
Yuki menghambur ke pelukan Pangeran Riana. Memeluknya erat dan kembali menangis.
Pangeran Riana semakin kebingungan. Tapi Dia membalas pelukan Yuki erat. Menepuk punggung Yuki halus untuk menenangkan Yuki.
Pangeran Riana membeli seekor kuda dan sebuah mantel untuk Yuki. Yuki mencuci mukanya yang sembab dengan air mengalir. Sementara Pangeran Riana mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan di belakang Yuki.
Yuki terkejut ketika mengetahui bahwa Pangeran Riana selama ini diam-diam mengikutinya seorang diri sampai kemari. Bangsawan Voldermont dan Bangsawan Xasfir terpaksa harus pulang lebih dulu ke istana kerajaan Garduete, karena ada kabar darurat dari Bangsawan Asry bahwa kerajaan Romawa sedang melakukan pergerakan untuk menyerang kerajaan Garduete. Sepertinya, kerajaan Romawa ingin menyusul kerajaan Argueda untuk menjadi negeri terbesar di dunia dengan mengalahkan kerajaan Garduete. Ada kabar angin yang berhembus di seluruh negara bahwa setelah kerajaan Argueda berhasil menjadi negeri terbesar, Mereka akan memperluas kekuasaan dengan mengalahkan negara Romawa dan Garduete. Karena itu membuat Negara Romawa berinisiatif untuk mengimbangi kekuatan dengan memerangi Garduete dan merebut kekuasaan Raja Bardhana.
Pangeran Riana sudah mencoba beberapa kali berkomunikasi dengan Yuki, tapi gagal. Dia sedang berusaha untuk menyusup ke penginapan ketika melihat Yuki berlari keluar di malam yang larut.
Pangeran Riana sempat bertanya pada Yuki apa yang membuatnya berlari keluar penginapan sambil menangis, ketika Yuki sudah cukup tenang. Namun, Yuki tidak bisa menjawab dan memilih diam.
Yuki tidak mungkin membiarkan Pangeran Riana mengetahui masalah yang sebenarnya. Berdasarkan watak Pangeran Riana, Dia akan langsung mengkonfrontasi Pangeran Sera. Hal itu sangat berbahaya. Apalagi sekarang Pangeran Riana sedang berada di wilayah Argueda dan tanpa adanya pelindungan dari siapapun.
Bukankah Pangeran Sera berniat memperlebar kekuasaannya di wilayah Garduete. Jika Pangeran Riana muncul di depannya, keinginannya akan terkabur tanpa harus melihatkan pasukannya.
Cukup membunuh Pangeran Riana maka kejayaan Negeri Garduete akan hancur.
Jadi, menyadari hal itu. Yuki memilih diam dan menyimpan masalah ini agar tidak diketahui oleh Pangeran Riana. Beruntung Pangeran Riana tidak memaksa Yuki untuk bercerita.
"Ayo Yuki" ajak Pangeran Riana sambil mengalungkan mantel ke bahu Yuki.
"Kita akan kemana ?" Tanya Yuki ragu.
"Pulang" jawab Pangeran Riana singkat. Dari nadanya Dia tidak ingin di bantah.
__ADS_1
Yuki di naikkan ke atas punggung kuda. Setelahnya Pangeran Riana ikut naik menyusul Yuki.
Langkah kaki kuda Mereka terdengar berirama di malam itu. Pangeran Riana berhasil menghindari pos-pos pemeriksaan yang di jaga oleh para prajurit Argueda.
Mereka berhasil memasuki hutan keluar dari Kota.
Angin berhembus menerpa wajah Yuki. Dia baru saja menyandarkan kepalanya di bahu Pangeran Riana untuk memejamkan mata, ketika Mendengar Pangeran Riana mengerang kesakitan. Tampak pegangan Pangeran Riana mengeras sesaat. Ketika berbalik untuk melihat, Yuki terkejut. Sebuah panah menancap di bahu Pangeran Riana.
Beberapa meter di belakang Mereka, terlihat Pangeran Sera bersama pasukannya berlari mengejar. Panah tersebut rupanya di tembakkan oleh Pangeran Sera. Yuki tidak percaya Pangeran Sera melakukannya.
Pangeran Riana terus memacu kudanya. Menahan rasa sakit di bahunya. "Turun" perintah Pangeran Riana ketika Mereka sudah menjauhi kejaran Pangeran Sera dan pasukannya.
Yuki langsung meloncat turun. Mematuhi perintah Pangeran Riana. Pangeran Riana mencabut panahnya. Giginya bergemeletak menahan sakit. Darah mengalir keluar dari bahunya. Tapi seolah tidak perduli itu semua. Pangeran Riana langsung memegang tangan Yuki. Membawanya berlari memasuki hutan yang lebih dalam untuk mencari persembunyian sementara sambil memikirkan cara melarikan diri kembali ke Garduete.
Pangeran Riana terus memacu kudanya. Menahan rasa sakit di bahunya. "Turun" perintah Pangeran Riana ketika Mereka sudah menjauhi kejaran Pangeran Sera dan pasukannya.
Yuki langsung meloncat turun. Mematuhi perintah Pangeran Riana. Pangeran Riana mencabut panahnya. Giginya bergemeletak menahan sakit. Darah mengalir keluar dari bahunya. Tapi seolah tidak perduli itu semua. Pangeran Riana langsung memegang tangan Yuki. Membawanya berlari memasuki hutan yang lebih dalam untuk mencari persembunyian sementara sambil memikirkan cara melarikan diri kembali ke Garduete.
Yuki tidak berani melihat ke belakang dan terus berlari. Jantungnya berdetak cukup kencang, memompa darah dan oksigen yang seolah habis untuk berlari.
Pangeran Riana tahu Mereka tidak bisa menghindari kejaran Sera. Satu-satunya yang bisa Dia lakukan adalah menghindari Mereka dan bersembunyi untuk sementara waktu di dalam hutan.
Terdengar suara air terjun yang cukup keras. Bergema di dalam hutan. Pangeran Riana memutuskan untuk mengikuti asal suara itu. Ketika Mereka akhirnya menemukannya, Mereka berada di titik tertinggi dari tebing, di mana air terjun itu berada.
Yuki tidak bisa mengerem ketika Pangeran Riana mendadak berhenti di depannya. Wajahnya menabrak punggung Pangeran Riana dengan kuat.
__ADS_1
"Ada apa.." tanya Yuki kebingungan.
Namun Dia tidak perlu jawaban ketika menyadari apa yang ada di depannya.
Air terjun yang cukup tinggi berada di bawah Mereka. Saking tingginya, Yuki tidak bisa melihat dasar di bawahnya karena tertutup kabut yang berasal dari buih air yang menghantam bebatuan di sekitarnya. Yuki menatap ke bawah sembari menelan ludah. Dia tidak bisa membayangkan jika Mereka sampai jatuh ke bawah sana.
Terdengar ringkikkan kuat di belakang Mereka. Ketika Yuki berbalik, Yuki menemukan Pangeran Sera bersama dengan dua puluh prajuritnya sudah berhasil menyusul. Mereka membentuk formasi setengah melingkar yang mengepung Yuki dan Pangeran Riana.
"Yuki, kemarilah sekarang..Yuki" pinta Pangeran Sera sambil mengulurkan tangan ke arah Yuki.
Yuki langsung menggelengkan kepala menolak. Dia mendekat ke arah Pangeran Riana yang berdiri tanpa rasa takut di depannya. Mencoba mencari perlindungan dari Pangeran Riana. Tangannya memegang erat lengan Pangeran Riana.
Melihat penolakan dari Yuki. Pangeran Sera tidak kehilangan akal. Dia langsung mengalihkan perhatian pada Pangeran Riana yang berdiri di tempatnya.
"Riana, berikan Yuki padaku sekarang juga" teriak Pangeran Sera nyaring.
Pangeran Riana mendengar nada peringatan dari Pangeran Sera yang terdengar jelas. Tapi Dia tidak takut. Dengan tenang, Dia melepaskan pegangan tangan Yuki di lengannya dan kemudian balik mengenggam pergelangan tangan Yuki erat. Menatap tajam pada Pangeran Sera yang masih memandangnya dengan raut wajah penuh kemarahan.
"Yuki adalah milikku. Aku tidak akan pernah memberikannya pada siapapun. Termasuk Kau"
Setelah berkata seperti itu. Tanpa tendeng aling-aling Pangeran Riana berbalik dan langsung memeluk Yuki erat. Yuki mengerjap kaget saat Pangeran Riana mencium bibir Yuki kuat. Tapi Dia semakin kaget ketika tubuhnya di dorong dengan kuat secara tiba-tiba, meluncur turun ke bawah tebing mengikuti gaya gravitasi.
Pangeran Riana tanpa keraguan meloncat ke bawah sambil memeluk Yuki. Membawanya ikut serta terjun ke dasar air terjun.
Tubuh Mereka melaju dengan kencang. Seolah membelah angin yang berada di sekitar Mereka dengan kecepatan yang tidak terkendali.
"Yukiiii" terdengar teriakan Pangeran Sera di atas sana. Pangeran Sera meloncat untuk menangkap Yuki. Tapi Dia gagal dan hanya bisa melihat Yuki terjatuh bersama Pangeran Riana menuju dasar air terjun.
Air menderu di sekitar Yuki. Pangeran Riana memeluk Yuki erat sesaat sebelum tubuh Mereka menghempas kuat, masuk ke dalam air.
__ADS_1
Yuki menggapai-gapai, berusaha agar tetap mengapung. Pegangan tangan Pangeran Riana terlepas ketika Mereka jatuh membentur air. Sekarang Keduanya terseret arus yang deras. Beberapa kali Yuki meminum air sungai. Kepalanya timbul dan tenggelam di dalam air.