
Pangeran Sera menggengam tangan Yuki dan menempelkan di wajahnya. "Aku tidak perduli, anak siapa yang Kau kandung Yuki. Selama Kau adalah istriku. Anak itu adalah anakku. Kita akan menghadapi semua ini bersama. Aku berjanji padamu"
Yuki menghambur ke pelukan Pangeran Sera dan memeluknya kuat.
Yuki terbangun dari tidurnya dan mendapati Pangeran Sera masih tertidur lelap di samping Yuki. Dari Curly, Yuki mengetahui kejadian yang sebenarnya saat Mereka menyusul Pangeran Sera di desa.
Setelah Curly menunjukan semuanya pada Pangeran Sera. Perasaan Yuki. Rasa bersalah yang mengaungi Yuki.
Pangeran Sera langsung berlari dengan cepat untuk kembali ke perkemahan. Dia meninggalkan begitu saja wanita yang telah di persiapkan untuk menghiburnya.
Pergi untuk menemui Yuki.
Baju yang kotor dan luka di lengannya. Adalah ketika Pangeran Sera terpeleset jatuh ketika berlari pulang. Yuki melihat wajah Pangeran Sera yang tertidur di sampingnya dan berpikir. Pangeran Sera seorang Pria yang hatinya terbuat dari apa ?.
Jika Yuki ingat dengan baik selama hidupnya. Pangeran Sera seperti bintang jatuh yang membawa keberuntungan dalam hidupnya. Seperti matahari pagi di musim semi yang menghangatkan langkahnya.
Yuki mengulurkan tangan. Mengusap rambut Pangeran Sera dengan lembut. Dia tampak lelah. Terlihat jelas dari wajah Pangeran Sera. Sama seperti Yuki, Pangeran Sera tidak bisa tidur baik semenjak Dia mendengar berita kehamilan Yuki dan Riana yang memaksa Yuki, mengurungnya di dalan istananya seperti dulu lagi.
Pangeran Sera sebenarnya ingin membuat perhitungan dengan Pangeran Riana. Tapi Lekky dengan tegas mengatakan padanya bahwa Mereka memiliki masalah yang besar yang harus di selesaikan terlebih dahulu. Jadi selama pertempuran yang akan berlangsung di kemudian hari. Lekky tidak akan mentolerir pertempuran lain di antara dua negara karena masalah Yuki. Dia juga mengancam akan membawa Yuki kembali. Menghilang dari semuanya jika Mereka masih ribut seperti anak kecil yang tidak bisa di atur.
Lekky tidak mengancam pada Pangeran Sera. Tapi Dia juga telah memberi peringatan pada Pangeran Riana untuk menjaga sikap.
Yuki beringsut bangun dari tempat tidur. Hari masih sangat pagi. Tapi Yuki merasakan perasaan tidak enak di perutnya. Dia merasa mual dan ingin muntah.
__ADS_1
Bergegas Yuki keluar tenda dan berlari mencari tempat yang cukup jauh agar tidak di lihat orang. Di sana, Yuki langsung memutahkan semua isi perutnya.
"Yuki, apa Kau baik-baik saja ?" Tanya Pangeran Sera yang menyadari Yuki keluar tenda dan segera pergi menyusul Yuki.
Yuki langsung mengangkat tangan. Memberitahu Pangeran Sera untuk tidak mendekat dengan kepayahan. "Jangan mendekat Pangeran, Ini bukan hal yang baik untuk Pangeran lihat" kata Yuki cepat.
Pangeran Sera mengabaikan perkataan Yuki, terutama saat melihat Yuki kembali berjongkok dan bersiap memutahkan kembali isi perutnya. Dengan sigap Pangeran Sera memijat tengkuk Yuki.
"Apa yang terjadi ?" Tanya Pangeran Sera cemas melihat keadaan Yuki yang tiba-tiba lemah.
Yuki mengusap mulutnya dengan punggung tangan dan tersenyum lembut. "Penyakit wanita hamil" bisik Yuki tertahan.
Paginya, Yuki telah selesai berkemas dan mempersiapkan semua keperluan yang di minta Lekky. Mereka akan melanjutkan perjalanan kembali. Saat Yuki menuju tenda besar, semua orang sudah berkumpul di dalamnya. Termasuk Pangeran Riana dan Pangeran Sera.
"Aku gatal sekali ingin membunuh Mereka" bisik Lekky di telinga Yuki.
Yuki melangkah maju untuk melihat peta besar yang di gelar di atas meja. Yuki memperhatikan beberapa titik yang di pasang bendera. Mempelajari dengan seksama peta di depannya.
"Di sini, di pegunungan ini adalah markas yang di duga di gunakan untuk menyembunyikan Pendeta Suci" tunjuk Seorang Panglima Perang pada salah satu titik pada peta. Membuyarkan ketegangan yang terjadi di dalamnya. "Berarti kita akan berputar ke utara untuk mencapainya" katanya lagi sembari menelusuri jalan yang di gambarkan pada Peta.
"Terlalu lama, Kita akan lewat selatan" tolak Lekky cepat.
"Daerah selatan merupakan kawasan terlarang yang tidak pernah di lewati orang hidup-hidup" protes Pangeran Sera menimpali perkataan Lekky.
"Itu karena, semua laki-laki yang menuju ke sana adalah lelaki yang normal" kata Lekky acuh.
"Apa maksudmu ?" Tanya Pangeran Sera lagi tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan Lekky.
__ADS_1
Yuki yang masih meneliti peta, mulai mengenali beberapa tempat di dalamnya. Dia juga mengenali tempat yang di maksud oleh Lekky. Kawasan terlarang tempat beberapa peri dan Putri Duyung berada.
Daerah itu masih ada hubungannya dengan Camila, Ibu dari Ferlay. Dua tahun lalu Yuki pernah di ajak Lekky ke sana.
"Karena di sana banyak terdapat putri duyung, terutama di aliran sungai yang akan Kita sebrangi nanti" jawab Yuki pelan, membantu Lekky untuk menjelaskan kepada semua orang yang ada.
"Putri duyung ?"
Bangsawan Voldermont berguman senang. Matanya berbinar, bercahaya dengan cemerlang. Di dalam pikirannya Dia membayangkan wanita sexy setengah telanjang, dengan tubuh basah di hadapannya.
"Mereka sangat berbahaya. Tidak sesuai dengan parasnya yang cantik. Mereka menjerat mangsanya dengan kecantikannya. Jika Mangsanya sampai terjerat, maka Dia akan mengiringnya ke dalam sungai dan langsung memakannya seperti seekor piranha kelaparan" jelas Yuki lagi. "Selain itu Mereka memiliki mantra cinta yang sangat kuat. Siapapun yang bertatapan mata dengannya, dapat terkena mantera itu dan terjerat dalam muslihat putri duyung untuk di mangsa"
"Apakah mantera itu berbahaya ?" Tanya Bangsawan Asry yang sembari tadi sangat serius menyimak pembicaraan.
"Ya, barang siapa yang terkena mantera cinta putri duyung, akan memiliki keinginan yang kuat untuk bercinta. Keinginan itu tidak bisa di tahan. Sampai-sampai orang yang telah terkena mantera cinta para putri duyung dapat melukai dirinya sendiri jika keinginannya tidak segera di penuhi"
Yuki merasa jengah ketika harus menceritakan bagian ini di depan semua orang yang keseluruhannya adalah pria dewasa.
"Seringnya, meskipun Mereka sudah tahu jika menceburkan diri di sungai Mereka akan menjadi santapan putri duyung. Tapi Mereka akan tetap melakukannya, untuk mengejar para Putri duyung karena kekuatan mantera itu"
Lekky pernah terkena Mantera Putri Duyung. Yuki dan Curly berusaha keras menahannya yang berusaha menyobek dirinya sendiri karena keinginannya untuk bercinta begitu kuat.
"Apakah tidak ada cara lain untuk menangkal kekuatan mantera itu ?" Tanya Pangeran Sera penasaran.
"Ada, Kau harus membiarkan istrimu untuk bercinta dengan Mereka yang terkena Mantera, untuk meredakan efeknya" kata Lekky acuh.
Mendengar hal itu. Pangeran Sera langsung memasang postur siap menyerang Lekky. Yuki langsung memegang lengan Pangeran Sera dan menahannya. Mencoba untuk menenangkan Pangeran Sera.
"Kau kira Aku berbohong ?" Kata Lekky lagi seperti sedang menggoda Pangeran Sera. Wajahnya sangat menyebalkan.
Yuki akhirnya menatap Lekky agar Dia berhenti memprovokasi Pangeran Sera.
Lekky mengangkat tangan ke atas. Menyerah.
"Jadi, Bagaimana Kita bisa melalui sungai ini dengan selamat ?"
__ADS_1
"Kita akan berjalan dengan mata di tutup kain. Yuki akan membimbing jalan Kita hingga sampai ke seberang. Hanya Dia dan Curly yang tidak akan terkena mantera cinta para Putri duyung itu"