
Tangan Jasmine mengelus lembut perut Yuki. Memandang Yuki dengan takjub.
"Anak yang ada dalam kandunganmu, adalah anak yang luar biasa. Dia akan menjadi seorang Raja yang akan membawa kemakmuran pada negerinya, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namanya akan terus di kenang bahkan sampai akhir dunia. Di tangannya, Dia akan membawa Negerinya menjadi negeri kuat dengan kekuasaan yang luas yang tidak bisa di tandingi raja manapun baik sebelum atau setelah pemerintahannya. Seluruh Negeri di dunia ini akan tunduk padanya. Memiliki mata yang sama dengan Ayahnya, dan kelembutan hati seperti Ibunya. Dia akan menjadi seorang Kakak yang baik untuk adik-adiknya"
"Adik-adik ?" Kata Yuki terkejut.
Pendeta Serfa bergeser sedikit maju. Mendengarkan ramalan putri duyung dengan penuh minat.
Yuki berpandangan dengan Pangeran Sera sesaat. Kemudian kembali berpaling untuk melihat Jasmine di bawahnya. Yuki sangat senang Jasmine meramalkan hal-hal yang menyenangkan untuk anak dalam kandungannya. Tapi Adik-adik ?. Yuki sama sekali tidak mempunyai bayangan bahwa Dia bisa bertahan dalam pertempuran melawan Iblis Balgira di masa datang.
Bagaimana Yuki bisa memiliki banyak anak jika Dia sebentar lagi akan mati dalam pertempuran ?.
"Ya Putri. Kau akan memiliki empat orang anak yang lahir dari rahimmu sendiri. Tiga anak laki-laki dan satu anak perempuan" kata Jasmine penuh arti. "Keempat anakmu, semua akan memegang takdir besar yang akan mempengaruhi kehidupan di dunia ini. Seperti Kau,Lekky, Pangeran Sera dan Pangeran Riana. Mereka di lahirkan untuk melindungi dunia ini dari pengaruh iblis jahat yang mencoba menghancurkan umat manusia"
"Apakah artinya Kami akan gagal dalam tugas Kami melawan Iblis Balgira ?" Tanya Yuki cemas.
Jasmine tersenyum penuh arti. "Iblis akan selalu ada sampai dunia ini berakhir. Dia akan muncul dalam wujud yang berbeda untuk menghancurkan umat manusia. Di masa ini, tugas itu berada di pundak Kalian. Tapi di masa depan, anak-anakmu lah yang akan menggantikan peran Kalian untuk melindungi dunia dari kehancuran"
Jasmine menjauhkan tangannya dari Yuki. Berenang mundur ke belakang sambil merentangkan kedua tangannya. Terdengar senandung kecil dari mulutnya. Dia kembali menuju ke teman-temannya yang langsung merespon nyanyian Jasmine.
Para Putri Duyung bergerak berirama. Mereka menari.
"Dengar...dengarkan ceritaku ini baik-baik....akan lahir empat orang anak dari rahim Putri Yuki, empat orang anak yang membawa takdir besar untuk mengubah dunia" dendang para Putri Duyung serempak dengan suara yang sangat merdu. "Tiga anak laki-laki dan satu anak perempuan"
Para Putri Duyung bergerak memutar membentuk koreografi di dalam air.
"Anak pertama akan menjadi seorang pemimpin, anak kedua akan menjadi pejuang, anak ketiga pemikir dan keempat seorang pelindung, seperti Ibunya yang sekarang. Ini adalah ramalan Putri Duyung yang tidak mungkin salah...dengarkan dengar....Ceritaku ini baik-baik..."
Para Putri terus menyanyi sambil menari. Mengulang kembali lirik yang telah di ucapkan.
__ADS_1
Yuki bersandar senang di bahu Pangeran Sera. Jika ramalan Putri Duyung benar dan Yuki mempunyai empat orang anak. Besar kemungkinan Mereka akan selamat dari pertempuran dan berhasil memenangkan Pertempuran dengan Iblis Balgira.
Yuki sangat berharap, Mereka semua di beri kesempatan untuk dapat memulai kembali hidup yang baru. Tanpa air mata atau kesedihan lagi.
"Apa Aku harus masuk ke dalam sini ?" Tanya Bangsawan Xasfir ragu. Dia membuka kantung mayat yang di berikan Lekky pada Bangsawan Asry dan meminta Bangsawan Xasfir di masukkan ke dalamnya.
Untuk mempersingkat waktu. Semua orang akan pergi ke kuil suci dengan bantuan dari Jasmine dan teman-temannya.
"kami tidak janji bisa membawanya dengan utuh, jika Dia mengeluarkan aroma darah seperti itu. Insting memakan Kami lebih kuat daripada akal sehat Kami" kata Jasmine sambil bersandar di pinggir sungai.
"Kau dengar sendiri Kan ?. Atau Kau memang berniat memberikan tubuhmu pada Mereka ?" Tanya Lekky kemudian.
"Entah kenapa, Aku merasa seperti berada di dalam peti mati jika di dalamnya" gerutu Bangsawan Xasfir masih ragu.
Yuki diam.
Dia memutuskan untuk tidak memberitahu siapapun bahwa kantung yang di gunakan untuk mengangkut Pendeta suci, Murid pengkhianat dan Bangsawan Xasfir adalah kantung yang sering di gunakan Lekky untuk mengangkut para korbannya dalam bisnis keluarga Darmount.
"Bagaimana dengan yang lain ?" Tanya Lekky pada Jasmine.
"Tidak ada masalah dengan yang lainnya. Kapan Kalian ingin berangkat ?"
"Sekarang juga" jawab Lekky langsung. "Lebih cepat lebih baik"
Yuki menerima uluran tangan Jasmine. Dia sendiri yang akan membawa Yuki pergi untuk menghindari teman-temannya membuat keributan akibat tidak tahan dengan aroma darah yang di hasilkan Yuki.
Jasmine memeluk Yuki di dalam air dan membuat gelembung udara besar, sehingga Yuki dapat dengan mudah bernafas di dalam air tanpa bantuan. Setelah semua siap. Jasmine membawa Yuki masuk ke dalam air dan berenang menyusuri sungai. Mengikuti aliran air sungai yang melaju ke utara.
Yuki berusaha menahan perasaan mual dan memejamkan matanya. Ketika Mereka melewati beberapa Putri Duyung. Yang sibuk memperebutkan daging dan anggota tubuh dari para prajurit Iblis Balgira yang jatuh ke dalam sungai. Mereka memakan seperti seekor piranha lapar. Sangat cepat dan sadis.
__ADS_1
Entah sudah berapa lama rombongan di bawa masuk ke dalam sungai. Ketika akhirnya Mereka berenang ke permukaan. Mereka sudah berada di tengah lautan lepas tanpa batas. Tidak ada daratan atau apapun. Langit seperti menyatu dengan lautan di ujung garis mata memandang.
"Kita sudah sampai" kata Jasmine dengan tenang.
Yuki melihat kesekeliling. Dia tidak menemukan apapun selain lautan lepas di depannya. Tidak ada daratan. Apa Jasmine salah arah ?
Yuki baru saja ingin bertanya pada Lekky yang berada paling dekat dengannya ketika terdengar suara gema gong yang di pukul dengan nyaring.
Kemudian perubahan terjadi dengan cepat di depan Yuki.
Lautan lepas di depannya perlahan memunculkan bayangan daratan luas. Mulanya samar namun lama kelamaan di dentingan gong keempat. Daratan menjadi jelas dan nyata. Terdengar suara debur ombak dari kejauhan yang memecah karang.
Sebuah bangunan luas berada di tengah hutan yang lebat. Cahaya matahari bersinar dengan bebas di setiap sudut bangunan kuil.
Kuil suci....
Yuki terperangah saat melihatnya.
Jasmine kembali bergerak. Berenang membantu Yuki sampai ke bibir pantai.
Beberapa orang di belakang Yuki berjalan sambil mengangkat tiga buah kantung mayat yang berisi Bangsawan Xasfir, Pendeta Suci dan Murid Pengkhianat.
Dua lusin murid pendeta suci, berbari rapi dan keluar dari dalam hutan untuk menyambut rombongan. Pangeran Riana mengambil belati dan langsung merobek kantung berisi Bangsawan Xasfir di dalamnya.
Pendeta Serfa langsung merampalkan mantera untuk membuat Bangsawan Xasfir sadar dari tidurnya.
Ketika sadar, Bangsawan Xasfir langsung berguling dengan cepat. Keluar dari kantung mayat sambil meludah. "Di dalam sana baunya tidak enak sama sekali. Seperti bau mayat" gerutunya kesal.
Pendeta Suci di bangunkan juga oleh Pendeta Serfa. Segera murid-muridnya membantu Pendeta Suci untuk berdiri.
"Kami sudah mempersiapkan kamar dan makanan untuk Kalian semua. Mari ikuti Kami" kata pemimpin murid dengan sikap takjim.
__ADS_1