SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 56


__ADS_3

Tania tiba di apartemen Reagen dia masuk dan meletakkan kopernya. Tania masuk ke dalam kamar Reagen, dia melihat Ezer sudah bangun dan sedang bermain dengan Reagen. Tania tersenyum lalu dia duduk di sisi tempat tidur.


Reagen membelai rambut Tania


“Kamu sudah membawa pakaian dan paspor kalian berdua?” Tanya Reagen lalu Tania menganggukan kepala.


“Iya honey, aku sudah mengambilnya.” Jawab Tania sambil membelai pipi Ezer.


“Baiklah kalau begitu, aku akan membeli tiket.” Kata Reagen kemudian dia berdiri dan menyalakan computer.


Tania berbaring di tempat tidur dan memperhatikan Ezer yang sedang bermain dengan mobil dan robotnya. Sesekali dia mencium pipi Ezer dan membelai rambut Ezer.


“Mommy susu.” Pinta Ezer


“Iya sayang, sebentar ya mommy buatkan susu.” Kata Tania kemudian dia berdiri


Reagen berdiri lalu dia duduk dan mengawasi Ezer bermain.


“Sayang, sini papi lihat bibir Ezer.” Kata Reagen lalu dia mengangkat Ezer dan melihat bibir Ezer.


“Masih sakit sayang?” Tanya Reagen lalu dia menganggukan kepala


Reagen meletakkan kembali Ezer di tempat tidur dan membiarkan Ezer bermain. Tania masuk dan memberikan botol susu kepada Ezer. Ezer berbaring dan mengambil botol susu kemudian dia langsung memasukan ke dalam mulutnya. Tania dan Reagen tersenyum meihat Ezer.


Reagen kembali duduk di depan computer dan membeli tiket pesawat. Sedangkan Tania dia berbaring di samping Ezer dan memperhatikan Ezer yang sedang menyedot susu, sesekali Ezer meringis kesakitan.


Reagen selesai membeli tiket lalu dia berbaring di samping Tania.


"Aku sudah membeli tiket, besok sore kita berangkat ke Venezuela, aku juga sudah rindu kepada mommyku." Kata Reagen sambil memutar badannya menghadap Tania.


"Iya, nanti sebentar aku ingin ke rumah papa dan mama, aku harus keluar dengan baik baik dari rumah mereka. Papa dan mama sangat baik padaku."


"Tentu saja. Aku akan mengantarmu dan aku juga yang akan bicara kepada mereka. Granpa dan grandma Ezer sangat baik."


"Iya honey, mereka sangat baik sekali."


"Jangan putuskan hubungan mereka dengan Ezer, kalau kita sudah menikah, kita akan tetap tinggal disini supaya Ezer tetap dekat dengan mereka."


Tania memeluk Reagen


"Terima kasih honey, kamu baik sekali." Ucap Tania lalu Reagen tersenyum.


"Kita istirahat saja dulu, nanti malam kita kerumah mereka." Kata Reagen kemudian dia berdiri dan berpindah tidur di samping Ezer.


Reagen mengecup kening Ezer dan memeluk Ezer.


Sementara di kediaman Carlos terlihat Kairos keluar dari kamarnya kemudian masuk ke dalam mobil.


Dia menjalankan mobilnya menuju ke santa barbara. Dia ingin bertemu dengan Paul Jose dan Ralph.


"Tania sudah pergi meninggalkanku, aku akan pergi ke Indonesia." Kata Kairos sambil menyetir.


Tiba di Santa Barbara, Kairos langsung menuju ke tempat mereka berkumpul. Dia memarkirkan mobilnya kemudian Kairos mengambil handphone lalu dia mencari tiket ke Indonesia.


Selesai mencari tiket, Kairos turun dari mobil kemudian dia menemui Jason, Paul dan Ralph. Kairos melihat mereka kemudian dia menyapanya.


"Hi apa kabar kalian?" Tanya Kairos sambil memeluk Ralp, Jason dan Paul.


"Baik baik saja Kairos, bagaimana kabar Tania dan anakmu?" Tanya Jason


"Ehm.. Mereka baik baik saja. Oh ya dua hari lagi aku akan pergi ke Indonesia." Kata Kairos kemudian dia duduk di kursi.


"Kamu ke Indonesia lagi?" Tanya Paul sambil menuangkan minuman untuk Kairos.


"Iya Paul, aku ingin melihat putriku." Kata Kairos


Paul tertawa.


"Kamu sangat perhatian sekali kepada Angel dan putrinya."


Kairoa tersenyum


"Aku hanya kasihan saja kepada Angel, dia sangat tersiksa saat dia nelahirkan putriku. Aku melihatnya sendiri. Tapi kalau cinta, aku hanya mencintai Tania." Kata Kairos kemudian dia meminum minuman yang di berikan Paul.


Sementara di apartemen Reagen dan Tania bersiap siap untuk pergi ke kediaman Carlos.


"Kita pergi sekarang sayang?" Kata Reagen sambil menggendong Ezer.


"Iya Honey, ayo." Ajak Tania lalu mereka keluar dari apartemen dan masuk ke dalam mobil.


Reagen langsung menjalankan mobilnya menuju ke kediaman Carlos.


Akhirnya mereka tiba, Tania menggendong Ezer lalu dia mengajak Reagen untuk masuk ke dalam. Tania membuka pintu lalu dia dan Reagen masuk.


Tania melihat mereka lagi duduk di ruang santai bersama Pedro dan Vania. Tania menghampiri mereka kemudian dia menyapa Pedro dan Vania.


Carlos melihat Ezer lalu dia berdiri dan mengambil Ezer dari Tania.

__ADS_1


"Cucu grandpa." Kata Carlos sambil menciun kedua pipi Ezer. "Bibirnya sakit sayang?" Tanya Carlos lalu Ezer menganggukan kepala.


"Yes gepa." Kata Ezer


Carlos menyapa Reagen dan menyuruh Reagen duduk. Lalu Reagen duduk dekat Tania


Sedangkan Vania dan Pedro mereka berdua pamit lalu masuk ke dalam kamar.


Jessica mengambil Ezer dari Carlos lalu menggendongnya. Jessica mencium kedua pipi Ezer.


"Oh ya mam pap, Reagen mengajak aku dan Ezer untuk pergi berlibur." Kata Tania membuka pembicaraan.


"Kalian mau berlibur kemana?" Tanya Carlos sambil memegang tangan Ezer dan memainkannya.


"Aku mengajak Tania untuk berlibur ke negaraku." Jawab Reagen sambil tersenyum.


"Ohh... Kamu berasal dari negara mana?" Tanya Carlos lagi.


"Ehmm.. Aku berasal dari Venezuela Tuan."


"Ohh..." Gumam Carlos.


"Berapa lama kalian disana?" Tanya Jessica


"Hanya Seminggu saja Nyonya." Jawab Reagen.


"Baiklah, Jangan lama lama di sana, papa tidak bisa jauh dari Ezer." Kata Carlos sambil membelai rambut Eser.


"Iya pap, kami hanya seminggu." Jawab Tania.


"Kapan kalian akan berangkat?"


"Besok sore kami akan berangkat mam." Jawab Tania lagi.


"Ohh.. Begitu." Gumam Jessica. "Tapi malam ini bisakah Ezer tidur bersama papa dan mama?"


"Iya, tentu saja mam." Kata Tania sambil tersenyum.


"Ahh.. Terima kasih Tania, kamu sangat baik." Kata Carlos kemudian dia berdiri dan memeluk Tania.


Reagen tersenyum melihat Carlos lalu dia berdiri.


"Baiklah kalau begitu aku pamit dulu."


"Aku akan ikut denganmu, besok siang kita jemput Ezer." Kata Tania


Tania menciun kedua pipi Ezer.


"Sayang, tidur dengan grandpa dan grandma ya." Kata Tania sambil membelai rambut Ezer lalu Ezer menganggukan kepala.


Reagen mencium kedua pipi Ezer.


"Papi pergi ya sayang." Kata Reagen sambil tersenyum. "Kami pergi dulu Tuan Nyonya." Pamit Reagen.


"Pap mam, aku pergi dulu ya." Pamit Tania kemudian dia mencium kedua pipi Carlos dan Jessica.


"Iya, hati hati ya." Kata Jessica kemudian dia berdiri dan membawa Ezer ke kamar.


Carlos mengantar Tania dan Reagen sampai depan pintu kemudian dia kembali ke kamar.


Tania dan Reagen kembali ke apartemen. Mereka tiba di apartemen, Tania dan Reagen masuk ke dalam apartemen.


“Sayang kalau kamu ingin istirahat, istirahat saja di kamar.” Kata Reagen sambil melepaskan sepatunya.


“Iya honey.” Jawab Tania kemudian dia masuk ke dalam kamar Reagen.


Reagen juga ikut masuk ke dalam kamar kemudian dia mengambil pakaiannya dan menggantinya di kamar mandi. Tidak lama kemudian di keluar dan melihat Tania sedang berbaring di tempat tidur, Reagen duduk di sisi tempat tidur lalu dia membelai pipi Tania.


“Kamu tidak mengganti pakaianmu?” Tanya Reagen.


“Iya aku akan menggantinya.” Jawab Tania sambil memegang tangan Reagen yang menempel di pipinya.


Reagen tersenyum kemudian dia berdiri dan menyalakan komputernya. Tania berdiri dan mengambil pakaian di dalam koper kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi dan mengganti pakaiannya. Selesai mengganti pakaian dia kembali berbaring di tempat tidur.


Sementara itu Kairos tiba di rumah, dia masuk dan melihat Carlos sedang bermain main dengan Ezer.


“Ezer ada disini, berarti Tania tidak jadi pergi.” Kata Kairos dalam hati kemudian dia masuk kedalam kamarmya.


Jessica tertawa saat melihat Carlos berdiri dan memegang pinggangnya.


“Sudah Ezer, pinggang grandpa sakit.” Kata Carlos sambil duduk di sofa.


“Ayo Ezer main dengan grandma di kamar, kasihan grandpa pinggangnya sudah sakit.” Kata Jessica sambil tertawa. “Berarti sebentar tidak bisa di ranjang.” Bisik Jessica lalu Carlos tertawa dan dia menarik Jessica ke dalam pelukannya.


“Kalau itu harus.” Canda Carlos lalu dia mengecup bibir Jessica.


“Nanti pinggangmu sakit lagi.”

__ADS_1


“Kalua pinggangku sakit, berarti kamu harus di atas.” Kata Carlos lalu Jessica tertawa. Dia berdiri dan mengajak Ezer masuk ke dalam kamar.


Acel keluar dari kamar dan menemui Carlos, Carlos tersenyum melihat Acel sudah bisa berjalan lagi.


“Pap, Tania mana?” Tanya Acel sambil duduk di samping Carlos.


“Ehm… dia menginap di tempat Reagen. Oh ya, apakah lututmu masih sakit?” Tanya Carlos sambil memperhatikan kaki Acel


“Sedikit pap. Tidak seperti tadi, lututku benar benar sakit sekali.” Kata Acel sambil meletakkan kakinya di atas meja.


“Iya itu karena berlari naik tangga.” Jawa Carlos sambil membelai rambut Acel. “Baiklah papa mau istirahat.” Kata Carlos kemudian dia berdiri dan pergi ke kamarnya.


Acel juga berdiri lalu dia masuk kembali ke dalam kamar.


Di apartemen terlihat Tania sedang berbaring di tempat tidur sambil memperhatikan Reagen yang sedang bekerja di depan computer.


“Biarlah aku menikah dengan Reagen, lagipula dia sangat baik kepada aku dan Ezer. Dia sangat memanjakan Ezer, dia menyayangi Ezer seperti anak kandungnya.” Kata Tania dalam hati.


Reagen melihat Tania lalu dia tersenyum


“Kamu belum tidur sayang?” Tanya Reagen sambil mematikan computer.


“Belum honey, aku menunggumu.” Jawab Tania


Reagen berdiri kemudian dia pergi berbaring di samping Tania, mereka tidur saling berhadapan. Reagen memegang pipi Tania kemudian dia mencium bibir Tania.


Tania membalas ciuman Reagen, mereka saling berciuman dan memainkan lidah. Tania membiarkan Reagen meramas dadanya, dia memejamkan matanya dan merasakan permainan lidah Reagen di dalam mulutnya. Tania membalas memasukan lidahnya di dalam mulut Reagen dan membiarkan Reagen mengigit lidahnya dengan lembut.


Reagen menindih tubuh Tania kemudian dia mencium leher Tania, sambil tanganya masuk ke dalam kaos Tania dan meremas dada Tania.


Tania meremas rambut Reagen, dia merasakan milik Reagen sudah keras dan menempel di miliknya yang masih terbungkus dengan cd. Reagen menggerakan pinggangnya sambil mencium bibir Tania. Walaupun masih terbungkus dengan cd, Tania bisa merasakan kenikmatan itu.


“Ah.. honey, jangan diteruskan.” Bisik Tania lalu Reagen berhenti dan menatap Tania.


“Maafkan aku sayang.” Kata Reagen sambil membelai wajah Tania. “Kita tidur ya.” Kata Reagen lalu Tania menganggukan kepala.


Mereka berdua tidur saling berpelukan.


Akhirnya Tania Ezer dan Reagen berangkat ke Venezuela, terlihat Ezer sangat senang saat Reagen mendudukan dia di dekat jendela. Dia melihat banyak pesawat di Airport.


“Papi.. papi.” Panggil Ezer sambil menunjuka pesawat pesawat yang ada di landasan.”


“Iya pesawatnya banyak ya.” Kata Reagen kepada Ezer lalu Ezer menganggukan kepala dan bertepuk tangan.


Tania tersenyum melihat Ezer yang begitu senang berada di dalam pesawat. Dia melompat lompat di atas kursi.


“Sayang duduk ya, pesawat sudah mau berangkat.” Kata Reagen sambil mendudukan Ezer dan memakaikan sefaty belt. Tangan Reagen menahan Ezer saat pesawat mulai berjalan cepat.


Saat take off, Ezer melototkan matanya dan menahan nafas, melihat Ezer sepeti itu Tania dan Reagen langsung tertawa.


Dikediaman Carlos terlihat Kairos mondar mandir di kamarnya.


“Aku pikir dia tidak jadi pergi, ternyata dia benar benar meninggalkanku.” Kata Kairos kemudian dia duduk di sofa. Dia tidak mungkin mencintai Reagen, dia hanya mencintaiku.” Kata Kairos lagi sambil menyeka airmatanya.


Kairos berdiri lalu dia merapikan pakaiannya di dalam koper, besok subuh dia akan pergi ke Indonesia. selesai merapikan pakaiannya Kairos keluar dari kamarnya kemudian dia menuju ke minibar. Dia mengambil minuman dan pergi ke teras belakang.


Dia duduk dan menuangkan minuman ke dalam gelas dan meminumnya.


“Aku hanya ingin menikah dengan Tania. Sampai kapanpun aku tidak akan menikah kalau bukan dengan Tania.” Kata Kairos kemudian dia menyalakan rokok dan menghisapnya. Dia menyemburkan asap dari mulutnya lalu dia kembali menuang minuman kedalam gelasnya.


Acel melihat Kairos sedang duduk di teras belakang, Acel pergi ke teras belakang kemudian dia duduk do dekat Kairos.


Kairos menatap Acel lalu tersenyum


“Bagaimana dengan kakimu?” Tanya Kairos sambil menghisap rokoknya.


“Sudah membaik.” Jawab Acel sambil menuang minuman ke dalam gelas lalu dia meminumnya.


“Bagus, aku senang mendengarnya. Oh ya subuh aku akan pergi ke Indonesia.” Kata Kairos


Acel menatap Kairos.


“Apakah papa dan mama tahu kamu akan ke Indonesia?” Tanya Acel lalu Kairos menggelengkan kepala


“Mereka tidak tahu.” Jawab Kairos.


“Bicaralah kepada papa dan mama.”


“Iya, nanti.” Kata Kairos sambil tersenyum. kemudian dia berdiri. “Aku mau ke kamar.” Kata Kairos kemudian dia meninggalkan Acel sendiri di teras.


Kairos masuk ke dalam kamar kemudian dia berbaring di tempat tidur.


Sedangkan Acel dia juga kembali ke kamarnya.


Akhirnya Tania dan Reagen tiba di Venezuela. Mereka di jemput oleh sopir dari mommy Reagen.


mereka masuk ke dalam mobil lalu sopir langsung memgarahkan mobilnya menuju ke rumah orang tua Reagen.

__ADS_1


__ADS_2