan berpengaruh pada perutnya. Carlos ingin membelikan celana yang pinggangnya karet. Selesai, Carlos pergi membayar di kasir.
Carlos dan Jessica keluar dari toko lalu gadis itu mengajak kekasihnya ke toko buku. Jessica senang membaca, mereka masuk lalu Jessica mengambil novel serta majalah hamil.
Selesai memilih Jessica memberikan buku kepada Carlos lalu pria itu pergi membayarnya. Carlos mengajak Jessica pulang, dia tidak ingin gadis yang sedang hamil itu kelelahan. Sampai di apartemen pasangan kekasih itu masuk ke kamar dan mengganti pakaian.
Jessica turun ke dapur dan minum air putih, dia duduk di ruang makan lalu Carlos menghampirinya dan duduk di samping Jessica kemudian mencium kening gadis itu.
“Babe, aku ingin makan durian.” Carlos terkejut mendengar keinginan Jessica, pria itu tidak suka dengan bauh durian
“Apa? Kenapa durian sayang?” tanya Carlos dengan suara memelas.
“Anak kamu yang minta, kalau kamu tidak turuti dia akan sedih.” Wajah Carlos terlihat kecut, dia membelai perut Jessica yang masih rata itu.
“Sayang, tapi kenapa mintanya durian, kenapa tidak yang lain saja. Aku tidak bisa mencium durian,” pinta Carlos dengan wajah memohon sambil tangan tak henti mengelus perut Jessica.
__ADS_1
“Babe, please. Aku mau durian.” Kembali Jessica memohon dengan manja kepada Carlos.
“Aku harus beli di mana, Sayang?”
“Di aplikasi ada, Babe.” Carlos mengambil ponsel dan mencari yang menjual durian.
“ Aku ingin durian lokal,” ujar Jessica dengan mengerucutkan bibirnya.
“Kenapa harus buah itu? Ruangan ini akan berbauh durian.” Carlos menggerutu sambil membuka aplikasi di ponselnya.
“Sayang, lihat papa kamu menggerutu, dia tidak ikhlas membelikan mama durian.” Sambil berucap Jessica mengelus perutnya yang masih terlihat rata itu.
“Sayang jangan bicara seperti itu kepada anakku nanti dia marah.” Jessica terkekeh dan mencubit lengan Carlos dengan pelan.
Akhirnya memenuhi keinginan Jessica dengan memesan durian. Tidak menunggu lama akhirnya buah yang dipesan datang. Jessica membuka bungkusannya sementara Carlos menutup hidungya. Jessica ingin tertawa tapi dia menahannya.
Jessica mulai memakan durian lalu Carlos berlari ke kamar mandi dan mulai muntah, Jessica langsung tertawa.
“Babe, aku yang hamil kenapa kamu yang muntah,” canda Jessica sambil memakan durian.
“Sayang aku tidak bisa mencium durian, kenapa kamu mintanya yang aneh-aneh,” seru Carlos dari kamar mandi.
“Lihat, Sayang. Papa kamu tidak sayang kepada kita berdua, dia tidak mau menemani mama makan durian.” Jessica berucap sambil memperdengarkan kepada Carlos.
“Jangan bicara begitu, aku sangat sayang kalian berdua.” Carlos berteriak dari kamar mandi lalu muntah lagi.
Jessica tetawa melihat Carlos menghampirinya dengan wajah lemas, gadis itu sengaja ingin mengerjai Carlos. Dia tahu kekasihnya tidak suka dengan durian.
“Sayang, kamu sudah selesai makan duriannya?” tanya Carlos sambil tangannya menutup hidung.
“Iya sudah selesai, aku sudah masukan kedalam kantong plastik,” jawab Jessica dengan berpura-pura menunjukan wajah cemberut.
Sambil menutup hidung Carlos mengambil kantong plastik dan membuangnya, dia mengambil parfum dan menyemprotkan ke ruangan. Jessica tertawa melihat Carlos.
“Sayang bersihkan mulutmu,” ujar Carlos seraya mengibas-ngibaskan tangannya mengusir bauh durian.
“Iya.” Jessica ke dapur dan menyalakan air lalu mencuci mulutnya kemudian kembali keruang makan.
Carlos menatap Jessica dan menggeleng gelengkan kepala kemudian duduk di samping gadis itu.
“Kenapa, Babe?” tanya Jessica.
“Tidak apa-apa, next jangan minta durian ya. aku tersiksa,” sahut Carlos dengan mengendus hidungnya mencium kalau Jessica masih berbauh durian.
“Kalau anak kita yang minta bagaimana?"
“Sayang jangan minta durian lagi ya, papa tidak bisa cium bauhnya,” ujar Carlos sambil mengelus-elus perut Jessica.
“Babe, kamu tidak mencium bibirku?” goda Jessica ingin mengerjai Carlos kembali.
“Tidak, mulutmu masih bauh durian,” jawab Carlos dengan ketus.
“Lihat, Sayang. Papamu tidak menyayangi mama lagi, biasa papa selalu mencium bibir mama sekarang sudah tidak mau lagi.” Sambil berkata begitu Jessica melirik pada Carlos.
“Sayang, jangan bicara seperti pada anaku. Aku menyayangi kalian berdua.” Jessica terkekeh dan memegang pipi Carlos.
“ Aku hanya bercanda, aku mau ke atas.” Carlos berdiri dan memegang tangan Jessica.
“Ayo.”
“Tapi gendong,” pinta Jessica dengan suara manja.
“Dasar manja.” Jessica langsung tertawa dan berdiri lalu Carlos menggendongnya naik ke atas.
“Mau ke kamar atau sofa?” tanya.
__ADS_1
“Kamar saja.” Carlos membawa Jessica ke kamar dan meletakkanku di kasur kemudian dia memberikan buku pada gadis itu.
Selamat membaca