
Jessica keluar dari kamarnya dan pergi kedapur, dia ingin membuatkan kopi untuk dia dan Pedro. Selesai membuat kopi Jessica membawa kopi di kolam renang kemudian dia pergi ke kamar dan memanggil pedro.
“Ayo pedro, aku sudah membuatkan kopi untukmu.” Kata Jessica pada Pedro dan Pedro berdiri dari duduknya dan memeluk Jessica.
“Terima kasih dear. Kita minum kopi dimana?” Tanya Pedro sambil mencium kening Jessica.
“Di kolam renang. Aku sudah meletakan kopi kita disana.”
“Baiklah kalau begitu, ayo kita ke kolam renang!” Kata Pedro pada Jessica kemudian mereka berdua keluar dari kamar dan pergi ke kolam renang. Merek duduk dan berbincang bincang sambil minum kopi. Dan Hank datang menemui Jessica.
“Selamat sore nyonya Jessica, Tuan Pedro.” Sapa Hank pada Jessica dan Pedro.
“Selamat sore Hank.” Balas Jessica.
“Selamat sore Hank.’” Balas Pedro juga pada Hank.
“Nyonya Jessica, boleh aku berbincang sebentar dengan nyonya?” Tanya Hank
“Hm.., tentu saja Hank. Ada apa?” Tanya Jessica pada Hank.
“Nyonya bisa kita bicara di tempat lain?” Hank tidak ingin Pedro tahu tentang rencana Carlos untuk membunuhnya.
“Oh.. baiklah Hank kita kehalaman belakang saja. Ayo!” Ajak Jessica pada Hank dan mereka berdua pergi ke halaman belakang. Jessica menyuruh Hank untuk duduk. ”Silahkan duduk Hank. Oh ya, apa yang ingin kamu bicarakan Hank?” Tanya Jessica.
“Begini Nyonya, tadi kami mengikuti Tuan Carlos sampai di tempat billiard dan dia bertemu seseorang disana. Dia menyewa seseorang untuk membunuh Tuan Pedro.
__ADS_1
“Umm.., bagaimana kamu tahu kalau Carlos menyewa orang itu untuk membunu pedro.” Tanya Jessica lagi.
“Nyonya, yang Carlos temui itu seorang pembunuh bayaran. Dan aku mengenal orang itu dengan baik. Aku juga sempat berbincang bincang dengan dia dan aku menanyakan kenapa Tuan Carlos menemuinya dan dia menjawab kalau Tuan Carlos menyewanya untuk membunuh seseorang. Tapi aku curiga Tuan Carlos ingin membunuh Pedro, karena Arlie tidak berhasil membunuh Tuan Pedro makanya dia mencari orang lain untuk membunuh Tuan Pedro.
Tanpa Jessica dan Hank sadari Kairos mendengar perbincangan Jessica dan Hank. “Jadi papa ingin membunuh Pedro?” Kata Kairos dalam hati. “Papa tidak ingin melihat mama bahagia. Kita lihat saja nanti kalau papa membunuh Pedro, papa akan terima akibatnya.” Kata Kairos lagi kemudian dia masuk kedalam dan pergi ke kamarnya.
Jessica dan Hank masih berbincang bincang di halaman belakang. “Jadi Carlos masih berniat ingin membunuh Pedro? Dasar laki laki tidak tahu diri.” Kata Jessica dengan kesal. “Hank kamu mengenal baik dengan orang itu?”
“Iya Nyonya Jessica aku mengenalnya dengan sangat baik, kami pernah bertugas bersama di Afghanistan. Dia itu sniper sama sepertiku Nyonya.”
“Baiklah Hank, tolong kamu awasi terus orang itu. Jangan sampai dia menyentuh Pedro.”
“Tentu saja Nyonya. Aku ingin mempertemukan nyonya dengan dia, namanya Colby Nyonya. Dia lagi membutuhkan pekerjaan dan dia ingin bekerja bersamaku.”
“Tapi Hank, dia ingin membunuh Pedro. Bagaimana bisa kamu bekerja dengannya.” Kata Jessica dengan heran pada Hank.
“Baiklah Hank kamu atur saja. Besok jam berapa kamu akan mempertemukan kami dengan Colby?”
“Besok jam sepuluh aku akan menjemput Colby dan membawanya ke kantor Nyonya.”
“Baiklah Hank. Besok aku tunggu di kantor dan ingat kalian harus mengawasi Colby, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada Pedro.”
“Baik Nyonya, kalau begitu aku permisi.” Kata Hank pada Jessica.
“Iya Hank, Terima kasih atas informasinya.” Kata Jessica pada Hank kemudian Jessica masuk kedalam dan dia pergi menemui Pedro di kolam renang.
__ADS_1
Sementara itu, Kairos di kamar sedang membuka handphonenya dan mengirim pesan pada Carlos via wa.
“Anda sendiri yang sudah membangun tembok di antara kami. Tembok yang kamu bangun terlalu tinggi dan tebal sampai sampai kami tidak mengenal lagi siapa pria yang berada di balik tembok tersebut. Dan kalau pria yang di balik tembok itu membunuh orang yang di cinta mama, dan orang yang membuat mamaku bahagia, maka dengan tanganku sendirilah yang akan membunuh pria yang ada di balik tembok itu. Ingat!! Jangan pernah hancurkan kebahagiaan mamaku. Karena kebahagian mama adalah kebahagiaan kami juga. Camkan itu!”
Kemudian Kairos mengirim pesan itu ke wa Carlos. Kairos melihat pesan itu sudah terkirim tapi belum di baca oleh Carlos. “Aku tidak akan membiarkan papa menyentuh Pedro.” Kata Kairos dalam hati. “ Mama dan Pedro saling mencintai, aku tidak akan membiarkan papa merusak kebahagiaan mama. Dia sendiri yang membuat jarak dengan kami. Dia sendiri yang mengkhianati mama, lalu sekarang dia ingin merusak kebahagiaan mama. Aku tidak akan tinggal diam sekalipun nyawaku taruhannya.” Kata Kairos lagi dalam hati.
Jessica dan Pedro selesai berbincang di kolam kemudian mereka berdua masuk kedalam rumah, Jessica langsung masuk kedalam kamar Isabell dan melihat Isabell lagi bermain sendiri di box. Isabell melihat Jessica dan tersenyum. “Mama gendong.” Kata Isabell pada Jessica sambil mengulurkan kedua tangannya pada Jessica.
Jessica tersenyum dan mengangkat Isabell dari box. “Sayang sudah bosan di dalam box ya.” Kata Jessica kemudian dia mencium pipi Isabell dan mereka berdua keluar dari kamar Isabell. Jessica masuk kedalam kamarnya dan meletakkan Isabell di tempat tidur.
Pedro mengambil Isabell dan bermain bersama di tempat tidur. Jessica keluar dari kamarnya dan membuatkan susu untuk Isabell.
Sementara itu Carlos sedang duduk duduk di halaman belakang. Dia masih memikirkan Jessica dan Pedro, dia ingin sekali membunuh Pedro. Dan handphonenya berbunyi, dia mengambil handphonenya dan melihat ada pesan di wa-nya. Dia melihat pesan tersebut dari Kairos, dia tersenyum dan membuka pesan itu. Tapi raut wajahnya langsung berubah saat membaca pesan dari Kairos.
“Jessica dan Pedro pasti sudah mencuci otak anak anakku. Mereka berdua pasti yang membuat Kairos membenciku.” Kata Carlos dalam hati.
Carlos membuka story percakapan dia dan Kairos, dan dia terkejut melihat video yang dikirim kepada Kairos lewat wa-nya. Dia membuka video itu dan dia lebih terkejut lagi vidoe itu dia dan Cayla lagi berhubungan sex.”
“Siapa yang mengirimnya pada Kairos? Jangan jangan video ini juga dikirim kepada Acel dan Cella.” Kata Carlos dalam hati. Dia membuka wa Acel dan melihat disana juga ada video dia dan Cayla begitu juga di wa Cella. Carlos melihat tanggal dan jam pengiriman video tersebut dan dia langsung mencurigai Cayla.
“Bangsaat kamu Cayla, berani sekali kamu mengirim video kita berdua kepada anak anakku. Kamu harus di beri palajaran.” Kata Carlos dengan penuh amarah. “Kamu sudah membuat anak anakku membenciku Cayla. Kamu benar benar membuatku marah Cayla.” Kata Carlos lagi.
Dia mengambil minuman dan menuangkan ke gelas dan meminumnya. Kemudian dia menyalakan rokoknya. “Kamu lihat saja Cayla, kamu harus menerima akibat dari perbuatanmu. Aku tidak perduli kamu perempuan, kamu harus menerima akibat dari perbuatanmu itu.” Kata Carlos sambil meminum minuman yang ada di gelas.
Selamat membaca.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya.
Terima kasih bagi yang masih setia menanti cerita ini.