
Jessica melihat dari teras kamar Carlos dan Kairos sedang bermain di rumput, mereka kejar kejaran dan terdengar tawa Kairos saat Carlos menangkapnya. Jessica tersenyum melihat mereka berdua.
Jessica mengambil tas dan kunci mobil kemudian dia turun menemui Carlos dan Kairos di halaman belakang, Carlos melihat Jessica, dia berlari menghampiri Jessica. Carlos langsung melingkarkan tangannya di pinggang Jessica.
“Kamu mau kekampus sayang?”
“Iya beb, hari ini terakhir aku di kampus.” Carlos mengatur rambut Jessica.
“Kamu ingin aku mengantarmu?”
Kairos memanggil Carlos.
“Papa ayo bermain lagi!”
“Iya sebentar ya Kairos!”
Jessica melihat Kairos dan tersenyum
“Beb aku pergi saja sendiri, kamu temani saja kairos bermain!”
“Baiklah sayang, hati hati ya.”
“Iya beb.” Jessica mencium bibir Carlos. “Aku mencintaimu.”
“Aku juga mencintaimu.” Carlos kembali mencium bibir Jessica.
“Kalau begitu aku berangkat sekarang beb.”
“Iya sayang.”
“Kairos mama mau pergi kamu tidak mencium mama?” Kairos berlari mendekati Jessica dan Jessica memeluk Kairos.
“Mama mau pergi?”
“Iya sayang, Kairos main sama papa ya!”
“Ok mama.” Dan Jessica mencium Kairos.
“Mama pergi ya, bye..”
“Bye, mama. I love you.”
“I love you too.”
“Hati hati ya sayang!”
“Oh ya beb, aku pakai mobilmu ya.” Carlos mendekat pada Jessica dan memeluknya.
“Sayang mobilku mobil kamu juga, tidak ada milikku sendiri atau milikmu sendiri. Itu milik kita Bersama, kamu pakai saja sayang.”
Jessica tersenyum. “Baiklah beb aku pergi ya.”
“Iya sayang.” Carlos mencium kening Jessica dan kembali bermain dengan Kairos.
Jessica keluar rumah dan langsung masuk ke dalam mobil, Jessica langsung meluncur ke kampus. Jessica masuk pelataran parkir kampus dan melihat mobil Alice juga masuk, Jessica memarkirkan mobilnya. Dia diam di dalam mobil dan menunggu Alice keluar dari mobil, dia memperhatikan Alice dari mobil.
Tidak lama kemudian Alice, Kyle dan Cayla turun dari mobil Alice, Jessica membiarkan mereka masuk terlebih dahulu. Begitu mereka sudah masuk dia langsung turun dari mobilnya dan dia berpapasan dengan Alan.
“Hi Jessi, kamu baru sampai?”
“Iya Alan.”
Jessica tersenyum pada Alan, mereka berdua berjalan masuk ke dalam.
“Jess, ummm.. Selesai jam kuliah kamu mau kemana?”
“Aku langsung pulang alan, kenapa?”
“Aku ingin mengajakmu jalan jalan.”
Jessica berhenti dan menatap Alan.
“Alan, maaf aku tidak bisa.”
“Jessi kenapa kamu selalu menolak ajakanku? Apakah kamu takut pada pacarmu?”
“Pacar?”
“Iya, lelaki yang menjemput kamu saat selesai main voli itu pacar kamukan?”
Jessica tersenyum. “Dia itu bukan pacarku Alan.”
“Terus siapa? Aku melihat kalian berdua berciuman di samping mobil.”
“Iya Alan dia bukan pacarku, tapi dia itu suamiku.”
“Ahh... Yang benar saja Jessi, aku tidak percaya kalau kamu sudah menikah. Kamu berkata begitu agar aku menjauh darimu.” Alan tidak percaya kalau Jessica sudah menikah, Jessica tersenyum pada Alan.
“Benar alan aku sudah menikah dan lelaki itu dia suamiku, aku juga sudah memiliki anak.”
Alan tertawa. “Aku masih belum percaya Jessi, kamu tidak terlihat sudah menikah dan memiliki anak.”
Untuk meyakinkan Alan, Jessica mengambil handphonenya dan menunjukkan foto pernikahannya juga foto dia, Carlos dan Kairos.
“Jadi ternyata benar kamu sudah menikah.”
“Iya Alan aku sudah menikah, makanya aku selalu menjaga jarak dengan laki laki. Maafkan aku Alan.”
“Tidak apa apa Jessi.”
“Terima kasih Alan, maaf aku harus masuk sekarang.”
“Iya silahkan.”
Jessica meninggalkan Alan dan dia masuk keruangan. Sedangkan Alan, dia merasa kecewa karena mengetahui kalau Jessica sudah menikah. Dia berjalan dengan wajah tertunduk.
Jam kuliah usai Jessica berjalan ke parkiran.
“Jessi... Jessi..” Terdengar suara Alice memanggil Jessica, Jessica menoleh dan melihat Alice berlari menghampiri dirinya.
“Kenapa Alice?”
“Jessi kamu sudah mau pulang?”
“Iya, ada apa?”
“Kita jalan yuk. Aku, Cayla dan Kyle mau jalan. Kamu ikut ya!” Terlihat Cayla dan Kyle berjalan menghampiri Jessica dan Alice.
“Kalian mau jalan kemana?”
“Kita mau ke villa orang tua Kyle, tempatnya bagus Jessi.”
“Alice aku telepon rumah dulu.”
“Jessi kamu seperti anak kecil saja, sedikit sedikit minta ijin orang rumah.”
Jessica menatap Cayla, Cayla menganggukan kepala dan Jessica tersenyum.
__ADS_1
“Kyle maaf, aku sudah menikah jadi aku harus minta ijin pada suamiku.”
Kyle dan Alice saling pandang.
“Jessi kamu sudah menikah?”
“Iya Alice aku sudah menikah, bahkan sudah memiliki anak.”
“Serius Jessi, kamu sudah menikah?” Tanya Kyle tak percaya
“Iya Kyle, aku sudah menikah.” Jessica tersenyum pada Kyle dan Alice. “Makanya aku harus minta ijin pada suamiku.”
“Ohh, begitu.”
“Iya kalau suamiku ijinkan, aku pergi dengan kalian.”
“Kalau begitu telepon sekarang saja Jessi.” Kata Kyle
“Iya sebentar Kyle.” Jessica mengambil handphonenya dan menghubungi Carlos dan Carlos menjawab telepon Jessica.
“Hallo sayang ada apa?”
“Beb teman temanku mengajaku jalan, boleh aku jalan dengan mereka?”
“Iya sayang, tapi jangan pulang malam ya!”
“Iya beb, Terima kasih aku mencintaimu.”
“Aku juga mencintaimu sayang.”
Jessica menutup telepon dan menghampiri Cayla, Alice dan Kyle.
“Bagaimana Jess? Suamimu mengijinkan?’
“Iya Kyle, tapi aku tidak bisa sampai malam. Sore kita pulang ya.”
“Sudah tenang saja Jess, ayo kita jalan sekarang. Aku dengan alice saja, Cay kamu ikut Jessica ya!”
“Tentu saja, aku harus bersama Jessica.” Cayla menatap Jessica dan tersenyum. “Ayo Jess kita berangkat!”
Alice dan Kyle masuk ke dalam mobil Alice dan Cayla ikut Jessica, Jessica membuka pintu mobil dan masuk begitu juga Cayla.
“Jessi, kamu ganti mobil lagi?”
“Ahh.. Tidak Cay, ini mobil suamiku.”
“Mobilnya keren ya Jess, suamimu pasti orang kaya ya Jess?”
Jessica hanya tertawa.
“Cay kita ikuti mobil Alice saja ya, akukan tidak tahu villa Kyle.”
“Iya ikuti mobil alice saja.” Jessica mengikuti mobil Alice.
“Cay aku pikir kamu sudah cerita pada Kyle dan Alice tentang aku.”
“Tidak Jessi, itu privacymu untuk apa aku cerita. Biar saja mereka tahu sendiri.”
Jessica melihat ke spion ada yang mengikutinya.
Dalam hatinya. “Itu pasti anak buah Mike.” Dari kampus Jessica sudah memperhatikan mobil itu, perjalanan ke villa sangat jauh.
“Cay villanya jauh ya?”
“Iya Jess, villanya jauh. Dua jam lebih.”
Dan akhirnya mereka sampai di villa, mereka masuk ke dalam. Kyle mengajak Jessica, Alice dan Cayla duduk di kolam renang menghadap laut.
“Kyle view disini bagus ya, kita bisa melihat sunset dari sini.”
“Iya Jessi, kamu bisa lihat sunset dari sini. Oh ya kalau kalian mau minum ambil saja di kulkas ya!”
“Iya Kayle, Jessi ayo kita turun ke bawah di situ ada tempat duduk dan viewnya lebih bagus.”
“Ayo Cay.” Jessica dan Cay menuruni tangga dan berjalan menuju ke tempat duduk, mereka duduk dengan view perkotaan.
“Cay villanya bagus ya, kalian sering datang kesini?”
“Iya Jess, terkadang kita menginap disini.”
“Oh... Begitu ya, kalau aku belum berkeluarga aku ingin menginap disini juga.”
“Iya Jessi, sayang saja kamu sudah menikah.”
Jessica dan Cayla tertawa.
“Cay aku haus, aku mau ambil minuman. Kamu mau nitip?”
“Iya Jess, aku titip ya!”
“Ok...” Jessica naik ke atas dan menuju villa, dia masuk kedalam dan langsung menuju ke dapur. Dia terkejut melihat Alice dan Kyle lagi berciuman.
“Uupssss...Sorry, aku cuma mau ambil minuman. Silahkan di lanjutkan!”
Alice dan Kyle tertawa.
“Apa yang di lanjutkan Jessi?” Alice bercanda pada Jessica.
“Ya... Kalian berduakan lagi berciuman.”
Alice tertawa dan memeluk Jessica, dia mencium pipi Jessica. Saat dia akan mencium bibir Jessica, Jessica langsung menutup mulutnya.
“Oh... No... No... Don’t kiss me ok, my lips only for my husband.” Jessica bercanda pada Alice dan Kyle. Dan mereka tertawa, Jessica membuka kulkas kemudian mengambil minuman dan Kyle mencolek pinggang Jessica.
“Eeiiittttsss..... kyle don't touch me!” Jessica meninggalkan Alice dan Kyle di dapur, dia berjalan keluar dan Alice berteriak pada Jessica.
“Jessi you have nice lips.” Jessica tertawa
“Thanks Alice.” Jessica turun ke bawah menemui Calya dan Calya melihat Jessica senyum senyum sendiri.
“Jessi, kamu pasti melihat Kyle dengan Alice ya?”
“Iya Cay, mereka sudah lama seperti itu Cay?”
“Sudah lama Jessi, mereka dulu satu sekolah dan aku pikir mungkin sudah dari masa mereka sekolah.”
“Ohh, begitu, kamu tidak seperti mereka?”
Jessica bercanda pada Cayla.
Cayla melotot pada Jessica. “Jess aku masih normal, aku masih suka laki laki.” Jessica langsung tertawa.
“Aku hanya bercanda Cay, kamu terlalu serius menanggapinya.”
“Iya aku tahu kamu hanya bercanda Jessi, oh ya Jess bagaimana kandunganmu?”
“Oh iya Cay, aku akan memiliki bayi kembar.”
__ADS_1
Cayla terkejut. “Haaahhhh.. Serius Jess?”
“Iya Cay serius.” Cayla berdiri dan memeluk Jessica.
“Selamat ya Jess, aku senang mendengarnya.”
“Thanks ya Cay.”
Hari menjelang sore mereka meninggalkan villa, Jessica mengantar Cayla pulang.
“Cay selesai semester empat aku mau cuti.”
“Kenapa cuti Jess?”
“Akukan hamil Cay.”
“Oh iya ya Jess, tapi kita masih bisa bertemukan?”
“Tentu saja Cay, kita sudah sampai Cay.”
“Ok Jess, Thanks ya sudah mengantarku.”
“Sama sama Cay, aku jalan dulu ya.”
“Ok, hati hati ya Jess!”
“Siipppp.” Jessica langsung meluncur pulang kerumah, sampai di rumah dia memasukkan mobilnya ke dalam garasi kemudian dia masuk ke dalam rumah. Disana ada Kairos dan Liliana sedang menonton Tv.
“Selamat malam mom, Carlos mana mom?”
“Lagi pergi sayang.”
“Mama, gendong Kairos!”
“Iya sayang.” Jessica menggendong Kairos. “Anak mama semakin berat sekarang.”
“Mama ayo kekamar.”
“Kekamar Kairos atau kamar Mama?”
“Kamar mama saja.” Kata Kairos
“Tapi Kairos jalan ya?”
“Iya mama.” Jessica menurunkan Kairos dan mereka berdua naik ke atas dan masuk ke kamarnya. Kairos langsung naik ke tempat tidur dan berbaring.
“Sayang sudah mau tidur?”
“Iya mama, mama garuk belakang kairos!”
“Iya sayang.” Jessica berbaring di samping Kairos dan menggaruk belakang Kairos sampai dia tertidur. Jessica mencium kening Kairos dan turun dari tempat tidur, dia mencoba menelepon Carlos tapi Carlos tidak menjawab teleponnya.
“Kemana dia? Kenapa dia tidak bilang padaku kalau mau pergi?” Jessica mengirim pesan pada Carlos.
“Beb kamu lagi dimana?” Pesan sudah terkirim tapi belum di baca oleh Carlos.
Jessica kembali berbaring di samping Kairos, dia memeluk Kairos dan tidur.
Tengah malam Jessica terbangun dia melihat jam sudah Pukul 01:00 dan Carlos belum pulang juga. Tiba tiba handphonenya berbunyi, dia melihat Carlos yang menelpon.
“Beb, kamu lagi dimana?” Terdengar suara di seberang telepon begitu berisik dengan house musik.
“Jessica ini Peter teman Carlos, kamu bisa datang kesini?”
“Ada apa Peter? Carlos mana?”
“Jessica Carlos sudah mabuk, dia tidak bisa berjalan lagi. Tolong jemput dia!”
“Baiklah Peter, aku segera kesana.” Jessica menutup teleponnya.
Dalam hatinya. “Kamu mulai lagi Carlos.”
Jessica mengangkat Kairos dan memindahkan dia di kamarnya kemudian Jessica menutup pintu kamar Kairos. Jessica turun kebawa mencari Marco tapi dia bertemu dengan Garry.
“Garry tolong ikut denganku.”
“Kemana Nyonya?”
“Jemput Carlos di club, kamu tahu dimana clubnya Peter?”
“Iya nyonya, aku tahu.”
“Kalau begitu kita kesana sekarang.”
Jessica dan Garry masuk kedalam mobil dan langsung meluncur ke club, sampai di club Jessica langsung mencari Carlos. Dia bertanya pada petugas dan petugas mengantarnya di meja Carlos.
Jessica melihat Carlos tertidur di paha seorang perempuan, Peter melihat Jessica dan menghampirinya.
“Kamu pasti Jessica, aku Peter teman Carlos.”
“Hi Peter, Carlos sudah membayar minumannnya?”
“Sudah Jessica, dia sudah membayarnya.”
“Baiklah terima kasih.”
Perempuan itu berdiri dan meletakkan kepala Carlos di sofa dan meninggalkan Jessica dengan Carlos.
Jessica menepuk pipi Carlos.
“Carlos, ayo bangun!” Jessica menepuk pipi Carlos lagi. “Carlos.. Ayo bangun, kita pulang sekarang.”
Carlos membuka matanya dan dia terkejut melihat Jessica.
“Sayang kenapa kamu disini?” Carlos berdiri dan berpegangan di sofa.
“Ayo pulang Carlos!”
“Sayang maafkan aku, maafkan aku ya.”
“Garry tolong pegang Carlos.” Garry memegang Carlos dan membawanya ke mobil. Carlos masuk ke dalam mobil. “Garry kamu bawa mobil yang di pakai Carlos.”
Jessica mengambil kunci mobil di saku Carlos dan memberikannya pada Garry. Carlos duduk di samping Jessica, jalanan sudah sepi. Jessica langsung tancap gas.
Jessica menyetir mobil dengan kecepatan tinggi, Carlos duduk dan memperhatikan Jessica.
“Sayang pelan pelan saja.”
Jessica hanya diam, dia menambah kecepatan mobilnya dan membuat Carlos jadi takut. Akhirnya Carlos memilih diam, sampai di rumah Jessica langsung turun dari mobil
“Garry kamu bawah saja dia kedalam!”
“Baik Nyonya.” Garry memegang Carlos turun dari mobil dan Jessica langsung masuk kedalam, dia naik ke atas dan masuk ke kamar Kairos. Dia mengunci pintu dan berbaring di samping Kairos.
Garry mengantar Carlos kekamar dan membaringkan Carlos di tempat tidur.
Selamat Membaca
__ADS_1