SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Kebenaran


__ADS_3

Mike berteriak pada anak buahnya sambil menendang kursi mobil di depannya. “Ayo cepat!” Mike merabah nadi Carlos masih ada detak. “Carlos kamu jangan pergi, kamu tidak boleh pergi Carlos, ingat anak anakmu!” Mike menangis memeluk Carlos.


Mereka sampai di rumah sakit Good Samaritan Hospital, anak buah Mike langsung turun dan mengangkat Carlos dan mereka membawa Carlos kedalam rumah sakit. Mike langsung berteriak di dalam rumah sakit memanggil Dokter. Petugas dan Dokter langsung keluar dan membawa Carlos kedalam ruangan. Mereka langsung menangani Carlos.


Mike menunggu di luar, dia terlihat sangat khawatir. Dia duduk dan menangis, dia melihat perawat berlari keluar dari ruangan dan kembali lagi bersama dua Dokter kemudian masuk kedalam ruangan. Salah seorang Dokter keluar dengan perawat.


“Ambil juga dua kantong darah, dia sudah terlalu banyak kehilangan darah.


“Baik Dokter.” Jawab perawat. Dan Dokter kembali keruangan.


Mike masih menunggu di luar, dia tidak ingin memberitahukan pada federico dan liliana. Mike pergi ke parkiran mobil ingin menelepon anak buahnya. Dan Jessica keluar dari sumah sakit, dia melewati mike tapi dia tidak melihat Mike karena terhalang oleh Charlie dan perawat sedangkan Mike sibuk mencari nomor anak buahnya di handphone.


Mereka memasukan Jessica di Ambulance dan mereka meninggalkan rumah sakit. sementara Mike menelepon anak buahnya dan menyuruh mereka untuk mencari informasi siapa yang sudah membebaskan Adrian. kemudian dia kembali kedalam rumah sakit.


Salah satu Dokter menelepon polisi dan membertitahukan kepada polisi kalau ada pasien korban luka tembak. Dan tidak lama kemudian polisi datang dan bertemu dengan Mike. Salah satu polisi mengenal Mike.


“Hi Mike apa yang terjadi, kenapa kamu disini?” Tanya opsir Swan pada Mike.


“Hei Swan, adikku tertembak dan sekarang dia lagi di dalam. Dokter lagi menanganinya.”


“Jadi adik kamu yang tertembak itu Mike?”


“Iya Swan, tapi bagaimana kamu tahu kalau ada yang tertembak di rawat di rumah sakit ini?”


“Mike setiap rumah sakit kalau ada pasien korban atau tersangka dirawat di rumah sakit mereka pasti akan melaporkan kepada kami.”


“Oh begitu ya, iya adikku Carlos mereka saling baku tembak di bekas gudang di pinggir kota Swan.”


“Jadi Carlos yang tertembak Mike?” Opsir Swan terkejut. “Bagaimana keadaannya Mike?”


“Masih sementara di tangani oleh Dokter. Oh ya Swan, aku ingin minta tolong padamu.”


“Katakan saja Mike.”


“Aku ingin tahu siapa yang telah membebaskan Adrian.”


“Mike bukan aku yang menanganinya, tapi aku akan mencari tahu siapa yang telah membebaskan Adrian.”


Terdengar di radio panggil opsir Swan, rekan mereka menginformasikan menemukan mayat pria dengan luka tembak di beberapa bagian tubuh di depan gedung bekas gudang di pinggir kota.


Swan menatap Mike. “Mike apakah Carlos berada disana tadi?”


“Iya Swan tadi Carlos dan Adrian saling baku tembak di bekas gudang. Saat aku sampai disana Carlos sudah terkapar di tanah, begitu juga Adrian dan aku langsung membawa Carlos kesini.


“Tenang saja Mike, aku juga tidak suka pada Adrian. Dia terlalu sombong, dia pikir dia itu paling hebat. Oh ya, istri Carlos bagaimana kabarnya mike?”


“Swan sampai sekarang kami tidak tahu siapa yang membawa dia keluar dari rumah sakit.”


“Ohh begitu ya mike, aku akan mencari informasi di kantor siapa polisi yang menunggu istri Carlos di rumah sakit pada waktu itu.” Kata opsir Swan pada Mike.


“Terima kasih Swan, kamu sudah mau membantuku.”


“Sama sama Mike, kamu juga sudah banyak membantuku mike jadi sekarang giliranku untuk membantu mu.”


Sementara itu Dixon dan Pedro tiba di kantor polisi, mereka ingin menanyakan siapa polisi yang bertugas menunggu Jessica di rumah sakit. Mereka masuk dan tidak sengaja mereka mendengar percakapan polisi di kantor. Polisi membicarakan Carlos dan Adrian. Dixon penasaran dan dia bertanya pada seorang polisi.


“Opsir apakah Adrian yang kalian bicarakan itu, Adrian yang baru saja bebas itu?”


“Betul sekali Tuan, apakah anda mengenalnya?” Tanya opsir pada Dixon


“Aku tidak mengenalnya, tapi dia yang menikam direktur Well's Group yang bernama Nyonya Jessica.”


“Iya betuk sekali, tapi Adrian di temukan tidak bernyawa lagi di bekas gudang di pinggir kota.”


“Apa yang terjadi opsir?” Tanya Dixon, dia sangat penasaran.


“Menurut informasi yang di dapatkan di rumah sakit, kalau Carlos dan Adrian terlibat saling baku tembak di bekas Gudang. Kami dapat informasi dari kakanya yang bernama Mike.


“Lalu bagaimana dengan Carlos?” Tanya Dixon lagi, dia menjadi khawatir.


“Carlos lagi kritis dirumah sakit sekarang.” Mike membawanya di rumah sakit Good Samaritan Hospital.

__ADS_1


Dixon dan Pedro langsung meninggalkan kantor polisi dan menuju rumah sakit.


Sementara itu Jessica baru saja tiba di villanya, dia berbaring di tempat tidur dan opsir Charlie duduk di teras kamar sambil merokok dan handphonenya berbunyi. Dia melihat rekannya yang menelepon, Charlie langsung menjawab telepon dari rekannya.


“Hei Charlie kamu dimana? beberapa hari ini kamu tidak masuk kantor.”


“Aku lagi dirumah, aku lagi sakit.” Charlie berbohong pada rekannya.


“Ohh, begitu. Oh ya Charlie, aku ingin memberitahukan padamu kalau adrian di temukan tewas si bekas gudang.”


Charlie terkejut. “Apa Adrian tewas? Siapa yang membunuhnya?”


“Charlie, Adrian terlibat baku tembak dengan Carlos dan sekarang Carlos lagi kritis di rumah sakit karena mengalami beberapa luka tembak di dada.”


“Siapa Carlos itu kawan?” Tanya Charlie penasaran.


“Hei Charlie, Carlos itu suami dari Nyonya Jessica.” Charlie terkejut dan melihat ke arah Jessica.


“Baiklah kalau begitu, kabari aku terus ya!”


Charlie menutup telepon dan masuk kekamar, dia duduk di kursi dekat dengan tempat tidur Jessica.


“Nyonya aku ingin bertanya sesuatu padamu.”


Jessica menatap Charlie. “Apa yang ingin kau tanyakan padaku Charlie?”


“Begini Nyonya, aku ingin bertanya pada Nyonya tentang suami nyonya.”


“Tanyakan saja Charlie, apa yang ingin kamu ketahui tentang suamiku?”


“Baiklah, apakah Nyonya tahu kenapa suami Nyonya siang hari berada di club itu?”


“Aku tidak tahu Charlie. Aku hanya mendapatkan pesan dari temannya kalau suamiku dalam bahaya lalu aku cepat cepat pergi ke club dan mendapati suamiku sedang berusaha memperkosa perempuan itu dan Adrian, dia menahan kedua tangan perempuan itu.” Kata Jessica sambil berlinangkan air mata.


“Nyonya, aku akan memberitahukan cerita yang sebenarnya pada Nyonya. Begini Nyonya, menurut keterangan dari pemilik club yang bernama Peter. Suami anda datang ke club atas undangan dari Peter.


peter ingin menawarkan bisnis pada Carlos dan Carlos datang ke club. Saat mereka berbincang bincang, datanglah Adrian dan Adrian menawarkan minuman pada Carlos.


Jessica memperhatikan Charlie. “Kenapa dia tidak menolaknya Charlie?”


Tanpa suami anda sadari minuman yang diberikan Adrian itu sudah di campur dengan obat perangsang dan halusinasi.”


Jessica terdiam mendengarkan penjelasan dari Charlie.


“Nyonya suami anda tidak bersalah, dia tidak mungkin akan melakukan perbuatan itu. Apalagi perempuan itu pacar temannya sendiri.”


“Jadi perempuan itu pacar dari Peter?” Tanya Jessica.


“Benar sekali Nyonya dan ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan kepada Nyonya, tapi Nyonya harus tenang. Ok!”


“Baik Charlie, katakanlah!”


“Nyonya aku baru saja mendapat kabar dari rekanku, mereka menemukan Adrian tewas dengan luka tembak di tubuhnya. Mereka menemukannya di bekas gudang.”


“Hah? Siapa yang membunuhnya Charlie? Katakan padaku! Apakah suamiku yang membunuhnya?”


“Nyonya aku akan mengatakan pada Nyonya tapi Nyonya jangan kaget.”


“Charlie katakan saja, jangan membuat aku jadi takut.”


“Iya Nyonya aku akan mengatakannya.” Charlie menatap Jessica. “Begini Nyonya, suami anda terlibat baku tembak dengan Adrian dan sekarang suami anda sedang kritis di rumah sakit. Dia tertembak di dada.


Jessica terkejut mendengar Carlos tertembak. “Charlie Carlos tertembak.” Terus dimana dia sekarang?” Jessica menjadi sangat khawatir.


“Nyonya tenangkan dirimu! kamu belum sembuh total.”


“Charlie dimana suamiku sekarang?” Jessica menangis, dia takut terjadi sesuatu pada Carlos. “Charlie antarkan aku untuk menemui suamiku!”


“Tapi Nyonya anda belum sembuh, anda harus istirahat!”


“Tidak Charlie aku tidak bisa istirahat, aku harus menemuinya. Dia butuh aku Charlie, please tolong antarkan aku. Please Charlie.” Sambil menangis Jessica memohon pada Charlie.

__ADS_1


Charlie memeluk Jessica, dia merasa kasihan melihat Jessica.


“Baiklah Nyonya, aku akan mengantarmu.”


Charlie membantu Jessica berdiri dari tempat tidur. Dia memegang Jessica dan menuntun Jessica masuk kedalam mobil milik Jessica.


Charlie menyetir mobil dan dia langsung meluncur ke rumah sakit.


Sementara itu Dixon dan Pedro tiba di rumah sakit, mereka langsung masuk dan Dixon melihat Mike yang lagi duduk tertunduk di kursi.


Dixon menghampiri Mike, dia memegang bahu Mike dan Mike mengangkat kepalanya


“Mike bagaimana dengan Carlos.” Tanya Dixon pada Mike.


“Hi Dixon, Carlos masih di tangani dokter.” Jawab Mike dengan pelan.


Dixon duduk di samping Mike.”Oh ya Mike kenalakan ini Pedro temanku.”


“Hi Pedro senang bertemu denganmu.” Ucap Mike sambil menyalami Pedro.


“Sama sama Mike.”


Tidak lama kemudian Dokter keluar dan menemui Mike dan Mike langsung berdiri


“Bagaimana Dok? Apakah adikku baik baik saja?”


“Adik anda masih dalam masa kritis, tapi kami sudah berhasil mengeluarkan tiga peluru dari tubuhnya, satu peluruh hampir mengenai jantugnya.” Kata Dokter pada Mike.


“Baik Dokter Terima kasih.” Kemudian Mike duduk kembali dan berbincang bincang dengan Dixon dan Pedro.


Jessica dan Charlie tiba di rumah sakit dan mereka masuk kedalam. Charlie menuntun Jessica masuk kedalam rumah sakit dan Mike melihat Jessica, dia berdiri dan berlari memeluk Jessica. jessica juga memeluk Mike dan mereka berdua menangis.


“Sayang kamu kemana saja? Kami sangat mengkhawatirkanmu.” Kata Mike sambil memeluk erat Jessica.


“Mike bagaimana dengan Carlos? Apakah dia baik baik saja?” Tanya Jessica sambil menangis.


“Sayang Carlos masih dalam keadaan kritis.”


Jessica memeluk erat Mike dan menangis. “Ini salahku Mike, aku yang membuat Carlos jadi seperti itu.”


Mike melepaskan pelukkannya dan memegang wajah Jessica. “Sayang jangan menyalahkan dirimu, ini bukan salahmu.” Kata Mike sambil memeluk Jessica lagi


Dan Dokter ahli bedah keluar dan dia terkejut melihat Jessica di rumah sakit.


“Nyonya Jessica kenapa anda disini? Anda belum sembuh benar nyonya.”


“Dok aku ingin melihat suamiku, itu suamiku Dok.” Kata Jessica sambil menangis.


“Jadi pasien yang di dalam itu suamimu?”


“Iya Dok, itu suamiku.”


“Baiklah Nyonya kamu bisa melihatnya, sini aku yang akan memegangmu.”


Dokter memegang Jessica dan masuk kedalam ruangan. Jessica melihat Carlos yang terbaring di tempat tidur dengan selang yang di masukkan lewat hidung juga alat bantu pernapasan. Jessica berdiri di samping tempag tidur dan menangis. Dia mencium kening Carlos.


“Beb aku disini, maafkan aku beb.” Bisik Jessica di kuping Carlos sambil menangis.


Dokter meninggalkan Jessica dengan Carlos.


Jessica mengusap pipi Carlos dan mencium kembali kening Carlos. Jessica kembali berbisik dikuping Carlos. “Beb aku mencintaimu, anak anak menunggu kita di rumah.” Bisik Jessica sambil menangis.


Jessica melihat ada air mata keluar dari sudut mata Carlos, kemudian Jessica menyeka air mata itu dan berbisik lagi di kuping Carlos. “Beb apakah kamu mendengarku?” Jessica membelai rambut Carlos dan kembali mencium kening Carlos.


Jessica duduk di kursi dan tangannya terus mengusap pipi Carlos. “Aku tidak akan meninggalkanmu beb, aku akan menemanimu disini.”


Kemudian dia memegang tangan carlos dan menciumnya. Jessica meletakkan kepalanya di sisi tempat tidur dan mengambil tangan Carlos dan menempelkan dipipinya. Air matanya tidak berhenti, Jessica menangis terus disisi tempat tidur.


Selamat Membaca


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


Terima kasih bagi yang setia memberi like dan komen


Salam Author


__ADS_2