
Yuki menulis surat wasiat untuk berjaga-jaga jika Dia mati nanti. Yuki mengenali dari stempel surat yang ada di bagian kanan atas surat.
Setelah memberikan sedikit pesangon pada para pelayan yang setia bekerja di kediaman Perdana Menteri Olwrendho. Yuki membagi seluruh harta yang di warisinya dari Perdana Menteri Olwrendho menjadi dua. Lima puluh persen untuk Lekky dan Ferlay. Dan lima puluh persen untuk Pangeran Sera sebagai suaminya.
Yuki tidak menyangka, Raja Bardhana sendiri yang datang untuk memberikan surat wasiatnya pada Lekky.
"Tampaknya ada yang bersiap untuk mati" Kata Lekky sinis sembari melempar surat ke atas meja begitu saja, setelah Dia membacanya.
"Aku hanya berjaga-jaga" Jawab Yuki dalam hati.
Lekky terdiam sejenak. Dia kemudian menatap Pangeran Riana dan Raja Bardhana bergantian.
"Tidak ada yang bisa memaksa Yuki untuk kembali selama Dia bersamaku" kata Lekky tegas membuat Yuki sadar. Lekky sedang menjawab pikiran salah satu di antara Pangeran Riana atau Raja Bardhana.
"Dia adalah salah satu orang yang di panggil oleh Pendeta Suci" Kata Raja Bardhana mengingatkan.
"Dia sudah memenuhi panggilan pendeta suci untuk datang. Dan Dia sudah ada di Ibukota. Jadi apa lagi masalahnya ?" Tanya Lekky tidak mau kalah. "Perkara Dia tidak mau masuk ke dalam istana itu adalah urusannya. Haruskah Aku mengingatkan pada Anda Raja Bardhana, Yuki bukan lagi orang Mu. Kau tidak bisa mengaturnya sesuka hatimu"
Lekky menyandarkan punggungnya dengan acuh ke belakang.
"Lagipula sudah ada Sera dan Riana yang bisa mengatasi Iblis itu. Keberadaan Yuki tidak terlalu penting"
"Bagaimana Yuki bisa mengenalmu ?" Tanya Raja Bardhana langsung.
Lekky tersenyum menyebalkan. Bukannya menjawab pertanyaan Raja Bardhana, Lekky justru menunduk mengambil kotak rokok di meja dan mengambilnya sebatang untuk di selipkan di mulutnya.
"Alnaira nyalakan apiku" pinta Lekky memanggil Yuki menggunakan nama samaran.
Yuki maju dan langsung menyalakan rokok Lekky. Meskipun sebenarnya Dia tidak ingin melakukannya.
Asap mengepul ketika Lekky menghembuskan udara di mulutnya.
"Aku dengar Dia menghilang dalam perjalanan pulang dari acara bulan madunya. Tampaknya itu adalah perbuatanmu"
"Apa urusannya denganmu ?. Apa masalah di negerimu cukup kurang sehingga Kau masih repot ingin ikut campur masalah Yuki"
"Jaga ucapanmu" kata Pangeran Riana dingin.
Yuki memandang dengan perasaan tegang pada ketiganya. Yuki takut Lekky akan terlalu jauh memancing emosi Mereka. Dia mengulurkan tangan untuk memegang bahu Lekky. Mengingatkan Lekky agar tidak bertindak berlebihan.
Lekky sudah berjanji pada Yuki tidak akan membuat masalah dengan Pangeran Sera maupun Pangeran Riana.
Namun...
__ADS_1
Belum selesai satu masalah, masalah lain datang. Tiba-tiba Pangeran Sera muncul menyeruak barisan Prajurit Garduete yang terus bersiaga di belakang Pangeran Riana dan Raja Bardhana. Yuki langsung mundur dan menundukkan kepalanya, saat tanpa sengaja matanya bertemu pandang dengan Pangeran Sera. Jantungnya seakan berhenti berdetak.
Pangeran Sera datang dan langsung mencengkram kerah baju Lekky. Membuat Lekky berdiri dari duduknya. Sementara itu para Prajurit Argueda yang mengikuti Pangeran Sera, langsung membentuk barisan pertahanan untuk mengepung Lekky dari segala arah.
"Dimana Yuki ?" Tanya Pangeran Sera penuh kemarahan pada Lekky.
"Ada, tapi Dia tidak ingin bertemu denganmu" jawab Lekky dengan nada mengejek.
"Jadi selama ini Kau lah yang menyembunyikannya"
"Kau seharusnya cukup mengenal Yuki dengan baik Pangeran, Kenapa Yuki pergi ?. Kau sudah tahu alasannya"
"Dia istriku !"
Mata Lekky berkilat aneh. Membuat Yuki semakin takut. Dalam hati Dia terus berdoa agar Lekky masih bisa menjaga kesabarannya.
"Oh Ya...Lalu kenapa Dia memilih pergi denganku ?" Kata Lekky akhirnya mengakui bahwa Dia yang membawa Yuki pergi lima tahun lalu.
Pangeran Sera tampak marah.
"Yuki tidak akan pergi jika Dia tidak mempercayaiku." Lanjut Lekky lagi penuh kemenangan.
Dia kemudian menyentakan tangan Pangeran Sera dengan keras sehingga cekalan tangan Pangeran Sera di leher Lekky lepas. Lekky langsung mendorongnya mundur beberapa langkah ke belakang.
Dalam sekejap Mereka sudah berada di atas udara. Di bawahnya Yuki melihat Pangeran Sera tampak marah. Dia langsung memerintahkan Kepala Prajurit Gererou untuk mencari keberadaan Lekky yang tiba-tiba menghilang dari hadapannya.
"Cari Dia !!" Perintah Pangeran Sera tegas kepada para prajuritnya.
Beberapa hari berlalu dari kejadian itu.
Pangeran Sera mendadak harus meninggalkan Ibukota karena ada urusan penting yang tidak bisa Ia tinggalkan begitu saja. Yuki melihat sendiri kepergian Pangeran Sera dengan pasukannya. Pagi-pagi sekali. Ketika matahari belum terbit di atas langit.
Yuki merasa lega saat mengetahuinya. Semenjak kejadian di taman belakang, Dia kembali di awasi dengan ketat.
Lebih sulit untuk membohongi Pangeran Sera daripada yang lainnya.
Yuki bahkan masih tidak percaya jika nyatanya Pangeran Sera bisa langsung mengenali Yuki ketika Mereka berpapasan meskipun Mereka sudah lama tidak bertemu.
Pangeran Sera masih mencurigai Alnaira. Dia tidak mempercayai segala usaha Yuki untuk mengalihkan kecurigaan. Sekarang, Pangeran Sera hanya menunggu waktu yang tepat untuk membongkar penyamaran Yuki.
__ADS_1
Yuki sangat lapar hari ini. Karena Pangeran Sera sudah pergi. Dia tidak perlu bersembunyi saat berjalan meninggalkan kamar.
Yuki berusaha memanfaatkan kepergian Pangeran Sera untuk sedikit bernafas mencari suasana baru.
Lekky sedang duduk dalam rapat besar bersama Varmount di sampingnya. Sementara itu Pendeta Suci baru saja selesai menutup pertemuan mengingat jam makan Mereka telah lama berlalu. Dan semua orang di dalan ruangan belum menyentuh makanan sama sekali.
"Aku lapar sekali" keluh Varmount sembari menatap nanar ke arah depan. Melihat orang-orang mulai turun membubarkan diri untuk menuju ruang makan yang telah di sediakan.
Terlihat Pangeran Riana bersama dengan Bangsawan Xasfir masih di tempat nya. Sementara kursi di sebrang Mereka, tempat yang biasa di gunakan Pangeran Sera kosong.
"Kau jangan coba-coba pergi meninggalkanku sendiri" ancam Varmount kepada Lekky lagi ketika Dia tidak menjawab.
Varmount tidak seperti Lekky. Dia hanya manusia biasa. Tidak memiliki darah peri sama sekali. Jadi Dia tidak mempunyai kemampuan untuk menghilang dan terbang seperti yang di miliki Lekky. Namun bukan berarti Dia lemah dan tidak berbahaya.
Kemampuannya cukup membuat musuh-musuh keluarga Darmount berpikir panjang untuk mencari masalah dengan Varmount.
"Kenapa Kau cerewet sekali" guman Lekky berdiri dari duduknya dengan sikap tidak sabar. Dia berjalan tepat didepan Pangeran Riana. Diikuti Varmount di sampingnya.
Terdengar suara gulf di saku Lekky.
"Oh Yuki.." seru Varmount spontan ketika melihat bayangan Yuki di dalam Gulf yang baru di keluarkan Lekky dari saku bajunya.
Seruan Varmount spontan membuat sekitar menoleh untuk melihat. Tanpa merasa bersalah, Varmount menyambar Gulf di tangan Lekky.
Lekky berdecak memprotes. Tapi Varmount tidak perduli dan mengangkat panggilan Yuki di Gulf milik Lekky.
"Hay Sayang" sapa Varmount ringan.
"Apa yang Kalian lakukan sekarang ?" Tanya Yuki datar kepada Varmount di seberang. Yuki berada di salah satu ruangan di sekolah. Dengan bantuan Curly, Dia berhasil mendapatkan bahan makanan dan peralatan memasak yang di bawa ke persembunyiannya sekarang.
Aroma masakan dan asap dari panci mengepul di sekitar Yuki.
"Baru saja keluar rapat. Apa Kau punya sesuatu untuk Kami ?"
"Tergantung dari apa yang Kalian cari"
__ADS_1
"Kami butuh kehangatan..."