
"Yuki.." panggil Bangsawan Dalto lebih keras. Pangeran Sera datang bersama dengan Bangsawan Asry dan Bangsawan Voldermont.
Mereka langsung menghampiri Yuki yang tergeletak tak berdaya di pelukan Bangsawan Dalto.
"Astaga...Yuki.." Bangsawan Voldermont tercekat ketika melihat kondisi Yuki.
Pangeran Sera menahan kemarahannya, Dia menghampiri Yuki dan langsung mendorong Bangsawan Dalto menjauhi Yuki. "Minggir..."
Pangeran Sera memposisikan tubuh Yuki sedemikian rupa. Dia melepaskan belenggu besi di tangan Yuki. Rasanya Dia ingin menghajar habis Bangsawan Dalto. Tapi menyelamatkan Yuki yang sekarat jauh lebih utama.
Pangeran Sera merobek pakaiannya. Bangsawan Asry memeriksa kondisi Yuki dengan seksama. "Dia kehilangan banyak darah, kondisinya tidak baik. Kita harus segera menghentikan pendarahannya atau Dia tidak akan selamat"
Pangeran Sera fokus. Dia membuat simpul dari robekan pakaiannya dengan terampil. Membebat luka Yuki yang nyaris di sekujur tubuhnya. Luka tusukan dalam. Pangeran Sera berharap tidak ada organ tubuh Yuki yang terkena.
"Robek pakaian kalian" pinta Pangeran Sera dengan suara tenang. "Buat seperti apa yang Aku lakukan, cepat."
Bangsawan Asry dan Bangsawan Voldermont mengikuti perintah. Mereka menanggalkan pakaiannya masing-masing. Bangsawan Voldermont setelah menanggalkan pakaian berdiri untuk berjaga jika terjadi serangan.
"Apa Kita tidak bisa memindahkannya dulu ke tempat aman ?" Tanya Bangsawan Voldermont serius ketika melihat pertarungan sengit antara Riana, Serfa, Pendeta Agung Hiro dan Iblis Balgira. Beberapa bangunan hancur. Dia khawatir kuil ini akan runtuh.
"Jika Kita membawanya sekarang tanpa menghentikan pendarahan terlebih dahulu sangat berbahaya untuk Yuki" jelas Bangsawan Asry cepat.
"Sial. Aku akan berjaga kalian cepat selesaikan tugas Kalian" kata Bangsawan Voldermont mengumpat.
Pangeran Sera berhasil membebat luka dalam di tubuh Yuki. Dia langsung mengangkat Yuki dalam gendongannya. Nafas Yuki lemah. Dia butuh pengobatan serius secepatnya.
"Pinjamkan naga Kalian. Aku harus membawa Yuki ke Naru sebelum terlambat"
"Riana....perintahkan Raldoft membawa Pangeran Sera dan Yuki ke Pendeta Naru. Kita tidak punya banyak waktu" seru Bangsawan Voldermont nyaring.
Pangeran Riana meskipun sedang bertempur Dia tetap berfokus dengan sekitarnya. Segera Dia merespon perintah dengan cepat.
Raldoft melayang di udara dan langsung mendarat di depan Pangeran Sera. Tanpa membuang waktu Pangeran Sera langsung naik ke atas punggung Raldoft. Di bantu Bangsawan Asry, Mereka akhirnya berhasil membawa Yuki naik.
Raldoft langsung terbang. Pangeran Sera berpegangan erat pada Raldoft sambil memeluk Yuki agar tidak jatuh. Balgira mencoba menghalangi Raldoft membawa Yuki pergi. Dia meraung marah dan melancarkan serangan kepada Raldoft. Pangeran Riana, Pendeta Serfa dan Pendeta Agung Hiro menghalangi Balgira.
__ADS_1
Raldoft berhasil menerobos keluar mrlalui atap.
Raungan kemarahan Balgira menggetarkan dinding kuil ketika melihat Yuki lepas dari cengkramannya.
Dia sangat marah, berusaha menyingkirkan para penghalangnya. Tapi kekuatannya belum pulih karena ritual yang di lakukan tidak tuntas.
Dia bisa terbunuh jika masih bertahan di kuil. Menyadari hal itu Balgira memikirkan cara bagaimana Dia bisa kabur dengan selamat.
Sementara itu, Pangeran Sera tampak cemas. Nafas Yuki nyaris tidak terasa. Jantungnya seakan berhenti ketika melihat Yuki bersimba darah di depannya.
Dia tidak bisa membayangkan bagaimana dirinya jika terjadi sesuatu dengan Yuki. Pangeran Sera memeluk Yuki erat.
"Jangan tinggalkan Aku Yuki" bisik Pangeran Sera lembut. "Bertahanlah..." Pintanya lagi lirih.
Ketika sampai di istana Raja Bardhana. Raja Bardhana sudah menunggu di halaman istana bersama dengan Pendeta Naru. Raja Bardana nyaris terkena serangan jantung ketika melihat Pangeran Sera turun sembari membawa Yuki yang sekarat.
"Cepat bawa Putri Yuki ke balai pengobatan" seru Raja Bardana menahan diri.
Pangeran Sera membopong Yuki ke balai pengobatan. Raja Bardhana memerintahkan pelayan untuk menyediakan apa yang di butuhkan Pendeta Naru untuk menyelamatkan Yuki.
"Bagaimana ?" Tanya Pangeran Sera ketika Pendeta Naru telah selesai mengobati Yuki.
"Tidak ada tulang yang patah. Tapi lukanya cukup dalam. Kondisinya kritis karena kehilangan banyak darah"
"Apa Iblis itu berhasil menghisap darah Yuki" tanya Raja Bardana tegang.
"Ya.." jawab Pangeran Sera lirih.
Raja Bardana menarik nafas tidak tahu harus berkata apa.
"Yang Mulia, Pangeran telah kembali dan sekarang sedang menuju kemari" lapor seorang Prajurit penjaga yang baru datang dengan penuh hormat.
"Aku mengerti" jawab Raja Bardana sedikit lega karena Putranya selamat.
Pangeran Riana muncul dengan beberapa luka di tubuhnya. Tapi secara fisik Dia baik-baik saja.
__ADS_1
"Kita hanya menunggu keajaiban sekarang" Ujar Raja Bardana sebelum Pangeran Riana sempat mengatakan sesuatu.
Semua orang terdiam berpikir.
"Bagaimana dengan Balgira" tanya Raja Bardana lagi dengan suara tenang.
"Dia berhasil melarikan diri. Pendeta Agung Hiro sekarang pergi untuk menghadap ke kuil suci, melaporkan perkembangan yang terjadi. Kami hanya bisa menangkap Dalto Radit" jawab Pangeran Riana memberikan laporan.
"Balgira memang telah meminum darah Putri Yuki, tapi Dia tidak menyelesaikan ritualnya dengan tepat. Otomatis kekuatan yang di dapatkan akan memberikan banyak kelemahan yang menguntungkan Manusia jika kelak Dia melakukan pergerakan" balas Pendeta Serfa di samping Pangeran Riana.
"Aku ingin mendapat semua laporan mengenai kasus ini sekarang. Lagipula, Putri Yuki butuh ketenangan. Tidak ada gunanya Kita semua menunggu di sini dan malah membuat kegaduhan" ujar Raja Bardana kemudian.
Raja Bardana sangat terkejut ketika mengetahui Pangeran Sera mau bekerja sama mencari keberadaan Yuki, tanpa bertanya permasalahan yang terjadi. Riana sendiri mengesampingkan permusuhan di antara Mereka untuk bisa menyelamatkan Yuki tepat waktu.
Meskipun pada akhirnya Mereka sedikit terlambat datang, tapi Yuki masih hidup sampai sekarang.
Kedua Pangeran itu mampu bermusuhan di lain waktu, tapi bisa menjadi team yang hebat di waktu yang lain hanya demi seorang gadis.
Tanpa bantuan dari cermin milik Pangeran Sera, Mereka tidak akan menemukan Yuki dengan cepat. Dan, berkat naga milik Pangeran Riana, Mereka mampu menerobos kuil sehingga dapat membawa Yuki pergi untuk mendapat pertolongan.
Sekarang misi Mereka telah selesai. Raja Bardana yakin jika salah satu dari Mereka masih berada di ruang pengobatan, cepat atau lambat akan terjadi keributan di antara keduanya.
Tidak ada waktu untuk bertengkar. Banyak hal yang harus di lakukan terkait Balgira. Pendeta Agung Hiro langsung menuju ke kuil suci, artinya meski Balgira tidak mendapat kekuatan yang diinginkan. Tetap saja Dia mampu menciptakan bencana di kemudian hari.
Pangeran Riana dan Pendeta Serfa mengikuti Raja Bardana. Sementara Pangeran Sera dan Pendeta Naru tetap berada di balai pengobatan untuk menjaga Yuki.
Pendeta Naru kembali ke ruangan, Meracik ramuan dan mengilingnya sampai seluruh bahan menjadi serbuk berwarna coklat. Kemudian Dia mengambil air yang di ambil dari rebusan beberapa bahan herbal untuk penyembuhan luka dan nutrisi yang cukup sebagai penambah darah. Mencampur serbuk tersebut dengan air rebusan dalam mangkuk.
"Biar Aku yang memberikannya" Kata Pangeran Sera mengulurkan tangan. Pendeta Naru tidak membantah. Dia memberikan mangkuk kepada Pangeran Sera.
Pangeran Sera duduk di samping Yuki yang masih terbaring tak berdaya. Nafasnya lemah, denyut nadinya hampir tidak terasa. Kondisinya mengkhawatirkan.
Pangeran Sera menyuapkan sedikit air ke mulut Yuki dengan sabar. Membersihkan tetesan yang keluar kembali dari mulut Yuki.
Dia hanya berharap Yuki bertahan dan kembali sehat.
__ADS_1