
Setelah selesai mencuci pakaian. Curly membantu Yuki membuat jemuran tali yang diikatkan di batang pohon.
Yuki menjemur pakaian Lekky. Menyusunnya sedemikian rupa agar enak di pandang.
Lekky belum kembali sampai malam tiba. Yuki yang menunggu di dalam kamarnya sembari membaca buku sudah merasa jenuh. Tidak ada lagi yang bisa di lakukannya di dalam kamar selain membaca buku. Pakaian Lekky yang Dia cuci telah kering dan Dia setrika, lalu Dia simpan di lemari.
Tidak mungkin jika Lekky tidak tahu kedatangan Yuki. Pasti sekarang Dia sedang sibuk bersenang-senang dengan teman wanitanya.
Curly sudah pergi setelah Yuki menyelesaikan tugasnya menjemur pakaian. Sepertinya Dia langsung mencari Lekky dan kembali mengikuti Lekky dengan setia kemanapun Lekky pergi.
Pengkhianat kecil itu.
Padahal Yuki sudah menyonggoknya dengan sekantung buah apel yang sangat manis, agar Dia mau menemani Yuki di dalam kamar sampai Lekky kembali.
Yuki mendesah. Lekky sebenarnya tidak pernah peduli dengan kehancuran umat manusia. Dia akan membawa Yuki dan seluruh keluarga Darmount mengungsi ke dunia peri. Tapi Iblis Balgira telah membunuh Ibunya. Lekky sangat bernafsu untuk membalaskan dendamnya.
Hal ini membuat Yuki khawatir akan keselamatan Lekky. Niat Lekky untuk membalas dendam bisa menjadi misi bunuh diri untuk Lekky. Yuki tidak bisa membiarkannya. Ferlay keponakannya yang sangat Dia sayangi masih kecil. Walau bagaimanapun juga Dia masih membutuhkan figur ayahnya. Meskipun Yuki tidak menampik bahwa Lekky bukanlah figur seorang ayah yang baik untuk Ferlay.
Yuki terbangun ketika hari menjelang pagi. Dia mendapati Lekky sudah berbaring di sampingnya. Aroma alkohol dan bau farfum wanita menyengat dari badan Lekky. Sementara itu Curly menggelung tubuhnya, tidur di kaki Lekky seperti seekor kucing.
Yuki beranjak turun dari tempat tidur. Lekky yang merasakan gerakan di atas tempat tidur ikut terbangun.
"Kau sudah bangun ?" Tanya Lekky sambil mengacak-acak rambutnya. Kepalanya pusing karena semalam terlalu banyak meminum alkohol.
"Aku harus ke istana Raja" ujar Yuki menggelung rambutnya ke atas.
"Untuk apa ?"
"Bertemu dengan Pendeta Suci. Sepertinya ada aesuatu yang ingin di katakannya secara pribadi denganku" ujar Yuki memasang cadar di wajahnya.
__ADS_1
"Aku akan menemanimu" Kata Lekky kemudian.
Yuki membenahi pakaiannya. Dia sudah terlambat. Yuki berharap Pendeta Suci tidak terlalu menunggunya nanti.
"Jika memang begitu, Aku kembali dulu ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian"
Yuki berjalan dengan cepat menuju pintu keluar. Ketika Dia baru melangkahkan kaki melewati pintu. Yuki tertegun.
Tak jauh dari tempatnya, ada rombongan Pangeran Riana dan Putri Marsha. Mata Yuki kembali bertemu dengan Pangeran Riana. Yuki merasa membeku dalam tatapan tajam milik Pangeran Riana. Pangeran Riana memandang Yuki dengan sorot aneh. Waktu seperti berhenti.
Terdengar pintu di buka di belakang Yuki. Lekky muncul masih bertelanjang dada dengan wajah baru bangun tidur. Tangannya memegang kerudung dan langsung melemparnya ke kepala Yuki. "kerudungmu ketinggalan"
Yuki tersadar dan langsung menyambar kain di kepalanya. Menutupi dengan cepat rambutnya.
Tadinya Yuki berpikir, karena jarak kamarnya dengan kamar Lekky tidak terlalu jauh. Dan lokasi di sepanjang jalan sepi. Dia berniat keluar kamar tanpa repot harus mengenakan kerudung untuk menutupi rambutnya. Namun Yuki justru tidak menduga, Dia malah bertemu dengan Pangeran Riana di depan kamar Lekky sepagi ini.
Apa Pangeran Riana mengenali Yuki ?. Tidak mungkin. Yuki hanya terlalu panik.
Yuki selesai memakai kerudungnya. Dia langsung membungkukan badan untuk memberi hormat kepada Pangeran Riana dan Putri Marsha, yang tidak di tanggapi oleh Pangeran Riana.
Yuki segera pergi melarikan diri ke kamarnya tanpa menoleh ke belakang.
"Lekky lebih bajingan daripada Voldermont. Semalam bukannya Dia bersama Rainda, tapi pagi ini Dia sudah terlihat di kamar bersama pelayan pribadinya" ujar Putri Marsha kepada Pangeran Riana yang berjalan tenang di sampingnya.
Mereka berjalan menuju Gedung Basmana. Putri Marsha berhasil menemukan Pangeran Riana yang sedang berjalan-jalan seorang diri di sekitar gedung peristirahatan. Tempat para pejuang tinggal dan menginap di kamar masing-masing yang di sediakan oleh kerajaan Garduete.
Putri Marsha nyaris tidak pernah bertemu dengan Pangeran Riana jika Dia tidak nekat berkeliling untuk mencari keberadaannya. Masalah Iblis Balgira memang membuat Pangeran Riana sangat sibuk. Bahkan semalam Dia memutuskan untuk tinggal di salah satu kamar yang di rahasiakan. Di dalam gedung sekolah. Dan tidak kembali ke istananya.
"Marsha lebih baik Kau segera pergi. Aku masih banyak urusan di sini" Kata Pangeran Riana dingin.
"Aku sudah bersusah payah mencarimu. Apa Kau tidak ingin sarapan sebentar bersamaku"
"Prajurit, bawa Putri Marsha pergi kembali ke istana harem" perintah Pangeran Riana mengabaikan perkataan Putri Marsha. Putri Marsha hendak memprotes tapi Pangeran Riana sudah lebih dulu berbalik dan menjauhi Putri Marsha.
__ADS_1
Pangeran Riana berjalan sendirian di lorong. Perlahan Dia mengambil Gulf di saku bajunya dan menghubungi kepala prajurit khusus yang di latih semenjak lama oleh Pangeran Riana sendiri.
"Lakukan tugas Kalian sekarang. Jika ada yang mencoba mengganggu. Bunuh"
Pangeran Riana menutup Gulf, mematikan sambungannya. Dia menatap ke langit dengan ekpresi yang sukar di tebak.
Akhirnya saat yang di nantikannya tiba....
Yuki selesai mandi dan berganti pakaian. Dia mengikat rambut coklat tanahnya yang sudah panjang sampai pinggang, membentuk sanggulan acak di atas tengkuk.
Sebenarnya Yuki sangat ingin memotong rambut panjangnya itu. Tapi Lekky tidak mengizinkannya.
Yuki memakai kerudung dan cadar untuk menutupi wajah dan rambutnya. Dia duduk di depan cermin kecil yang di diletakan di atas meja. Entah kenapa, Yuki merasa Pangeran Riana mengenalinya. Atau ini hanya perasaan Yuki saja.
Karena berdasarkan sifat Pangeran Riana, sepanjang Yuki mengenalnya. Pasti Pangeran Riana akan segera mengkonfrontasi Yuki jika Dia memang mengenali penyamaran Yuki.
Lagipula, apa mungkin hanya karena melihat rambutnya. Pangeran Riana akan langsung mengenali Yuki. Tidak mungkin. Rambut Yuki bukanlah sesuatu yang unik. Banyak orang yang memiliki jenis dan warna rambut sepertinya.
Yuki menghela nafas. Dia terlalu mengkhawatirkan sesuatu yang tidak perlu. Sampai saat ini Dia masih aman saja. Artinya Yuki masih belum di kenali.
Yuki telah siap berangkat. Lekky datang ke kamarnya dan mengajak Yuki untuk sarapan dulu mengisi perut. Dia tidak perduli saat Yuki menekankan kata "sangat terlambat" untuk memberitahu Lekky bahwa ada Pendeta Suci yang sedang menunggunya di istana Raja.
Lekky tetap memaksa Yuki untuk menemaninya makan terlebih dahulu.
Di kantin yang di sulap sebagai ruang makan sementara, hanya tersisa beberapa orang yang masih duduk mengobrol seusai sarapan. Beberapa pelayan sibuk membersihkan meja dan mengangkut piring kotor ke tempat pencucian. Yuki memilih duduk di sudut ruangan yang agak tersembunyi. Sementara Lekky mengambil makanan untuknya di atas meja prasmanan yang disediakan.
__ADS_1