
Jessica sudah selesai bersiap siap, hari ini dia akan mengantar kairos untuk mendaftar di sekolah, dia melihat jam sudah pukul sembilan pagi dan Carlos masih tidur pulas.
Jessica tidak ingin membangunkan Carlos, dia keluar kamar dan masuk ke kamar Kairos.
“Kamu sudah selesai sayang.” Kairos menatap Jessica dan tersenyum.
“Sudah mama.”
Jessica kembali kekamar dan melihat Carlos sudah bangun tapi masih bermalas malasan di tempat tidur. Carlos melihat Jessica dan tersenyum
“Good morning beb.” Ucap Jessica sambil mengambil ketsnya dan duduk di sisi tempat tidur. “Tidurmu sangat pulas beb.”
“Good morning sayang. Iya aku tidur pulas, kamu sudah mau pergi?”
“Iya beb.” Jawab Jessica sambil memakai ketsnya. “Beb, Acel dan Cella masih tidur, nanti kalau mereka bangun kamu buatkan susu untuk mereka ya!”
“Iya sayang.”
Jessica berdiri dan membuka lemari pakaian, dia mengambil kemeja kotak kotaknya dan memakainya. Carlos berdiri dan memeluk erat tubuh jessica dari belakang. “Sayang terima kasih, semalam kamu sangat luar biasa.”
Jessica membalikkan badannya menghadap Carlos dan melingkarkan tangannya di pinggang Carlos. “Sama sama beb, kamu juga semalam luar biasa.” Kata Jessica pada Carlos sambil tersenyum.
Carlos memegang pipi Jessica dan menatap mata Jessica, mereka saling bertatap mata.
Carlos mencium bibir Jessica dan Jessica membalas ciuman Carlos, dan mereka saling berciuman. Carlos berhenti mencium Jessica dan memeluk erat tubuh Jessica.
“Aku sangat mencintaimu sayang.” Bisik Carlos di kuping Jessica.
“Aku juga sangat mencintaimu Beb.” Jessica memeluk erat Carlos dan Kairos masuk kedalam kamar, Jessica melepaskan pelukannya dan menatap Kairos.
“Sudah siap sayang?” Tanya Jessica pada Kairos.
“Iya mama, kita jalan sekarang?”
“Hei kamu tidak memeluk papamu?” Kata Carlos dan Kairos tersenyum.
“Tentu saja aku akan memelukmu pa, tadi aku masuk ingin memeluk papa tapi papa sedang memeluk mama.” Canda Kairos. Jessica dan Carlos langsung tertawa.
Carlos memeluk Kairos dan mencium kening Kairos. “Hmmm, tidak terasa kesayangan papa sudah besar.” Kairos tersenyum dan mencium kedua pipi Carlos.
“Ayo Kairos kita berangkat sekarang, beb aku pergi dulu ya. Jangan lupa Acel dan Cella!”
“Iya sayang, hati hati ya!” Kata Carlos sambil mengecup bibir Jessica.
“Iya beb. Bye, i love you.”
“I love you too.”
Jessica dan Kairos keluar rumah dan masuk kedalam mobil, Jessica memakai sunglassesnya dan menjalankan mobil menuju sekolah.
Kairos memperhatikan Jessica.
“Mama terlihat sangat Cantik.” Kata Kairos dan Jessica tersenyum. Kalau sampai di sekolah pasti orang orang akan menatap mama.
Jessica menatap Kairos dan tertawa.
“Siapa yang akan menatap mama sayang.”
“Orang orang di sekolah ma, apalagi dengan gaya mama seperti ini. Mereka pasti akan terpanah sama mama dan kalau papa di samping mama dia pasti akan cemburu.” Canda Kairos pada Jessica dan Jessica langsung tertawa.
Sampai di sekolah dia memarkirkan mobilnya dan semua mata tertuju pada mobilnya. Dia masih menggunakan sunglasses, dia membiarkan kemeja yang melapisi tank topnya terbuka semua lalu dia turun dari mobilnya. Dia melipat setengah lengan kemejanya dan berjalan membukakan pintu mobil pada Kairos.
Dan benar saja semua mata memandangnya dan ada yang bersiul padanya tapi Jessica tidak perduli. Kairos turun dari mobil dan Jessica memegang tangan Kairos lalu mereka berjalan masuk kedalam sekolah.
“Apa yang aku katakan benarkan ma.” Kata Kairos.
Jessica tersenyum pada Kairos. “Biarkan saja mereka sayang.” Jessica dan Kairos tiba di dalam sekolah, mereka melihat banyak orang orang tua bersama putra putri mereka.
Sambil menunggu antrian Jessica dan Kairos duduk duduk di sekolah. Sesekali Jessica mencium pipi Kairos dan Kairos tersenyum pada Jessica. Jesica memperhatikan orang tua dan anak mereka, semua sibuk dengan hanphone mereka dan dia menatap Kairos.
“Sayang kamu mau beli handphone?” Tanya Jessica
“Nanti saja mama, mama bilangkan mau belikan aku macbook.”
“Tentu saja sayang, mama sudah janji padamu jadi mama harus tepati. Nanti selesai dari sekolah kita ke ibox beli macbook untuk kamu.
Kairos memeluk Jessica. “Terima kasih mama, aku sangat menyayangi mama.” Ucap kairos pada Jessica.
“Iya sayang mama juga sangat menyayangimu.” Jessica memeluk Kairos dan mencium keningnya.
Dan tiba giliran mereka. Jessica dan Kairos masuk keruangan dan Jessica menyerahkan surat surat milik Kairos dan dia berbincang bincang dengan petugas sekolah. Tidak lama kemudian dia dan Kairos meninggalkan ruangan. Mereka keluar dan masuk kedalam mobil. Jessica menyalakan mesin mobil dan langsung meluncur pulang kerumah.
Sampai di rumah dia dan Kairos turun dari mobil dan masuk kedalam rumah, Kairos naik keatas dan Jessica masuk kekamarnya. Dia melihat Carlos lagi duduk disofa dengan laptop di depannya. Carlos menatap Jessica dan meletakkan laptopnya di atas meja, dia berdiri dan memeluk Jessica.
“Bagaimana sayang, lancar semua?” Tanya Carlos pada Jessica sambil mengecup bibir Jessica.
__ADS_1
“Iya beb, oh ya Acel dan Cella tadi sarapan beb?”
“Iya, mereka tadi sarapan.” Jawab Carlos sambil membelai rambut Jessica.
“Beb, ayo siap siap. Kita makan diluar saja sekaligus aku ingin membelikan kairos macbook.
“Baik sayang, aku ganti pakaianku dulu.” Carlos melepaskan pelukannya dan mengganti pakaiannya. Jessica keluar kamar dan masuk kekamar Acel dan Acel sedang bermain, dia melihat Jessica dan langsung memeluk Jessica.
“Mama kemana tadi?”
“Mama tadi mengantar Kairos untuk mendaftar di sekolah sayang.” Kata Jessica pada Acel sambil membelai rambut Acel. “Ayo siap siap! Kita makan siang di luar sayang.”
“Iya mama.” Acel mencium Jessica dan mengganti pakaiannya.
Jessica keluar dari kamar Acel dan masuk kekamar Cella, dia mendekati Cella yang lagi bermain dengan boneka kesayangannya.
“Sayang ayo siap siap! Kita makan siang di luar.” Cella berdiri dan memeluk Jessica lalu Jessica mencium Cella, kemudian dia kembali kekamarnya. Carlos sudah selesai memakai pakaiannya, dan Jessica memeluk Carlos dari belakang.
“Kamu sudah harum beb.” Kata Jessica pada Carlos sambil menyandarkan kepalanya di punggung Carlos.
Carlos tersenyum dan memegang tangan Jessica yang melingkar di perutnya. “Tentu saja sayang, aku akan pergi dengan istriku yang cantik jadi aku harus harum sayang. Carlos membalikkan badannya dan memeluk Jessica. “Kamu juga terlihat sangat cantik sayang.”
Jessica tersenyum pada Carlos dan mengecup bibir Carlos. “Kita berangkat sekarang beb?” Tanya Jessica.
“Iya sayang, ayo!” Mereka berdua keluar dari kamar dan melihat ketiga anak mereka sudah menunggu mereka. “Ayo anak anak naik ke mobil!”
Ketiga anak mereka keluar dan naik ke mobil, begitu juga dengan Jessica dia keluar dan langsung masuk kedalam mobil. Tidak lama kemudian Carlos datang dan masuk kedalam mobil. dia menghidupkan mesin mobil dan menjalankan mobil keluar dari pekarangan rumah.
“Beb kita ke mall saja dulu ya.”
“Iya sayang.” Jawab Carlos pada Jessica.
Carlos langsung meluncur ke mall, tiba di mall Carlos memarkirkan mobil dan mereka turun lalu masuk kedalam mall.
Mereka langsung menuju ke counter ibox, mereka masuk dan petugas langsung melayani mereka. Carlos langsung melihat lihat macbook, sedangkan Jessica melihat lihat iphone. Jessica tertarik dengan iphone keluaran terbaru.
Dia memanggil Kairos. “Sayang kamu mau macbook atau iphone?”
“Macbook saja mama.”
Carlos mendengar percakapan Jessica dan Kairos, lalu dia berbisik pada Jessica. “Sayang belikan saja Kairos iphone juga macbook. Dia juga butuh hanphone sayang!”
“Beb, dia lebih memilih macbook. Berarti hanphone belum penting baginya.” Kata Jessica pada Carlos.
Carlos berbisik lagi pada Jessica. “Sayang Kairos butuh handphone juga, kalau terjadi apa apa di sekolahkan dia bisa langsung menghubungi kita. Kalau dia tidak punya handphone bagaimana cara dia menghubungi kita? Belikan saja dia handphone! Nanti kalau di rumah dia tidak boleh bermain handphone, kita atur jam belajar juga jam bermainnya. Lagipula Kairos itukan anaknya dengar dengaran sayang.”
“Mam tidak usah, belikan saja aku macbook.” Kata Kairos.
“Sayang kata papa kamu harus memiliki handphone, supaya kalau terjadi apa apa di sekolah kamu bisa menghubungi mama atau papa.” Jelas Jessica pada Kairos. “Ayo pilih saja.
“Baiklah mam, aku pilih iphone 7 saja mam!”
“Kamu tidak mau iphone 8” Tanya Jessica lagi.
“Tidak usah mam, kalau hanya untuk telepon tidak perlu iphone 8. Kalau mau game aku sudah punya ps5.
“Baiklah sayang.” Jessica meminta iphone 7 pada petugas counter dan Carlos memilih macbook untuk Kairos. Jessica melihat Acel dan Cella. “Sayang kalian berdua tidak mau beli iphone?”
“Tidak mama nanti saja kalau aku sudah seperti Kairos.” Kata Acel.
“Iya mama nanti saja. Kalau aku sudah besar mama belikan aku iphone ya.” Kata Cella
Jessica memeluk Acel dan Cella. “Baiklah sayang.” kemudian dia mencium Acel dan Cella.
Carlos tersenyum melihat Acel dan Cella. Kemudian dia berbisik pada Jessica.
“Sayang kita belikan saja Acel komputer untuk game, nanti kita atur juga jam bermain dan jam belajarnya, bagaimana sayang?”
“Baiklah beb, kita belikan acel komputer.”
Carlos tersenyum pada Jessica dan mencium kening Jessica. Mereka membayar macbook dan iphone milik kairos lalu mereka meninggalkan ibox dan mereka pergi ke toko komputer. Mereka masuk dan Carlos langsung memilih komputer untuk Acel dan membayarnya.
Mereka keluar dari mall dan pergi keparkiran, mereka masuk kedalam mobil dan Carlos langsung meluncur mencari restoran untuk mereka makan siang. Mereka masuk disalah satu restoran dan memesan makanan.
“Acel papa membelikan kamu komputer, nanti kamu harus atur waktu ya. Tidak boleh bermain game terus!”
Acel memeluk Carlos dan mencium pipi Carlos. “Iya papa, terima kasih ya pa sudah membelikan aku komputer.”
“Iya sayang, ayo duduk!” Carlos melihat Cella. “Putri papa tidak ingin membeli sesuatu?”
Cella berdiri dan duduk di pangkuan Carlos. “Papa, belikan aku sepeda saja.” Kata Cella pada Carlos.
“Ok besok papa akan belikan cella sepeda ok.”
Cella tersenyum dan memeluk Carlos. “Terima kasih papa.” Ucap Cella.
__ADS_1
“Iya sayang, ayo duduk makanan sudah datang!”
Jessica tersenyum melihat Carlos yang begitu perhatian pada anak anak.
Carlos menatap Jessica dan tersenyum.
“ayo makan sayang!”
“Iya beb.” lalu mereka makan Bersama.
Selesai makan mereka langsung pulang kerumah, tiba di rumah mereka masuk kedalam dan Carlos langsung mengatur komputer di kamar acel dan menyambungkan dengan internet.
“Acel nanti jangan lupa belajar ya!” Kata Carlos pada Acel.
“Iya papa, aku akan rajin belajar.”
Carlos keluar dari kamar Acel dan pergi kekamarnya. Dia masuk dan melihat Jessica yang lagi di depan laptop. Dia duduk disamping Jessica.
“Kamu sedang kerja sayang?” Tanya Carlos sambil mengatur rambut Jessica kesamping.
“Iya beb, aku lagi memeriksa laporan perusahaan. Hampir tingga minggu aku tidak masuk pekerjaan jadi menumpuk. Besok aku harus masuk kerja beb.”
“Iya sayang. Selesai kerja istirhat ya!”
“Iya beb.” Carlos berdiri dan pergi berbaring di tempat tidur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan harinya Jessica pergi kekantor. Sampai di kantor asistennya langsung menemui Jessica di ruangannya.
“Nyonya tadi Tuan Jeremmy menelepon dan menanyakan kalau nyonya sudah masuk hari ini.”
“Terus kamu jawab apa?” Tanya Jessica sambil menyalakan komputernya.
“Aku jawab kalau nyonya sudah masuk dan baru saja tiba di kantor, terus Tuan Jeremmy berpesan nanti satu jam lagi Nyonya Jessica keruang meeting karena rekan bisnis Tuan Jeremmy dari Portugal akan datang berkunjung ke perusahaan ini.
“Baiklah kalau begitu, Terima kasih ya.”
“Sama sama Nyonya.” Asisten Jessica meninggalkan ruangan Jessica.
Satu jam kemudian Jessica pergi keruang meeting, tapi Tuan Jeremmy belum datang. Sambil menunggu Tuan Jeremmy, Jessica membuka handphone dan mengecek saham well's group dan tidak lama kemudian Tuan Jeremmy masuk bersama tiga pria. Jessica berdiri dan menyapa Tuan Jeremmy.
“Selamat pagi Tuan Jeremmy.” Ucap Jessica
“Selamat pagi Jessica. Oh ya Jessica perkenalkan ini anak laki lakiku.
Namanya Dixon.
“Hi Dixon senang bertemu denganmu.” Kata Jessica pada Dixon.
“Hi Jessica, senang bertemu denganmu juga, papi banyak bercerita tentangmu.” Kata Dixon sambil berjabat tangan dengan Jessica dan Jessica tersenyum.
“Dan ini rekan bisnisku dari Portugal, Tuan Hector
Tuan Hector menatap Jessica dengan lama dan dia berkata dalam hati. “Mirip sekali.”
melihat Tuan Hector menatapnya begitu Jessica jadi risih.
“Hi Tuan Hector aku Jessica.” Kata Jessica
“Oh.. Iya, senang mengenalmu Jessica. Oh ya kenalkan ini anakku.
Pedro
Jessica menyalami Pedro
“Hi Pedro senang bertemu denganmu.”
“Sama sama Jessica.” Balas Pedro.
Mereka duduk dan berbincang bincang, mata Tuan Hector menatap Jessica terus.
Selamat Membaca
Dan jangan bosan membaca ya.
Terima Kasih bagi yang setia memberi like dan komen..
__ADS_1
Salam
Author