
Setelah dua jam menunggu, Yuki mulai melihat tanda keberadaan Lekky dan yang lainnya di sekitar kuil. Yuki langsung meraih anak panahnya dan mulai bersiap.
Sampai sekarang, Setiap memegang panah, Yuki selalu teringat dengan Rena. Detik-detik kematian Rena selalu terbayang jelas di benak Yuki.
Dulu, Yuki tidak punya keberanian untuk membunuh orang. Tapi semenjak Dia bersama dengan Lekky, Yuki mulai terbiasa dengan kematian. Sekarang, Dia tidak ragu lagi untuk membunuh orang lain demi melindungi orang-orang yang di sayanginya.
Pertama kali Yuki membunuh adalah ketika Dia harus mengarahkan anak panah pada seorang Putri duyung yang berusaha menyeret Lekky ke dalam sungai, saat itu Lekky sedang tidak sadar karena terkena pengaruh mantera cinta putri duyung. Meski kejadiannya sudah cukup lama, tapi Yuki masih ingat bagaimana tatapan Putri duyung ketika panahnya melesat tajam ke arahnya dengan cepat.
Semua masih tercetak jelas dalam ingatan Yuki.
Perlahan satu persatu, penjaga yang berjaga di sekitar kuil menghilang dari tempatnya.
Yuki sempat melihat sosok Bangsawan Xasfir yang sedang memegang pedang berlumuran darah. Sebelum Dia menghilang dari balik bebatuan.
Yuki membidikan panah dan mulai memanah.
Terdengar denting pedang yang beradu. Pangeran Riana muncul di atas langit bersama dengan Radolft. Di sebelahnya ada Bangsawan Asry dan Pendeta Serfa yang menaiki Coracal. Mereka memporak-porandakan barisan pasukan manusia yang berpihak pada iblis balgira dari atas langit.
Semua orang menyerang maju. Menggempur kuil dengan cepat. Bangsawan Voldermont sedang melawan seorang prajurit iblis Balgira ketika Dia tidak menyadari. Seorang prajurit iblis balgira lain mengendap-ngendap di belakangnya untuk menusukkan pedang padanya. Yuki yang melihatnya dengan cepat melepaskan busurnya hingga membunuh prajurit iblis Balgira sebelum Dia berhasil melukai Bangsawan Voldermont.
Bangsawan Voldermont berbalik dan langsung memberikan kecupan jarak jauh sebagai tanda terimakasih pada Yuki.
Terdengar suara langkah kaki mendekat dari belakang Yuki. Enam orang pasukan Iblis Balgira menyeruak masuk ke dalam tempat persembunyian Yuki. Yuki langsung melemparkan panahnya dan mulai mencabut pedang di pinggangnya untuk bersiap melawan.
Terdengar geraman keras dari kegelapan. Curly meloncat keluar dari belakang Yuki dan langsung menerkam seorang prajurit yang terkejut dengan kehadiran Yuki. Beberapa yang lain berusaha menyerang Curly. Akibat pergulatan yang terjadi, Yuki justru terjebak ke pinggir balkon dan terdorong tanpa sengaja oleh gerakan Curly.
__ADS_1
Tubuh Yuki meluncur ke bawah.
Yuki nyaris saja jatuh ke tanah, jika Pangeran Riana tidak sigap mengarahkan Raldoflt dan menangkap Yuki tepat waktu. Yuki di tarik untuk naik ke belakang punggung Pangeran Riana.
"Pangeran..." Tunjuk Yuki pada sepasukan prajurit iblis balgira yang menaiki Coracal di atas langit. Jumlahnya sekitar dua puluh orang.
"Pegangan" kata Pangeran Riana sambil mengarahkan kembali Radolft untuk naik lebih tinggi dan bersiap menyerang pasukan coracal yang baru saja datang. Yuki memeluk Pangeran Riana erat dari belakang. Ketika Radoflt berputar, menukik dan menghantam pasukan Coracal. Mengobrak-abrik barisan sampai Mereka bercerai berai. Lekky ikut terbang ke atas dan membantu Pangeran Riana mengatasi pasukan yang datang. Menghabisi setengah pasukan dengan cepat.
Terdengar ledakan dasyat dari dalam gedung. Pangeran Sera muncul bersama lima orang yang lain. Membawa dua kantung besar berisi Pendeta Suci dan Murid pengkhianat keluar kuil. Pangeran Riana langsung turun dan membiarkan Radoft menyambar kantung-kantung itu dengan cakarnya.
"Lekky Kau akan kemana ?" Teriak Yuki ketika melihat Lekky yang berhasil membunuh pasukan coracal terakhir, melesat dengan tajam masuk ke dalam kuil. Ledakan demi ledakan terjadi sampai menghancurkan bangunan dengan perlahan. Puing-puing bertebaran di udara.
"Kalian pergi lebih dulu saja" teriak Lekky yang masih terdengar sebelum sosoknya menghilang dalam bangunan kuil yang mulai runtuh.
Pangeran Riana membawa Radoflt menuju titik penjemputan, sementara Pangeran Sera dan yang lain menyusul dengan berlari menggunakan jalur darat.
Ledakan demi ledakan terus saja terdengar. Bangunan kuil terus berjatuhan, hancur tidak berbentuk lagi.
Yuki dan Pangeran Riana telah tiba lebih dulu di titik penjemputan di susul dengan Bangsawan Asry dan Pendeta Serfa.
Tak lama, yang lain datang. Yuki menghitung dalam hati dan lega meski semua belum lengkap tapi melihat Mereka semua selamat dan tidak kurang satu apapun, Yuki sudah merasa bersyukur.
"Kita akan menunggu yang lain di sini selama satu jam. Jika Mereka belum kembali, sesuai kesepakatan. Kita langsung pergi menuju hilir sungai" kata Pangeran Riana sambil membiarkan Radoflt terbang membawa kantung berisi pendeta suci dan murid pengkhianat pergi.
__ADS_1
Sudah satu jam Mereka menunggu. Beberapa orang muncul dan bergabung kembali. Yuki berdiri dengan cemas menatap langit. Lekky dan Curly belum kembali. Sementara bangunan kuil sudah terbakar dan hancur. Asap membumbung tinggi di udara.
Yuki memijat kedua tangannya dengan perasaan cemas. Apa Lekky baik-baik saja sementara bangunan sudah mulai runtuh dan jatuh ke bawah tebing.
"Mana Xasfir ?" Tanya Bangsawan Voldermont menyadarkan Yuki bahwa Bangsawan Xasfir juga belum kembali.
Semua orang yang sudah bersiap untuk pergi karena waktu yang di tentukan sudah habis, hanya bisa saling pandang satu sama lain. Bangsawan Xasfir adalah orang yang di tugaskan untuk meledakan bangunan-bangunan vital dari dalam gedung.
"Tidak ada waktu. Kita harus segera pergi dari sini" kata Pangeran Riana sambil berjongkok di dekat jembatan yang merupakan akses satu-satunya menuju kuil. Menyiapkan peledak untuk menghancurkan jembatan untuk mencegah musuh bisa pergi atau keluar ke kuil.
Bangsawan Voldermont sangat marah mendengar perkataan Pangeran Riana. Dia langsung menghampiri Pangeran Riana dan mencengkram kerah baju Pangeran Riana. Menatap Pangeran Riana penuh emosi. "Apa maksudmu dengan tidak ada waktu. Xasfir itu teman Kita"
"Bukan itu maksudnya. Bukan seperti itu" kata Yuki langsung menyeruak di antara keduanya dan berusaha memisahkan Pangeran Riana dan Bangsawan Voldermont.
Yuki mendorong Bangsawan Voldermont menjauhi Pangeran Riana. Memegang dengan kuat bahunya dan menatap Bangsawan Voldermont penuh arti. "Kita telah membuat kekacauan di kuil. Yang lain-lain pasti akan segera datang. Sebelum itu terjadi, Kita harus meninggalkan tempat ini atau Kita semua akan terbunuh dan misi ini gagal. Apa Kau mengerti ?"
Bangsawan Voldermont tampak tergoncang. menatap nanar ke depan. Kesetiaannya pada teman-temannya tidak pernah di ragukan. Yuki langsung memeluk Bangsawan Voldermont untuk menenangkannya.
Ledakan nyaring kembali terdengar. Kali ini jauh lebih keras daripada sebelumnya. Yuki menatap ke arah kuil di mana atap-atapnya berhamburan ke udara. Terpental dengan suara mengerikan sebelum akhirnya longsoran salju di atasnya menghantam dan membuat semua bangunan jatuh ke bawah tebing tanpa terkendali.
"Ayo Kita segera pergi dari sini" kata Yuki lembut lebih kepada Bangsawan Voldermont.
Pangeran Riana menyalakan api untuk meledakan jembatan.
Semua orang segera berlari menjauhi jembatan sebelum bom yang di pasang meledak dan menghancurkan jembatan jadi berkeping-keping.
Yuki kembali menatap ke arah kuil sesaat dengan cemas. Berharap Lekky bisa selamat dan kembali lagi bersamanya.
Tapi Dia harus menahan perasaannya dan fokus pada misinya. Yuki hanya bisa berdoa dalam hati untuk Lekky.
__ADS_1