Morning Dew

Morning Dew
254


__ADS_3

Seperti yang di janjikan. Bangsawan Voldermont kembali saat makan malam. Dia membawakan berbagai kue yang di sukai Yuki untuk makanan penutup.


Mereka makan bersama di dalam kamar sambil bercerita. 


Bangsawan Voldermont memberitahu Yuki kondisi setelah Mereka meninggalkan lapangan sekolah. Karena pertingkaian di antara Pangeran Sera dan Lekky, dan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.


Pendeta Suci sampai turun tangan dan mengadakan pertemuan dadakan dengan memanggil keduanya. Untuk meredakan situasi yang kian meruncing, Pendeta Suci sampai berbohong dengan mengatakan pada semua bahwa Yuki sekarang berada bersamanya. 


Yuki lega saat mengetahui setidaknya semua berakhir baik-baik saja. 


Lekky masih dalam pengawasan Lazzar. Dia belum bisa datang untuk menemui Yuki.


 


Semua masakan yang di sediakan di meja makan sangat enak. Perut Yuki sangat lapar karena energinya habis siang tadi. Selain untuk menari Dia juga harus berlari kesana kemari untuk menghindari kejaran. Dia makan dengan lahap. 


Setelah selesai makan. Keduanya berpindah duduk di sofa yang ada di dalam kamar untuk mengobrol ringan.


Mereka saling mengobrol mengenai topik yang terjadi lima tahun lalu setelah Mereka berpisah di Argueda. Bangsawan Voldermont menceritakan mengenai pertempuran dengan Romawa dan Pangeran Sera yang menepati janjinya untuk tidak ikut campur masalah Garduete dengan Romawa. 


Sementara Yuki menceritakan mengenai semua yang terjadi setelah Dia meninggalkan kapal dan hidup bersama Lekky Darmount. 


Ada satu topik yang tidak Mereka bahas dalam pembicaraan Mereka. Bangsawan Voldermont tahu lebih baik menghindari pembicaraan mengenainya.


Yuki sendiri juga diam-diam bersyukur Bangsawan Voldermont tidak membahasnya. Mengenai topik Pangeran Riana.


Malam semakin larut. Tapi Yuki sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Dia hanya berbolak-balik di atas ranjang. Pikirannya di penuhi kejadian hari ini.


Masih terbanyang dengan jelas bagaimana Pangeran Sera saat menatap Yuki. Membuat Yuki bimbang. Apakah memang sudah waktunya Dia keluar dan berbicara empat mata dengan Pangeran Sera. Memaafkan semua yang terjadi dan mencoba memperbaiki keadaaan ?.


Yuki sangat sadar sepenuhnya. Bahwa apa yang terjadi di masa lalu bukan saja kesalahan Pangeran Sera. 


Sikap Yuki yang tidak tegas mengambil keputusan dan ketidak percayaan Pangeran Riana turut andil di dalamnya.

__ADS_1


Pangeran Riana telah berhasil melanjutkan hidupnya. Dan sebentar lagi Dia akan menikah. Sementara Pangeran Sera masih tetap bertahan menunggu Yuki kembali. Sebentar lagi Yuki akan mati. Apa mungkin ini saatnya Dia kembali kepada Pangeran Sera untuk menembus semua kesalahan di masa lalu ?.


 


 


Keesokkan paginya Lekky muncul di dalam kamar Yuki. Ada beberapa bekas luka di wajah Lekky. Dengan penuh kasih sayang, Yuki membantu Lekky mengobatinya. 


Bangsawan Voldermont tidak keberatan dengan keberadaan Lekky Darmount di rumahnya. Mereka bertiga makan pagi di dalam kamar yang di tempati Yuki. Tidak banyak pembicaraan yang terjadi. Lekky ssgera pergi setelah makan karena Lazzar kembali mencarinya. 


 


 


Sudah lebih dari seminggu Yuki berada di rumah pribadi Bangsawan Voldermont. Sampai saat ini keberadaannya masih aman dan tidak diketahui orang lain. Lekky sering datang mengunjungi Yuki. Meskipun Dia tidak bisa terlalu lama datang tapi Yuki sudah cukup lega bisa melihat Lekky. 


Hari sudah hampir malam ketika Yuki selesai berdoa di dalam kuil kecil yang terletak di halaman tengah rumah pribadi Bangsawan Voldermont, sebagai salah satu ritual yang di lakukan dalam perayaan Jambaran. Setelah sebelumnya berhasil berpuasa dengan hanya memakan nasi putih dan air putih selama seminggu. Setelah perayaan Jambaran di buka, seorang istri setiap hari akan terus berdoa di kuil sampai malam bulan purnama datang, untuk mendoakan suaminya dan sebagai wujud baktinya pada sang suami. 


 


Gelang kaki dengan banyak lonceng kecil yang di kenakan Yuki sebagai simbol bahwa Dia adalah seorang wanita yang telah terikat dalam suatu pernikahan. 


Dalam pernikahan, akan di temui banyak nada pernikahan seperti dalam bunyi gemerincing lonceng yang di kenakan ketika melangkah. Namun seperti apapun nada yang terdengar, sebagai seorang istri tidak boleh melupakan baktinya terhadap suami.


 


Yuki baru saja berbelok masuk ke dalam rumah ketika Dia melihat Bangsawan Voldermont berdiri memunggunginya di ujung lorong. Tidak jauh dari tempat Yuki berada. Tanpa pikir panjang Yuki segera berlari ke arahnya dengan riang.


"Bangsawan Voldermont Kau sudah pulang ?" Sapa Yuki mendekat.


Namun betapa terkejutnya Yuki ketika melihat Bangsawan Voldermont tidak sendiri. Dia bersama dengan Pangeran Riana dan teman-temannya. Ada juga Putri Marsha di sana.


Putri Marsha langsung bereaksi dengan keras. Dia melotot tajam ke arah Yuki dan menunjukan jarinya di muka Yuki.

__ADS_1


"Kenapa wanita ****** ini ada di sini ?" Tanya Putri Marsha tajam dengan nada tidak senang.


"Aku yang mengajaknya untuk tinggal di rumahku" jawab Bangsawan Voldermont enteng.


"Voldermont, Apa Kau tidak tahu siapa Dia ?. Di mana otakmu ?" Sembur Putri Marsha semakin kesal mendengar jawaban Bangsawan Voldermont.


"Aku tidak perlu izin siapapun untuk membawa orang ke rumahku Marsha. Sebaiknya Kau jaga sikapmu atau Kau pergi dari sini" balas Bangsawan Voldermont keras menanggapi perkataan Putri Marsha.


Yuki merasa hubungan di antara Bangsawan Voldermont dan Putri Marsha semakin tidak baik daripada sebelumnya.


Bangsawan Voldermont berbalik untuk melihat Yuki. "Kau sudah selesai berdoa ?" Tanyanya lembut. Nadanya sangat berbeda ketika Dia berbicara dengan Putri Marsha. 


Yuki tidak menjawab. Hanya menganggukan kepala pelan. Dia merasa sangat bersalah. Moment seperti sekarang adalah hal yang ia takutkan.


Pertengkaran Bangsawan Voldermont dengan teman-temannya karena Yuki.


"Kembalilah dulu ke dalam kamar. Nanti, Aku akan menyusul. Kita makan malam bersama" ujar Bangsawan Voldermont sambil menepuk punggung Yuki lembut. Seolah memberi tahu Yuki agar gadis itu tidak perlu khawatir. Semua akan baik-baik saja.


Yuki tahu Dia lebih baik tidak membantah. Jadi Yuki membungkukkan badan hormat dan kemudian melangkah pergi meninggalkan Bangsawan Voldermont dan teman-temannya.


 


Yuki bersembunyi di sudut lorong yang tersembunyi. Di mana Dia masih bisa mendengarkan pembicaraan dari tempatnya. Dia menyandarkan badannya merapat di tembok di belakang.


"Apa-apaan ini Vold. Apa Kau sadar apa yang Kau lakukan ?. Tidak tahukan Kau sekarang ini suaminya sedang mencarinya di seluruh kota ?" Tanya Putri Marsha lagi dengan suara keras berusaha mengintimidasi Bangsawan Voldermont. Menunjukan bahwa Dia adalah Nyonya rumah di kerajaan Garduete. "Bagaimana jika akhirnya orang tahu Kau justru menyembunyikannya di dalam rumahmu ?"


"Jangan Kau pikirkan. Saat Aku membawanya ke rumahku Aku sudah siap dengan resiko yang harus Ku tanggung" jawab Bangsawan Voldermont acuh menolak untuk diintimidasi. "Tumben sekali Kau mau memikirkan orang lain. Bukankah selama ini hidupmu hanya berputar pada duniamu saja ?" Sindir Bangsawan Voldermont lagi.


"Vold, Aku tahu hubungan Kalian selama ini sangat dekat. Tapi Kau juga harus mengerti sekarang kondisinya berbeda. Dia sudah menikah dan apapun yang terjadi dengan rumah tangganya ada baiknya Kau tidak ikut campur. Tolong pikirkanlah. Tindakanmu ini akan memperburuk hubungan dengan Argueda. Dengan kondisi yang sekarang, Kita tidak perlu lagi membuat perselisihan antar negara" ujar Bangsawan Xasfir menimpali, Dia mencoba memberi pengertian pada Bangsawan Voldermont. 


 


 

__ADS_1


__ADS_2