
Terdengar pertengkaran antara Tania dan Reagen di kamar.
“Aku ingin kamu berhenti bekerja di perusahaan paman Carlos.” Kata Reagen kepada Tania
“Kenapa kamu ingin aku berhenti? Berikan alasannya.” Kata Tania sambil menatap mata Reagen
Reagen tidak ingin menatap Tania
“Aku tidak perlu memberikan alasan kepadamu, aku hanya ingin kamu berhenti dan focus kepada Claude.” Kata Reagen lalu Tania tertawa
“Kamu bilang focus kepada Claude? Apakah selama ini kamu tidak melihatnya? Atau kamu pura pura buta? Dengar Reagen, sudah berapa kali aku mengeluh padamu masalah Claude? Apakah kamu mendengar keluhanku? Kalian tidak menganggap aku disini, Claude itu anakku. Aku yang melahirkan Claude, bukan mommy kamu atau kamu yang melahirkan Claude.
“Tapi kalian tidak memberi aku kesempatan untuk menyayangi anakku sendiri.” Kata Tania sambil menangis.
Reagen hanya diam saja, dia tidak tahu harus bicara apa lagi kepada Tania.
“Kamu tahu Reagen, aku sangat tersiksa tinggal disini. Aku punya suami tapi seperti tidak punya suami.” Kata Tania lalu Reagen berdiri dan menghampiri Tania.
“Kamu berkata begitu karena kamu tidak mencintaiku, kamu hanya mencintai Kairos.”
“Bagaimana aku bisa mencintaimu, kalau kamu sama sekali tidak memerhatikanku. Sebelum menikah perhatianmu luar biasa padaku, sampai aku menyukaimu, bahkan aku merasa nyaman berada di sampingmu. Tapi setelah aku hamil besar, kamu sudah sering pulang larut malam bahkan kamu tidak pulang.
“Di saat aku melahirkanpun kamu tidak mau menemani aku, jadi bagaimana aku bisa mencintaimu? Dan sekarang kamu ingin aku berhenti di perusahaan papa, maaf aku tidak bisa. Aku akan tetap bekerja di perusahaan papa.”
Reagen menatap mata Tania,
“Ya aku tahu, kamu tetap ingin bekerja di perusahaan paman Carlos agar kamu punya kesempatan untuk bertemu dengan Kairos.” Kata Reagen, dia kembali mengungkit Tania dan Kairos.
Tania langsung tertawa.
“Reagen, kenapa kamu selalu membawa bawa Kairos? Jangan membawa Kairos di masalah kita, aku tahu kenapa kamu ingin aku berhenti dari perusahan papa.
Reagen menatap Tania
“Kamu ingin aku berhenti supaya aku tidak tahu seperti apa kamu di luar sana bukan?”
“Aku tidak mengerti apa maksudmu.” Kata Reagen sambil duduk di kursi.
“Sudahlah Reagen, jangan berpura pura padaku. Kamu pikir aku tidak tahu sepak terjangmu di luar sana, aku tidak bodoh Reagen.” Kata Tania sambil tersenyum sinis kepada Reagen
“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.” Kata Reagen lagi.
Tania tertawa
“Reagen, aku sudah sering melihatmu jalan dengan wanita lain di luar sana. Bahkan saat di restoran itu, aku tahu kamu bersama wanita.”
“Wanita itu bukan siapa siapaku, dia hanya teman bisnisku. Kamu sudah salah paham padaku, aku hanya mencintaimu.” Kata Reagen sambil berdiri dan mencoba untuk memeluk Tania
Tania melangkah mundur
“Jangan bohongi aku Reagen, kalau dia hanya teman bisnis kenapa kamu begitu mesrah dengannya?”
“Kenapa kamu tidak percaya padaku? Dia hanya teman bisnisku sayang, percayalah padaku.” Kata Reagen sambil memegang tangan Tania. “Sayang aku hanya mencintaimu.”
Tania tersenyum sinis
“Kalau kamu mencintaiku tidak mungkin kamu mengkhianatiku.” Kata Tania sambil melepaskan tangan Reagen.
“Aku tidak mengkhianatimu sayang, percayalah padaku.”
“Kamu tidak jujur Reagen.” Kata Tania lalu dia mengambil handphonenya kemudian dia menujukan foto foto mesrah Reagen dengan wanita itu. “Bagaimana dengan foto foto ini?”
Reagen terkejut melihat foto foto yang di tunjukan Tania kepadanya. Reagen tertunduk dia tidak tahu harus bicara apa lagi. dia duduk di sisi tempat tidur.
“Iya aku salah.” Kata Reagen kemudian dia berdiri kembali dan menghampiri Tania, dia memegang tangan Tania. “Tapi sayang, aku tidak mencintainya. Aku hanya mencintaimu, please maafkan aku.
“Apakah kamu sudah tidur dengannya?” Tanya Tania sambil menatap mata Reagen.
“Tidak sayang, aku bersumpah aku tidak pernah tidur bersamanya.” Jawab Reagen
“Lalu kalau kamu tidak pulang kamu tidur dimana?”
“Ehm.. aku tidur di apartemen.” Jawab Reagen
“Kenapa kamu tidak pulang di rumah?” Tanya Tania lagi
__ADS_1
“Aku sering ke club bersama teman temanku dan aku sering mabuk, aku tidak ingin mengganggu tidurmu jadi aku selalu tidur di apartemen.” Jawab Reagen
“Benarkan?”
“Iya benar sayang, aku tidak berbohong. Kita bisa pergi ke apartemen dan kamu bisa lihat cctv-nya.” Kata Reagen meyakinkan Tania. “Sayang maafkan aku, aku janji aku tidak akan menemui dia lagi.” Kata Reagen sambil melingkarkan tangannya di pinggang Tania
“Kamu janji?” Tanya Tania
“Iya aku janji, aku tidak akan pernah menemuinya lagi. Kamu jangan tinggalkan aku ya.” Pinta Reagen kepada Tania.
“Aku tidak akan meninggalkanmu asalkan kamu pegang janjimu itu.” Kata Tania sambil melepaskan pelukan Reagen
“Iya sayang, aku janji padamu. Aku akan buktikan janjiku padamu.”
“Baiklah kalau begitu.” Kata Tania lalu dia naik ke tempat tidur lalu berbaring.
Reagen tersenyum kemudian dia berbaring di samping Tania, dia memeluk Tania dan mengecup kening Tania. Reagen dan Tania kembali membangun hubungan mereka berdua yang sempat dingin. Reagen memberikan perhatian kembali kepada Tania.
Hari Reagen mengajak Tania untuk makan malam di luar, mereka pergi ke salah satu restoran terkenal di Kota Torrance. Pelayan mengantar mereka kemeja, Tania dan Reagen duduk dan memesan makanan. Sambil menunggu pesanan mereka berdua berbincang bincang.
“Oh ya honey aku mau ke toilet.” Kata Tania kepada Reagen lalu Reagen menganggukan kepala.
Tania berdiri dan berjalan ke toilet, tanpa sengaja dia berpapasan dengan Jack
“Hi Jack kamu disini juga?”
“Hei.. Tania. Iya aku bersama temanku.” Jawab Jack
Tania dan Jack berbincang bincang di depan toilet lalu tidak lama kemudian Tania masuk kedalam toilet, sedangkan Jack dia langsung kembali bergabung dengan teman temannya.
Tania keluar dari toilet lalu dia kembali duduk di depan Reagen
“Sayang itu pesanan kita sudah selesai.” Kata Reagen kepada Tania
Pelayan meletakan pesanan mereka berdua di atas meja, kemudian Tania dan Reagen makan bersama. Selesai makan mereka berdua masih berbincang bincang.
Akhirnya Tania dan Reagen meninggalak restoran, sebelum masuk kedalam mobil Reagen mencium bibir Tania. Mereka berdua saling berciuman dan memainkan lidah tiba tiba Tania melihat ada yang ingin menembak Reagen.
Tania langsung menarik Reagen dan melindungi Reagen, terdengar dua kali tembakan lalu Tania tersungkur. Reagen menarik Tania dan berlindung di balik mobil.
Jack berlari menghampiri Reagen yang sedang memeluk Tania,
“Cepat telepon Ambulance.” Kata Jack kepada Reagen kemudian dia memeluk dan meraba leher Tania, Jack menarik nafas panjang dan menunduk. “Tidak ada denyut lagi.” Kata Jack dalam hati.
Selesai menelepon Ambulance Reagen kembali memeluk Tania.
“Sayang kamu bertahan ya. Ambulance segera datang.” Kata Reagen sambil memeluk Tania dan menangis.
Jack tidak ingin mengatakan kepada Reagen kalau Tania sudah mati. Jack menelepon Charlie dan memberitahukan kepada Charlie untuk segara datang ke rumah sakit.
Ambulance datang lalu Jack berbisik kepada petugas ambulance dan mereka menganggukan kepala. Mereka memasukan Tania ke dalam Ambulance. Reagen ikut masuk ke dalam Ambulance, dia memegang terus tangan Tania dan menangis.
Mereka langsung membawa Tania ke rumah sakit, Jack mengikuti Ambulance dari belakang. Mereka tiba di rumah sakit lalu petugas membawa Tania masuk ke dalam ruangan. Sedangkan Reagen dia menunggu di luar. Dia bejalan mondar mandir di depan ruangan.
Reagen mengeluarkan handphone dari saku celananya lalu dia menghubungi Mike, dia memberitahukan kepada Mike kalau Tania tertembak.
Tiba di rumah sakit, Jack langsung memberitahukan Carlos kalau Tania sedang berada di rumah sakit.
Carlos mendengar Tania di rumah sakit dia langsung berteriak memanggil Kairos, Kairos terkejut mendengar teriakan Carlos dia bangun dan berlari keluar dari kamarnya lalu turun ke bawah.
Acel dan Cella juga mendengar teriakan Carlos, mereka berdua juga berlari keluar dari kamar menemui Carlos
“Pap ada apa? Mengapa papa berteriak?” Tanya Kairos dengan heran
“Iya pap ada apa?” Sela Acel
“Kairos Acel, Tania di rumah sakit. Ayo kita kerumah sakit.” Kata Carlos dengan khawatir
“Kenapa Tania di rumah sakit? apa yang terjadi dengan Tania?” Tanya Kairos dengan cemas
“Papa juga tidak tahu Kairos, sebaiknya kita kerumah sakit sekarang.” Kata Carlos kemudian mereka masuk ke dalam mobil.
Kairos langsung mengarahkan mobilnya menuju ke rumah sakit,
“Pap mama kemana?” Tanya Kairos sambil menyetir.
__ADS_1
“Mama lagi pergi ke ruman paman Mike, Ezer dan Isabell ingin melihat Claude.” Jawab Carlos
Akhirnya Carlos Kiaros Acel dan Cella tiba di rumah sakit, mereka langsung berlari ke dalam rumah sakit. Kairos melihat Jack dan Charlie dia juga melihat Reagen yang sedang menangis. Lalu Kairos dan Carlos menghampiri Charlie.
“Charlie apa yang terjadi?” Tanya Kairos
Charlie menatap Carlos dan Kairos
“Tania tertembak.” Jawab Charlie
“Apaa?? Siapa yang menembak Tania? Lalu bagaimana keadaan Tania?” Tanya Kairos penuh dengan kecemasan
“Kami belum tahu siapa yang menembak Tania. Dan nyawa Tania tidak bisa di selamatkan.” Kata Charlie sambil tertunduk.”
“Apaaa??? Itu tidak mungkin, kalian pasti bohong.” Kata Kairos sambil berlari masuk kedalam ruangan, Carlos Cella dan Acel juga ikut masuk ke dalam ruangan
Kairos melihat Tania sudah terbujur kaku lalu dia berteriak dan memeluk Tania
“Tidaakk…. Kamu tidak boleh pergi, kamu tidak boleh meninggalkan aku dan Ezer. Ayo bangun sayang, banguunn.” Teriak Kairos sambil menangis.
Carlos berdiri di samping tempat tidur lalu dia membelai rambut Tania,
“Siapa yang melakukan ini padamu? Papa akan mencarinya sayang, papa akan mencarinya.” Kata Carlos sambil menangis. Dia membelai rambut Tania dan mencium kening Tania.
“Sayang bangun, jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa tanpamu, bangun sayang.”
Kairos terus memeluk Tania dengan erat dan menangis. Acel dan Cella ikut berdiri di samping tempat tidur mereka berdua ikut menangis. Acel mencium kening Tania
“Siapa yang melakukan ini padamu? Aku akan mencarinya Tania, aku akan membunuhnya.” Kata Acel sambil menangis. “Kamu sudah ku anggap kakaku, aku sangat menyayangimu.” Kata Acel sambil membelai rambut Tania.
Cella memeluk Carlos dan menangis
“Pap siapa yang melakukan ini kepada Tania?” Tanya Cella sambil menangis
“Papa juga tidak tahu sayang.” Kata Carlos sambil memeluk Cella dan menangis.
Kairos melepaskan pelukannya lalu dia keluar dan menemui Reagen, dia melihat Reagen sedang menagis. Kairos menghampiri Reagen
“Aku merelakan Tania menikah denganmu karena aku pikir kamu bisa membahagiakannya, aku pikir kamu bisa melindunginya, tapi lihat, lihat apa yang terjadi.” Kata Kairos sambil menangis
“Maafkan aku Kairos, maafkan aku. Aku tidak bisa melindungi Tania.” Kata Reagen sambil menangis
Terlihat Jessica Mike dan Sonia berlari lari masuk ke dalam rumah sakit.
“Kairoa ada apa ini? Mengapa kalian semua menangis?” Tanya Jessica
Kairos memeluk Jessica
“Mam Tania mati tertembak.” Kata Kairos sambil menangis
“Apaa?? Itu tidak mungkin.” Kata Jessica kemudian dia melepaskan pelukan Kairos lalu Jessica masuk kedalam. Dia melihat Cella Acel dan Carlos sedang menangis di samping jasad Tania.
Jessica melihat tubuh Tania yang terbujur kaku lalu dia memeluk Tania dan menangis
“Mengapa ini bisa terjadi padamu sayang?” Kata Jessica sambil membelai pipi Tania dia menangis dan mencium pipi Tania.
Hank masuk dan membawa Ezer, Kairos mengambil Ezer dari hank lalu dia menangis. Kairos memeluk Ezer dengan erat dan menangis.
Mike dan Nyonya Sonia masuk, mereka berdua memeluk Tania dan menangis. Kairos membawa Ezer masuk kedalam, dia mendudukan Ezer di sisi tempat tidur lalu dia menangis.
“Sayang ini Ezer..” Kairos tidak bisa bicara lagi dia memeluk Ezer dan menangis
Carlos memeluk Kairos, dia menenangkan Kairos, lalu Jessica menggendong Ezer yang masih terheran heran melihat mereka menangis. (Dodol mewek gw)
Petugas rumah sakit menyuruh mereka untuk menunggu di luar.
Akhirnya jenasah Tania di semayamkan di kediaman Carlos. Kairos tidak pernah jauh dari peti jenasah dia memandang terus wajah Tania. Ezer datang lalu meminta Kairos untuk menggendongnya.
Adik dan mommy Tania juga datang dari philipin.
Akhirnya Jenasah Tania di makamkan.
Selamat membaca
Maaf ternyata tinggal 1 episode lagi terus tamat.
__ADS_1