SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Mengapa semua begitu rumit


__ADS_3

Akhirnya Logan sudah di ijinkan pulang oleh dokter, terlihat Maurent masuk ke dalam ruangan menemui Logan dan menyapa mereka semua. Dia memperhatikan Cella yang sedang sibuk mengatur pakaian Logan ke dalam tas juga obat-obatan lalu dia tersenyum sendiri.


“Akhirnya kamu sudah bisa pulang,” ujar Maurent sambil tersenyum dan duduk di sofa.


“Oh ya, Maurent. Aku akan membawa Logan ke Torrance, aku ingin merawatnya di sana. Nanti kalau dia sudah benar-benar sembuh, dia akan kembali kesini,” kata Cella kepada Maurent sambil memasukkan obat-obatan milik Logan ke dalam tas.


“Ehm ... ok silahkan saja,” ujar Maurent sambil berdiri dan berjalan mendekati Logan dan berbisik, “Kamu tidak kembali, aku akan hancurkan hubunganmu.” Logan menatap Maurent dengan tatapan dingin.


“Kamu tidak usah khawatir, aku pasti kembali,” sahut Logan dengan setengah berbisik.


Nasya memperhatikan Maurent, dia mencurigai ada sesuatu antara wanita itu dan Logan. Sedangkan Cella, dia sudah selesai mengatur barang milik dia dan Logan lalu  tersenyum kepada Maurent dan kekasihnya.


“Baiklah, Logan. Kita berangkat sekarang,” ujar Cella tanpa ada kecurigaan sedikit pun terhadap kedua orang itu.


“Iya, ayo kita pergi,” ajak Logan. dia tidak ingin berlama-lama, pria itu takut Cella mencurigai dia dan Maurent.


Maurent tersenyum kemudian dia keluar ruangan mengikuti Cella dan Logan dari belakang, wanita itu terus memperhatikan mereka berdua. Di benaknya dia ingin menghancurkan hubungan sepasang kekasih itu, Maurent bertekad untuk memiliki kekasih Cella.


Mereka keluar dari rumah sakit kemudian Nicky memasukkan barang-barang di bagasi lalu mereka masuk ke dalam mobil, Logan tidak mau menatap Maurent dia memalingkan wajahnya saat wanita itu melambaikan tangan kepada mereka.


Nicky langsung menjalankan kendaraan menuju ke Torrance. Di dalam mobil Logan membelai perut gadis itu, Cella menatap Logan lalu dia tersenyum dan  memegang tangan sang kekasih yang ada di perutnya.


“Kita akan segera menikah, apa’pun terjadi,” bisik Logan kemudian dia meletakkan kepalanya di paha gadis itu. Walaupun ada perasaan takut tapi dia merasa senang karena akan memiliki anak dari orang yang di cintainya.


Cella membelai rambut Logan kemudian dia mencium bibir yang tertutup dengan kumis itu. Mereka berdua saling berciuman dan memainkan lidah lalu Cella berhenti dan menatap mata Logan.


“Aku akan pergi bersamamu apabila papa tidak mengijinkanku menikah denganmu, aku akan pertaruhkan nyawaku untukmu.” Logan tersenyum dia sangat senang dengan kegigihan sang kekasih dalam mempertahankan hubungan mereka berdua, dia memegang pipi gadis itu lalu membelainya dengan lembut.


“Terima kasih, Sayang,” ucap Logan kemudian dia memejamkan matanya.


“Cella, apakah kamu bisa menyetir? Mataku tidak tahan lagi,” tanya Nicky dengan terus memaksa membuka matanya, sedangkan Nasya sudah tertidur pulas.


“Nicky. Biar aku saja yang menyetir,” ujar Logan seraya duduk kembali.


“Aku saja, Nick. Tepikan mobilnya sekarang,” kata Cella sambil melepaskan sabuk pengaman.


Nicky menepikan mobilnya lalu Cella dan Logan pindah ke depan. Nicky dan Nasya pindah di belakang kemudian Cella menjalankan mobilnya.


Mereka tiba di Torrance pada sore hari, Cella langsung menuju ke rumah tempat Logan tinggal. Keempat orang itu tiba di kediaman yang pernah di tempati Logan, tapi kekasih Cella ragu-ragu untuk turun, dia curiga ada yang mengikuti mereka. Cella menatap Logan dengan heran.


“Ada apa? Apa yang kamu lihat?” tanya gadis itu dengan penasaran sambil mengikuti arah pandangan sang kekasih.

__ADS_1


“Aku khawatir ada yang mengikuti kita,” jawab Logan kemudian dia keluar dari mobil sambil memegang pinggangnya yang masih sakit itu. Nicky juga keluar dan memperhatikan sekeliling rumah.


“Logan. Kalau kamu merasa tidak aman, bagaimana kalau kamu tinggal di tempatku untuk sementara,” ujar Nicky menawarkan bantuan kepada kekasih Cella lalu Logan kembali masuk ke mobil kemudian dia menatap kekasihnya.


“Aku tidak akan tinggal disini, aku khawatir,” ujar Logan, dia tidak ingin memberitahukan kepada Cella kalau sebenarnya Maurent sudah tahu tempat tinggalnya.


“Logan, bagaimana dengan tawaranku. Aku hanya tinggal sendiri, orang tuaku tinggal di luar kota.” Kembali Nicky menawarkan bantuan karena kekasih Cella belum menjawabnya.


“Iya, Logan. Sebaiknya sementara waktu kamu tinggal dengan Nicky supaya aku ada alasan untuk bertemu denganmu. Orang tuaku sudah mengenal Nicky dan Nasya dengan baik,” sambung Cella meyakinkan sang kekasih yang masih terlihat ragu.


“Baiklah kalau begitu, aku ikut apa katamu saja.” Mereka bertukar tempat duduk, Cella dan Logan pindah ke belakang. Nicky mengambil alih stir sedangkan Nasya duduk di samping Nicky.


Mereka langsung meninggalkan rumah tempat Logan tinggal, dalam perjalanan kekasih Cella menengok kebelakang. Dia mencurigai sebuah mobil sedang mengikuti mereka.


“Nick, kita jangan langsung ke tempatmu. Aku mencurigai mobil yang ada di belakang kita," ujar Logan sambil terus memperhatikan kendaraan yang dia curigai itu.


Nicky memperhatikan kendaraan yang di maksud Logan itu dari spion kemudian dia melajukan mobilnya.


“Aku akan membawa kalian berdua ke pusat perbelanjaan nanti dari sana kalian naik taxi saja, aku akan mengalihkan mereka.” Nicky memperhatikan mobil yang mengikuti mereka kemudian dia arahkan ke pusat perbelanjaan.


“Ide bagus, Nick,” ujar Cella kemudian dia memegang tangan Logan.


Nicky membawa Cella dan Logan ke pusat perbelanjaan, dia melihat di spion mobil itu masih mengikuti mereka.


“Kalian pergi saja, Nasya tetap bersamaku supaya mereka tidak curiga,” Kata Nicky memberi saran kepada Cella dan Logan kemudian Cella mengambil kunci dari tangan Nicky.


Cella dan Logan keluar dari pintu yang lain dan memanggil taxi. Mereka berdua masuk ke dalam kendaraan berbayar itu dan meminta sopir  untuk mengantar ke tempat tinggal Nicky.


Sedangkan Nicky dan Nasya keluar dari tempat mereka masuk, pasangan kekasih itu menuju ke parkiran dan masuk ke dalam mobil. Nicky memperhatikan kendaraan itu masih tetap mengawasi mereka.


“Sebaiknya kita jangan langsung pulang, kita ke tempat teman-temanku. Aku ingin lihat apakah mereka masih akan mengikuti kita,” saran Nicky sambil menjalankan mobil keluar dari parkiran.


“Iya, Honey. Sebaiknya begitu, aku takut itu suruhan tuan Carlos,” ujar Nasya seraya memakai sabuk pengaman.


Nicky langsung meluncur ke tempat dia dan teman-temannya berkumpul. Sesekali matanya memperhatikan spion, dia melihat mobil itu masih mengikuti dia dan Nasya.


Akhirnya Nicky tiba di tempat mereka berkumpul, disana dia melihat teman-temannya sedang berbincang-bincang. Nicky dan Nasya turun dari mobil dan menghampiri mereka.


Mereka saling berpelukan lalu Nicky memberitahukan kepada teman-temannya kalau dia dan Nasya sedang diikuti. Nicky menunjuk mobil yang mengikutinya.


Teman-teman Nicky berjalan menuju ke mobil itu, tapi kendaraan itu langsung meninggalkan mereka. Nicky dan Nasya tertawa kemudian mereka berdua berpamitan kepada teman-temannya.

__ADS_1


Pasangan kekasih itu langsung pergi ke rumah Nicky. Mereka berdua tiba lalu Nicky mengajak Nasya masuk ke dalam, keduanya langsung menemui Cella dan Logan.


Cella dan Logan langsung berdiri melihat Nicky dan Nasya datang,  Logan langsung mengintip dari jendela ingin melihat apakah ada yang mengikuti kedua sahabat Cella.


“Apakah mereka mengikuti kalian?” tanya Cella dengan penasaran.


“Tenang saja, saat ke sini mereka tidak mengikutiku lagi,” ujar Nicky dengan tersenyum, “Oh ya, Nasya. Bantu aku mengatur kamar yang akan di pakai Logan,” ajak Nicky seraya berjalan ke ruangan lainnya.


“Aku ikut, Nick.” Cella berdiri dan mengikuti Nicky dan Nasya.


Mereka bertiga masuk ke dalam kamar dan menyiapkan kamar untuk Logan, Cella keluar dan mengajak sang kekasih untuk istirahat.


Logan berdiri sambil memegang pinggangnya, dia masih merasakan nyeri di bagian yang terkena tusukan. Cella dan Logan masuk ke dalam kamar kemudian pria itu langsung berbaring. Cella, Nicky dan Nasya meninggalkan Logan sendiri kemudian mereka pergi ke dapur.


“Aku dan Nasya akan memasak untuk makan malam,” ujar Cella kepada Nicky


“Baiklah, kalau kalian butuh sesuatu bangunkan aku saja di kamarku,” sahut Nicky kemudian dia meninggalkan Cella dan Nasya di dapur.


Cella dan Nasya membersihkan sayuran, mereka ingin memasak untuk Logan dan Nicky. Selesai, Cella pergi ke kamar  sedangkan Nasya dia pergi menemui Nicky.


Cella masuk dan melihat Logan sedang berbaring, dia menghampiri pria itu dan duduk di sisi tempat tidur.


“Mengapa kamu tidak tidur?” tanya Cella sambil membelai wajah kekasihnya.


“Aku tidak bisa tidur, aku ingin kamu ada di sampingku,” sahut Logan dengan memegang tanga Cella yang menempel di pipinya.


“Tidurlah, aku akan membangunkanmu saat makan malam.” Cella berbaring di samping Logan dan memeluk tubuh itu.


“Iya,” ujar Logan kemudian dia mencium kening Cella.


‘Bagaimana cara untuk memberitahukan kepadanya tentang Maurent, aku takut dia meninggalkanku. Aku juga tidak ingin kembali lagi ke San Jose. Maurent pasti tidak akan berhenti menggangguku,’ kata Logan dalam hati.


Apakah Cella akan meninggalkanku kalau aku berkata jujur kepadanya? Ah … mengapa semua begitu rumit, aku tidak ingin kehilangan dirinya. Kalau aku tidak mengatakan semua kepadanya, bagaimana kalau video itu sampai kepada Carlos? Dasar perempuan licik.’ Dia mengumpat dalam hati, pria itu menjadi bingung.


Logan tidak bisa tidur, dia hanya memandang wajah Cella yang sedang tertidur pulas, lalu dia mengelus perut gadis itu.


“Sebentar lagi aku akan memiliki anak darinya.” Dia menatap perut Cella kemudian dia bangun dan mencium perut sang kekasih.


 Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2