Morning Dew

Morning Dew
315


__ADS_3

Besoknya....


Semua tampak saling mengucapkan salam perpisahan. Makan malam di hidangkan dengan meriah. Semua orang berkumpul, menyantap hidangan. Merayakan kematian Mereka yang mungkin terjadi saat Mereka harus berperang menyelamatkan dunia. 


Musik di mainkan oleh beberapa pemusik.


Yuki duduk sambil menggendong Nara di pangkuannya. Pangeran Riana kemudian datang dan meminta Nara untuk di bawanya berkeliling.


Saat pertempuran nanti, Nenek Marple akan menjaga Nara bersama dengan Rayla, istri Lazzar. Membuat Yuki jauh lebih tenang.


 


"Aku jadi ingat dengan sebuah film lama yang pernah ku tonton di duniaku yang lama" kata Yuki kepada Pangeran Sera yang berdiri dengan tenang di samping Yuki. Yuki memandang ke sekeliling. Semua orang tampak pasrah dengan kematian yang akan menanti Mereka.


"Film ?" Tanya Pangeran Sera kemudian.


"Ya...Film itu sangat terkenal hingga beberapa generasi. Di ambil dari sebuah kisah nyata yang pernah terjadi di masa lampau"


"Menceritakan apa ?" Tanya Pangeran Sera ingin tahu.


"Sebuah kapal pesiar yang sangat megah pada jamannya, mengalami kecelakaan dengan gunung es yang ada di dalam laut. Hanya sedikit sekoci di dalamnya ketika kru menyadari kapal perlahan akan tenggelam ke dasar lautan. Para penumpang yang pasrah, menunggu kematian Mereka. Berada di geladak kapal. Di tengah kepanikan para penumpang lainnya yang ingin hidup, para pemusik memainkan musiknya untuk terakhir kali. Seorang pendeta berdoa bersama dengan jemaatnya. Kapten kapal duduk di balik kemudi, menunggu dengan tenang di dalamnya. Ibu yang mendongengkan cerita tidur untuk anak-anaknya di dalam kamar, di mana air sudah mengenang di bawah tempat tidur. Kakek nenek yang saling berpelukan di kamar yang lain. Dan sepasang kekasih. Mereka pemain utama dalan film ini"


"Apakah sepasang kekasih itu selamat"


Yuki menggelengkan kepala sedih. "Tidak....pemeran utama pria meninggal dunia. Dia merelakan papan yang di temukannya untuk di pakai kekasihnya. Pemeran Pria itu meninggal membeku di samping kekasihnya karena Dia memilih tidak naik ke atas papan, Dia khawatir papan itu tidak akan muat jika di pakai oleh Mereka berdua"


Yuki mendesah. Mengingat kembali adegan dalam film titanic yang terkenal. Dia tidak percaya, sekarang Dia mengalami situasi yang nyaris sama. Hanya dalam versi yang berbeda.


 


"Tapi Mereka pada akhirnya dapat bersatu kembali. Saat pemeran wanita sudah tua. Dia kembali ke lokasi tenggelamnya kapal. Sesuai keinginan kekasihnya, Dia meninggal di atas tempat tidur yang hangat. Bukan tenggelam didalam lautan es yang dingin. Setelah kematiannya, wanita itu bertemu kembali dengan kekasihnya dan Mereka kembali bersama" 


Yuki berdiri dengan lembut. Tersenyum kepada Pangeran Sera. "Aku akan menyanyikan lagu yang menjadi ikon dalam film itu untuk Pangeran" kata Yuki kemudian.


Yuki berjalan maju di atas panggung. Meminta dengan sopan pada pemusik alat musik yang bisa Dia mainkan. Yuki ingin memberikan pesan kepada Pangeran Sera. Jika Dia mati nanti. Sesungguhnya Pangeran Sera akan selalu dan selalu berada di dalam hati Yuki.


 


Tampak beberapa orang termasuk Pangeran Riana berpaling ketika Yuki mulai memainkan alat musiknya. Pangeran Riana jauh lebih lunak pada Yuki dan Pangeran Sera, terutama setelah Nara lahir ke dunia. Dia memutuskan untuk menerima tawaran Pangeran Sera. Menyelesaikan semua permasalahan yang ada di antara Mereka setelah pertempuran selesai.


 


Yuki mulai bernyanyi. Suaranya lembut dan dalam. Dia membayangkan saat terakhir rose. Pemeran utama wanita dalam film titanic. Berada di dalam lautan dalam. 

__ADS_1


 


Bagaimana sepasang kekasih yang telah lama berpisah akhirnya bertemu kembali. Bagaimana, Dia kembali ke dalam kapal yang hanya berada dalam ingatan masa mudanya. 


 


Berpisah namun tidak benar-benar berpisah.


 


Seluruh hadirin bertepuk tangan ketika Yuki selesai bernyanyi. Yuki membungkuk sambil tersenyum berterimakasih. Dia menatap kesekeliling dengan wajah tersipu. Kemudian menghampiri Pangeran Sera yang menunggunya di bawah panggung. "Bagaimana, apakah Aku berhasil membawa Pangeran ke dasar samudera ?" Seloroh Yuki membuat Pangeran Sera tertawa.


Yuki kembali melihat ke sekeliling. Menatap satu persatu wajah dan berusaha mengenalinya. Yuki berharap usaha Mereka nyaris dua tahun ini tidak akan sia-sia.


 


Menyelamatkan dunia. Menyelamatkan hidup setiap orang yang di sayang.


 


 


Hari yang di nantikan tiba. Sebelum berperang baik Pangeran Riana dan Pangeran Sera menemui Yuki dan Nara secara pribadi untuk berpamitan. 


Lekky telah berangkat lebih dulu bersama Curly dan seluruh keluarga Darmount. Pasukan Iblis Balgira telah mengepung seluruh pulau. Mereka harus bertahan sampai matahari tertutup bulan dengan sempurna agar Iblis Balgira dapat di kalahkan.


 


Yuki menangis. Dia tidak mampu membendung air matanya. Terutama saat melihat Pangeran Sera harus pergi bersama Pasukannya menuju garis depan.


 


Setelah memastikan semua aman. 


 


Yuki berpamitan dengan Nara.


 


Yuki berkuda menuju hutan seorang diri. Pergi ke altar untuk membuka kekuatan pada pohon suci yang tumbuh menjulang sampai ke atas langit.


Yuki merasa konyol ketika mengingat kembali ramalan para Putri Duyung. Empat orang anak ?.

__ADS_1


Bahkan bisa melahirkan Nara dengan selamat saja Yuki sudah merasa beruntung. Dia tidak mungkin serakah dan meminta agar bisa melahirkan empat orang anak sesuai dengan ramalan Putri Duyung.


Yuki tersenyum tenang ketika Dia telah tiba di tujuannya. Pangeran Sera dan Pangeran Riana berada di pos Mereka masing-masing. Yuki telah meminta secara pribadi kepada Pendeta suci agar Pangeran Sera dan Pangeran Riana berada jauh dari Yuki. Agar Mereka tidak mempunyai kesempatan untuk menyusul Yuki, jika Mereka pada akhirnya mengetahui apa yang di rencanakan Yuki.


 


 


Yuki berdiri di atas altar suci. Diam tidak bergerak. Menatap pemandangan hijau di depannya dengan pohon suci yang berdiri jauh lebih besar dan tegap di antara pohon yang lain yang ada di sekitarnya.


Matahari perlahan meredup sinarnya. Saat bulan mulai merayap menutupi keberadaannya.


Suara pertempuran terdengar dari kejauhan. Bunyi letusan dan asap mengepul di berbagai tempat. Terdengar pula, suara berdebam yang menggetarkan tanah. Suara langkah kaki dari iblis balgira yang telah berubah wujudnya. Berusaha untuk membobol pertahanan. Menuju pohon suci.


 


 


Yuki berlutut dan memejamkan mata. Berdoa dengan setulus hati. Mendoakan semua orang yang di sayanginya. Berharap Mereka semua dapat kembali dengan selamat dari pertempuran yang terjadi. Berharap Mereka akan mengerti kenapa Yuki memilih jalan ini tanpa melibatkan Mereka.


 


Angin berhembus lembut ketika matahari nyaris tertutup sempurna. 


 


"Yuki...."


 


 


Yuki berbalik dan terkejut. Pangeran Sera berada tidak jauh dari tempat Yuki berdiri. Ada Panglima Perang Gererou dan beberapa prajurit yang menemaninya di belakang. 


"Pangeran Sera, kenapa Pangeran berada di sini ?" Tanya Yuki terkejut. Dia segera berdiri. Wajahnya tampak kebingungan. 


Kenapa Pangeran Sera berada di sini ?. Seharusnya Dia tidak boleh ada di sini. Seharusnya Dia tidak boleh tahu rencana Yuki.


 


Pangeran Sera berjalan mendekati Yuki dan langsung memeluk Yuki erat. "Kau ingin meninggalkanku lagi ?" Bisik Pangeran Sera sedih di telinga Yuki.


Yuki tersadar. Dia segera melepaskan diri dari Pangeran Sera dan menatapnya dengan pandangan memohon. "Pangeran pergilah, Kau tidak boleh berada di sini" 

__ADS_1


"Lalu...kenapa Kau ada di sini ?" Kata Pangeran Sera membalas ucapan Yuki.


Nadanya sangat sedih dan terluka. Membuat Yuki terdiam.


__ADS_2