
Pangeran Sera tidak mengatakan apapun. Dia meletakan handuk di sandaran kursi dan berjalan menuju meja kecil di mana para pelayan telah meletakan sebotol anggur berkualitas tinggi di sana.
Dengan tenang Dia membuka botol anggur dan mengisi gelasnya dengan anggur. Meminumnya sekali teguk. Merasakan sensasi anggur di dalam mulutnya.
Kemudian berjalan mendekati Yuki dan duduk di samping Yuki yang tampak tegang.
Tubuh Pangeran Sera terlihat langsing dari luar. Namun, ketika Dia melepaskan pakaiannya. Yuki bisa melihat otot tubuhnya yang terbentuk sempurna. Tercium wangi sabun dari tubuh Pangeran Sera.
Mereka berdua duduk berdiam diri.
Yuki tampak kebingungan, tidak tahu harus melakukan apa. Dia tampak sangat gugup dan canggung. Perasaannya bercampur aduk menjadi satu.
Pangeran Sera menyentuh bahu Yuki lembut. Mengarahkan Yuki untuk menghadap ke arahnya. Ujung jarinya menelusuri pipi Yuki, menyibakkan rambut yang menutupi wajah Yuki ke telinga dan kemudian sentuhannya turun ke leher Yuki. Yuki menundukkan kepala dengan perasaan tegang. Tidak berani menatap Pangeran Sera.
Pangeran Sera mendonggakan dagu Yuki dan perlahan Dia mendekatkan wajahnya. Mencium bibir Yuki.
Meskipun Pangeran Sera mencium Yuki dengan lembut dan hangat, tapi Yuki tidak merasakan apapun selain perasaan dingin di dalam hatinya.
Yuki hanya diam ketika Pangeran Sera mencium Yuki. Tidak menolak namun juga tidak membalas. Seperti sebuah patung tanpa jiwa.
Tangan Pangeran Sera mulai menelusuri tubuh Yuki. Dan entah bagaimana, tapi Yuki justru teringat Pangeran Riana. Yuki merasa seperti seorang wanita yang menjijikan. Tanpa sadar air mata mengalir di pipinya.
Pangeran Sera menghentikan ciumannya. Melihat air mata kesedihan di wajah Yuki. Dia langsung melepaskan Yuki. Yuki memalingkan wajah dan langsung berusaha menghapus air mata di wajahnya tanpa memandang ke arah Pangeran Sera atau mengatakan sepatah katapun.
"Apa yang harus kulakukan padamu Yuki. Apa yang harus kulakukan ?" Tanya Pangeran Sera frustasi.
Yuki diam tidak menjawab. Masih tidak mau melihat ke arah Pangeran Sera.
Pangeran Sera langsung merengkuh wajah Yuki dengan kedua tangannya dengan kasar. Memaksa Yuki untuk menatapnya. Membuat Yuki terkejut. Dia belum pernah melihat Pangeran Sera semarah ini padanya. Terasa kemarahannya dalam sorot mata Pangeran Sera yang memandang Yuki.
"Lihat Aku Yuki...Lihat Aku !!" Perintah Pangeran Sera frustasi.
Ada nada yang sangat dalam pada ucapan Pangeran Sera. Seolah menegaskan kepada Yuki agar gadis itu melihatnya, melihat bagaimana besarnya rasa cintanya pada Yuki. Melihat dirinya dan bukan orang lain dalam pikiran Yuki.
"Lepaskan Aku...sakit.." Kata Yuki mencoba melepaskan diri.
__ADS_1
Pangeran Sera berdiri dengan marah. Dia kembali menuju meja anggurnya dan mengisi kembali gelasnya. Kemudian meminum anggur tersebut sampai habis.
"Aku salah telah mendengarkanmu. Seharusnya Aku membunuhnya dan tidak membiarkannya kembali ke Negaranya"
Yuki terkejut ketika mendengar ucapan Pangeran Sera.
"Seharusnya Aku menyingkirkannya saat itu juga"
"Tidak, Kau telah berjanji padaku" kata Yuki menolak.
Yuki langsung berdiri dan menghampiri Pangeran Sera yang masih emosi.
"Lalu..apakah Kau sudah memenuhi janjimu ?" Tanya Pangeran Sera membuat Yuki terdiam.
Yuki telah berjanji pada Pangeran Sera untuk menikah dengannya, dengan imbalan Pangeran Sera tidak akan membunuh Pangeran Riana atau ikut campur dengan ketegangan yang terjadi di antara Negeri Romawa Dan Negeri Garduete yang saat ini sedang terjadi. Dia tidak akan memberikan bantuan apapun kepada Negeri Romawa dan menerima tawaran Romawa untuk bekerjasama menghancurkan Garduete.
Yuki percaya, dengan kekuatan Negeri Argueda yang sekarang di tambah tawaran kerjasama Negeri Romawa, akan sangat mudah bagi Pangeran Sera untuk menghancurkan Garduete.
Yuki tidak bisa membiarkannya.
Dan yang bisa di lakukannya hanya memberikan dirinya pada Pangeran Sera. Untuk membuktikan kesungguhan ucapan Yuki yang telah bersedia menikah dengan Pangeran Sera.
Jika Yuki harus menikah dengan Pangeran Sera untuk menyelamatkan Pangeran Riana, Dia akan melakukannya. Jika Yuki harus tidur dengan Pangeran Sera untuk menyelamatkan negeri Garduete dari keruntuhannya, Yuki akan melakukannya tanpa keraguan.
"Beri Aku waktu sebentar untuk mempersiapkan diri" pinta Yuki memohon.
Pangeran Sera diam. Masih ada emosi di dalam dirinya yang masih belum reda.
Tanpa menunggu jawaban dari Pangeran Sera, Yuki langsung berjalan cepat menuju kamar mandi. Yuki mencuci wajahnya dengan air mengalir. Membersihkan sisa-sisa air mata di pipinya. Kemudian Dia menyisir rambutnya yang terurai. Setelah yakin akan perasaannya, Yuki perlahan berjalan kembali menuju kamar tidur.
Pangeran Sera masih berdiri di depan jendela sambil memegang anggurnya ketika Yuki berjalan mendekat. Yuki menatap mata Pangeran Sera. Menunjukan tekadnya. Keseriusan dari segala tindakannya.
Mereka hanya berjarak lima langkah.
Sambil terus menatap mata Pangeran Sera. Yuki menyentuh gaun tidurnya dan langsung melepaskannya hingga merosot turun ke bawah kakinya.
__ADS_1
Sekarang, Yuki berdiri dengan hanya menggenakan ****** ***** di hadapan Pangeran Sera. Dia melangkah mendekati Pangeran Sera. Mengambil gelas anggur di tangan Pangeran Sera dan meletakkannya di meja. Kemudian memegang kembali tangan Pangeran Sera, menekannya ke dada Yuki dengan tangannya.
"Lakukanlah, sekarang Aku milikmu" bisik Yuki masih menatap mata Pangeran Sera.
Pangeran Sera diam.
Yuki sadar kemudian, Pangeran Sera menunggu Yuki yang memulai untuk melihat keseriusan Yuki. Perlahan, Yuki mengalungkan kedua lengannya di leher Pangeran Sera. Kemudian, Dia berjinjit. Mendekatkan bibirnya menyentuh bibir Pangeran Sera.
Yuki membalas semua ciuman Pangeran Sera. Merespon semua hasrat yang di suarkan Pangeran Sera kepada Yuki.
Saat sadar, Yuki sudah di baringkan di atas tempat tidur. Yuki hanya diam. Dengan pasrah membiarkan Pangeran Sera berkuasa atas tubuhnya.
"Apa Kau yakin ?" Tanya Pangeran Sera lagi sebelum Dia memulai ke tahapan yang lebih jauh. Dia berada di atas Yuki. Menumpukan berat badannya pada tubuh Yuki yang berada di bawahnya. Yuki mengulurkan tangan untuk merengkuh Pangeran Sera. Memeluknya erat.
"Ya..." Bisik Yuki pelan.
Pangeran Sera memposisikan dirinya. Yuki terkesiap saat merasakan tubuhnya di masuki oleh Pangeran Sera.
Keringat sudah membahasi tubuh Mereka. Saat Pangeran Sera mulai bergerak di dalam tubuh Yuki, terdengar lonceng di atas menara istana. Bergema mengisi setiap sudut bangunan. Seolah sedang meneriakkan kekalahan Yuki.
Yuki membuka matanya. Pangeran Sera masih tertidur pulas di samping Yuki. Hari sudah cukup terang namun tidak ada pelayan yang datang dan masuk ke dalam kamar untuk membangunkan Mereka.
Dengan hati-hati, Yuki menggeser tangan Pangeran Sera yang sedang memeluknya. Yuki beringsut bangun. Turun dari atas ranjang yang sudah berantakan. Mengambil handuk yang tergeletak di lantai, handuk yang di gunakan Pangeran Sera semalam untuk menutupi bagian tubuh pribadinya seusai mandi. Yuki memakai handuk itu dengan melilitkannya ke tubuhnya. Menutupi dirinya dari keterlanjangan.
Perlahan, Yuki berjalan menuju ke dalam kamar mandi. Menyalakan air dalam sebuah pancuran. Membuat seluruh rambut dan tubuhnya menjadi basah.
Yuki berdiri begitu saja di tempatnya. Membiarkan air mengguyur tubuhnya. Rasanya pedih saat mengetahui kenyataan ini. Dia bukan lagi milik Pangeran Riana. Tubuhnya sudah di nikmati laki-laki lain selain Pangeran Riana.
Yuki merasa sangat kotor.
__ADS_1