
Mereka tiba di rumah sakit, Dennis dan Colby langsung mengangkat Acel dan membawanya ke dalam. Petugas rumah sakit membantu Colby dan Dennis, mereka membaringkan Acel di tempat tidur lalu mereka membawa Acel ke dalam ruangan.
Dokter ikut masuk ke dalam ruangan, langsung menangani Acel. Carlos dan Jessica menunggu di luar, mereka berdua sangat khawatir. Jessica melingkarkan tangannya di pinggan Carlos.
“Aku takut, beb,” ucap Jessica. Dia menyandarkan kepalanya di dada Carlos dan menangis
Carlos memeluk Jessica dan membelai rambut Jessica, sesekali dia mengecup kening Jessica. Dia juga merasa khawatir tapi dia tidak mau menunjukan kepada Jessica.
“Sayang, Dokter sudah menanganinya. Kamu jangan khawatir lagi,” Kata Carlos sambil membelai rambut Jessica
Federico datang, dia langsung menghampiri Jessica dan Carlos. Tampak ke khawatiran di wajahnya.
“Bagaimana dengan cucuku,” tanya Federico dengan cemas
“Dokter masih memeriksa, dad,” jawab Carlos
Carlos melihat dokter keluar dari ruangan, dia melepaskan pelukan Jessica kemudian dia menghampiri Dokter
“Dok, bagaimana keadaan anakku?” tanya Carlos dengan cemas
“Em … anak Anda tidak apa-apa, dia hanya memiliki masalah sedikit dengan perutnya.” Jawab dokter sambil tersenyum
“Tapi kenapa dia bisa pingsan?” tanya Jessica dengan khawatir
“Dia pingsan karena badannya lemah tidak ada makanan, anak Anda juga mengatakan dia banyak minum alcohol dan lupa makan. Tapi pada dasarnya dia tidak apa-apa, hanya itu saja,” jelas dokter kepada Jessica dan Carlos.
“Ah … syukurah kalau begitu.” Jessica merasa lega Acel tidak apa-apa
“Iya, dia tidak apa-apa. Kalian sudah bisa melihatnya,” ujar dokter sambil tersenyum
“Terima kasih Dok,” ucap Carlos sambil menyalami Dokter
“Sama-sama,” balas dokter kemudian dia meninggalkan Jessica dan Carlos.
Tidak lama kemudian Mike tiba di di rumah sakit, dia melihat Jessica dan Carlos serta Federico masih berada di luar. Mike langsung menghampiri mereka
“Apakah Acel baik-baik saja.” Mike berpura-pura, dia ingin memastikan apakah racun itu benar-benar sudah bekerja
“Ah … syukurlah Acel tidak apa-apa, dia hanya pingsan karena beberapa hari tidak makan,’ jawab Carlos kepada Mike.
“Aku jadi tenang mendengarnya,” ujar Mike dengan wajah berpura-pura senang.
“Shit ….” umpat Mike dalam hati, “kenapa dia tidak mati, lalu bagaimana dengan racun itu? Jangan-jangan dia tidak mencampur minuman itu dengan racun, aku harus menanyakannya.” Mike masih terbengong-bengong di luar.
Jessica dan Carlos langsung masuk ke dalam ruangan, begitu juga dengan Federico. dia juga masuk ke dalam dan melihat Acel masih terbaring lemas di tempat tidur dengan infus di tangannya.
Jessica menghampiri Acel kemudian dia duduk di sisi tempat tidur. Jessica memegang tangan Acel dan mencium kening Acel.
“Sayang, mama sangat khawatir melihat kamu tadi pingsan,” ujar Jessica sambil membelai rambut Acel
“Maaf, mam, beberapa hari aku minum alcohol bersama teman terus aku lupa makan. Tadi pagi juga aku tidak sarapan,” kata Acel dengan lemas
“Sayang, sudah berapa kali mama beri tahu jangan terlalu banyak minum alcohol,” ujar Jessica dengan lembut
Sheren masuk kemudian dia langsung menghampiri Acel, dia duduk di sisi tempa tidur lalu dia memegang tangan Acel.
“Kenapa kamu bisa pingsan,” tanya Sheren
“Karena kamu tidak mau menemaniku makan,” canda Acel lalu Jessica tertawa dan mencubit pipi Acel
“Kamu sudah sakit masih bercanda juga,” kata Jessica lalu Acel tertawa
Carlos mencium kening Acel, dia merasa tenang karena Acel bai-baik saja.
“Berikut kalau mau minum alcohol berdua sama papa saja,” canda Carlos. Acel tertawa kemudian dia menepuk perut Carlos. Carlos memegang tangan Acel kemudian dia tertawa. “Baiklah papa dan mama tinggalkan kamu berdua dengan Sheren,” kata Carlos kemudian dia mengajak Jessica keluar.
Sheren menatap Acel kemudian dia mencubit perut Acel. Acel tertawa lalu dia menarik Sheren ke dalam pelukannya.
“Kamu pikir aku akan mati?” canda Acel sambil mencium kening Sheren
“Kamu membuatku khawatir,” ujar Sheren
“Hei, aku sengaja tidak makan supaya rencana aku dan Charlie berhasil dan kamu bisa lihat sendiri wajah paman Mike. Dia pikir dia sudah berhasil,” jelas Acel kepada Sheren, kemudian mereka berdua tertawa.
“Tapi aku sempat khawatir honey.” Sheren memeluk Acel kemudian dia mengecup bibir Acel.
"Iya, aku tahu," ujar Acel sambil mencubit pipi Sheren.
Sementara itu Mike meninggalkan rumah sakit, dia masih terheran-heran Acel masih hidup. Mike emosi di dalam mobil, dia ingin mencari orang yang di sewanya itu
“Berani sekali kamu mempermainkanku,” ujar Mike dengan emosi, “aku akan memberimu pelajaran, lihat saja nanti.” Mike melajukan mobilnya, dia tidak ke kantor tapi kembali ke rumah
__ADS_1
Mike tiba di rumah, dia turun dari mobil kemudian masuk ke dalam rumah. Mike langsung menuju ke ruang kerjanya,dia menggebrak meja.
“Bangsaat, berani sekali dia memparmainkanku.” Mike sangat emosi, wajahnya merah menahan marah.
Sonia masuk dan melihat raut wajah Mike, dia menghampiri Mike dan memegang pipi Mike
“Ada apa, mengapa wajahmu seperti itu,” tanya Sonia kepada Mike
Mike melepaskna tangan Sonia dari pipinya kemudian dia berjalan dan berdiri di depan jendela, hatinya sangat kesal.
Sonia menghampiri Mike dan bertanya lagi. “Ada apa, katakan padaku.”
“Acel masih hidup, orang yang ku sewa itu mempermainkanku,” jawab Mike dengan kesal
“Jadi Acel masih hidup?” Sonia terkejut dia tidak percaya kalau Acel masih hidup, “jadi racun itu tidak bekerja atau orang yang kamu sewa itu tidak mencampur minuman Acel dengan racun?” tanya Sonia degan heran
“Aku juga tidak tahu, Sonia. Aku pusing,” Kata Mike kemudian di keluar dari ruangannya dan masuk ke dalam kamar. Mike langsung berbaring di tempat tidur.
Sementara di luar Rebecca mendengar percakapan Mike dan Sonia, dia tertawa karena rencana Mike tidak berhasil. Rebecca pergi ke kamar Clau kemudian dia menggendong Clau.
Mexico
Akhirmya Kairos berhasil mendapatkan lahan di Acapulco, dia meminta Mauritio untuk mengurus semua dokumen-dokumennya. Dia ingin segera melaksanakan rencananya.
"Aku harus cepat menjalankan rencanaku, sebelum Acel dan Sheren menikah semuanya sudah harus terungkap," gumam Kairos
Kairos bersiap-siap, dia ingin berangkat ke America, dia ingin melihat Ezer. Kairos menarik kopernya kemudian dia memasukkan koper itu ke dalam bagasi.
"Mauritio, nanti kamu beri kabar terus padaku. Nanti sekembalinya aku dari Amerika proyek ini langsung kita kerjakan. Aku hanya dua hari di Amerika," kata Kairos kepada Mauritio sambil masuk ke dalam mobil
"Baik, Kairos. Aku akan memberi kabar padamu," ujar Mauritio, dia juga masuk ke dalam mobil lalu dia menjalankan mobilnya menuju ke Airport
Mereka tiba di airport, Kairos turun lalu dia mengambil koper di dalam bagasi mobil kemudian dia berpamitan kepada Mauritio. Kairos masuk ke dalam airport lalu dia chek in.
Beberapa jam kemudian Kairos tiba di Amerika, dia langsung pergi ke rumah Aunty joly. Dia tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Ezer.
Kairos tiba di rumah Aunty Joly, dia turun dari taxi dan mengambil kopernya kemudian dia pergi mengetuk pintu rumah aunty Joly.
Pintu terbuka kemudian Kairos tersenyum dan menyapa aunty Joly.
"Hallo Aunty, apa kabar?" tanya Kairos sambil memeluk dan mencium ke dua pipi aunty Joly.
Aunty Joly terkejut melihat Kairos, dia juga memeluk Kairos dan mencium kedua pipi Kairos.
Ezer melihta Kairos, dia berdiri dan berlari ingin memeluk Kairos
"Papi, Kai ...."
Kairos tersenyum kemudian dia memeluk Ezer, dia mencium kedua pipi Ezer dan memeluk kembali Ezer dengan erat.
"Papi sangat rindu padamu, sayang," ucap Kairos sambil mencubit pipi Ezer.
"Me too, papi," ujar Ezer kemudian dia melingkarkan kedua tangannya di punggung Kairos dan meletakkan kepalanya di pundak Kairos.
"Kita ke kamar ya," ajak Kairos
"Yes, papi," sahut Ezer sambil menganggukan kepala.
Kairos dan Ezer masuk ke dalam kamar kemudian Kairos meletakkab Ezer di tempat tidur. Kairos mengambil handphonenya kemudian dia mengirin pesan kepada Tania.
"Sayang, aku sudah di Seattle. Aku tunggu kamu ya," pesan Kairos kemudian dia mengirimnya kepada Tania.
Tidak lama kemudian pesan masuk di handphone Kairos, Kairos membacanya kemudian dia tersenyum. Kairos berbaring di tempat tidur kemudian dia bermain dengan Ezer.
Malamnya Tania tiba di Seattle, dia langsung menuju ke rumah aunty Joly, dia tiba di rumah kemudian dia mengetuk pintu lalu aunty Joly membukakan pintu.
Tania memeluk aunty Joly dan mencium kedua pipi aunty Joly
"Kairos dan Ezer dimana?" tanya Tania sambil berjalan masuk ke dalam rumah bersama aunty Joly.
"Ezer sudah tidur, kalau Kairos dia di kamar," jawab aunty Joly
Tania langsung pergi ke kamar Ezer, dia membuka pintu kemudian dia masuk. Tania tersenyum melihat Ezer yang sudah tertidur pulas. Dia mencium kening Ezer kemudian dia keluar lagi dan menutup kembali pintu kamar Ezer.
Tania pergi ke kamar dia dan Kairos, Tania masuk perlahan-lahan lalu dia langsung menghempaskan tubuhnya di samping Kairos.
Kairos terkejut lalu dia menarik Tania ke dalam pelukannya.
"Sayang, kamu membuat aku terkejut," ujar Kairos sambil mencubit pipi Tania. Tania tertawa lalu dia naik dan duduk di atas perut Kairos
"Apakah kamu merindukanku," tanya Tania sambil menyanggah tangan satunya di tempat tisur dan tanga satunya lagi membelai bibir Kairos.
__ADS_1
"Tentu saja, sayang. Aku sangat rindu padamu, apalagi yang di bawah sana," ujar Kairos lalu Tania tertawa.
"Apakah kamu lagi ingin sekarang?" canda Tania sambil menggerakkan pinggangnya di perut Kairos
Kairos tertawa lalu dia menghempaskan tubuh Tania di ranjang, dia langsung menindih tubuh Tania.
"Tentu saja sayang, apakah kamu tidak merasakan kalau milikku sudah keras?" canda Kairos, di menggesek-gesekkan miliknya yang masih bersembunyi di balik underwear boxernya di milik Tania yang masih terlapisi dengan celana dalam
Tania memegang wajah Kairos lalu dia mencium bibir Kairos. Dia memasukan lidahnya di dalam mulut Kairos sambil tangannya merayap ke bawah. Dia memegang milik Kairos dan mengelusnya.
Kairos membiarkan tangan tania memegang miliknya, dia memasukan tangannya ke dalam kemeja Tania lalu dia meraba kedua bukit Tania dan meremasnya.
Dia memainkan daging kecil kenyal dengan jarinya, dia memutar-mutar dengan lembut daging kecil itu.
Terdengar desahan dari bibir mereka berdua. Kairos melepaskan pakian Tania, dia juga melaskan underwear boxernya lalu dia kembali menindih tubuh Tania.
Kairos mencium kedua bukit milik Tania sambil jarinya memainkan cltt Tania.
Tania meremas rambut Kairos dan membuka pahanya, dia membiarkan jari tengah Kairos menerobos ke dalam lubang kenikmatan miliknya.
Kairos turun ke bawah lalu dia membuka lebar paha Tania lalu dia membenamkan wajahnya di antara paha Tania. Dia memainkan ujung lidahnya di milik Tania sambil jari tengahnya masuk ke luar di dalam lubang kenikmatan milik Tania
Tania menyanggah kedua tangannya di atas tempat tidur dan memperhatikan Kairos yang sedang beraksi di miliknya. Sesekali dia menengadahkan kepala dan memejamkan matanya saat Kairos memainkan lidah dan jarinya dengan cepat.
"Ah ... honey aku suka," desah Tania dengan memejamkan matanya. Pinggangnya terangkat saat Kairos memainkan jari tengahnya dengan cepat.
Kairos berhenti lalu dia bertumpuh dengan lututnya di atas tempat tidur, dia memainkan miliknya lalu mengarahkan ke mulut Tania.
Tania memegang milik Kairos lalu dia memasukan ke dalam mulutnya. Dia memainkan lidahnya di ujung milik Kairos.
Terdengar desahan dari bibir Kairos dia membelai rambut Tania sambil tangan satunya meremas dada Tania.
Kairos memejamkan matanya dan menengadakan kepalanya ke atas saat Tania menjilat batang miliknya dan memainkan dua bola miliknya dengan jari lembut Tania.
Kairos menghentikan Tania lalu dia membaringkan Tania. Kairos menarik kedua paha Tania lalu dia meletakan satu kaki Tania di punggungnya.
Kairos menuntun miliknya masuk ke dalam lubang kenikmatan milik Tania. Dia menekan miliknya sampai benar-benar masuk semua. Kairos memegang paha Tania dan menciumnya. Dia menggerakan pinggangnya dengan perlahan-lahan.
Tania memegang tangan Kairos yang ada di pahanya dan memperhatikan milik Kairos masuk keluar di miliknya, dia memejamkan matanya dan menikmati gerakan-gerakan yang di lakukan Kairos.
Kairos menyanggah kedua tangannya di temoat tidur kemudian dia mencium bibir Tania, Kairos menggerakkan pinggangnya dengan cepat sambil mencium bibir Tania.
Tania meremas rambut Kairos, dia ikut menggerakkan pinggangnya.
"Uhmm ... lebih cepat lagi," pinta Tania dengan pelan.
Kairos menggerakkan pinggangnya dengan cepat, terdengar bunyi perpaduan kulit mereka berdua saat bersentuhan dengan kasar, sesekali terdengar bunyi cairan saat Kairos memacunya dengan cepat.
Kairos berhenti kemudian dia meminta Tania di atas. Tania naik ka atas tubuh Kairos, dia membelakangi Kairos kemudian menuntun milik Kairos masuk ke dalam miliknya.
Dia menyanggah kedua tangannya di dada Kairos lalu menggerakan pinggangnya naik turun.
Kairos memegang pinggang Tania dan membantu menggerakkan pinggang Tania naik turun.
Kairos menahan pinggan Tania kemudian dia menggerakan pinggannya dengan cepat.
Terdengar rintihan kenikmatan dari bibir Tania, dia melihat milik Kairos begitu cepat masuk ke luar di miliknya, dia mendesah dan merintih.
Tania memejamkan matanya dia tidak tahan lagi, tiba-tiba tubuhnya tersentak. Tania mengalami pelepasan, dia merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Kairos memutar tubuh Tania menghadapnya lalu dia kembali menggerakkan pinggangnya dengan perlahan. Tania menyanggah kedua tangannya di dada Kairos, dia menggerakan pinggangnya dengan cepat.
Kairos memejamkan matanya dan membiarkan Tania beraksi di atas tubuhnya, dia merasakan cairan milik tania mengalir di miliknya.
Kairos melingkarkan kedua tanganny di pinggang Tania kemudian dia memacu pinggannya dengan cepat.
Tania memegang wajah Kairos dan menjerit kenikmatan, dia mencium bibir Kairos dan merasakan menikmati permainan Kairos.
"Oh ... shit ... honey aku suka," desah Tania
Kairos menarik Tania dan memeluknya kemudian Kairos menggerakkan pinggangnya dengan cepat.
"Ah ... sayang, aku mau keluar," bisik Kairos. Dia lebih memacu gerakannya, napas mereka berdua memburu dan akhirnya tubuh Kairos tersentak. Mereka berdua berpelukan dengan erat, pinggang Kairos terangkat, dia melepaskan cairannya di dalam milik Tania.
Mereka berdua kembali berciuman, lalu Tania merebahkan kepalanya di dada Kairos. Napas mereka berdua masih tidak beraturan.
Dan akhirnya aku mau makan.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya. Sebentar lagi tamat
__ADS_1
Terima kasih