
Putri Yuki...
Siapa di sana ?
Putri Yuki...
Putri Magitha ?
Yuki mendengar suara Putri Magitha memanggil namanya. Suaranya berasal dari kegelapan di depannya. Yuki memandang ke sekeliling dengan wajah kebinggungan.
Di mana Dia sekarang berada ?.
Yuki melangkah memasuki kegelapan yang tidak berujung. Mencari keberadaan Putri Magitha dengan perasaan cemas. Yuki tidak mungkin salah mendengar, suara itu benar milik Putri Magitha. Adik kandung Pangeran Sera.
"Putri Magitha" teriak Yuki memanggil, Ketika Yuki merasa Dia sudah terlalu jauh berjalan. Namun tidak juga menemukan keberadaan Putri Magitha.
"Putri Yuki ?"
Yuki berbalik dengan cepat ketika suara Putri Magitha kembali terdengar di belakangnya.
Dia terkejut ketika mendapati sebuah ruangan di belakangnya, yang muncul entah dari mana.
Sebuah kamar dengan dinding terbuat dari batu kehitaman, yang menonjolkan nuasa suram abadi. Tidak ada kehidupan yang baik dalam ruangan itu. Sebuah pasak menancap di dalam dinding, tersambung dengan rantai baja yang kemudian berakhir pada belenggu yang melingkari pergelangan kaki kiri Putri Magitha di ujungnya.
Putri Magitha duduk di atas tempat tidur sederhana. Terbuat dari kayu. Dia jauh lebih kurus daripada sosoknya yang ada di ingatan Yuki. Tidak tampak segar, seperti bunga yang mekar merona. Layu dan hampa.
Yang lebih mengejutkan Yuki, di pangkuan Putri Magitha, Ratu Warda tertidur dengan nafas kepayahan. Jelas, Dia tampak sedang sakit dan membutuhkan pertolongan.
Yuki memperhatikan sekelilingnya dengan lebih jelas, dan menyadari Mereka tidak berada di salah satu ruangan yang ada di istana Raja Jafar maupun Istana Pangeran Sera. Yuki hanya tahu, saat ini Mereka berada di dalam sebuah ruangan yang berada di atas menara yang cukup tinggi. Ada sebuah jendela kecil, yang di pasangi jeruji besi sebagai satu-satunya sumber cahaya di dalam ruangan. Dari jendela tersebut, Yuki menangkap jelas pemandangan di sebuah kolam ikan yang cukup luas, di tengah kolam ada patung seorang wanita sedang menuang air dari dalam belangganya.
"Apa yang terjadi ?. Ada apa dengan Kalian Putri ?" Tanya Yuki masih di landa kebinggungan.
__ADS_1
"Tolong Kami Putri Yuki" pinta Putri Magitha dengan suara serak. Ada lingkar hitam di bawah matanya. "Raja Trandem dari Rasyamsah menawan Kami di tengah jalan, ketika Kami dalam perjalanan kembali ke istana Raja seusai melakukan terapi obat untuk Ibu di kampung halamannya. Dia ingin menjadikanku sebagai salah satu selir yang menghasilkan keturunan untuknya sekaligus menggunakan Kami untuk bisa mengambil keuntungan dari Argueda"
"Apa ?" Kata Yuki terkejut.
"Kami di tawan di dalam istananya, di Menara barat. Aku khawatir kesehatan Ibu semakin menurun jika tidak memperoleh pengobatan yang layak. Tolong Kami Putri Yuki"
Kegelapan perlahan kembalis merayap mendekat dengan cepat. Memudarkan cahaya temaram di sekitar Putri Magitha dan Ratu Warda.
"Putri Magitha.." Yuki maju dan mencoba meraih Putri Magitha untuk menyelamatkannya dari kegelapan. Tapi Dia hanya mampu meraih bayangan. Dia tidak dapat menyentuh Putri Magitha. Tubuhnya seperti hologram, tembus jika di sentuh.
"Tolonglah Kami Putri...Aku mohon..sebelum terlambat"
"Putri Magitha.."
Kegelapan mulai menelan sosok Putri Magitha. Melenyapkannya dari hadapan Yuki.
"Putri Magitha" teriak Yuki nyaring memanggil nama Putri Magitha dengan panik.
Yuki langsung meloncat dan terbangun dengan kaget. Dia mengerjap sesaat. Pikirannya masih kosong.
Ketika sadar, Yuki terkejut ketika melihat seluruh teman di kelasnya sedang memandang ke arahnya. Sementara itu guru olahraga sudah berdiri di dekat Yuki dan memegang bahu Yuki. Rupanya, Dia tertidur di sudut ruang olahraga dengan posisi meringkuk menggunakan kedua lututnya.
Sontak gelak tawa terdengar membahana di seluruh gedung olahraga. Wajah Yuki langsung merah padam menahan malu.
Yuki tertidur di tengah jam pelajaran olahraga, bahkan Dia sampai menggingau dengan nyaring.
"Kau ini" guru Olahraga yang bernama Bapak Jacklin langsung memukul kepala Yuki dengan kumpulan kertas yang di gulung. Yuki meringis sembari memegangi kepalanya. Tidak sakit, Tapi malunya itu luar biasa.
__ADS_1
Raymond mantan pacar Yuki sewaktu SMP, menggelengkan kepala sembari memandang Yuki dari seberang.
Rasanya saat ini, jika ada lubang Yuki ingin masuk dan bersembunyi di dalam sana.
"Siapa Putri Magitha ?. Apa itu peran yang yang sedang Kau mainkan dalam film terbarumu ?" Tanya Pak Jacklin semakin membuat Yuki merasa malu. "Kau begitu menjiwai peranmu sampai menginggau begitu keras dalam tidurmu"
Tawa kembali terdengar riuh rendah. Betapa malunya Yuki, Dia tertidur di saat Pak Jacklin sedang memberikan arahan mengenai olahraga Volly hari ini. Betapa malunya Dia karena menginggau begitu keras di dalam kelas olahraga.
"Ma..Maafkan Saya Pak" Kata Yuki menyesal.
"Sudahlah, sebagai hukuman Kau pergi ke gudang olahraga dan ambilkan keranjang bola yang tertinggal di sana"
Yuki langsung berdiri dengan patuh dan berlari menuju ke gudang olahraga yang terletak di lantai bawah gedung.
"Hey Yuki..!" Yuki langsung berbalik, ketika Dia baru saja membuka pintu untuk keluar, Pak Jacklin kembali meneriakinya cukup keras. "Cepat kembali dan jangan sampai ketiduran di dalam gudang ya"
Tawa kembali berkumandang. Yuki membungkukan badan menjawab perintah Pak Jacklin dengan wajah merah padam. Dia langsung berlari keluar untuk mengambil keranjang bola yang di maksud Pak Jacklin.
Yuki Orrie Olwrendho. Gadis cantik yang saat ini baru saja menginjak usia yang ke delapan belas tahun.
Gadis yang aktif dan periang. Saat ini Dia dan teman-temannya telah menyelesaikan ujian kelulusan SMU, tinggal menunggu hasilnya. Sementara itu Yuki berhasil lolos di salah satu perguruan tinggi negeri di Ibukota. Dia mengambil jurusan kedokteran gigi. Prestasi yang membuat Yuki merasa bangga. Karena untuk mendapatkannya jelas tidak mudah, apalagi di tengah kesibukan Yuki sebagai seorang Model dan penyanyi. Yuki harus bekerja keras sembari belajar dengan giat. Membagi waktunya dengan disiplin tinggi.
Sebelum kembali ke dunia ini (baca Morning Dew Series 2 : Win Direction), Yuki telah berjanji kepada Pangeran Riana untuk tidak melakoni pekerjaan yang melibatkan hubungan dengan lawan jenis.
Ada satu rahasia yang selama ini di simpan rapat oleh Yuki. Dan hanya Phil dan Bibi Sheira yang tahu. Yuki bukanlah orang yang berasal dari dunia ini. Dia berasal dari dunia lain yang berbeda dimensi dengan dunia yang di tinggalinya sekarang. (Baca buku pertama : Morning Dew).
Yuki berhasil kembali ke dunia ini, setelah Dia berhasil membujuk Pangeran Riana untuk membiarkan Yuki pulang. Untuk menemukan jawaban kemanakah hati Yuki berada.
Tidak mudah memilih di antara Pangeran Riana maupun Pangeran Sera. Bukan artinya Yuki serakah ingin menguasai kedua Pangeran dari kerajaan besar. Tapi, Yuki sangat sadar siapapun yang Dia pilih tidak akan berimbas baik bagi yang lain.
Jika Pangeran Riana tidak mampu mendapatkan hati calon ratunya, Dia akan di bunuh dan kerajaan akan hancur akibat melanggar aturan dewa.
__ADS_1
Karena Pangeran Sera telah melakukan sumpah kesatrianya, jika Dia tidak menikah dengan Yuki maka Dia akan di lengserkan bahkan kemungkinan besar Dia, Ibu dan adik-adiknya akan terbunuh oleh pesaingnya. Selain itu Kerajaan juga akan kacau akibat perebutan kekuasaan yang terjadi di dalamnya.
Yuki cukup mengerti resikonya. Karenanya Dia juga tidak bisa mengandalkan perasaan tanpa menemukan solusi untuk menyelamatkan yang lainnya.