
Pangeran Riana diam saat Yuki menangis. Dia memegangi kedua pergelangan tangan Yuki yang terkulai lemas di pangkuan. Membiarkan Yuki menumpahkan semua perasaannya. Dia kemudian menarik Yuki ke dadanya dan memeluknya kuat.
Yuki terus menangis.
Pangeran Riana tidak mengatakan apapun. Dan terus memeluk Yuki. Seolah takut Yuki akan hancur jika Dia melepaskannya.
Yuki berdiri dengan sedih di pinggir tempat tidur. Lekky terbaring di depannya dengan tubuh penuh perban. Luka Lekky hampir mengenai sekujur tubuhnya.
Sudah lebih dari seminggu Lekky belum sadarkan diri. Selama itu Lekky sama sekali belum menunjukan tanda-tanda Dia akan sadar. Besok rencananya Yuki akan pergi ke Argueda untuk mengantarkan Pangeran Sera ke peristirahatan terakhinya sekaligus menjadi pesakitan di pengadilan kerajaan Argueda yang akan di gelar untuk Yuki.
Ratu Warda sangat bersedih akan kematian Pangeran Sera. Semua orang tahu, Pangeran Sera adalah Putra kesayangannya.
Begitu mendengar berita kematian Pangeran Sera dan penyebabnya. Ratu langsung berlari ke istana. Dia menangis di depan Raja Jafar memohon keadilan untuknya. Ratu Warda ingin Yuki di hukum. Dia menginginkan Yuki menderita seumur hidupnya untuk membalaskan Pangeran Sera.
Yuki bersandar dengan perasaan lelah di kursi. Meski Dia sudah berulang kali kehilangan. Tapi tetap saja Dia tidak mampu mengatasi kesedihannya.
Lekky terbaring di depannya. Nafasnya naik turun. Denyut nadinya masih lemah. Belum ada tanda-tanda Lekky akan sadar.
__ADS_1
Terdengar suara tangisan Nara di luar. Insting Yuki bergerak dengan cepat sebelum Dia sempat berpikir. Yuki berjalan cepat menuju pintu yang menghubungkan kamar Lekky dengan Kamar Yuki dan Nara. Saat membuka pintu, Dia menemukan Pangeran Riana sedang mengganti popok Nara.
Setelah kepergian Pangeran Sera, Pangeran Riana semakin menunjukan perhatiannya pada Yuki dan Nara. Selain tetap perhatian dengan Yuki, Dia tidak akan sungkan untuk membawakan barang-barang Nara dan Yuki sendiri saat Mereka harus berjalan di luar kamar. Pangeran Riana juga sering terlihat tanpa ragu menggendong Nara dengan kain di pundaknya. Dia sendiri yang memandikan Nara, mengganti popok Nara jika Dia buang air. Bahkan Pangeran Riana bersedia menggendong Nara semalam suntuk jika Nara sedang rewel dan tidak mau turun dari gendongan. Menyuapi Nara. Bermain dengan Nara.
Dia melakukannya dengan alami. Seperti seorang suami yang baik. Melindungi dan menjaga anak dan istrinya. Tidak perduli apakah Dia adalah seorang Perwaris tahtah kerajaan besar. Dia dengan gamblangnya menunjukan semua kasih sayangnya pada Yuki dan anaknya.
Yuki merasa semakin hari Nara menjadi semakin mirip Pangeran Riana. Karena beban yang alami Yuki, menyebabkan asinya mengering. Sehingga dengan terpaksa Nara mendapatkan Asi dari seorang wanita yang di tugaskan khusus untuk memberinya Asi. Awalnya Yuki merasa tidak rela karena Nara harus meminum asi dari orang lain. Tapi Yuki tidak punya pilihan selain menerimanya. Meskipun Nara sudah bisa memakan makanan pendamping Asi, tapi Dia tetap membutuhkan Asi sebagai makanan pokoknya. Jadi Yuki bersikap lapang dan membiarkan Nara mempunyai seorang Ibu Asi.
Nara yang telah di ganti popoknya memberikan senyum riang khas seorang bayi berusia enam tahun kepada Pangeran Riana. Saat Pangeran Riana merapikan perlengkapan gantinya, Nara yang terlentang berguling tengkurap. Yuki terkejut melihatnya. Dia tidak menyangka, bayi yang di lahirkannya enam bulan lalu sudah bisa tengkurap sekarang.
Dia kembali teringat perkataan Bibi Sheira yang mengatakan bahwa ansk skan tumbuh dengan cepat tanpa di sadari orang tuanya. Dan Yuki sekarang mempercayainya.
Sesaat Nara kembali menangis. Sepertinya ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Yuki menghela nafas dan menghampiri Pangeran Riana dan Nara untuk melihat lebih jelas apa yang terjadi.
"Tubuhnya hangat" jawab Pangeran Riana sambil memeriksa suhu tubuh Nara dengan memegang kakinya.
Yuki langsung mengulurkan tangannya dan mengambil Nara ke gendongannya. Suhu tubuh Nara sangat panas seperti yang di katakan Pangeran Riana. Membuat Yuki khawatir.
"Siang tadi, Dia masih baik-baik saja" kata Yuki gusar.
Seolah mengerti Dia sudah berada di pelukan Ibunya. Nara berhenti menangis dan mengusapkan wajahnya berkali-kali ke leher Yuki. Nafasnya terdengar jelas di telinga Yuki. Memberi ketenangan tersendiri. Yuki tidak mungkin melewati kesedihan yang di rasakan jika Dia tidak mengingat ada Nara yang harus Dia jaga. Yuki memeluk Nara dengan lembut. Berusaha menghilangkan semua hal negatif yang ada di dalam dirinya.
Pangeran Riana berdiri di dekat Yuki. Memperhatikan Yuki dengan tenang.
"Bagaimana dengan Lekky ?" Tanya Pangeran Riana ketika Nara mulai menutup matanya. Dia kelelahan karena terus menangis sepanjang siang. Tabib Yandha sudah memeriksanya dan sedang membuat obat untuk Nara.
__ADS_1
"Belum ada perubahan. Luka-lukanya sangat parah" jawab Yuki setelah terdiam beberapa saat.
"Dia akan sadar" sebuah pernyataan tegas di lontarkan Pangeran Riana.
Yuki telah menceritakan.kepada Pangeran Riana bahwa Dia memang telah memberikan sedikit darahnya pada Lekky. Saat itu Mereka sedang berada di dunia bawah tanah. Ada Monster yang sangat kuat mencoba membunuh Lekky. Yuki yang ada di sana tahu lawan Lekky kali ini tidak seimbang. Makanya Dia langsung dengan sukarela melukai tangannya dan membiarkan Lekky meminum darahnya.
Mungkin jika ada yang mengetahui masalah ini akan mengutuk Yuki. Darahnya sangat berbahaya. Tidak boleh sembarang orang meminumnya. Jika sampai itu terjadi, dikhawatirkan akan menciptakan iblis baru lagi yang membuat kehancuran bagi dunia.
Tapi Yuki percaya, Lekky tidak akan bertindak diluar batas. Dia mampu mengendalikan diri dengan baik.
"Aku harap Dia segera sadar" kata Yuki menjawab Pangeran Riana.
Yuki memutuskan untuk tidak menunda keberangkatannya ke Argueda. Dia tidak ingin lagi melarikan diri dari masalah dan akan menghadapinya dengan baik.
Terjadi ketegangan yang cukup besar di antara Argueda dan Garduete. Usaha diplomasi di antara dua negara yang coba diusahakan Pangeran Riana di tolak oleh Raja Jafar. Dia tetap bersikeras agar Yuki kembali ke Argueda.
Jika tidak ingat Mereka masih berada di wilayah Kuil Suci, sudah terjadi pertempuran di antara Dua negara yang terjadi.
Yuki hanya berharap, Nara dapat selamat dari semua masalah yang akan terjadi. Pangeran Riana jauh lebih bisa di andalkan sebagai orang tua di bandingkan Lekky. Yuki bisa tenang melepaskan Nara bersamanya.
"Pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan Yuki. Jika Kau pergi ke sana tanpa persiapan. Kau akan terbunuh. Sera tidak menggantikanmu untuk melihatmu mati sia-sia di tangan keluarganya" kata Pangeran Riana menegur Yuki dengan keras.
Yuki terkesiap sesaat.
Dia tahu nyawanya akan terancam jika Dia pergi ke Argueda.
__ADS_1
Sangat jelas dari surat Raja Jafar yang di terimanya. Raja Jafar menginginkan kematian Yuki. Mereka ingin Yuki di kubur hidup-hidup bersama Pangeran Sera saat pemakaman. Untuk menebus semua kesalahan yang di lakukan Yuki selama menjadi Istri Pangeran Sera. Dan ketidakmampuan Yuki menjaga martabat suaminya sampai Dia hamil anak orang lain.