
Pagi-pagi Logan sudah berangkat ke kediaman orang tua Cella, dia tiba dan memarkirkan motornya. Logan terkesima melihat Mansion itu yang begitu besar serta mobil-mobil mewah yang berjejer di depan rumah.
Logan turun dari motor dan melepaskan helm, kemudian dia menyapa Bane dan Alex yang sedang berbincang di depan rumah.
“Selamat pagi Bane, Alex. Apakah Cella sudah selesai?” tanya Logan sambil tersenyum kepada kedua penjaga itu.
“Mungkin sebentar lagi,” jawab Bane lalu dia mengajak Logan masuk ke dalam.
Logan dan Bane masuk ke dalam rumah lalu mereka berpapasan dengan Carlos papa dari Cella. Logan langsung menyapa pria itu.
“Selamat pagi tuan, Carlos.” Carlos berhenti kemudian dia tersenyum kepada Logan.
“Selamat pagi, Logan. Um ... jangan panggil aku tuan, panggil saja Carlos seperti Bane dan yang lainnya memanggilku,” ujar Carlos sambil menepuk punggung Logan kemudian dia pergi ke kamar. Logan menunggu Cella di ruang tamu.
Sementara di kamar Cella sedang bersiap-siap, dia memasukan laptop ke dalam tas kemudian keluar dari kamar. Cella langsung menuju ke kamar orang tuanya, dia mengetuk pintu. Cella tersenyum kepada Jessica saat pintu terbuka.
“Aku pergi ya, Mam,” pamit Cella, kemudian dia memeluk dan mencium kening Jessica
“Kamu tidak sarapan?” tanya Jessica sambil membelai rambut putrinya.
“Nanti saja, Mam. Aku sudah terlambat,” ujar Cella kemudian dia masuk ke dalam kamar, dia menghampiri Carlos yang sedang berdiri di depan cermin. Dia memeluk ayahnya dari belakang.
Carlos melihat Cella dari cermin kemudian dia tersenyum, dia memutar tubuhnya menghadap Cella dan mengecup kening putri kesayangannya itu.
“Kamu pergi kuliah?” tanya Carlos sambil membelai rambut Cella.
“Iya, Pap. Aku masuk pagi,” jawab Cella seraya mengatur kemeja papanya. “Aku pergi ya,” pamit Cella dengan mencium kedua pipi ayahnya.
“Hati-hati, Sayang.” Cella menganggukan kepala kemudian dia keluar dari kamar Jessica dan menemui Logan.
“Selamat pagi, Logan. Kita berangkat sekarang,” sapa Cella dan mengajak Logan untuk pergi. Logan berdiri lalu dia tersenyum kepada gadis itu.
“Selamat pagi, Cella.” Cella membalas senyuman Logan kemudian dia memberikan kunci mobil kepada pria itu.
__ADS_1
Mereka berdua masuk ke dalam mobil lalu Logan menjalankan kendaraan menuju ke kampus. Cella duduk di belakang, sesekali matanya melihat pria itu di kaca spion. ‘Kenapa dia begitu tampan, mata, juga jenggotnya. Ichh ... mengapa pikiranku seperti ini, kata Cella dalam hati, lalu dia memalingkan wajahnya ke luar jendela
Tidak lama kemudian mereka tiba di kampus, Cella turun dari mobil dan meminta Logan untuk tidak menunggunya,
“Logan, nanti aku telepon kamu kalau aku sudah selesai,” ujar Cella lalu Logan menganggukan kepala
“Baiklah, kalau begitu aku pergi sekarang.” Logan masuk ke dalam mobil kemudian dia meninggalkan kampus dan pergi ke tempat tinggalnya
Cella masuk ke dalam kampus, dan langsung menuju ke ruangan. Dia masuk lalu menyapa teman-temannya. Cella duduk kemudian mengeluarkan laptop dari dalam tas, dia menghidupkan benda itu dan membaca artikel tentang cinta dan *3**.
Selama ini Cella tidak mengenal apa itu cinta dan *3**, dia terlalu sibuk membaca dan belajar. Semenjak bertemu dengan Logan Cella menjadi penasaran.
Selesai jam kuliah, Cella menghubungi Logan dan meminta pria itu untuk menjemputnya. Sambil menunggu Logan dia berbincang-bincang dengan teman-temannya di parkiran.
Tidak lama kemudian Logan tiba di kampus, dia menunggu Cella di dalam mobil. Cella melihat mobil jemputan kemudian dia berjalan menuju ke mobil dan masuk.
“Hi, terima kasih sudah menjemputku,” ucap Cella sambil memakai sabuk pengaman.
“Sudah menjadi tugasku, Nona,” canda Logan lalu Cella tertawa.
Dia menjalankan mobil keluar dari halaman parkir, sambil menyetir dia memandang Cella dari kaca spion lalu bertanya.
“Apakah langsung pulang?” tanya Logan dengan melirik gadis itu.
“Em, aku ingin mencari restoran. Aku lapar,” sahut Cella sambil melihat Logan dari spion juga.
“Ok, aku akan mengantarmu di restoran yang sangat bagus dan makanannya sangat lesat.” ujar Logan dengan tersenyum.
“Bagus itu.” Cella sangat senang, sebenarnya dia hanya ingin berlama-lama di samping pria itu.
Logan langsung meluncur ke restoran yang dia maksud, tiga puluh menit perjalanan menuju ke tempat itu dan akhirnya mereka tiba. Cella dan Logan turun dari mobil lalu masuk ke dalam, mereka di sambut pelayan kemudian Logan meminta untuk duduk menghadap pantai.
Pelayan mengantar mereka berdua, Logan dan Cella duduk menghadap pantai lalu pelayan memberikan buku menu. Cella melihat-lihat menu kemudian dia memesan makanan, begitu juga dengan Logan. Pria itu menatap Cella lalu dia tersenyum,
__ADS_1
“Apakah kamu suka tempat ini?” tanya Logan dengan memperhatikan wajah Cella yang cantik.
“Iya, tempatnya bagus. Aku suka,” jawab Cella seraya mengalihkan pandangannya ke pantai, dia tidak tahan dengan tatapan mata pria itu.
“Aku senang kalau kamu suka,” ujar Logan kemudian dia bersandar di sandaran kursi sambil matanya tak henti menatap gadis itu.
Tidak lama kemudian pesanan mereka datang, Cella dan Logan makan bersama. Sesekali mereka berbincang, lalu tiba-tiba tangan Logan memegang sudut bibir gadis itu. Dia membersihkan sisa makanan yang tertinggal di sudut bibir mungil itu
Cella menjadi gugup, jantungnya langsung berdegub kencang. Dia berpura-pura menunduk dan mengatur duduknya kemudian kembali menyuap makanan ke dalam mulut.
Sedangkan Logan, dia kembali memegang sendok dan makan. Dia tersenyum melihat Cella yang menjadi salah tingkah di depannya.
Cella ingin cepat-cepat pulang, selesai makan dia langsung membayar pesanan mereka lalu mengajak Logan untuk mengantarnya pulang. Mereka masuk ke dalam mobil dan meninggalkan restoran.
Sepanjang jalan Cella hanya diam saja, dia masih teringat sentuhan jari pria itu di bibirnya. Kenapa jantungku selalu berdebar saat dia menyentuhku, padahal dia hanya membersihakan ujung bibirku. Gumam Cella dalam hati.
Akhirnya mereka tiba di rumah, Cella langsung menuju kamarnya. Dia menghempaskan tubuh di atas kasur dan memejamkan mata.
“Apakah debar jantung ini pertanda aku sudah jatuh cinta kepadanya?” Dia memutar badannya kemudian bangun dan berdiri di depan jendela.
Cella melihat pria itu sedang berbincang-bincang dengan Alex. Dia memperhatikan Logan, lalu tiba-tiba dia menutup gorden kamarnya, Cella terkejut Logan melihatnya. Cella duduk di kursi dan menghidupkan laptop.
Dia mencari di google cara berciuman, Cella membuka salah satu artikel kemudian dia membacanya. Selesai membaca dia mencari film romantis. Cella membawa laptop di tempat tidur kemudian dia duduk dan menyilangkan kakinya.
Cella menonton film itu, saat ada adegan ciuman dia mengernyitkan kening, matanya tidak berkedip ketika wanita yang ada di film itu memasukan lidah ke dalam mulut pria. Mereka saling memainkan lidah, sang pria membaringkan wanita itu di ranjang dan kembali mencium bibir wanita itu.
Mata Cella terbelalak saat melihat tangan wanita itu masuk ke dalam celana pria itu. Dia menghentikan film itu dan berpikir.
“Apakah harus seperti itu kalau saling berciuman?” Cella kembali melanjutkan film itu. Dia terkejut kembali melihat pria dan wanita itu melepaskan pakaian mereka. Jantung Cella berdetak saat melihat adegan-adegan dalam film itu. Cella menelan ludah dan matanya tidak bergerak dari laptop.
Cella menghentikan film itu dan mematikan laptop. Dia berbaring dan memikirkan film itu, Cella membayangkan di dalam film itu dia dan Logan. Dia mulai menyentuh tubuhnya, dia meremas dua bukit yang tidak besar itu dan membayangkan Logan yang meremasnya. Tiba-tiba terdengar suara Ezer memanggilnya.
“Cella .. Cella .…” Gadis itu berhenti kemudian bangun dan memindahkan laptop di atas meja belajar. Dia tahu Ezer pasti ingin bermain di tempat tidur, Cella pergi membuka pintu kemudian dia langsung memeluk Ezer.
__ADS_1
“Ada apa, sayang? Kamu ingin bermain di kamarku?” tanya Cella kemudian dia mencium ke dua pipi keponakannya itu.
“Iya, ayo main,” pinta Ezer dengan suara mungilnya. Cella membawa Ezer masuk kemudian mereka berdua bermain di tempat tidur.